cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal elektornik Program Studi Bahasa Satra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA TANIA DALAM NOVEL “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN” KARYA TERE LIYE SARTIKA, SARTIKA
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.412 KB)

Abstract

Abstrak – Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur kepribadian Id, Ego, Superego serta Mekanisme Pertahanan Ego tokoh Tania dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif berjenis kualitatif. Hasil penelitian ini peneliti memperoleh id tokoh Tania dalam novel ini menggambarkan Tania yang mencintai, ingin memiliki, berharap dia seorang yang berhak atas Danar malaikat yang telah menolong dia dan keluarganya, ego tokoh Tania menggambarkan rasa bencinya kepada Ratna hal itu dapat dilihat setiap kali Ratna dan Danar berdua-duaan Tania pasti marah, jengkel, dan sebal semua itu tergambar jelas dari wajah Tania, superego tokoh Tania yaitu Tania akhirnya ikhlas melepaskan Danar bersama Ratna untuk hidup bahagia membina rumah tangga mereka, dan Tania memutuskan untuk tinggal selamanya di Singapura dan tidak akan kembali lagi ke kota yang begitu banyak kenangan tentangnya serta peneliti juga memperoleh 10 jenis mekanisme pertahanan ego yang pertama supresi, isolasi, rasionalisasi, menarik perhatian, introyeksi, represi, fantasi, proyeksi, penolakan (negativisme), dan disosiasi.  Kata Kunci: Struktur Kepribadian Tokoh, Mekanisme Pertahanan Ego, Novel.
CAMPUR KODE CERAMAH USTAD MAULANA DALAM ACARA “ISLAM ITU INDAH” DI TRANS TV Marlin, Marlin
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.784 KB)

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana bentuk campur kode ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di trans tv, (2) faktor apakah yang menyebabkan campur kode ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di trans tv. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor campur kode ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di trans tv. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu dari ceramah ustad Maulana yang diunduh pada website youtube. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik sadap, teknik rekam, dan teknik catat. Prosedur metode analisis data terdiri atas: (1) menelaah data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk campur kode pada ceramah ustad Maulana dalam acara “Islam itu Indah” di Trans Tv yaitu: (1) campur kode kata, (2) campur kode frase, (3) campur kode klausa. Campur kode kata terbagi menjadi 3 kelas kata yaitu: (1) kata benda, (2) kata kerja, (3) kata sifat. Campur kode yang paling sering digunakan adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kata Kunci: campur kode, ceramah, kedwibahasaan.
ANALISIS KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL “NAMAKU HIROKO” KARYA N.H DINI (SEBUAH KAJIAN SASTRA FEMINISME) Siska, Siska
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.355 KB)

Abstract

Penelitian ini mengungkap bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam novel “Namaku Hiroko” karya N.H Dini yang ditinjau melalui pendekatan feminisme Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel “Namaku Hiroko” didapatkan ketidakadilan gender yang termanisfestasikan ke dalam 5 bentuk yakni (1) Marginalisasi: Proses pemiskinan yang terjadi di rumah tangga yang menimpa Natsuko dan ibu oleh ayahnya, (2) Streotype: Menganggap bahwa perempuan mudah digoda dengan materi (materialistis), dan perempuan yang berbadan gemuk terlihat jelek, (3) Subordinasi:  Kedudukan perempuan yang lebih lebih rendah dari laki-laki yang terjadi dalam sektor rumah tangga yang menimpa majikan Hiroko, dan keluarga Natuko, (4) Kekerasan: Kekerasan langsung yakni tekanan fisik yang dialami oleh Hiroko, Kekerasan langsung yakni pemukulan yang dilakukan oleh suami majikan Hiroko kepada istrinya, pelacuran (prostitution) yang menimpa hostes/pelayan di bar, kekerasan terselubung yang menimpa Hiroko yang dilakukan oleh suami majikannya, dan kekerasan tidak langsung yang menimpa para hostes yang dilakukan oleh pelanggan, dan (5) Beban Ganda: Pekerjaan yang ditanggung oleh Hiroko sebagai pembantu, dan Emiko yang berproesi sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah.
TINDAK TUTUR INTEROGATIF GURU DAN SISWA DI KELAS XI SMA NEGERI 5 PALU WILDA, WILDA
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.657 KB)

Abstract

Abstrak –Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk interogatif, (2) Bagaimana fungsi interogatif dalam pembelajaran di kelas XI SMA Negari 5 Palu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, dan fungsi tuturan interogatif guru kepada siswa, siswa kepada guru, dan siswa kepada siswa di kelas XI SMA Negeri 5 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan objek penelitian tindak tutur guru dan siswa yang mengandung makna interogatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan metode simak (teknik rekam dan teknik catat). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, mengikuti konsep Miles dan Huberman. Tahapan analisis data mengikuti konsep Miles dan Huberman meliputi: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian di kelas XI SMA Negeri 5 Palu, menunjukan bahwa terdapat tujuh bentuk dan lima fungsi interogatif pada tuturan guru kepada siswa, empat bentuk dan empat fungsi interogatif siswa kepada guru dan empat bentuk dan empat fungsi interogatif siswa kepada siswa.  Kata Kunci: Tuturan Interogatif Guru, Siswa, Bentuk, Fungsi. 
PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUAN PENGIKUT (FOLLOWERS) DALAM WACANA INSTAGRAM L. Diasa, Nopita; Karim, Ali
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.623 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk penyimpangan prinsip kesantunan pengikut (followers) dalam wacana instagram. Pendeskripsian   bentuk penyimpangan prinsip kesantunan mengacu pada teori Leech (dalam Yule 2011:206). Sumber data dalam penelitian ini adalah komentar-komentar yang muncul pada halaman instagram. Dalam menganalisis data, peneliti membagi empat tahap yaitu tahap (1) pengumpulan data di mana peneliti melakukan observasi melalui instagram, (2) tahap reduksi data yakni peneliti memilih tuturan yang akan dianalisis, (3) tahap penyajian data     di mana peneliti mengklasifikasikan penyimpangan menurut maksim-maksimnya, dan tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi yaitu peneliti menyimpulkan hasil penelitian sesuai dengan rumusan masalah dan mendiskusikan hasil penelitian dengan dosen dan teman sejawat. Dengan demikian hasil penelitian yang diperoleh yakni penyimpangan maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kesepakatan dan maksim simpati. Namun, dalam penelitian ini peneliti tidak menemukan bentuk penyimpangan prinsip kesantunan dalam maksim kerendahan hati.Kata Kunci :  Penyimpangan prinsip kesantunan, wacana, instagram.
REDUPLIKASI BAHASA MANDAR DIALEK BANGGAE Taha, Purnama
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.814 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan bentuk reduplikasi bahasa Mandar dialek Banggae dan untuk mendeskripsikan makna reduplikasi bahasa Mandar dialek Banggae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dalam prosesnya mengikuti tiga tahap, yaitu (1) tahap pengumpulan data, dilakukan dengan studi pustaka dan penelitian lapangan dengan teknik libat cakap, teknik simak bebas libat cakap,teknik catat yang terdiri dari teknik pancing dan tenik cakap semuka; (2) analisis data dilakukan dengan menggunakan metode distribusional dan metode padan; (3) tahap hasil analisis data dengan menggunakan metode formal dan informal. Hasil analisis data diperoleh reduplikasi bahasa Mandar dialek Banggae, terdiri dari : (1) reduplikasi penuh, (2) reduplikasi sebagian, (3) reduplikasi berimbuhan, (4) reduplikasi bervariasi fonem.
PENGGUNAAN TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM ACARA HITAM PUTIH DI TRANS7 Saputri, Andi Anita Lestari Dwi
BAHASA DAN SASTRA Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.737 KB)

Abstract

ABSTRAK – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam acara Hitam Putih di Trans7.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik catat.Teknik analisis data terdiri dari (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk tuturan ekspresif yang digunakan dalam acara Hitam Putih meliputi: 1) ucapan terima kasih ditandai oleh kata terima kasih, dan makasih, 2) ucapan selamat ditandai oleh kata selamat, 3) permintaan maaf ditandai oleh kata maaf, dan sorry, 4) menyalahkan ditandai oleh kata gara-gara, 5) memuji ditandai oleh kata cantik, bagus, dan ganteng, 6) kesenangan ditandai oleh kata suka, senang, dan I loved, 7) ketidaksenangan ditandai oleh kata gak senang, gak suka dan benci, 8) mengeluh ditandai oleh kata aduh, 9) sindiran, dan 10) mengejek ditandai oleh kata bodoh, dan jelek. Sedangkan fungsi tuturan ekspresif yang ditemukan dalam penelitian meliputi: 1) sebagai ungkapan penghormatan atas budi baik, 2) sebagai ungkapan terhadap seseorang yang sedang mendapatkan atau mengalami sesuatu yang membahagiakan, 3) mengakui kesalahan, 4) memberikan pengakuan dan penghargaan, 5) menyatakan kesenangan, 6) menyatakan ketidaksenangan, 7) mengungkapkan rasa susah, 8) mengejek, dan 9) menghibur. Kata Kunci : tindak tutur, tindak tutur ekspresif, bentuk, fungsi. 
MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X DI SMA NEGERI 1 BALAESANG Nofiyana, Nofiyana; Barasandji, Saharudin
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.515 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Balaesang Jln, KH. Mahmud Desa Tambu No 7B Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 166 orang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah sampel 41 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, angket. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data bahwa minat siswa kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang pada pembelajaran bahasa Indonesia masih kurang berminat hal tersebut dapat diketahui dari hasil angket yang dibagikan, pada angket tersebut memiliki 20 pertanyaan yang menyangkut minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia, dari jawaban tersebut dapat diketahui persentase minat siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia masih kurang. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian siswa ter hadap materi pembelajaran, kemudian motivasi dari guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang ada seperti keterampilan guru dalam mengelola kelas harus lebih ditingkatkan, dan keterbatasan sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran. Kata Kunci: Minat, Pelajaran Bahasa Indonesia
REDUPLIKASI VERBA BAHASA BUNGKU DI DESA SAKITA KECAMATAN BUNGKU TENGAH KABUPATEN MOROWALI Hasmila, Hasmila
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.678 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang reduplikasi verba bahasa Bungku merupakan sebuah penelitian yang menggambarkan perkataan yang diucapkan berulang oleh masyarakat suku tobungku disetiap aktivitas keseharian mereka. Masalah dari penelitian ini yaitu bentuk reduplikasi verba bahasa Bungku, makna reduplikasi verba yang terdapat dalam bahasa Bungku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna reduplikasi verba bahasa Bungku. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data tuturan. Sumber data merupakan sumber data lisan dan tulisan. Teknik pengumpulan data yaitu metode simak dengan menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik simak libat cakap, teknik bebas libat cakap dan teknik catat.  serta metode cakap dengan menggunakan teknik lanjutan teknik cakap semuka. Teknik analisis data yaitu menggunakan metode padan dan distribusional denagn menggunakan teknik ganti dan teknik perluasan. Metode penyajian hasil analisis data yaitu dengan menggunakan metode formal dan metode informal. Bentuk reduplikasi verba bahasa Bungku yaitu reduplikasi penuh, reduplikasi sebagian, reduplikasi berkombinasi afiks yang terdiri atas: Sufiks {-o} dan konfiks {me-i}. makna reduplikasi verba bahasa Bungku yaitu 1) makna yang menyatakan perbuatan berulang-ulang yang berhubungan dengan bentuk dasar 2) menyatakan makna yang dilakukan dengan santai 3) menyatakan makna perbuatan yang saling mengenai antara dua belah pihak dan 4)  menyatakan makna yang sama dengan bentuk dasarnya.Kata kunci: reduplikasi, verba, dan bahasa Bungku. 
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA PADA KARANGAN EKSPOSISI SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 PALU SUKMAWATI, SUKMAWATI
BAHASA DAN SASTRA Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.65 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan penulisan kata pada karangan eksposisi siswa SMP Negeri 2 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data tertulis yang bersumber dari karangan eksposisi siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Palu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dengan teknik observasi dan teknik catat. Teknik analisis data terdiri dari; (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, di temukan kesalahan-kesalahan penulisan karangan eksposisi siswa SMP Negeri 2 Palu, yang meliputi kesalahan penulisan kata yakni; (1) kesalahan penulisan kata ulang, (2) kesalahan penulisan kata depan, (3) kesalahan penulisan singkatan, (4) kesalahan penulisan imbuhan. Kesalahan ini disebakan karena faktor kurangnya pemahaman siswa tentang penulisan kata yang baik dan benar. Oleh karena itu, siswa harus dibekali pengetahuan mengenai tatacara menulis karangan sesuai kaidah penulisan menurut Pedoman Umum  Ejaan Bahasa Indonesia.Kata Kunci: Kesalahan Penulisan Kata, Karangan Eksposisi.

Page 4 of 20 | Total Record : 199