cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Peserta Mandiri Dalam Pembayaran Iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Solok Ayu Wulandari; Nur Afrainin Syah; Tuty Ernawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1219

Abstract

Kepatuhan peserta mandiri membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Solok belum maksimal. Hal ini terlihat dari jumlah peserta mandiri yang menunggak di Kota Solok yaitu 69% dari peserta mandiri terdaftar. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam pembayaran iuran Program JKN di Kota Solok. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan sampel penelitian adalah peserta mandiri program JKN di Kota Solok yang terpilih secara acak. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Responden dalam penelitian ini adalah 105 orang peserta mandiri yang minimal berusia 17 tahun dan berdomisili di Kota Solok. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,019), pendapatan (p=0,038), persepsi terhadap pelayanan kesehatan (p=0,047) dan persepsi terhadap risiko (p=0,043) dengan kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, jarak tempuh tempat pembayaran iuran dan jumlah tanggungan terhadap kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program  JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. BPJS Kesehatan Cabang Solok harus meningkatkan kuantitas dan kualitas sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang hak dan kewajiban peserta mandiri program JKN.Kata kunci: kepatuhan, Iuran JKN, BPJS Kesehatan  
Toksoplasmosis Okular Dessy Ariyeni; Weni Helvinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1204

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Toksoplasma gondii yang merupakan protozoa obligat intraselular.  Parasit ini mempunyai tiga bentuk morfologi yang berbeda, yaitu: tachizoites, bradizoites dan ookista. Transmisi parasit ke manusia dapat terjadi dengan cara termakan makanan yang mengandung ookista atau kista jaringan yang terdapat di dalam daging yang dimasak tidak sempurna. Dilaporkan kasus dengan diagnosis toksoplasmosis okular pada lima pasien yang datang ke RSUP Dr. M. Djamil Padang antara Februari sampai Mei 2015. Lima  pasien datang dengan keluhan penglihatan kabur dengan onset yang berbeda-beda. Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan penurunan visus unilateral dan terdapatnya lesi di polus posterior dengan pinggir hiperpigmentasi pada pemeriksaan funduskopi. Semua pasien diberikan terapi trimethoprim/sulfamethoxazole  selama 6 minggu. Perbaikan visus pada pasien toksoplasmosis okular terjadi setelah pemberian terapi selama 6 minggu dengan terapi trimethoprim/sulfamethoxazole walaupun tidak terlalu signifikan karena ada lesi didaerah makula.Kata kunci: lesi hiperpigmentasi, toksoplasmosis okular, trimethoprim / sulfamethoxazole
Hubungan Eosinopenia dan Rasio Neutrofil/Limfosit dengan Procalcitonin pada Pasien Sepsis Ajeng Kurnia Wardhani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1232

Abstract

Procalcitonin adalah biomarker yang bermanfaat mendiagnosis sepsis, tetapi  mahal dan waktu pemeriksaan lama. Eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit merupakan alternatif yang lebih murah dan cepat, namun efektivitasnya belum diketahui dengan jelas. Tujuan: Menentukan hubungan eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit terhadap procalcitonin pada pasien sepsis. Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan belah lintang. Subjek penelitian 43 pasien sepsis yang dirawat di RSUP Dr.Kariadi bulan Desember 2018 sampai Juni 2019, ada 22 pasien wanita dan 21 pria dengan kisaran usia 25–84 tahun. Data kadar procalcitonin, jumah eosinofil, neutrophil dan limfosit diambil secara retrospektif dari catatan medis pasien. Pasien dianggap sepsis bila menunjukkan nilai skor SOFA ≥2. Hasil: Didapatkan kadar procalcitonin antara 2,19 – 87,29 ng/mL dengan median 13,8 ng/mL, kadar eosinofil antara 0 – 0,01 × 103/µL dengan median 0,01 × 103/µL, serta rasio neutrofil/limfosit antara 7,59 – 68,36 dengan median 19,39. Uji korelasi spearman tidak menemukan hubungan yang bermakna antara kadar procalcitonin dengan kondisi eosinopenia (p = 0,929; r = 0,014) dan rasio neutrofil/limfosit (p = 0,879; r = –0,024). Peningkatan kadar procalcitonin ≥2 ng/mL, kondisi eosinopenia dengan kadar eosinofil absolut ≤0,05 × 103/µL, serta peningkatan rasio neutrofil/limfosit ≥5 diperkirakan sebagai biomarker yang bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sepsis, namun tidak menemukan adanya hubungan yang bermakna antara berbagai biomarker tersebut. Simpulan: Hasil penelitian ini belum mendukung penggunaan jumlah eosinofil dan rasio neutrofil/limfosit sebagai pengganti procalcitonin untuk membantu menegakkan diagnosis sepsis.Kata kunci: eosinopenia, procalcitonin, rasio neutrofil/limfosit, sepsis
Respon Imun Terhadap Infeksi Toxoplasma Gondii Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1203

Abstract

Toxoplasma gondii merupakan parasit golongan protozoa intraseluler yang menyebabkan penyakit zoonosis yaitu toksoplasmosis. Gejala toksoplasmosis dapat berlangsung tanpa gejala hingga menimbulkan gangguan neurologis berat bahkan kematian pada individu immunocompromised. Infeksi Toxoplasma gondii  (T.gondii) dapat terjadi secara kongenital maupun didapat. Respon imun host terhadap infeksi T. gondii dimulai saat parasit masuk ke dalam tubuh dan melakukan invasi intraseluler. Respon imun alamiah ini akan menghasilkan IFN-γ dan menginduksi mediator inflamasi yang dapat menghambat multiplikasi T.gondii serta menstimulus terbentuknya respon imun adaptif.Kata kunci: infeksi, respon imun,Toxoplasma gondii
Hubungan Rasio Leukosit Mean Platelet Volume dengan Skor GRACE sebagai Prediktor Prognosis pada Pasien Sindrom Koroner Akut Theresia Ilyan; Herniah Asti Wulanjani; Edward Kurnia Setiawan Limijadi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1222

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) sebagian besar disebabkan aterosklerosis. Inflamasi kronis berperan dalam pembentukan plak aterosklerosis. Leukosit dan trombosit berperan pada proses inflamasi. Peningkatan leukosit dan Mean Platelet Volume (MPV) (penanda aktivasi trombosit) menjadi prediktor prognosis kurang baik pada SKA. Tujuan: Membuktikan hubungan rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE sebagai prediktor prognosis pasien SKA. Metode: Penelitian potong lintang terhadap 51 pasien SKA onset 4-6 jam di RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilakukan selama bulan Maret sampai April 2019. Perhitungan rasio leukosit MPV dari hasil pemeriksaan hematologi pasien pertama kali saat rawat inap dan pengukuran skor GRACE dari rekam medis. Uji analisis dengan korelasi Pearson. Hasil: Uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE, didapatkan r=-0,088 dan p=0,538 (p>0,05). Analisis subgrup risiko kematian rendah, sedang, tinggi, didapatkan masing-masing r=0,980 p=0,129; r=0,142 p=0,629; r=-0,112, p=0,527. Terdapat korelasi lemah, dapat diabaikan dan tidak signifikan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE (r=-0,088, p=538) pada pasien SKA dengan onset 4-6 jam. Hal ini mungkin disebabkan pengaruh faktor usia dan beberapa komponen dalam skor GRACE tidak berhubungan dengan inflamasi. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE. Kata kunci: rasio leukosit mean platelet volume, sindrom koroner akut, skor GRACE
Krim Ekstrak Etanol Bawang Putih Tunggal (Allium sativum) Menghambat Penebalan Epidermis Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) yang Dipapar Sinar Ultraviolet-B Evaldo Wiyoko Wibisono
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1275

Abstract

Paparan sinar ultra violet (UV) yang membentuk suatu radikal bebas pada kulit merupakan salah satu faktor terjadinya photoaging. Bawang putih tunggal (Allium sativum) mengandung senyawa antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Tujuan:  Menentukan pengaruh krim ekstrak bawang putih tunggal terhadap ketebalan epidermis tikus wistar yang dipapar sinar UV-B. Metode: Penelitian ini menggunakan sampel 30 ekor tikus wistar jantan, 150-200 gram, usia 3-4 bulan. Pengelompokkan sampel dilakukan secara acak menjadi 6 kelompok, yaitu K1 sebagai kontrol (hanya dipapar sinar UV-B), K2 (parasol), K3 (plasebo), K4 (krim ekstrak 5%), K5 (krim ekstrak 10%), K6 (krim ekstrak 20%). Seluruh kelompok diberikan paparan sinar UV-B mulai dari dosis 50 mJ/cm2 pada minggu I dengan durasi paparan 50 detik, 70 mJ/cm2 pada minggu II dengan durasi paparan 70 detik, 80 mJ/cm2 pada minggu III dan IV dengan durasi paparan 80 detik. Ketebalan epidermis diukur menggunakan software image raster. Hasil: Penelitian ini menunjukkan signifikansi perbedaan ketebalan epidermis yang berbeda-beda antara masing-masing kelompok (P < 0.05). Rerata ketebalan epidermis K1 sebesar 32,59 ± 4,21 µm, K2 sebesar 26,87 ± 6,38 µm, K3 sebesar 30,34 ± 4,30 µm, K4 sebesar 25,08 ± 5,77 µm, K5 sebesar 21,25 ± 4,00 µm, dan K6 sebesar 19,90 ± 4,19 µm. Simpulan: Pemberian krim ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum) pada dosis tertentu mampu menghambat  penebalan epidermis tikus wistar jantan yang dipapar sinar UV-B.              Kata kunci: Bawang Putih Tunggal, Ketebalan Epidermis, Sinar Ultraviolet-B
Metastase Giant Cell Tumour of Bone ke Paru Dutia Gestin; Aswiyanti Asri; Hera Novianti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1256

Abstract

Giant-cell tumor of bone (GCT) merupakan tumor tulang primer yang biasa terjadi pada dewasa muda usia 20-40 tahun. Giant-cell tumor of bone bersifat jinak tapi sangat destruktif lokal dan memiliki rekurensi yang sangat tinggi. Metastase GTC of bone ke paru sangat jarang, dengan angka kejadian 1-9% dari seluruh kasus. Belum ada penjelasan yang pasti mengenai patogenesis metastasis GCT of bone ke paru. Dilaporkan kasus giant-cell tumor of bone yang metastase ke paru pada perempuan berusia 51 tahun. Hasil diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan sitologi pleura yang secara mikroskopik ditemukan adanya sel-sel bulat-oval, monomorf dengan sebaran sel-sel berinti banyak. Sebelumnya pasien mempunyai riwayat GCT yang didiagnosis 3 tahun yang lalu.Kata kunci: giant-cell tumor of bone, metastase, paru
Perbedaan Kadar Natrium pada Packed Red Cell Berdasarkan Lama Penyimpanan di Bank Darah RSUP Dr. M. Djamil Padang Hesty Rhauda Ashan
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1237

Abstract

Packed Red Cell (PRC) adalah komponen darah yang didapat setelah sebagian besar plasma dipisahkan dari Whole Blood (WB) dan memiliki nilai hematokrit sekitar 80%. Packed red cell disimpan pada suhu 2-6°C selama 21–42 hari tergantung larutan antikoagulan-pengawet yang digunakan. Pompa Na+/K+ATPase menjadi inaktif pada suhu 4°C menyebabkan natrium masuk ke dalam sel dan kalium keluar dari sel. Proses ini terjadi perlahan dan terus menerus sehingga kadar natrium pada plasma PRC menurun sesuai dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Tujuan: Menentukan perbedaan kadar natrium PRC antara penyimpanan ≤14 hari dan >14 hari di bank darah RSUP Dr.M.Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian analitik dengan rancangan potong lintang, dimulai dari bulan September 2016 sampai Oktober 2018. Kadar natrium diperiksa dengan electrolyte analyzer. Analisis data menggunakan uji-t, bermakna bila p<0,05. Hasil: Rerata kadar natrium pada penyimpanan ≤14 hari adalah 150,5 (2,9)  mmoL/L dan 143,3 (4,3) mmoL/L pada penyimpanan >14 hari. Terdapat perbedaan bermakna rerata kadar natrium PRC berdasarkan lama penyimpanan (p= 0,0001). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar natrium PRC pada lama penyimpanan ≤14 hari dan >14 hari.Kata kunci: lama penyimpanan, jejas penyimpanan, natrium, packed red cell
Profil Klinikopatologi Karsinoma Sel Skuamosa Kepala dan Leher di Padang Zulda Musyarifah; Yenita Yenita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1269

Abstract

Kanker kepala dan leher berada diurutan ke tujuh dari seluruh kanker yang paling sering ditemukan di dunia.  Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) berasal dari berbagai subsite di daerah kepala dan leher serta merupakan kanker terbanyak yang ditemukan pada daerah kepala dan leher. Tujuan: Mengetahui profil klinikopatologi KSS kepala dan leher berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, lokasi tumor, stadium, derajat diferensiasi dan Invasi Perineural (IPN).Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif terhadap 133 kasus KSS kepala dan leher di RSUP Dr M Djamil Padang periode 2016 sampai 2018. Sampel diperoleh dari blok parafin yang berasal dari jaringan hasil biopsi kemudian dilakukan reevaluasi terhadap derajat histopatologi dan IPN berdasarkan klasifikasi The World Health Organization (WHO). Hasil: Kasus KSS kepala dan leher pada penelitian ditemukan pada usia 51-60 tahun (30%), dengan lokasi hipofaring dan laring (50,4%), laki-laki (71,4%), stadium IV (64%), sebagian besar dengan KSS berdiferensiasi baik (42,8%) dan IPN hanya ditemukan sebanyak 10,5% kasus. Simpulan: Profil klinikopatologi KSS kepala dan leher di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagian besar didapatkan pada usia dekade ke-5, lokasi di hipofaring dan laring, laki-laki, sebagian besar pada stadium lanjut, derajat histopatologi baik dan sebagian kecil mengandung IPN.  Invasi perineural ditemukan terbanyak pada stadium lanjut, derajat diferensiasi sedang dan lokasi terbanyak pada lokasi hipofaring dan laring.Kata kunci: karsinoma sel skuamosa, kepala dan leher, klinikopatologi
Pengembangan dan Validasi Skor Luaran Disabilitas Pasien Perdarahan Intraserebral di RS Bethesda Yogyakarta Dessy Ratnasari Secoadi; Rizaldy Taslim Pinzon; Esdras Ardi Pramudita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i2.1225

Abstract

Perdarahan Intraserebral (PIS) adalah tipe stroke penyumbang morbiditas tertinggi. Pertanyaan tentang prognosis sering muncul dari keluarga maupun tim perawat untuk menetapkan intervensi yang tepat dan memastikan tujuan perawatan. Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan model skala yang dapat secara akurat memprediksi PIS sesuai dengan demografik dan keparahan pasien. Tujuan: Mengukur faktor-faktor determinan yang dapat mempengaruhi disabilitas pasien PIS sehingga dapat menentukan luaran disabilitas pasien PIS menggunakan pengembangan skor prediktor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif dari stroke registry dan rekam medis pasien perdarahan intraserebral di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Analisis data terdiri dari analisis deskriptif meliputi karakteristik sampel penelitian dan analisis statistik meliputi analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square, multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik dan uji validitas menggunakan kurva ROC serta untuk cut-off point menggunakan AUC. Hasil: Terdapat variabel yang berhubungan dengan morbiditas pada pasien perdarahan intraserebral yaitu usia (OR:3.590, 95%CI:1.285-10.028, p:0.015) dan onset (OR:2.253, 95%CI:1.049-4.836, p:0.037). Setiap variabel memiliki skor masing-masing untuk menentukan luaran disabilitas pasien perdarahan intraserebral (AUC:0.655, 95%CI:0.557-0.754, p:0.004). Simpulan: Skor prediktor (usia dan onset) dapat digunakan secara valid untuk meramalkan disabilitas pasien perdarahan intraserebral.Kata kunci: perdarahan intraserebral, skor luaran disabilitas, usia dan onset

Page 99 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue