Journal of Indonesian Economy and Business
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) is open access, peer-reviewed journal whose objectives is to publish original research papers related to the Indonesian economy and business issues. This journal is also dedicated to disseminating the published articles freely for international academicians, researchers, practitioners, regulators, and public societies.
The journal welcomes author from any institutional backgrounds and accepts rigorous empirical or theoretical research paper with any methods or approach that is relevant to the Indonesian economy and business content, as long as the research fits one of three salient disciplines: economics, business, or accounting.
Articles
989 Documents
PENYIMPANGAN TERHADAP DOKTRIN PARITAS DAYA BELI SEBUAH STUDI KASUS DI INDONESIA 1978 (11) -1991 (09)*
Tien Setyawati
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 8, No 1 (1993): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1265.743 KB)
|
DOI: 10.22146/jieb.40703
Makalah in ibermaksud mengamat iapakah doktrin Paritas Daya Bel imasih merupakan pedoman atau acuan utama dalam menentukan nilai/kurs valuta asing di Indonesia. Pada dasarnya studi ini diilhami oleh penelitian empiris Frenkel (1981), namun demikian alat analisisnya bertumpu pada pendekatan kointegrasi dan model koreksi kesalahan. Hasil studi menunjukkan adanya kemungkinan hubungan keseimbangan antara kurs valuta asing dengan harga dalam dan luar negeri. Pengujian terhadap doktrin Paritas Daya Beli di Indonesia memberi hasil seperti yang diharapkan dan menunjukkan adanya indikasi tentang penyimpangan terhadap doktrin terkait.
POTENSI PERTANIAN PEDESAAN DAN SWASEMBADA PANGAN
Gunawan Sumodiningrat
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 2, No 1 (1987): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (813.111 KB)
Prioritas pembangunan sejak awal Pelita I tampak terlalu banyak menekankan pada pencapaian tujuan akhir yaitu produksi nasional yang tinggi atau pada orientasi target, tapi kurang memperhatikan keikutsertaan pelaku ekonomi dalam proses tersebut. Prioritas yang kurang memberi perhatian pada pelaku ekonominya ternyata tidak sepenuhnya memberikan hasil seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dari kurang siapnya pelaku ekonomi untuk tanggap terhadap keadaan yang "normal" karena keikutsertaan mereka dalam pembangunan relatif kecil. Kekurangsiapan ini merupakan kendala bagi proses pembangunan, khususnya di sektor pertanian.Sehingga, bila sektor pertanian diharapkan untuk tetap mempunyai peranan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, jelas akan memerlukan waktu dalam pembenahannya. Namun demikian, pembenahan ini akan mampu menjaga momentum pembangunan dan memanfaatkan keberhasilan pembangunan nasional yang telah dicapai hingga saat ini.
POTENSI PERTANIAN DAN PROSPER AGROINDUSTRI DIJAWA TENGAH
Gunawan Sumodiningrat
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3772.258 KB)
Secara keseluruhan sektor pertanian mempunyai peranan yang pentingdalam pembangunan, baik pembangunan regional maupun dalam skala nasional.Namun selama beberapa tahun terakhir kontribusinya semakin menurun sejalandengan meningkatnya peranan sektor-sektor industri dan jasa. Perkembangan inimenunjukkan bahwa struktur perekonomian secara perlahan-lahan bergeser dariagraris ke industri sejalan dengan proses pembangunan pada lazimnya. Kendatidemikian sektor pertanian diharapkan tetap mampu menjalankan peranannyadalam pembangunan, yakni dalam hal: (1) menyediakan pangan bagi masyarakat,(2) memberikan kesempatan kerja, (3) menghemat dan menghimpun devisa, dan(4) memberikan dukungan untuk berkembangnya sektor-sektor lain. Makalah ini berusaha melihat potensi sektor pertanian dan kaitannya dengan sektor lain khususnya sektor industri dengan tujuan dapat mengidentifikasi seberapa jauh day a dukung sektor pertanian terhadap sektor yang lain. Perhatian diutamakan pada prospek agroindustri di Propinsi Dati I Jawa Tengah, yang diharapkan dapat menggambarkan keadaan industri tangguh didukung pertanian yang kuat.
DEREGULASI, EFISIENSI, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Iswardono Permono
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 4, No 1 (1989): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (67.803 KB)
Kebanyakan Pemerintah negara berkembang membatasi (memberi pagu) sukubunga, baik suku bunga kredit maupun suku bunga deposito (tabungan). Dalamsituasi inflasi tentunya suku bunga nil akan menjadi negatip karena suku bunganominal lebih kecil daripada laju inflasi. Banyak argumentasi yang mengatakanbahwa cara demikian merusak alokasi sumber ekonomi baik dalam hal akumulasikapital maupun dalam penggunaan tabungan yang ada. Sebagaimana dikatakan olehShaw (1972) dan McKinnon (1973), bahwa hal tersebut terjadi karena adanyapenindasan finansial atau financial repression di negara berkembang. "Penindasanfinansial" ini akan mengganggu proses pem-bangunan ekonomi. Karena denganadanya penindasan ini akan menyebabkan penyimpangan dalam kebijaksanaanmoneter, kredit, dan suku bunga.Kebijaksanaan yang disarankan oleh McKinnon dalam memerangi ketidakseimbangansuku bunga adalah dengan meningkatkan suku bunga dan ataumengurangi laju inflasi.
ANALISA MARKOV DALAM MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA
T. Hani Handoko
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 3, No 1 (1988): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (673.593 KB)
Secara jelas setiap aspek manajemen sumberdaya manusia dipengaruhioleh perpindahan atau pergerakan personalia ke dalam, di dalam dan ke luarorganisasi. Untuk mengelola perpindahan dan dampak dinamika ini terhadapperencanaan sumberdaya manusia, pertama kita memerlukan suatu mekanismeuntuk mengidentifikasi dan menganalisa secara sistematik pola-pola alirannya.Mekanisme yang dapat digunakan adalah analisis Markov. Rangkaian Markovterutama memberikan suatu metode sistematik peramalan supplai sumberdayamanusia atas dasar probabilitas-probabilitas perpindahan personalia. Artikel inimenguraikan analisa Markov dan berbagai aplikasinya da/am manajemensumberdaya manusia, dan kemudian mengidentifikasi dan membahas berbagaikelemahannya.
REGRESI LINIER LANCUNG DALAM ANALISIS EKONOMI: SUATU TINJAUAN DENGAN SATU STUDIKASUS DI INDONESIA
Insukindro Insukindro
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.808 KB)
Sejak pertengahan tahun 1970-an, permasalahan regresi lancung (spurious regression) telah kembali menjadi sorotan para pakar ekonometrika. Ciri utama adanya regresi lancung (semrawut) ini ditunjukkan oleh tidak diamatinya perilaku data melalui uji stasioneritas, misalnya, dan oleh apa yang disebut "sindrom R2". Yang disebut terakhir ini sering membuat pengamat terkecoh oleh nilai koefisien determinasi yang begitu meyakinkan tetapi kurang memperhatikan uji diagnostik regresi tersebut, khususnya uji otokorelasi. Akibatnya koefisien regresi penaksir tidak efisien, prediksi akan bias dan uji baku statistik menjadi tidak sahih. Tulisan ini bermaksud mengetengahkan beberapa kemungkinan terjadinya regresi lancung dan cam pencegahannya. Dalam tulisan ini untuk mendukung maksud ini digunakan satu studi kasus impor barang di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam studi empiristidak stasioner dan perlu dideferensi pertama untuk memperoleh data yang stasioner.Di samping itu untuk mencegah adanya regresi lancung, pem-bentukan model dinamis memang merupakan langkah yang perlu dilakukan. Selanjutnya dengan memperhatikan perilaku data nampaknya model koreksi kesalahan (error correction model) dapat dipakai sebagai salah satu model dinamis impor barang di Indonesia.
IMPLIKASI AKUNTANSIINFLASI TERHADAP ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Sugiharto Sugiharto
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 5, No 1 (1990): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2744.411 KB)
Kekuatan utama dari akuntansi harga historis adalah karena laporankeuangan yang dihasilkan dari model akuntansi ini mencerminkan harga historisyang umumnya berasal dari transaksi yang obyektif. Oleh sebab itu informasiyang terkandung didalamnya dianggap (1) dapat dipercaya; (2) mencerminkan halyang obyektif; (3) tidak bias; (4) murah ; dan (5) mudah untuk diaudit secaraindependen. Kedua yang terakhir inilah yang menyebabkan mengapa paraakuntan lebih menyukai akuntansi historis. Namun dalam masa inflasi, akuntansi historis banyak kehilangan kemampuannya untuk menyampaikan informasi yang dapat menolong para investor, sebab inflasi akan menyebabkan distorsi terhadap informasi yang terkandung dalam laporan keuangan historis.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL: Suatu Tantangan Bagi Manajemen
Marwan Asri
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 5, No 2 (1990): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (58.264 KB)
Dunia bisnis menghadapi dua kutub yang kadang-kadang bertentangan satusama lain. Disatu fihak, bisnis sangat mendambakan efisiensi yang antara lain harusdisertai upaya penekanan biaya. Setiap rupiah yang dibayarkan harus dianggapsebagai input yang hams dapat dipertanggungjawabkan dan tampak jelaspengaruhnya pada output. Pengeluaran-pengeluaran yang tidak memenuhi kriteria ituadalah pemborosan yang haras ditekan kalau tidak bisa ditiadakan. Di lain sisi bisnismempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan di mana ia beroperasi. Lingkunganmenuntut berbagai hal yang kadang-kadang justru menghambat perusahaan untukbekerja efisien (menurut ukuran di atas). Bila tuntutan ini dijawab, akan dikeluarkanberbagai biaya yang mungkin cukup besar dan signifikan untuk menjadi faktorpemberat sehingga kenaikan keuntungan tertahan.
PENETAPAN SASARAN KESEMPATAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
Sudarsono Sudarsono
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 4, No 1 (1989): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.682 KB)
Pertumbuhan ekonomi biasanya dikaitkan dengan kemampuan untuk tumbuh.Kemampuan pertumbuhan merupakan landasan bagi ekonomi masyarakat untuktumbuh. Keterkaitan antara landasan dan pertumbuhan tercermin pada hubunganfungsional antara produksi dan masukan yang diperlukan. Salah satu landasan ituadalah produktivitas tenaga kerja. Peranan produktivitas tenaga kerja menjadi sangat penting dan bersifat mendesak apabila kita kaitkan dengan persiapan untuk tinggal landas menuju kearahstruktur perekonomian yang tidak lagi berciri agraris. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya produktivitas tenaga kerja, peta sektoralnya dan implikasi kebijakan yang dapat diturunkan dari permasalahan pokok yang dapat terungkap dari peta tersebut.
THE FUTURE OF VARIABLE COSTING UNDER A JIT AND AUTOMATED MANUFACTURING
Revrisond Baswir
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 8, No 1 (1993): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1601.351 KB)
The emergence of JIT and automated manufacturing have raised aquestion about the relevance of variable costing. Although most accountantsagree with the decrease of important of variable costing, some do not. White somesay that absorption costing would become the only meaningful costing method,others argue that, by a few adjustments, it is possible to keep the variable-costingformat as a useful managerial tool.