cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 4 (2022)" : 112 Documents clear
DESAIN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH Azka 'Afifah; Cecil Hiltrimartin; Yusuf Hartono
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.676 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar pada pembelajaran pemecahan masalah berbasis aktivitas siswa dan mengetahui peran pembelajaran pemecahan masalah berbasis aktivitas siswa. Pendekatan penelitian ini adalah design research tipe validation studies yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu preparation and design, teaching experiment yang terbagi menjadi 2 siklus, dan retrospective analysis. Penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah negeri di Palembang. Pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, hasil kerja siswa, dan tes yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lintasan belajar pada pembelajaran pemecahan masalah siswa mampu mendukung kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran tersebut dimulai dengan memahami masalah, menentukan rencana, melaksanakan rencana, dan melihat kembali apa yang telah dikerjakan yang terintegrasi dengan aktivitas pemecahan masalah yaitu academic activities, games as the play-based activities, dan applications as the reality-based activities.This study aimed to produce a learning trajectory of activity based problem solving learning and knowing its role. The research approach was design research type validation studies which consists of three stages, namely preparation and design, teaching experiment which consists two cycles, and retrospective analysis. This study was conducted on students of X SMA Negeri 15 Palembang. The data collected through observation, interview, students’ work, and test, then analyzed descriptively.The result of this study showed that a learning trajectory of problem solving based learning could support problem solving ability. The learning began with understanding a problem, devising a plan, do a plan, and looking back which integrated with problem solving activities namely, academic activities, games as tha play-based activities, and applications as the reality-based activities. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK Sally Juliani; Atma Murni; Maimunah Maimunah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.586 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5545

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan karena di sekolah masih ada beberapa yang belum memiliki perangkat pembelajaran yang dapat memfasilitasi Kemampuan Representasi Matematis (KRM). Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu menghasilkan suatu produk berupa buku berisi silabus, RPP, dan LKPD menggunakan discovery learning dengan bahan jual dan ketidaksamaan linear satu variabel yang valid dan juga praktis dalam memfasilitasi KRM. Produk ini dapat dipergunakan pada sekolah tingkat SMP/MTs, peneliti dapat memberikan produk ini pada sekolah-sekolah. Penelitian yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall ini kemudian dilakukan dengan lima tahap yaitu studi pendahuluan, perencanaan pengembangan, pengembangan perangkat, uji coba terbatas, dan revisi produk.Instrumen penelitian yaitu lembar validasi silabus, RPP, dan LKPD, serta angket respon peserta didik. Penelitian ini melibatkan sembilan peserta didik sebagai subjek ujicoba terbatas, dan tiga dosen pendidikan matematika sebagai validator. Validator ketiga memberikan nilai yang menyatakan bahwa silabus, RPP, dan LKPD memenuhi kriteria valid dengan rata-rata skor berturut-turut 83,33%; 83,87%; dan 82, 81%. Kepraktisan LKPD juga menyatakan rata-rata 93,29% yang memenuhi kriteria sangat praktis. Hasil akhir menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran menggunakan discovery learninguntuk memfasilitasi peserta didik KRM pada materi jual beli dan ketidaksamaan linear satu variabel yang valid dan praktis dan dapat digunakan di sekolah. Kata kunci: Kemampuan Representasi Matematis, Discovery Learning, Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel AbstrakPenelitian ini dilakukan karena belum banyak perangkat pembelajaran yang dapat memfasilitasi keterampilan representasi matematis dan relatif jarang di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan LKS) dengan pembelajaran penemuanpada materi persamaan linear dan pertidaksamaan satu variabel yang valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis siswa. Model pengembangan Borg and Gall pada penelitian ini dilakukan dalam lima tahapan yaitu studi pendahuluan, perencanaan pengembangan, pengembangan perangkat, uji coba terbatas, dan revisi produk. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengesahan silabus, RPP, dan LKPD, serta angket respon siswa. Penelitian ini melibatkan sembilan siswa kelas VII SMP/MTs sebagai subjek uji coba terbatas, dan tidak ada dosen pendidikan matematika sebagai validator. Hasil validasi ketiga validator menunjukkan bahwa silabus, RPP, dan LKPD valid dengan skor masing-masing 83,33%; 83,87%; dan 82,81% dengan kriteria valid. Kepraktisan LKPD menunjukkan persentase rata-rata 93,29% dengan kriteria sangat praktis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakandiscovery learning untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis siswa pada materi persamaan linier dan pertidaksamaan satu variabel yang valid dan sangat praktis. Kata Kunci: Kemampuan Representasi Matematis, Discovery Learning, Persamaan Linear Satu Variabel dan Pertidaksamaan
PENGARUH MOTIVASI, SIKAP, DAN IKLIM BELAJAR TERHADAP MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MASA PANDEMI COVID-19 Nursalam Nursalam; Andi Kusumayanti; Andi Dian Angriani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.525 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.4348

Abstract

Rendahnya prestasi belajar menandakan bahwa proses pembelajaran secara konvensional masih belum bisa memberikan hasil yang optimal. Prestasi belajar dipengaruhi oleh motivasi, sikap, iklim, dan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar, sikap belajar, iklim belajar, terhadap minat dan prestasi belajar matematika peserta didik SMP/MTs pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan desain penelitian, yaitu model analisis jalur (path analysis). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur motivasi, sikap, iklim, dan minat belajar adalah angket dengan jawaban tertutup. Sementara prestasi belajar matematika peserta didik dilihat berdasarkan nilai rapor peserta didik. Teknik analisis data statistika yang digunakan adalah statistika deskriptif dan statistika inferensial dengan analisis jalur (path analysis). Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki motivasi belajar kategori sedang, sikap belajar kategori sedang, iklim belajar kategori tinggi, minat belajar kategori tinggi, dan prestasi belajar kategori tinggi. Hasil perhitungan uji linearitas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung antara prestasi dan motivasi belajar, sikap belajar, iklim belajar, dan minat belajar.Low learning achievement indicates that the conventional learning process is still not able to provide optimal results. Learning achievement is influenced by learners' motivation, attitudes, climate, and learning interests in a particular subject. This research was conducted to find out the influence of learning motivation, learning attitudes, learning climate, on the interests and achievements of learning mathematics of junior high school students/MTs during the Covid-19 pandemic. This type of research is correlational research with the design of the research, namely the path analysis model. The data collection technique that researchers used in this study was a questionnaire. Research instruments used to measure motivation, attitudes, climate, and learning interests are questionnaires with closed answers. While the achievement of learning mathematics learners are seen based on the value of the report card of learners. Statistical data analysis techniques used are descriptive statistics and inverse statistics with a path analysis approach. The results showed that most learners have moderate category learning motivation, moderate category learning attitudes, high category learning climate, high category learning interest, and high category learning achievement. The results of linearity test calculations show that there is a direct influence between learning achievement and motivation, learning attitudes, learning climate, and learning interests.
ORIGAMI SOMA CUBE: MEDIA PEMBELAJARAN GEOMETRI UNTUK MENDUKUNG KECERDASAN MATEMATIKA SPASIAL SISWA Muhamad Toyib; Alviani Milenia Safitri; Nuqthy Faiziyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.269 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6070

Abstract

Geometry instruction can help you build spatial intelligence. Numerous studies have produced instructional materials to enhance spatial intelligence in geometry learning. However, there hasn't been enough research done on student-friendly media, particularly game-based media, thus it still has to be developed. In order to promote students' mathematical spatial intelligence, this study uses Origatrid learning resources to teach geometry. Using the idea of the origami soma cube in educational media. The study employed a research and development (R&D) model, and the sign test was used to gauge its efficacy. 20 eighth grader students participated in the study at SMP 1 Pakuhaji in Tangerang Regency. Experts in media and learning materials conducted tests on Origatrid, and they concluded that it might be used for educational purposes. Additionally, after the hypothesis was tested, scores before and after utilizing Origatrid as a learning tool showed differences.
REPRESENTATION MATHEMATICS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN SOLVING TIMSS PROBLEMS IN TERMS OF GENDER Teguh Santoso; Mokhammad Dedi Penta Putra; Rahmatia Rahmatia; Dwi Priyo Utomo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.156 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5641

Abstract

The purpose of this study was to find out and describe the process of student representation in solving TIMSS cognitive domain questions in terms of gender. This study used descriptive qualitative method. This research was conducted at the Karangploso Islamic Middle School in Malang in class VIII in the odd semester of the 2021/2022 academic year. Data collection techniques in this study used tests and interviews. The data analysis technique used consisted of three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study indicate that students with male and female gender in carrying out the process of representing questions in the cognitive aware domain do not experience problems, even though there are slight problems with male students in solving questions, students can still improve them. The process of representing material in the cognitive domain by female students is better than that of male students. Male students experience confusion in determining the initial steps when working on questions. While the process of representing questions in the cognitive reasoning domain, female students are also better than male students, female students are able to answer questions in the form of inequalities models well, while male students make mistakes in making inequalities models.
CORRESPONDENCE BETWEEN MODELS AND FACTORS OF STUDENT ERRORS IN SOLVING CONTEXTUAL PROBLEMS Fiki Alghadari; Audi Yundayani; Abdul Halim Abdullah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.724 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.4946

Abstract

The acquisition of knowledge assists students in navigating life, but their skill configuration is unstable when confronted with contextual problems. The fact that they make problem-solving errors is a stability problem that stems from existential situations. This study examined students' errors in solving contextual math word problems. The respondents were 36 Jakarta junior high school students. This work employs an existential design informed by phenomenology to lessen the connection between the model and error-causing. Newman's strategy found various types of errors. The researchers then investigated the error model and the root causes of the detected errors through interviews. According to the ontological investigation, seven correspondences were discovered between the error models and the causative factors, namely comprehension, transformation, and process skills, so that the origin of occurrences remained unchanged. Deficiencies in process skills cause the majority of correspondence. The phenomenological reduction of the correspondence demonstrates that students are not always engaged in higher-order thinking and tend to concentrate on the procedural knowledge learning process. It can be concluded that the learning process must encourage students' higher-order thinking. When students learn and gain experience through misunderstandings and transformations, they will demonstrate constructive efforts and computational thinking by troubleshooting the problem-solving strategy. Pengetahuan memfasilitasi siswa dalam menghadapi kehidupan, tetapi konfigurasi kemampuan mereka belum mantap ketika dihadapkan pada tantangan kontekstual. Siswa membuat kesalahan dalam penyelesaian adalah masalah stabilitas yang bersumber dari kondisi eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesalahan siswa dalam penyelesaian soal cerita matematika pada setting kontekstual. Responden adalah 36 siswa MTs di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain eksistensial pada perspektif fenomenologis untuk mereduksi korespondensi antara model dan faktor penyebab kesalahan. Jenis kesalahan diidentifikasi dengan pendekatan Newman, kemudian peneliti mengeksplorasi model kesalahan dan faktor penyebab dari jenis-jenis kesalahan yang teridentifikasi melalui wawancara. Hasil penelitian menemukan tujuh korespondensi antara model kesalahan dengan faktor penyebabnya adalah pemahaman, transformasi, dan keterampilan proses, sehingga sumber kejadian menurut kajian ontologis juga tetap konstan. Mayoritas korespondensi dihasilkan dari kesalahan keterampilan proses. Reduksi fenomenologis dari korespondensi tersebut mengungkapkan bahwa siswa tidak selalu terlibat dalam pemikiran tingkat tinggi dan cenderung menitikberatkan proses pembelajaran pada pengetahuan prosedural. Dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran harus mendorong berpikir tingkat tinggi siswa. Ketika siswa belajar dan memperoleh pengalaman melalui kesalahpahaman dan transformasi, mereka akan mendemonstrasikan upaya konstruktif dan pemikiran komputasi dengan pemecahan masalah strategi pemecahan masalah.
STUDENTS' MATHEMATICAL REASONING ABILITY ON THE CIRCLE CONCEPT Anderson Leonardo Palinussa; Thobita Dias
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.299 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5993

Abstract

The condition of the Covid-19 pandemic that hit Indonesia, requires students and teachers to study from home in order to maintain their safety and health. However, entering the new normal era, people and even schools have started to carry out their usual activities while still paying attention to health protocols. Even though the learning process is still carried out online and offline, it is a challenge in learning mathematics. The purpose of this study is to analyze the mathematical reasoning abilities of students who take part in online and offline learning and to describe the attitudes of students who take online and offline learning towards learning mathematics in circle material. This research is an experimental research with the research instruments used are tests of mathematical reasoning abilities and questionnaires for implementing online and offline learning. This research was conducted on students of grade 11 science at SMA Negeri 14 Central Maluku. Based on the results of the study it was found that the mathematical reasoning abilities of students who received online and offline learning were more effective in the experimental class with the Inquiry-Discovery model compared to the control class. Thus learning using online and offline is suitable to be applied in learning mathematics, because students seem more active in solving the questions given by the teacher.Kondisi pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, mengharuskan siswa maupun guru belajar dari rumah demi menjaga keselamatan dan kesehatan mereka. Namun memasuki era new normal, masyarakat bahkan di sekolah-sekolah sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Walaupun dalam proses pembelajaran masih dilakukan dengan daring dan luring, sehingga merupakan tantangan dalam pembelajaran matematika. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran daring dan luring dan untuk mendeskripsikan sikap siswa yang mengikuti pembelajaran daring dan luring terhadap pembelajaran matematika pada materi lingkaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan instrumen penelitan yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis dan angket pelaksanaan pembelajaran daring dan luring. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 11 IPA pada SMA Negeri 14 Maluku Tengah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan daring dan luring lebih efektif pada kelas eksperimen dengan model Inquiry-Discovery dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan daring dan luring cocok diterapkan dalam pembelajaran matematika, karena siswa terlihat lebih aktif dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS DITINJAU DARI METAKOGNISI SISWA Nuqthy Faiziyah; Bagas Legowo Priyambodho
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.888 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5918

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dalam proses belajar matematika dapat membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Siswa yang terlatih berpikir kritis mampu menghadapi masalah, menganalisis masalah serta menyelesaikan masalah tersebut dengan langkah-langkah yang tepat. Kemampuan berpikir kritis terdiri dari indikator pemahaman masalah (interpretation), Analisis (analysis), Evaluasi (evaluation) dan penarikan kesimpulan (inference). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita berbasis HOTS ditinjau dari metakognisi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dari penelitian ini yaitu 15 siswa kelas XI SMK Negeri 2 Sragen. Subjek yang dipaparkan dalam penelitian ini yaitu enam siswa dengan berdasarkan kategori kemampuan metakognisi tinggi, kemampuan metakognisi sedang dan kemampuan metakognisi rendah. Instrumen yang digunakan yaitu soal cerita HOTS, angket metakognisi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Validator instrument penelitian ini adalah dua guru dan satu dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa siswa dengan metakognisi tinggi dan sedang dalam memecahkan soal HOTS termasuk kedalam kemampuan berpikir kritis tinggi. Sedangkan siswa dengan metakognisi rendah, dalam memecahkan soal cerita HOTS proses berpikir kritisnya masih rendah.
META-ANALYSIS STUDY: EFFECT OF REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION APPROACH ON STUDENT'S MATHEMATICAL LITERACY ABILITY Chelsi Ariati; Vera Anzani; Dadang Juandi; Aan Hasanah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.809 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6182

Abstract

A comprehensive review about approach to Realistic Mathematics Education (RME) impact on mathematical literacy abilities has not been studied extensively, consequently, many teachers are unaware of the advantages of this method for students. This meta-analysis research was carried out to analyze the overall effect size of applying the RME approach to mathematical literacy skills. Empirical data obtained from Google Scholar, Semantic Scholar, URL link directly. The outcomes of the search are nine articles published between 2016 and 2021. In accordance with the inclusion criteria, nine items were qualified for analysis. Comprehensive Meta-Analysis (CMA) software is used in the analysis tool, and a random estimation model. The results revealed that the study's overall effect size was 1.051. These findings suggest that the application of the RME approach has a strong effect on students' mathematical literacy abilities. The moderator variables were examined, and it was discovered that the RME approach was effective by considering student demographics, but not at the educational level. This meta-analysis study advises Indonesian math teachers that the application of RME in increasing students' mathematical literacy should be used more frequently, especially in elementary schools.Ulasan komprehensif tentang efek dari pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada kemampuan literasi matematis belum banyak dipelajari secara ekstensif, menyebabkan banyak guru yang belum menyadari manfaat dari pendekatan ini untuk siswa. Studi meta-analisis ini dilakukan untuk menganalisis ukuran efek keseluruhan penerapan pendekatan RME terhadap kemampuan literasi matematis. Data empiris diperoleh dari Google Scholar, Semantic Scholar, Link URL secara langsung. Hasil pencarian menemukan sembilan artikel diterbitkan antara 2016 dan 2021. Menurut kriteria inklusi, sembilan item memenuhi syarat untuk analisis. Alat analisis menggunakan perangkat lunak Comprehensive Meta-Analysis (CMA), dan model estimasi random. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ukuran efek keseluruhan dari penelitian ini adalah 1,051. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RME memiliki efek kuat pada kemampuan literasi matematis siswa. Analisis variabel moderator mengungkapkan bahwa Pendekatan RME pelaksanaannya efektif dengan mempertimbangkan demografi siswa, namun tidak pada tingkat pendidikan. Studi meta-analisis ini merekomendasikan kepada guru matematika Indonesia agar penerapan RME dalam meningkatkan literasi matematika siswa harus lebih diterapkan terutama di sekolah dasar.
INVENTOR MEDIA TO OVERCOME COGNITIVE BARRIER ON INTEGRAL MATERIALS Kartinah Kartinah; Dina Prasetyowati; Sugiyanti Sugiyanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.289 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5682

Abstract

There are many causes for the emergence of barriers in learning; barriers caused by difficult materials, cognitive, heredity and didactic factors. To overcome this, the efforts that can be done is to facilitate students in learning mathematics through learning media. Purpose of this research is to develop media by utilizing the inventor application. This research was conducted at the Senior High School Lab School Semarang with the consideration that there had never been research related to barriers and media development. The development procedure adapts the model developed by Borg and Gall which consists of ten stages. However, in this study, it only reached the 5th stage, namely the main product revision. The results showed that the process and results of developing Inventor-based learning media to overcome barriers in the Integral material of high school students were valid. Students and teachers of mathematics subjects gave a good response. Learning mathematics with Inventor media to overcome cognitive barriers in Integral material for high school students produces effective learning based on the average score of class students who use Inventor beyond the minimum value so that the experimental class complete. The results of achievement in experiment classes are better than control classes.

Page 4 of 12 | Total Record : 112