cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2003)" : 8 Documents clear
STUDI BERBAGAI LENGAS TANAH DAN TEKNOLOGI SONIC BLOOM DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN KEDELAI STUDY ON DIFFERENT SOIL MOISTURES AND SONIC BLOOM TECHNOLOGY IN THE EFFORT TO INCREASE GROWTH AND YIELD OF Budisantoso, Imam; Proklamasiningsih, Elly
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental, dengan rancangan acak kelompok (RAK) dalam pola perlakuan faktorial. Faktor yang digunakan terdiri atas (1) lengas tanah dengan 3 taraf, yaitu kapasitas lapang (100% air tersedia), 75%, dan 50% air tersedia, (2) teknologi budidaya, yaitu dengan menggunakan sonic bloom dan tanpa sonic bloom. Pengukuran lengas tanah dilakukan dengan metode gravimetri, sedangkan penyiraman dilakukan setiap hari berdasarkan atas sejumlah air yang dievaporasikan. Parameter yang diamati meliputi : pertumbuhan tanaman (luas daun/tanaman; LAB dan LPR), anatomi daun (ukuran stomata dan jumlah stomata) dan hasil tanaman (retensi bunga dan polong, jumlah polong isi dan bobot biji/tanaman). Data yang telah diperoleh diuji dengan uji F, yang dilanjutkan dengan uji Duncan dan uji regresi-korelasi untuk mengetahui hubungan antar parameter dan antara pelakuan dengan parameter yang diamati. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa lengas tanah berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Menurunnya lengas tanah akan menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Ukuran dan jumlah stomata tidak dipengaruhi oleh perlakuan lengas tanah maupun sonic bloom. Sonic bloom tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun, LAB, LPR maupun retensi organ reproduksi, namun terhadap bobot kering tanaman dan bobot biji/tanaman perlakuan sonic bloom berpengaruh nyata.
POLA PENGUASAAN DAN PEMILIKAN TANAH DI DESA JAMBANAN, KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN PROPINSI JAWA TENGAH LAND OWNERSHIP PATTERN IN JAMBANAN VILLAGE, SIDOHARJO SUBDISTRICT, SRAGEN REGENCY, CENTRAL JAVA Darmawan, Dalu Agung
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah telah menjadi komoditas ekonomi yang sangat strategis, sehingga tanah dipandang sebagai barang untuk berinvestasi. Keadaan ini akhirnya mengakibatkan peralihan tanah dan spekulasi tanah yang tidak mudah untuk dikendalikan. Pada tahap selanjutnya terdapat kecenderungan ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, sehingga menjadi fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara berkesinambungan untuk mengetahui gambaran nyata terhadap fenomena tersebut. Untuk memberikan gambaran tersebut, dilakukan penelitian di Di Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang struktur dan pola peralihan penguasaan dan pemilikan tanah khususnya tanah pertanian di lokasi penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi pemilikan tanah tidak ditemui di desa penelitian. Pemilikan tanah tersebar dalam luasan tanah yang sangat sempit dan dimiliki oleh sebagian besar masyarakat. Penguasaan dan pemilikan tanah sedemikian itu memberikan dampak yang luas bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Walaupun peralihan tanah terjadi dalam lingkup yang masih kecil, peralihan pemilikan hak atas tanah secara terbuka melalui jual beli tidak mudah untuk dikendalikan karena berbagai faktor kepentingan baik pemilik tanah maupun yang memperoleh tanah. Dari segi administrasi pertanahan, sebagian besar tanah di desa penelitian telah bersertifikat, hanya sebagian kecil yang masih berbentuk girik/leter C. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam administrasi pertanahan sangat baik.
PENAMPILAN AGRONOMIK, HASIL DAN ANALISIS PERTUMBUHAN PEARL MILLET (Pennisetum typhoideum Rich.) BERUMUR PENDEK PADA LAHAN KERING DENGAN KEPADATAN POPULASI YANG BERBEDA GRAIN YIELD AND GROWTH ANALYSIS OF EARLY MATURING PEARL MILLET (Pennisetum typhoideum Rich.) IN THE UPLAND WITH DIFFERENT POPULATION DENSITY Dwi Haryanto, Totok Agung
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pearl millet (Pennisetum typhoideum Rich.) adalah tanaman pangan utama dan tanaman serealia yang paling produktif di daerah-daerah kering dan kurang subur di negara-negara anak benua India dan Afrika. Di USA, Kanada dan Australia, pearl millet digunakan sebagai bahan pakan ternak bergisi tinggi. Keistimewaan tanaman ini adalah ketoleranannya terhadap tanah masam dan kekeringan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari penampilan agronomik dan hasil biji; dan mempelajari pola perubahan laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan relatif dan laju asimilasi bersih dari dua genotipe pearl millet yang ditanam pada kepadatan populasi dan sumber pupuk nitrogen yang berbeda. Disimpulkan bahwa penampilan agronomik dua genotipe pearl millet secara umum sama kecuali tinggi tanaman dan bobot biji. Peningkatan kepadatan populasi menurunkan jumlah anakan, jumlah tongkol dan bobot tongkol, tetapi meningkatkan hasil biji per satuan luas. Sumber pupuk N tidak menyebabkan perubahan penampilan pearl millet, kecuali bobot tongkol. Tidak ada perubahan laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan relatif dan laju asimilasi bersih sebagai respon terhadap perbedaan genotipe, kepadatan populasi, sumber pupuk nitrogen maupuninteraksinya.
PENGEMBANGAN PRODUK MAKANAN TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH DEVELOPING TRADITIONAL FOOD PRODUCTS TO SUPPORT FOOD SUPPLEMENTARY PROGRAM FOR ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Handayani, Isti
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan status gizi anak sekolah di Kabupaten Banyumas perlu dilakukan Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Makanan yang diberikan berupa makanan jajanan tradisional yang mengandung energi 200-300 Kal dan protein 5-7 gram. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah makanan jajanan yang ada di daerah Banyumas sudah sesuai dengan syarat di atas serta untuk melakukan modifikasi sehingga dapat digunakan untuk pelaksanaan program PMT-AS. Penelitian ini dilaksanakan di dua kecamatan yaitu kecamatan Sokaraja dan kecamatan Subang serta meliputi 4 tahap penelitian. Tahap pertama berupa inventarisasi jenis-jenis makanan tradisional yang dikelompokkan dalam 5 kelompok berdasar bahan dasar yang dominan yaitu berasal dari ubi kayu, beras, beras ketan, kacang-kacangan dan buah-buahan. Tahap kedua meliputi uji kesukaan terhadap makanan jajanan, hasil uji kesukaan tertinggi dihitung kandungan energi dan proteinnya. Makanan jajanan terpilih kemudian dilakukan modifikasi jika belum sesuai dengan persyaratan untuk program PMT-AS kemudian dihitung kembali kandungan energi dan proteinnya. Hasil modifikasi dalam penelitian ini berupa kombinasi getuk goreng dan kacang goreng, arem-arem, lemper, tahu isi, pisang goreng, cambro, komhinasi lapis dan kacang goreng serta kemplang. Makanan hasil modifikasi telah mengandung energi minimal 200 Kal dan protein minimal 5 gram. Tahap terakhir dalam penelitian berupa uji kemampuan konsumsi menunjukkan makanan hasil modifikasi mampu dikonsumsi anak sekolah dengan kemampuan konsumsi sebesar 92,80 - 100%.
EKSISTENSI HAMA PUTIH PALSU (Cnaphalocrosis medinalis Guenee) DAN PENGARUHNYA PADA USAHA TANI PADI DI KABUPATEN BANYUMAS PREVALENCE OF THE LEAF FOLDER (Cnaphalocrosis medinalis Guenee) AND ITS EFFECT ON RICE FARMING IN BANYUMAS REGENCY , Sudjarwo; , Herminanto; Ardiyanto, Leo
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan di sentra tanaman padi wilayah Kabupaten Banyumas, mulai bulan September 2001 sampai dengan Pebruari 2002. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan hama putih palsu (Cnaphalocrosis medinalis) di pertanaman mina padi dan padi monokultur, untuk mengetahui teknik pengendalian hama tersebut di tingkat petani, dan mengetahui keuntungan usaha tani padi. Pelaksanaan penelitian menggunakan survei, metode yang digunakan adalah cluster random sampling dengan mengambil sampel sebanyak empat kecamatan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama putih palsu pada budidaya mina padi lebih rendah daripada di pertanaman padi monokultur. Intensitas serangan hama putih palsu pada budidaya minapadi sebesar 19,48 persen dan pada budidaya padi monokultur sebesar 24,31 persen. Teknik pengendalian hama putih palsu yang dilakukan petani menggunakan cara kultur teknis dan masih menggunakan insektisida dengan persentase sebesar 32,27 persen untuk budidaya mina padi, sedangkan pada budidaya padi monokultur sebesar 67,73 persen. Keuntungan dari budidaya mina padi sebesar Rp 4.670.000,00 untuk semusim dengan R/C ratio 2,84, sedangkan dari budidaya padi monokultur sebesar Rp 4.217.500,00 untuk sekali panen dengan R/C rationya sebesar 2,77.
RANCANGAN MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN BERBASIS AGRIBISNIS DI DAERAH RIAU MODELING OF ECONOMIC EMPOWERMENT OF RURAL COMMUNITY BASED ON AGRO-BUSINESS ACTIVITIES IN RIAU Syahza, Almasdi
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendukung pembangunan ekonomi pedesaan. Pelaksanaan pembangunan pertanian di pedesaan harus dirancang dengan sistem agribisnis yang melibatkan berbagai lembaga ekonomi dan penunjang, antara lain: perguruan tinggi, lembaga perkreditan, pengusaha, pengusaha tani (petani), dan koperasi. Koperasi merupakan motor penggerak pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Koperasi berfungsi sebagai badan usaha di pedesaan dan pelaksana penuh sistem agribisnis. Koperasi agribisnis dapat menciptakan peluang usaha dalam kegiatan ekonomi pedesaan sehingga menyebabkan naiknya pendapatan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan.
PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI PEDESAAN(Studi Tentang Perilaku Seks dan Reproduksi Sehat Remaja di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)THE SEXUAL BEHAVIOUR OF THE ADOLESCENCE IN RURAL SOCIETY(Study about Sex Behaviour and The Reproduction Health of The Adolescence in Kedungbanteng District, Banyumas Regency) Wulan, Tyas Retno; , Muslihudin
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku seksual para remaja di daerah pedesaan serta bagaimana pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas dengan sasaran para remaja yang berusia 10-24 tahun. Mengingat persoalan seks masih dianggap persoalan yang sensitif, informan dijaring dengan teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi. Informan berjumlah 13 orang, terdiri dari 5 orang perempuan dan 8 orang laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan para remaja tentang kesehatan reproduksi sangat tidak memadai dan lebih banyak dipenuhi oleh mitos yang mereka yakini. Perilaku seks para informan, juga tidak bisa lepas dari bagaimana masyarakat mengkonstruksikan seksualitas laki-laki dan perempuan. Namun semua informan beranggapan bahwa hubungan seks yang dilakukan sebelum menikah, apalagi sampai menimbulkan kehamilan merupakan aib yang harus dihindari, mengingat kontrol sosial masyarakat desa yang masih cukup tinggi. Mengingat minimnya pengetahuan para remaja pada umumnya dan para orang tua di pedesaan pada khususnya terhadap kesehatan reproduksi, sudah selayaknya pendidikan seks menjadi agenda untuk ditransformasikan di pedesaan. Pendidikan seks tidak berarti mengajarkan cara untuk melakukan hubungan seks namun mengenalkan kepada para remaja fase-fase reproduksinya dan orang tua dituntut kepekaan untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan reproduksi anak-anaknya.
FAKTOR-FAKTOR PEMANFAATAN LAHAN DAN SOSIAL EKONOMI SEBAGAI PENYEBAB PENEBANGAN LIAR DI HUTAN NEGARA DI KABUPATEN BANYUMAS LAND USE AND SOCIOECONOMIC FACTORS CAUSING ILLEGAL LOGGING IN THE STATE FORESTS IN BANYUMAS REGENCY Rosyadi, Slamet
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu intervensi pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan deforestasi adalah melalui program tumpangsari. Program ini memberikan akses lahan pada masa tertentu kepada masyarakat untuk kegiatan pertanian lahan kering di antara sela-sela tanaman kehutanan setelah kegiatan penebangan. Studi ini menemukan bahwa program tumpangsari memberikan pengaruh positif dalam menekan angka pencurian pohon sebagai ukuran deforestasi, sedangkan ketimpangan kepemilikan lahan, jumlah buruh tani, dan kemiskinan meningkatkan tekanan terhadap hutan. Temuan ini menunjukkan bahwa di lokasi tumpangsari yang masih berjalan, tidak ada insentif untuk menebang pohon yang masih muda. Di samping itu, eksistensi petani hutan yang relatif masih aktif dapat mengendalikan hutan dari kerusakan. Kata kunci: deforestasi, tumpangsari, ketimpangan kepemilikan lahan, buruh tani, kemiskinan

Page 1 of 1 | Total Record : 8