cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM NEGATIF DAN UJI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK ULKUS KAKI DIABETES DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Dendy Dendy; Ellyza Nasrul; Eugeny Alia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1111

Abstract

AbstrakUlkus kaki diabetes merupakan komplikasi kronik diabetes melitus yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi bakteri. Bakteri yang umum diisolasi dari infeksi ulkus kaki diabetes adalah Gram-positif dan Gram-negatif. Pemakaian antibiotik pada terapi ulkus kaki diabetes pada setiap rumah sakit berbeda sehingga terjadi perbedaan sensitivitas antibiotik. Tujuan: Mengidentifikasi bakteri gram negatif dan uji sensitivitas pada ulkus kaki diabetes di RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif telah dilakukan pada seluruh swab dari ulkus kaki diabetes di bangsal penyakit dalam yang dikultur menggunakan agar darah di Laboratorium Sentral RSUP Dr M Djamil periode Agustus 2015 sampai Juli 2016. Identifikasi bakteri dengan pewarnaan Gram dan tes biokimia. Uji  sensitivitas antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer sesuai dengan standar CLSI. Hasil: Bakteri yang ditemukan dari swab Ulkus kaki diabetes adalah Proteus sp (36%), Klebsiella sp (34%), Pseudomonas sp (21%), dan Acinetobacter sp (9%). Proteus sp sensitif terhadap meropenem (90%) dan resisten terhadap erithromycin (100%). Klebsiella  sp resisten terhadap ampicilin (94,7%) dan sensitif terhadap Meropenem (36.8%). Pseudomonas sp sensitif terhadap meropenem (83.3%) dan sebagian besar resisten terhadap antibiotik yang diuji. Acinetobacter sp sebagian besar resisten terhadap antibiotik yang diuji, hanya 40% sensitif terhadap meropenem. Simpulan: Bakteri terbanyak penyebab ulkus kaki diabetes di bangsal penyakit dalam pada periode Agustus 2015 sampai Juli 2016 adalah Proteus sp, yang sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap erithromycin. 
Analisis Karakteristik Wanita Usia Subur, Dukungan Suami, dan Peran Bidan terhadap Unmet Need Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Bungus Kota Padang Yollanda Dwi Santi Violentina; Husna Yetti; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1144

Abstract

Abstrak Salah satu permasalahan Keluarga Berencana (KB) yaitu unmet need. Tingginya unmet need KB dapat disebabkan oleh karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan terhadap unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus. Metode: Studi analitik dengan desain case-control. Sampel diambil menggunakan sistemic random sampling pada 178 Wanita Usia Subur (WUS) dengan unmet need KB dan 178 WUS yang memakai KB antara Maret sampai Mei 2019. Hasil: Sebagian besar WUS dengan unmet need KB memiliki umur berisiko (49,4%), berpendidikan menengah (82,6%), jumlah anak 2-4 orang (82%), status ekonomi kategori miskin (33,1%), tidak mendapat dukungan suami (73%), dan peran bidan kurang baik (75,3%). Terdapat hubungan unmet need KB dengan jumlah anak, dukungan suami dan peran bidan (p<0,05). Faktor yang paling dominan adalah dukungan suami (OR=100,504). Simpulan: Dukungan suami dan peran bidan adalah faktor yang menyebabkan tingginya unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus Kota Padang.
Gambaran Kejadian Perdarahan Saluran Cerna pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Asrining Tyas; Saptino Miro; Ade Asyari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1149

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dapat menyebabkan Perdarahan Saluran Cerna (PSC). Efek PSC sangat serius karena penurunan tekanan darah akibat perdarahan akan semakin menurunkan laju filtrasi glomerulus yang berarti semakin memperburuk PGK. Tujuan: Mengetahui kejadian PSC pada pasien PGK. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional menggunakan data rekam medis. Populasi penelitian adalah pasien PGK stadium 4 dan 5 rawat inap RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari sampai Desember 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel berjumlah 207 orang diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data berupa analisis univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil: Ada 11,6% pasien PGK mengalami PSC. Persentase PSC lebih tinggi pada stadium 5 dibanding stadium 4 (11,8% : 8,3%), laki-laki dibanding perempuan (12,1% : 10,8%), anemia dibanding tidak anemia (12,0% : 0,0%) dengan 100% pasien PGK yang mengalami PSC juga mengalami anemia, hemodialisis rutin dibanding nonhemodialisis rutin (12,7% : 11,0%), memiliki kadar ureum rerata 277,79 + 134,92 mg/dL, dan 100% mengalami PSC bagian atas dengan manifestasi terbanyak berupa melena (41,7%).
Hubungan Kepatuhan Minum Obat dan Jumlah CD4 Terhadap Kualitas Hidup Orang dengan HIV AIDS di Poliklinik Voluntary Counseling and Testing RSUP Dr M Djamil Padang Rihaliza Rihaliza; Arina Widya Murni; Alfitri Alfitri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1135

Abstract

AbstrakInfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius yang dapat menimbulkan masalah yang cukup luas yakni meliputi masalah fisik, sosial dan emosional. Permasalahan yang dihadapi oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) akan mempengaruhi fisik dan psikologis ODHA itu sendiri sehingga akan berdampak terhadap kualitas hidup. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dan jumlah CD4 terhadap kualitas hidup (ODHA) di Poliklinik  Voluntary Counseling and Testing RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 ODHA yang melakukan kontrol di Poliklinik VCT RSUP Dr M Djamil Padang. Instrumen penelitian menggunakan 2 kuesioner, yaitu WHOQOL-HIV BREF, Simplified Self- Report Measure of Adherence dan studi dokumentasi pada rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna dengan p<0,05 antara kepatuhan minum obat dan jumlah CD4 terhadap kualitas hidup ODHA. Simpulan: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar selalu memberikan edukasi tentang pentingnya patuh minum obat ARV secara rutin, sehingga jumlah CD4 di dalam darah berada dalam batas normal sehingga ODHA memiliki fisik sehat yang berdampak pada kualitas hidupnya. 
Penggunaan Ventilasi Mekanik pada Gagal Jantung Akut Dian Puspita; Muhammad Fadil
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1172

Abstract

AbstrakGagal jantung akut merupakan terminologi yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang cepat atau perburukan dari tanda dan gejala gagal jantung. Kondisi ini mengancam kehidupan dan harus ditangani dengan segera. Dilaporkan kasus edema paru akut ec hipertensi emergensi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis sesak nafas yang dirasakan tiba-tiba, orthopnea, respiratory distress berat, takipnue, saturasi O2 perifer < 90%, ronkhi basah halus pada seluruh lapang paru. Penanganan yang diberikan adalah pemberian obat vasodilator untuk menurunkan afterload dan pemberian bantuan ventilator untuk mengatasi respiratory distress. Gagal jantung akut merupakan penyebab umum kegagalan pernapasan akut dan sering memerlukan bantuan ventilator. Ventilator noninvasif tekanan positif (CPAP, BiPAP) harus dipertimbangkan pada pasien dengan gangguan pernapasan (frekuensi pernapasan > 25 napas / menit, SpO2 <90%) dan mulai sesegera mungkin diberikan untuk mengurangi gangguan pernapasan dan mengurangi kejadian intubasi endotrakeal. Jika terjadi kegagalan pernapasan, yang menyebabkan hipoksemia, hypercapnia dan dalam penggunaan ventilator non-invasif maka intubasi endotrakeal dianjurkan. 
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Limau Manis Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Gusrianti Gusrianti; Nizwardi Azkha; Hafni Bachtiar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1126

Abstract

AbstrakStatus gizi anak balita dapat digunakan sebagai indikator keadaan gizi masyarakat. Status gizi dapat diketahui melalui prevalensi gizi anak umur 1-5 tahun karena golongan umur tersebut paling rentan terhadap gangguan gizi. Pada tahun 2013 Kecamatan Pauh menempati urutan ke-2 dari 20 Puskesmas dengan angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang tertinggi di Kota Padang. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan sampel 95 balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh, analisis data menggunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Pendekatan kualitatif dengan indepth interview kepada enam informan yang terdiri dari Lurah, Pimpinan Puskesmas, Petugas KIA, Petugas Gizi, Bidan Desa dan Kader di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Hasil: Penelitian ini menunjukkan 23,2% balita mengalami kurang gizi. Faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita adalah pola asuh (p=0,021), asupan makanan (p=0,014) dan tingkat pendapatan (p=0,043). Simpulan: Informasi kepada ibu terkait pola asuh yang efektif dan asupan makanan bergizi dan berimbang untuk balita guna meningkatkan status gizi balita yang baik melalui kegitan rutin Posyandu. 
Perbandingan Nilai APGAR Bayi yang Lahir melalui Sectio Caesarea dengan Anestesia umum dan Anestesia Spinal dari Ibu Eklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang Angga Kesumah; Rini Rustini; Roslaili Rasyid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1163

Abstract

Pemilihan anestesia yang digunakan untuk pasien eklampsia masih menjadi kontroversi. Teknik anestesia spinal atau anestesia umum pada seksio sesarea dapat menpengaruhi luaran neonatus. Tujuan: Membandingkan nilai APGAR neonatus yang lahir melalui sectio caesarea antara anestesia umum dan anestesia spinal pada ibu eklampsia. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel adalah 63 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapat anestesia spinal sebanyak 30 dan anestesia umum sebanyak 33. Data diperoleh dari rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2015 sampai Desember 2018. Data dianalisis dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Pada menit pertama asfiksia (APGAR1<7) terjadi pada 12 (40%) neonatus kelompok spinal dan 32 (97%) neonatus kelompok umum. Sementara itu, pada menit kelima asfikasia (APGAR5<7) terjadi pada 5 (16,7%) neonatus kelompok spinal dan 18 (54,5%) neonatus kelompok umum. Terdapat perbedaan nilai APGAR yang bermakna dengan nilai p<0,01 pada menit pertama dan p=0,02 pada menit kelima (p<0,05). Simpulan: Penggunaan anestesia spinal untuk sectio caesarea pada ibu eklampsia memberikan luaran nilai APGAR yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan anestesia umum.
Profil Strabismus Horizontal di RSUP Dr. M Djamil Padang Januari – Desember 2017 Primery Putri; Julita Julita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1276

Abstract

Strabismus horizontal adalah ketidaksegarisan satu mata baik secara konstan maupun intermiten berupa esotropia atau eksotropia yang dapat disertai dengan kelainan gerak pada satu atau kedua mata, diplopia, penurunan visus, dan posisi kepala yang tidak normal. Strabismus bisa mempengaruhi stereopsis, menyebabkan ambliopia dan masalah psikososial. Tujuan: Menggambarkan profil strabismus horizontal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Studi ini adalah retrospektif deskriptif. Data pasien diperoleh dari rekam medis pasien yang didiagnosis dengan strabismus horizontal di RSUP dr. M. Djamil dari bulan Januari sampai Desember 2017. Hasil: Didapatkan 91 pasien strabismus. Sekitar 62,6% adalah eksotropia, 41,7% merupakan eksotropia intermiten dan 20,9% merupakan eksotropia konstan. Pasien esotropia didapatkan sebanyak 37,4%, dan sekitar  13,2% adalah esotropia akomodatif, esotropia non akomodatif 10,9%, diikuti dengan esotropia kongenital  9,9% dan inkomitan 2,2%. Sebagian besar pasien diterapi dengan kaca mata dan oklusi. Ada 12 pasien (13,2%) dilakukan operasi dengan tekhnik monokular reses dan resek. Simpulan: Eksotropia adalah tipe strabismus yang terbanyak dalam penelitian ini dengan eksotropia intermiten sebagai kasus yang dominan. Esotropia akomodatif adalah jenis esotropia yang terbanyak, dan terapi bedah pada penelitian ini semuanya adalah monocular reses resek.Kata kunci: eksotropia, esotropia, monokular reses resek, strabismus
Analisis Laktat, Albumin dan Rasio Laktat Albumin Sebagai Prediktor Luaran Pada Pasien Sepsis dan Syok Septik di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Eko Putri Rahajeng
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1192

Abstract

Syok septik adalah bagian dari sepsis yang ditandai adanya perubahan sirkulatorik, seluler dan metabolik. Kadar laktat dan albumin serum terbukti berpengaruh terhadap perjalanan sepsis. Tujuan: Menilai laktat, albumin dan rasio laktat albumin sebagai prediktor luaran sepsis dan syok septik. Metode: Penelitian cross-sectional ini menggunakan data rekam medik periode Januari 2017 – April 2019. Uji statistik yang digunakan adalah uji Fisher, uji-t tidak berpasangan, uji Mann-Whitney dan uji korelasi Spearman. Hasil uji signifikan jika p<0,05. Kurva ROC untuk menentukan cut-off dan Kurva Kaplan Meier untuk menggambarkan survival time. Hasil: Analisis kurva ROC, menunjukkan AUC laktat dan rasio laktat albumin dalam memprediksi syok septik (0,636 dan 0,634) dengan cut-off laktat 1,95 mmol/L (sensitivitas 82%, spesifisitas 32%) dan rasio laktat albumin 0,81 (sensitivitas 82%, spesifisitas 39%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara laktat, albumin dan rasio laktat albumin terhadap luaran (p=0,184, p=0,595, p=0,102). Terdapat korelasi negatif dengan kekuatan korelasi lemah antara kadar laktat dan rasio laktat albumin dengan survival time. Simpulan: Laktat dan rasio laktat albumin dapat dijadikan sebagai biomarker untuk memprediksi terjadinya syok septik, namun tidak dapat dijadikan sebagai prediktor luaran pada sepsis dan syok septik.Kata kunci: rasio laktat albumin, sepsis, syok septik
Infektif Endokarditis Pada Penyakit Jantung Tiroid Pradita Diah Permatasari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1265

Abstract

Infective endocarditis is an endocardial surface infection of the heart including heart valves that can be fatal. Occurs because there is damage to the surface of the endocardium and the entry of bacteria into the circulation. The presence of cardiac lesions such as mitral regurgitation can be a predisposing factor for infective endocarditis. Patients were diagnosed with infective endocarditis based on a scoring system consisting of clinical symptoms, imaging, and blood culture findings, namely: modified Duke criteria. Treatment of infective endocarditis consists of giving antibiotics and evacuating vegetation by surgery. Surgical action is indicated if there is symptoms of heart failure, uncontrolled infections and vegetation size are too large, causing the risk of embolism.

Page 97 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue