cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal elektornik Program Studi Bahasa Satra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa pada Wacana Iklan Sepeda Motor Ekawati, Ekawati
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini; bagaimanakah penggunaan diksi dan gaya bahasa pada wacana iklan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah penggunaan diksi dan gaya bahasa pada wacana iklan sepeda motor. Manfaat penelitian (1) memberikan masukan pada pembuat iklan agar lebih kreatif dan inovatif, (2) dijadikan alternatif sebagai bahan pembelajaran di sekolah khususnya diksi dan gaya bahasa, (3) sebagai acuan bagi pihak-pihak yang hendak melakukan penelitian dengan topik yang sama. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pendekatan analisis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik padan intralingual, dan teknik padan ekstralingual. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil yang sama dengan mengacu pada kajian teori yang digunakan. Adapun hasil yang diperoleh yaitu makna denotasi merupakan makna lugas atau makna sebenarnya yang bersifat objektif. Makna yang ditemukan pada wacana iklan motor lebih banyak menunjukkan keunggulan sebagai kelebihan dari setiap produk yang diiklankan untuk mempersuasif pembaca atau calon konsumen. Penggunaan diksi pada wacana iklan sepeda motor Yamaha menggambarkan bahwa produksi Yamaha selalu mengeluarkan produk dengan perubahan, desain, dan gaya yang selalu baru. Pada wacana iklan sepeda motor Honda, penggunaan diksi atau pilihan kata selalu memunculkan kata teknologi yang menggambarkan bahwa setiap produksi Honda memiliki teknologi yang tidak terkalahkan. Sedangkan pada wacana iklan sepeda motor Suzuki lebih memilih penggunaan diksi yang menggambarkan bahwa produksi sepeda motor Suzuki lebih menunjukkan keunggulan pada kekuatan mesin yang tidak dapat dikalahkan, dan lebih eksklusif sesuai pilihan penggemar sepeda motor produksi Suzuki. Penelitian ini juga ditinjau dari aspek makna umum dan aspek makna khusus, serta gaya bahasa apa saja yang digunakan dalam iklan motor tersebut. Adapaun gaya bahasa atau majas yang banyak digunakan adalah gaya bahasa penegasan, yakni gaya bahasa retoris yang ditandai dari kata-kata yang digunakan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diksi menggunakan makna denotasi untuk menjabarkan makna yang terkandung pada wacana iklan motor.
PREFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA BALI DIALEK BULELENG DI KABUPATEN DONGGALA YASE, I NYOMAN BUDI
BAHASA DAN SASTRA Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.311 KB)

Abstract

ABSTRAK - Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana bentuk prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng dan bagaimana makna prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng dan makna prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yang meliputi tiga tahapan yakni : (1) metode dan teknik pengumpulan data, (2) metode dan teknik analisis data, dan (3) metode penyajian hasil analisis data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa prefiks pembentuk verba bahasa Bali dialek Buleleng berfungsi untuk membentuk verba adalah prefiks : ma-, nga-, N- (nasal). Prefiks pembentuk verba dapat bermakna menggunakan, mengerjakan, perbuatan untuk orang lain, melakukan pekerjaan, dan membuat jadi. Kata kunci : Prefiks Pembentuk Verba Bahasa Bali Dialek Buleleng
CITRA PEREMPUAN DALAM KUMPULAN PUISI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Zulfadli, Zulfadli
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.176 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaiamana citra perempuan yang terdapat dalam kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pendekatan teori yang digunakan adalah pendekatan feminisme. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Ketidakadilan gender termanifestasikan dalam berbagai bentuk, melalui pelabelan negatif, kekerasan, beban kerja lebih panjang dan lebih banyak. Sumber data penelitian ini adalah teks puisi Sita, Bunga Bunga Di Halaman, Pada Suatu Malam, Dongeng Marsinah, Kupandang Kelam Yang Merapat Ke Sisi Kita, Bunga 2, Garis, Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, Benih, Di Kebun Binatang, Sonet: X, Dalam Doa: III, Surah Penghujung Ayat 19, Dalang, Adam dan Hawa, Kepada Istriku, Tentu. Kau Boleh, Narcissus, Ibu, Tiga Percakapan Telepon, Sajak Cinta, Ayat Ayat Api, Sungai Tabanan Citra perempuan yang dimaksud adalah semua gambaran atau lukisan mental spiritual dan tingkah laku keseharian perempuan. Penulis mengelompokan data tersebut menjadi tiga bagian yaitu, citra perempuan dari aspek fisis, citra perempuan dari aspek psikis, dan citra perempuan sebagai citra sosialditemukan. Kata Kunci: Citra Perempuan, Puisi, Kajian Feminisme
PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM KOMUNIKASI LISAN DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 7 PALU NORMA, NORMA
BAHASA DAN SASTRA Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.482 KB)

Abstract

ABSTRAK - Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk bahasa gaul dalam komunikasi lisan di lingkungan SMA Negeri 7 Palu dan apa saja faktor penyebab munculnya bahasa gaul tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pemakaian bahasa gaul dalam komunikasi lisan di lingkungan SMA Negeri 7 Palu dan untuk mendeskripsikan faktor penyebab munculnya bahasa gaul tersebut. Jenis penelitian adalah kualitatif. Prosedur pelaksanaan penelitian meliputi tiga tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisi data, dan tahap penyajian data. Metode yang digunakan dalam tahap pengumpulan data yaitu metode simak, metode rekam dan metode catat. Hasil penelitian menemukan 54 bentuk tuturan bahasa gaul yang dapat dibagi menjadi 7 jenis bahasa gaul yaitu (1) kata ganti, (2) akronim, (3) singkatan, (4) serapan, (5) pemenggalan, (6) inversi, dan (7) kreatif. Bentuk bahasa gaul yaitu sa, mantul, garing, sota, BAE, gan, bro, sis, gabut, semok, kepo, afgan, GWS, hoax, kuy, takis, baper, kongkow, hugel, LDR, cidaha, mager, hadija, pecah, jaim, PHP, keles, rempong, kudet, spupet, kuper, unyu, japri, bucin, dorang, COD, mainstrem, modus, BTW, jones, mabar, HBD, peres, cogan, cecan, salting, roti sobek, kamorang, ko,dan  julid. Faktor Penyebab Munculnya Bahasa Gaul di Lingkungan SMA Negeri 7 Palu antara lain yaitu (1) penutur, (2) mitra tutur, (3) media sosial, (4) film dan televisi, serta (5) situasi wicara.Kata Kunci : Pengunaan Bahasa, Bahasa Gaul, Komunikasi Lisan, Lingkungan SMA Negeri 7 Palu.
AFIKS {paN-} DAN {eng-} DALAM BAHASA BUGIS DIALEK PARE-PARE Nispa, Nispa
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.384 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan yaitu bagaimana bentuk afiks {paN-} dan {-eng} dalam bahasa Bugis dialek Pare-pare? dan Apa makna afiks {paN-} dan {-eng} dalam bahasa Bugis dialek Pare-pare? Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penulis menetapkan tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk dan makna afiks {paN-} dan {-eng} dalam bahasa Bugis dialek Pare-pare. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap dengan tekhnik pancing dan tekhnik catat. Dalam penganalisisan data digunakan metode padan dan distribusional. Selanjutnya, penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian yang diperoleh menggambarkan bahwa: Pertama, prefiks {paN-} mempunyai turunan prefiks {pa-}, alomorf {pa-}, prefiks {pan-}, prefiks {pang-} dan prefiks {par-}, sedangkan sufiks {-eng} mempunyai turunan sufiks {-ng}, sufiks {-eng}, prefiks {-reng}, dan sufiks {-ang}. Kedua,  afiks pembentuk nomina bahasa Bugis dialek Pare-pare tersebut memiliki makna pelaku, alat, dan tempat.
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL DAN TANDA BACA DALAM KARANGAN NARASI DAN DESKRIPSI SISWA KELAS VII MTsN 1 PARIGI Rahmaniyah.R, Rahmaniyah.R
BAHASA DAN SASTRA Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.706 KB)

Abstract

ABSTRAK - Masalah dalam penelitian ini bagaimanakah kemampuan menggunaan huruf kapital dan tanda baca dalam karangan narasi dan deskripsi siswa kelas VII MTsN 1 Parigi ?, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menggunakan huruf kapital dan tanda baca dalam karangan narasi dan deskripsi siswa kelas VII MTsN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui 3 tahapan yaitu; (1) observasi, (2) tes, (3) dokumentasi. Berdasarkan hasil evaluasi kemampuan menggunakan huruf kapital dan tanda baca dalam karangan narasi dan deskripsi siswa kelas VII A MTsN 1 Parigi bahwa nilai perolehan siswa yang tertinggi adalah 100 sedangkan nilai yang terendah adalah 50, secara keseluruhan siswa kelas VII A MTsN 1 Parigi dikatakan mampu dalam menggunakan huruf kapital dan tanda baca dalam karangan narasi dan deskripsi. Dengan melihat hasil perolehan evaluasi siswa ketahui bahwa  yang mendapatkan nilai 100 sebanyak 2 orang dengan persentase 8,7%, siswa yang mendapatkan nilai 94 sebanyak 2 orang dengan persentase 8,7 %,  siswa yang mendapatkan nilai 87 sebanyak 2 orang dengan persentase 8,7 %, siswa yang mendapatkan nilai 81 sebanyak 2 dengan prsentase 8,7 %, siswa yang mendapatkan niai 75 sebanyak 5 orang dengan persentase 21,7 %,  siswa yang mendapatkan nilai 69 sebanyak 4 siswa dengan persentase 17,4 %, siswa yang mendpatkan nilai 62 sebanyak 5 orang dengan persentase 21,7%, dan siswa yang mendapatkan nilai 50 sebanyak 1 orang dengan persentase 4,4 %. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa persentase siswa tertinggi adalah ,34,8 %  sedangkan persentase siswa terendah adalah 4,3 %.. Secara keseluruhan kemampuan menggunakan huruf kapital dan tanda baca siswa kelas VII A MTsN 1 Parigi yaitu 76, maka siswa kelas VII A MTsN 1Parigi dikategorikan telah berhasil karena mencapai nilai 76 (Baik/tuntas ). Kata kunci : Kemampuan, Menggunakan, Huruf Kapital Dan Tanda Baca
Kemampuaan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi Memahami Kalimat Perintah Bahasa Indonesia. Yulandari, Sri; Ketut, I Gusti
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.191 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi memahami kalimat perintah bahasa Indonesia? Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi memahami kalimat perintah bahasa Indonesia. Motode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode mengumpulkan data yaitu pemberian tes atau evaluasi berupa soal pilihan ganda sebanyak 30 nomor.Setelah data dikumpulkan dilakukan pengolahan data dari hasil evaluasi siswa dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) di kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu 70. Hasil dari penelitian ini telah diperoleh nilai rata-rata kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi memahami kalimat perintah bahasa Indonesia yaitu 64,70 sehingga, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi belum mampu memahami kalimat perintah bahasa Indonesia. Kata Kunci: Kemampuan; Meemahami; Kalimat Perintah.
PENGGUNAAN DEIKSIS BAHASA BALI DIALEK BANGLI DI DESA LAANTULA JAYA KECAMATAN WITA PONDA KABUPATEN MOROWALI Ayu Kastini, Ni Kadek
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.738 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan deiksis bahasa Bali dialek Bangli di desa Laantula Jaya Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan pragmatik. Langkah yang ditempuh dalam penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu (1) tahap pengumpulan data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian data. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dan metode cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis bahasa Bali dibagi menjadi lima, yakni deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Dalam bahasa Bali, deiksis persona antara lain: cang, ‘saya’, nyi, ci ‘kamu’, dan ia ‘dia’. Kemudian, deiksis waktu, yakni ibi ‘kemarin’, jani ‘sekarang’, dan mani ‘besok’. Deiksis tempat, yakni ditu ‘bisa di situ dan di sana’ dan dini ‘di sini’. Deiksis wacana bahasa Bali sama halnya dengan bahasa Indonesia, yaitu penggunaan anafora dan katafora. Deiksis sosial dalam bahasa Bali dikenal adanya sistem tingkatan bahasa, yaitu bahasa halus, bahasa Madya, dan bahasa kasar.
NILAI SOSIAL DALAM NOVEL HAJAR: RAHASIA HATI SANG RATU ZAMZAM KARYA SIBEL ERASLAN LATIF, RISKI ABD.
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.081 KB)

Abstract

Abstrak – Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah nilai sosial yang terkandung dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan nilai sosial dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembaca, baik secara teoretis maupun secara praktis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata dalam bentuk kutipan. Data berupa kata dan kalimat yang bersumber dari novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam. Teknik pengumpulan data meliputi: (1) Membaca berulang-ulang keseluruhan novel yang dijadikan sebagai bahan penelitian. (2) Mengidentifikasi bagian-bagian cerita yang berkenaan dengan nila-nilai sosial dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eralan. (3) Menentukan bagian-bagian cerita yang ada hubungannya dengan nilai-nilai sosial dalam novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan. Penelitian yang dilakukan terhadap novel Hajar: Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam karya Sibel Eraslan, penulis mendapat 9 (sembilan)  nilai  sosial, yaitu kepedulian, tolong menolong, kasih sayang, kebersamaan, setia kawan, toleransi, sopan santun, kerja sama, dan musyawarah. Kata Kunci: Nilai Sosial; Novel; Sosiologi Sastra.
CAMPUR KODE PADA ACARA” RUMAH UYA” DI TRANS 7 Ferawati, Ferawati; Ulinsa, Ulinsa
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.442 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah (a) bagaimanakah wujud campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 dan (b) apa saja jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7. Penelitian ini bertujuan mendeskrispsikan wujud dan jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data terdiri atas (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa wujud campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 meliputi: (a) wujud kata, contohnya: akang “kakak laki-laki”, (b) wujud frase, contohnya: neng gelis “nona cantik”,    (c) wujud klausa, contohnya: don’t make mami change “jangan buat mami berubah”, dan (d) wujud kalimat, contohnya: innallaha layanduru ilashalikum wailaa ajsamikum walakin yanduru ilaikulubikum  “sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupamu dan hartamu, tetapi Allah melihat hatimu dan amalanmu”.  Adapun jenis-jenis campur kode pada acara “Rumah Uya” di Trans 7 meliputi:  (a) campur kode ke dalam, contohnya: penutur menyelipkan kata teteh “kakak perempuan” ketika sedang mengguanakan bahasa Indonesia. Kata tersebut berasal dari bahasa Sunda, sehingga terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. (b) campur kode ke luar, contohnya: penutur menyelipkan kata devorce “bercerai” ketika sedang menggunakan bahasa Indonesia. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris, sehingga terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dan (c) campur kode campuran, contohnya: penutur menyelipkan kata single “sendiri” dan mas “kakak laki-laki” ketika sedang menggunakan bahasa Indonesia. Kata single berasal dari bahasa Inggris, sedangkan kata mas berasal dari bahasa jawa. Dari penyisipan kata-kata tersebut terjadilah percampuran antara bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris. Bahasa tersebut telah menyerap unsur bahasa asli (bahasa Jawa) dan bahasa asing (bahasa Inggris). Pada hasil penelitian ini para penutur dominan menggunakan campur kode bahasa Inggris dan bahasa Sunda. Kata Kunci: campur kode, rumah uya, wujud, jenis-jenis

Page 11 of 20 | Total Record : 199