cover
Contact Name
Putu Prima Wulandari
Contact Email
jurnaltema@ub.ac.id
Phone
+6281296280353
Journal Mail Official
jurnaltema@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal TEMA, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, Indonesia. Jl. MT. Haryono 165 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
TEMA (Jurnal Tera Ilmu Akuntansi)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14118149     EISSN : 2808215X     DOI : -
Core Subject : Economy,
TEMA (Jurnal Tera Ilmu Akuntansi) publishes all forms of quantitative and qualitative research articles and other scientific studies related to the field of Accounting and a wide range of applications such as: Finance accounting Sharia Accounting Capital Market Based Accounting Forensic Accounting Behavioral Accounting Environmental Accounting Management Accounting Tax accounting Social Responsibility Accounting Public sector accounting Accounting education Auditing Accounting information system Business Ethics & Corporate Governance
Articles 162 Documents
Teori Akuntansi: Dari Normatif ke Positif, Isu Bebas Nilai, Hingga Mitos dan Wacana Redefinisi Akuntansi Riduwan, Akhmad
TEMA Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.599 KB) | DOI: 10.18202/tema.v8i1.105

Abstract

Abstrak Pergeseran teori akuntansi dari yang berlabel  “normatif” menjadi berlabel “positif” tidak serta merta menjadikan teori akuntansi bebas dari kepentingan atau bebas nilai. Hal ini terjadi karena teori akuntansi positif tidak memiliki pijakan berpikir yang independen, kecuali mengawali riset empiris dengan tetap berpijak pada teori akuntansi normatif. Akibatnya, teori akuntansi positif justru berpartisipasi dalam melanggengkan mitos-mitos dalam akuntansi yang semula dibangun melalui teori akuntansi normatif. Mitos-mitos akuntansi tersebut adalah berupa asumsi dasar atau postulat yang meliputi economic entity, going concern (continuity), dan monetary units. Sebagai mitos, postulat-postulat akuntansi itu  merupakan angan-angan sosial dan cita-cita kolektif yang dibangun oleh teoritisi akuntansi, untuk melayani kepentingan tertentu. Sebagai mitos pula, postulat-postulat akuntansi itu bukanlah sebuah kebenaran rasional, karena mitos semacam itu dibutuhkan semata-mata untuk memaksa manusia (akuntan atau pihak lainnya) agar menerima dan memahami akuntansi seperti apa adanya. Mitos-mitos tersebut selama ini menjadi dasar yang sangat dominan dalam pengkonstruksian teori akuntansi, baik normatif maupun positif. Dalam kedua teori tersebut, akuntansi didefinisikan sedemikian rupa, sehingga aktimtas akuntansi hanya (a) mengukur, mencatat,  dan  melaporkan transaksi ekonomik  kuantitatif yang bersifat keuangan, (b) menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajer kepada pemilik modal (investor dan kreditor), dan (c) memberikan informasi yang hanya berguna untuk pengambilan keputusan ekonomik. Karena akuntansi memiliki peran yang sangat besar secara sosial, maka upaya dan wacana untuk meredefinisi akuntansi konvensional merupakan suatu hal yang penting. Dengan melakukan redefinisi tersebut, akuntansi diharapkan tidak hanya terfokus pada angka-angka moneter, tidak hanya terfokus kepada kepentingan pemilik modal, dan informasi akuntansi tidak hanya tersedia bagi keputusan-keputusan ekonomik.  Dengan melakukan redefinisi, akuntansi diharapkan mampu membantu menciptakan akuntabilitas entitas yang lebih luas. Kata-kata kunci: Teori Akuntansi, Teori Akuntansi normatif, Teori Akuntansi Positif, Redefinisi Akuntansi.
Investigasi Motivasi dan Strategi Manajemen Laba pada Perusahaan Publik di Indonesia Achmad, Komarudin; Subekti, Imam; Atmini, Sari
TEMA Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.599 KB) | DOI: 10.18202/tema.v8i1.106

Abstract

This study investigates the existence of earnings management motivations and strategies. Based on ordinary least square regression, this study indicates that debt covenant and political cost motivations affect earnings management.  However, bonus plan motivation and accounting method choice strategy do not affect earnings management. Investigation on earnings management practices explains that bonus plan motivation affect income increasing, not income decreasing. This study finds that the managers of public firms in Indonesia do not use accounting method choices as earnings management strategy.  Some of them choose to use a little of accruals accounting flexibility and prefer both GAAP violations and intercompany transactions strategies. This study identifies that the motivations of debt covenant, political cost and owners’ wealth as well as the strategy of accruals accounting flexibility are earnings management practices with global value. Otherwise, earnings management practices with local value consist of motivation caused by both debt restructuring and going concern constraint and strategy through GAAP violations and intercompany transactions. Key  Words: Earnings  management,  Motivation,  Bonus plan,  Debtcovenant,  Political  cost,  Owners’ wealth,  Debt  restructuring,  Going concern,  Strategy,  Accounting  method choice,  Accruals  accounting flexibility, GAAP violations, Inter company transactions, Global value, Local value
Analisis Pengungkapan Laporan Sosial dan Lingkungan dalam Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (Studi pada Bursa Efek Jakarta) Rajafi, Lalu Roby; Irianto, Gugus
TEMA Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.599 KB) | DOI: 10.18202/tema.v8i1.107

Abstract

This  research is  about  to  analyze  social and environmental disclosure  of industries  in  Indonesia  as part  o f triple  bottom  line reporting in corporate social responsibility accounting with seeing their annual report at year 2005. This research focusses on the analysis of social information disclosure’s form and the analysis of the average differences of disclosure topics among industries groups listed at Jakarta Stock Exchange in the year of 2005. This research uses descriptive method to describe disclosure’s forms applied and the average differences of disclosure topics among industries groups listed at Jakarta Stock Exchange. The annual reports were analyzed using content analysis method with Kruskall Walis’s non-parametric  statistical  test  as  a  tools  to  examine  the  average differences of disclosure topics within these industries groups. Based on the Kruskal Wallis’s non-parametric test conducted, there are some significant differences among company groups in disclose environmental and employment issues, while the disclosure of society issues tend to be illustrated in the same form. Each of this company groups are having a different perception about the disclosure topics they present in their Annual Report.  Consequently,  this  has resulted  a  different  topics  to  be  disclosed:  Agriculture  and Mining emphasize on environtmental issues, Consumer Goods Industry (CGS), Property,  Real  Estate  &  Building  Construction  (PRE&BC),  and Infrastructure,  Utilities  &  Transportation  (IU&T)  are  likely  lean  on employment issues,  while Finance and Trade,  Service & Investment (TSI) emphasize on society issues. This was happened because of the essential differences on company’s activities type, company’s sensitivities, and company’s goals. Key  words: Triple  bottom  line  reporting,  social disclosure, and environmental disclosure
Analisis Keahlian Auditor BPK-RI Menuju Pelaksanaan Fraud Auditing Widayanti, Anna Retno; Subekti, Imam
TEMA Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v2i2.109

Abstract

The objective of this research was to analyze the expertise of Su­preme Audit Board of Indonesia (BPK-RI), which related to the imple­mentation of Fraud Auditing. The analysis was based on the data acquired from 147 respondents. The result showed that the audit expertise of Supreme Audit Board of Indonesia’s Auditor unconformity with the criteria of Fraud auditor. So, with this condition Supreme Audit Board of Indonesia is not ready for the implementation of fraud auditing yet. The other result showed that there are significant expertise differences between structural official and functional auditor in con­formity with fraud auditor’s criteria. The most significant difference was in their knowledge and cognitive ability. The structural official expertise was better than the functional official. This is logical, be­cause the structural officials usually become a team leader. Besides that, based on the expertise difference test, accord­ing the auditing scope, it was known that there are no significant expertise differences between employee in APBN, APBD/BUMD and BUMN sectors, in conformity with the Fraud auditor’s criteria. In ad­dition, for the improvement of the expertise of supreme audit board of Indonesia’s auditor most of the respondents emphasize in the train­ing quality improvement for the auditor. Keywords: fraud auditing, the expertise, task analysis, knowledge component, decision strategies, psychological traits, cog­nitive ability, ethical conduct.
Analisis Tentang Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Pemilihan Karir bagi Mahasiswa Akuntansi: Antara Akuntan Publik Versus Non Akuntan Publik Harris, Lutfi; Djamhuri, Ali
TEMA Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v2i2.110

Abstract

This study compares accounting students who choose a career as public accountant (Group l)to those students who did not (Group II). A questioncdre consisting of 18 questions concerning five career se­lection factors were addressed, namely, intrinsic values of job, flex­ibility, job market opportunities, perceived benefit of being a public accountant, and perceived cost of being a public accountant. By employing a survey method to 148 accounting students of Brawijaya University Malang and Airlangga University Surabaya, t- test were used to compare responses of students selecting the public accountant and those selecting non-public accountant career. Multi­variate Discriminant Analysis was also used to assess the ability of five factors to distinguish between these two groups. The results indicate that based on their average score, those selecting public accountant are more concerned with the above five factors. However, based on the independent sample t-test, there are only two questions resulting in scores that were statistically signifi­cant: (l)job market opportunity that is as a job with long-term earning and (2) flexibility that public accountant is a flexible job. These find­ings were also supported by the analytical result from multivariate discriminant analysis (MDA). The highest explanatory power variable differentiating the two groups is job market opportunity. Key words: carrier selection, accounting students, public and non public accountants, intrinsic values, flexibility, job mar­ket opportunities.
Persepsi Manajemen Perusahaan Terhadap Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance (Studi pada 36 Perusahaan di Indonesia) Indrayani, Mei; Nurkholis, Nurhkolis
TEMA Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v2i2.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pihak manajemen perusahaan terhadap prinsip-prinsip good corporate govemance (GCG) di Indo­nesia. Pihak manajemen perusahaan dibedakan menurut jenis perusahaan, level manajemen, dan tingkat pendidikan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuisioner kepada responden. Dari 150 kuisioner yang disebar, secara keseluruhan diperoleh 36 responden atau didapatkan respon rate sebesar 24%. Pengolahan data menggunakan ujiANOVA (Analysis of Variances) untuk mengetahui perbedaan persepsi di antara ketiga kelompok sampel (sub populasi) berdasarkan jenis perusahaan dan level manajemen. Uji-t (t test) digunakan untuk mengetahui perbedaan persepsi antara manajemen dengan pendidikan sarjana dan manajemen berpendidikan non sarjana terhadap prinsip-prinsip good corporate govemance. Hasil uji ANOVA terhadap persepsi manajemen ditinjau dari jenis perusahaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap “Pengetahuan tentang prinsip-prinsip GCG; Komisaris; Komite audit”. Sedangkan pada determinan ‘hak-hak pemegang saham; direksi; sekretaris perusahaan; stakeholders; pengungkapan; kerahasiaan; dan informasi orang dalam” menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan diantara ketiga kelompok sampel yaitu manajemen perusahaan pada BUMN, swasta go public, dan swasta non go public. Persepsi manajemen berdasarkan level manajemen menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan terhadap prinsip-prinsip good corporate govemance (GCG) antara manajemen atas, manajemen menengah, dan kelompok manajemen bawah. Sedangkan uji t menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara manajemen berpendidikan sarjana dan manajemen berpendidikan non sarjana terhadap determinan “Pengetahuan tentang GCG dan Hak-hak pemegang saham”. Sedangkan terhadap prinsip-prinsip GCG yang lain yaitu Komisaris; Direksi; Komite Audit; Sekretaris Perusahaan; Stakeholders; Pengungkapan; Kerahasiaan; dan Informasi orang dalam, tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan di antara kedua kelompok sampel terhadap masing-masing prinsip tersebut. Kata-kata kunci: persepsi, manajemen perusahaan, good corporate gov­emance, BUMN, BUMS go public, BUMS non go public
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Lembaga Keuangan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Hamidah, Siti; Troena, Eka Afnan; Suman, Agus
TEMA Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v2i2.113

Abstract

Based on functions of organizational culture this study was run with Syari’ah Finance Institution Baitul Maal wat Tamwil which has “Is­lamic” feature. This study was aimed at finding out the effect of organizational culture on staffs job satisfaction and to describe the biggest organizational culture factor which contributes to staffs job satisfaction. The extraction of 13 syari’ah organizational culture variables results in 3 factors: (1) organizational assumption of the nature of human and human actiinty; (2) the organization's relationship with its environment; and (3) the organizational assumption of the nature of reality and truth. These factors significantly show positive effect to staffs job satisfaction, both simultanously and partially, and the big­gest effect to staff’s job satisfaction was given by second factor. Re­lationship with the environment extremely affected by national (local) culture where was study conducted explains the phenomenon hap­pened. Katakunci: Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, Lembaga Keuangan Syariah, Baitul Maal Wattamwil
Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Pendapatan Nasional Riil Terhadap Jumlah Uang Beredar: Implementasi Error Correction Model Susanti, Fernia Niken; Maski, Ghozali
TEMA Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v2i2.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah antara tingkat suku bunga dan pendapatan nasional riil berpengaruh terhadap jumlah uang beredar (Ml maupun M2). Seberapa besar pengaruh variabel tingkat suku bunga dan variabel pendapatan nasional riil terhadap jumlah uang beredar. Di samping itu, penerapan Error Correction Model (ECM) dalam penelitian ini tidak lain untuk memperoleh gambaran pengaruh predictor variable (bunga dan pendapatan) dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang. Dengan ECM diharapkan akan diperoleh model estimasi yang tidak spurious (lancung) dan menjadi inti permasalahan dan pembahasan yang diangkat dalam penelitian ini. Dalam beberapa teori dikemukakan bahwa penawaran uang tergantung pada tiga variabel, yaitu kebijakan moneter pemerintah, aktiuitas perbankan, dan perilaku portofolio masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model koreksi kesalahan yang merupakan penurunan dari fungsi biaya kuadrat tunggal. DomouAtz dan Elbadawipada tahun 1987telah menawarkan fungsi biaya kuadrat tunggal yang cocok untuk menurunkan ECM, yaitu memasukkan vektor yang mempengaruhi variabel tak bebas dengan bobot tertentu dan diasumsikan secara Knear tergantung pada variabel bebas pada komponen biaya penyesuaian. Kata kunci: suku bunga, pendapatan nasional, jumlah uang beredar, fungsi biaya kuadrat tunggal
Efektivitas dan Konsistensi Bantuan Keuangan dari Pusat ke Daerah (Studi Kasus INPRES Bantuan Umum di Jawa Timur Selama Pelita V) Ismail, Munawar
Jurnal TEMA Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v2i2.115

Abstract

Bantuan Umum untuk Dati II di Jawa Timur selama Pelita V. Dalam implementasinya, ditemukan bahwa bantuan tersebut tidak konsisten, dalam artipenyaluran dana antardaerah tidak sejalan dengan tujuan untuk menciptakan harmonisasi regional. Di samping itu, penentuan besamya dana untuk setiap daerah tidak didasarkan pada peraturan sebagaimana mestinya, tetapi ditentukan semata-mata oleh pendapatan. Sedangkan dilihat dari efektivitasnya, Inpres Bantuan Umum cukup efektif, yaitu mampu menaikkan pendapatan dan kesempatan kerja di daerah, meskipun tidak harus diartikan bahwa yang sangat diuntungkan oleh Inpres adalah kelompok yang kurang beruntung. Kata kunci: dana bantuan, antar-pemerintahan, kesempatan kerja, pendapatan, Inpres, ketimpangan regional.
Pengaruh Perencanaan Strategis terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus pada Bank Perkreditan Rakyat di Malang) Sudarma, Made
TEMA Vol 4, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v4i1.116

Abstract

Penelitian ini mencoba mencari eksistensi suatu perbedaan antara bank-bank yang melakukan perencanaan strategis formal dengan bank-bank yang melakukan perencanaan strategis non-Jormal dengan mengambil sampel bank-bank berskala kecil yang beroperasi di Malang (dalam hal ini bank perkreditan rakyat). Dari hasil uji atas hipótesis pertama, disimpulkan bahwa BPR yang melaksanakan perencanaan strategisformal memiliki rata-rata kinerja yang lebih baik dari pada yang hanya melakukan perencanaan strategis non-formal. Temuan ini berlawanan dengan penelitian Robinson & Pearce (1983). Sedangkan dari keseluruhan hasil penelitian ini, terlihat bahwa BPR perlu membuat perencanaan formal terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis, persaingan yang semakin ketat serta Udim ketidakpastian Dengan adanya perencanaan formal manqjemen BPR dapat menentukan skala prioritas, pengalokasian sumber daya yang lebih optimal dan untuk mengetahui posisi perusahaan dalam persaingan. Derajat penekanan dalam proses pengambilan keputusan strategis BPR perencana strategis formal berbeda secara signifikan dengan BPR perencana strategis non-formal. Derajat penekanan pada BPR perencana strategis formal lebih ditekankan pada dimensi tujuan dengan analisis lingkungan sedangkan pada BPR perencana strategis non-formal lebih ditekankan pada dimensi penetapan atas formulasi tujuan dan misi. Ini berarti bahwa BPR yang menerapkan perencanaan strategis formal lebih peka terhadap perubahan lingkungan persaingan serta memiliki sifat antisipatif terhadap resiko bisnis. Kata kunci: Strategi Formal, Strategi Non Formal, kinerja, perubahan lingkungan, dan risiko bisnis.

Page 2 of 17 | Total Record : 162