cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1: Februari 2021" : 26 Documents clear
Peningkatan Kinerja Jaringan Dengan Menggunakan Multi-Rule Algorithm Tanwir, Tanwir; Rantelinggi, Parma Hadi; Widiastuti, Sri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0812676

Abstract

Algoritma pergantian adalah suatu mekanisme pergantian objek dalam cache yang lama dengan objek baru, dengan mekanisme  melakukan penghapusan objek sehingga mengurangi penggunaan bandwidth dan server load. Penghapusan dilakukan apabila cache penuh sehingga penyimpanan entri baru diperlukan. Secara umum algoritma FIFO, LRU dan LFU sering digunakan dalam pergantian objek, akan tetapi diperoleh suatu objek yang sering digunakan namun terhapus dalam pergantian cache sedangkan objek tersebut masih digunakan, akibatnya pada waktu klien melakukan permintaan dibutuhkan waktu yang lama dalam browsing objek. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan kombinasi algoritma pergantian cache Multi-Rule Algorithm, dalam bentuk algoritma kombinasi ganda FIFO-LRU dan triple FIFO-LRU-LFU. Algoritma Mural (Multi-Rule Algorithm) menghasilkan respon pada cache size 200 MB dengan waktu tanggapan rata-rata berturut-turut 56,33 dan 42 ms, sedangkan pada algoritma tunggal memerlukan waktu tanggapan rata-rata 77 ms. Sehingga Multi-Rule Algorithm dapat meningkatkan kinerja terhadap waktu penundaan, throughput, dan hit rate. Dengan demikian, algoritma pergantian cache Mural, sangat direkomendasikan untuk meningkatkan akses klien. AbstractSubstitution algorithm is a mechanism to replace objects in the old cache with new objects, with a mechanism to delete objects so that it reduces bandwidth usage and server load. Deletion is done when the cache is full so saving new entries is needed. In general, FIFO, LRU and LFU algorithms are often used in object changes, but an object that is often used but is deleted in the cache changes while the object is still being used, consequently when the client makes a request it takes a long time to browse the object. To overcome this problem a combination of Multi-Rule Algorithm cache replacement algorithms is performed, in the form of a double combination algorithm FIFO-LRU and triple FIFO-LRU-LFU. The Mural algorithm (Multi-Rule Algorithm) produces a response on a cache size of 200 MB with an average response time of 56.33 and 42 ms respectively, whereas a single algorithm requires an average response time of 77 ms. So the Multi-Rule Algorithm can improve the performance of the delay, throughput, and hit rate. Thus, the Mural cache change algorithm, is highly recommended to improve client access.
Segmentasi Pertumbuhan Padi berbasis Aerial Image menggunakan Fitur Warna dan Tekstur untuk Estimasi Produksi Hasil Panen Arifin, Muhammad Jainal; Basuki, Achmad; Dewantara, Bima Sena Bayu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0813438

Abstract

Pertumbuhan padi di daerah yang luas seringkali tidak ideal. Ini dapat disebabkan oleh faktor alam, jenis varietas padi, dan model perawatan yang digunakan. Ini juga akan mempengaruhi hasil panen. Luasnya lahan membuat petani sulit untuk memantau bagian yang tidak terjangkau. Seringkali pemantauan perkembangan padi dilakukan di tepi sawah tetapi tidak mencapai area tengah. Studi ini mengusulkan sistem pemantauan untuk pengembangan padi yang dapat menjangkau secara lebih luas dan memperkirakan hasil padi di setiap area lahan pertanian. Sistem ini menggunakan gambar udara untuk menjangkau area yang lebih luas dan kemudian memperkirakan produksi pertanian. Estimasi produksi dilakukan dengan mengelompokkan gambar kawasan pertanian menggunakan metode K-Means. Pengelompokan ini menggunakan parameter warna HSV dan tekstur Gabor sebagai fitur dari setiap bagian gambar. Hasilnya adalah segmen area padi berdasarkan pertumbuhannya. Jumlah segmen yang sesuai dengan usia Padi nyata akan menentukan nilai estimasi hasil. Penelitian menunjukkan bahwa tiga segmen pengembangan padi, dan memperkirakan produksi adalah 1.787 ton dengan perkiraan panen maksimum 1.924 ton dari data nyata 1,80 ton. Dan dengan skala kesalahan persentase rata-rata absolut 0,72% dan perbedaan 0,013 ton. AbstractPaddy growth in large areas is often not ideal. This can be caused by natural factors, types of rice varieties, and the treatment model used. This will also affect crop yields. The extent of land makes it difficult for farmers to monitor the unreachable part. Often monitoring of rice developments is done on the edge of the field but does not reach the middle area. This study proposes a monitoring system for rice development that can reach more broadly and estimate the yield of rice in every area of agriculture land. This system uses aerial images to reach a wider area and then estimates of agricultural production. Estimation of production is done by clustering images of agricultural areas using the K-Means method. This clustering uses HSV color parameters and Gabor textures as features of each part of the image. The result is a segment of the paddy area based on its growth. The number of segments corresponding to the age of the real Paddy will determine the estimated value of the yield. The research shows that three segments of rice development, and estimates the production is 1,787 tons with a maximum estimated harvest of 1,924 tons from the real data of 1, 80 tons. And with a mean absolute percentage error scale of 0.72% and a difference of 0.013 tons.
Analisis Penerimaan SIMPUS Ditinjau dari Persepsi Pengguna di Puskesmas Mojoagung dengan Metode TAM Roziqin, Mochammad Choirur; Mudiono, Demiawan Rachmatta Putro; Amalia, Nuril
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0812907

Abstract

Puskesmas Mojoagung telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) hingga saat ini, akan tetapi dalam penggunaanya masih sering terdapat keluhan dari beberapa pengguna SIMPUS yang merasa tidak puas dengan SIMPUS yang telah berjalan, hal tersebut dapat dilihat dari ketidakpercayaan pengguna terhadap data pasien yang dihasilkan SIMPUS. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis tehadap penerimaan SIMPUS ditinjau dari persepsi pengguna di Puskesmas Mojoagung dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM). Jenis penelitian yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu seluruh pengguna SIMPUS di Puskesmas Mojoagung berjumlah 33 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner guna memperoleh informasi mengenai persepsi pengguna SIMPUS. Tahap penelitian dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang ada pada SIMPUS di Puskesmas Mojoagung, lalu penyusunan instrument yaitu kuesioner yang selanjutnya disebarkan ke responden sebagai pengambilan data dan yang terakhir menganalisis data sehingga menjadi kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Perceived Usefulness dengan  Acceptance of IT atau Penerimaan Sistem di Puskesmas Mojoagung dengan nilai signifikansi lebih kecil dari p-value (Sig.) yaitu 0.031 yang. Begitu juga dengan variabel Perceived Easy Of Use terdapat hubungan yang signifikan dengan Acceptance of IT atau Penerimaan Sistem di Puskesmas Mojoagung yang meiliki nilai signifikansi lebih kecil dari p-value (Sig.) yaitu 0.012. Sehingga dapat diartikan bahwa  penerimaan SIMPUS di Puskesmas Mojoagung memiliki hubungan yang signifikansi terhadap persepsi kemanfaatan dan kemudahan penggunanya. Abstract Mojoagung Public Health Center had been using Public Health Center Management Information System (SIMPUS) until now, but in application there are still many complaints from several SIMPUS users who are dissatisfied with the system has been running, it can be seen from the user's mistrust of the data  that exist in SIMPUS. The purpose of this research are to analize and identify the success of SIMPUS in terms of user perceptions at the Mojoagung Public Health Center by using TAM method. The type of the research is quantitative analytic with cross sectional approach. Sample were all of SIMPUS users at the Mojoagung Public Health Center there are 33 users. The methods to collect data in this research used a questionnaire to obtain information about the perception of SIMPUS users. The research started identifying problem of SIMPUS at the Mojoagung Public Health Center and then composition of instrument is questionnaire that subsequently disseminated to  respondents as data retrieval and the last analyzed data to conclusion. Result of the research are significant correlation between the variable Perceived Usefulness with Acceptance of IT at Mojoagung Public Health Center with significance values is smaller than p-value (Sig.) of 0.031, as well as variable Perceived Easy Of Use is significant correlation with Acceptance of IT  with significance value is smaller than p-value (Sig.) of 0.012. So it can be interpreted that the acceptance SIMPUS at the Mojoagung Public Health Center has a significant relationship to the perception of the benefits and convenience of its users. 
Sistem Akuaponik untuk Peternakan Lele dan Tanaman Kangkung Hidroponik Berbasis IoT dan Sistem Inferensi Fuzzy Rozie, Fachrul; Syarif, Iwan; Al Rasyid, Muhammad Udin Harun; Satriyanto, Edi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0814025

Abstract

Akuaponik adalah penggabungan sistem budidaya akuakultur dan hidroponik yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan, keterbatasan sumber air serta meningkatkan ketahanan pangan. Pada sistem akuaponik, kualitas air pada budidaya ikan merupakan salah satu syarat utama dalam keberhasilan proses budidaya. Penelitian ini mengkombinasikan peternakan lele dengan penanaman kangkung hidroponik. Kotoran ikan lele dan sisa makanan terakumulasi di air dan dapat menjadi racun bagi ikan lele karena mengandung kadar anomia yang tinggi sehingga sangat berbahaya jika tidak dibuang. Air ini kemudian dialirkan ke tanaman kangkung hidroponik melalui biofilter yang bermanfaat sebagai pengurai air kotor dari kolam menjadi nitrat dan nitrit yang berguna sebagai nutrisi tanaman. Selanjutnya setelah air menjadi bersih dan mempunyai kadar oksigen yang tinggi, air tersebut dialirkan kembali ke kolam ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem cerdas pada budidaya akuaponik dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things yang dilengkapi dengan beberapa jenis sensor untuk memantau dan mengendalikan kualitas air dengan menerapkan algoritma Sistem Inferensi Fuzzy / Fuzzy Inference System (FIS) untuk mengatur kecepatan sirkulasi air kolam agar menghemat daya listrik pada pompa. Peralatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemberian pakan ikan secara otomatis yang dapat diprogram sesuai kebutuhan. Sistem akuaponik ini dapat dipantau melalui web maupun ponsel pintar berbasis android. Pengujian yang dilakukan terhadap perbandingan keputusan oleh pakar dan sistem FIS pada kecepatan sirkulasi air sistem akuaponik menunjukkan nilai akurasi 83,33%, dan hasil dari pengujian ketepatan alat pemberi pakan yang dibuat secara otomatis terhadap ketepatan pemberian pakan secara manual memiliki nilai akurasi 90,97%. AbstractAquaponics is a combination of aquaculture and hydroponic cultivation systems that can be a solution to overcoming limited land, limited water sources and increasing food security. In the aquaponics system, water quality in fish farming is one of the main requirements in the success of the cultivation process. This research combines catfish farming with hydroponic kale cultivation. Catfish feces and food scraps accumulate in water and can be toxic to catfish because they contain high levels of anomia so it is very dangerous if not disposed of. This water is then flowed to hydroponic kale plants through a biofilter which is useful as decomposing dirty water from the pond into nitrates and nitrites which are useful as plant nutrients. Furthermore, after the water becomes clean and has high oxygen levels, the water is flowed back into the catfish pond. This study aims to develop a smart system in aquaponic cultivation by utilizing Internet of Things technology which is equipped with several types of sensors to monitor and control water quality by applying the Fuzzy Inference System (FIS) algorithm to regulate the speed of pool water circulation in order to save electric power on the pump. This equipment is also equipped with an automatic fish feeding service which can be programmed as needed. This aquaponics system can be monitored via the web or an Android-based smart phone. Tests carried out on the comparison of decisions by experts and the FIS system on the water circulation speed of the aquaponics system show an accuracy value of 83.33%, and the results of testing the accuracy of the feeder that is made automatically against the accuracy of manual feeding have an accuracy value of 90.97% .
Perancangan Aplikasi Knowledge Management di Instansi Kearsipan Berbasis Model Choo-Sense Making Hermansyah, Eko Nur; Manongga, Danny; Iriani, Ade
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0812451

Abstract

AbstrakIntansi Kearsipan memiliki berbagai pengetahuan yang digunakan untuk pengelolaan arsip yang dimilikinya, knowledge management digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyebarluaskan pengetahuan yang dimiliki, sehingga pengetahuan yang dimiliki oleh instansi kearsipan dapat digunakan untuk kemajuan intansi dan tidak hilang. Penelitian ini dilakukan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara petugas kearsipan untuk mengumpulkan data tentang pengetahuan yang dimiliki dan cara penyimpanan serta penyebarluasan yang diterapkan di intansi kearsipan. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan pengetahuan yang dimiliki oleh intansi kearsipan sesuai dengan model Choo-Sense Making, untuk kemudian diterapkan di Confluence sesuai dengan hasil dari pengolahan data dengan model Choo-Sense Making. Hasil dari penelitian ini untuk model Choo-Sense Making pengetahuan di intansi kearsipan dibagi atas 3 tahap yaitu Sense Making yang berisi tentang pengetahuan yang berasal dari luar intansi dibuatkan wadah sebagai media diskusi, chatting, Knowledge Creating berisi tentang pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki intansi kearsipan yang telah di dokumentasikan diubah dalam betuk softfile kemudian diunggah kedalam space untuk memudahkan penyimpanan serta penyebarluasan pengetahuan yang dimiliki, dan Decision Making yang berisi tentang jadwal-jadwal intansi dan evaluasi yang dilakukan intansi kearsipan. Hasil dari model Choo-Sense Making dimasukan ke Confluence, memperoleh hasil space yang dapat memudahkan menyimpan pengetahuan yang dimiliki berupa file aplikasi, softfile, serta memudahkan dalam pencarian kembali dan penyerluasan pengetahuan yang dimiliki. Penerapan Choo-Sense Making selain untuk mempermudah penyimpanan dan penyerbaluasan serta komunikasi, dapat mengurangi resiko kehilangan pengetahuan yang dimiliki oleh intansi kearsipan. Kata kunci: Knowledge Management, Model Choo-Sense Making, Confluence, Perpustakaan dan ArsipAbstractArchival Agency has several knowledge that are used to manage the owned archive, knowledge management is used to collect, manage and disseminate the owned knowledge so that the knowledge that the archival agency has can be used for the agency progress and it will not missing. The research is conducted in Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga. Data collecting is conducted by interviewing the archival officer to gather data related to its knowledge, the storage system and dissemination applied in this archival agency. Data analysis is conducted by categorizing the agency knowledge according to Choo-Sense Making model and then it is applied in Confluence in accordance with the result of the data analysis from the Choo-Sense Making model. The result of this research, for Choo-Sense Making model, the knowledge in the archival agency is divided into 3 steps; Sense Making, Knowledge Creating and Decision Making. Sense Making contains knowledge coming from the outside of the agency that has forum as discussion media, chatting. Knowledge Creating contains knowledge that owned by the archival agency that has been documented and changed in the form of softfile then uploaded into space to ease the storage and the knowledge dissemination. Decision Making is about agency schedules and evaluation toward the activity in this archival agency. The result of Choo-Sense Making Model is input into Confluence, get space result that ease to save the knowledge in the form of application file, softfile, and ease to search and disseminate the owned knowledge. The application of Choo-Sense Making eases the storage system, dissemination, and communication. It also reduces the risk of losing knowledge owned by the archival agency. Keywords: Knowledge Management, Model Choo-Sense Making, Confluence, Library and Archive
Perancangan Knowledge Management System Berbasis Web pada Tenaga Kependidikan Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun Anardani, Sri; Riyanto, Slamet; Setiawan, Dimas
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0813252

Abstract

Tenaga kependidikan merupakan barisan terdepan pelayanan administrasi yang dituntut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan di lingkungan kerja. Secara rutin Universitas PGRI Madiun melaksanakan kegiatan mutasi, rotasi dan pensiun terhadap tenaga kependidikan. Hal ini berdampak pada banyaknya pengetahuan yang hilang karena dibawa oleh tenaga kependidikan yang dipindah atau sudah pensiun. Penelitian ini bertujuan menganalisa perancangan Knowledge Management System berbasis web untuk mengolah data pengetahuan tenaga kependidikan di Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini merujuk pada kerangka kerja 10-Step Knowledge Management  Roadmap milik Amrit Tiwana.  Metode perancangan sistem menggunakan pendekatan berorientasi objek dengan tools UML (Unified Modelling Languange). Untuk pengujian kebutuhan fungsioanl sistem menggunakan metode FGD dengan responden tenaga kependidikan fakultas teknik.  Penelitian ini menghasilkan dokumen  rancangan aplikasi KMS yang dapat memberikan rekomendasi bagi lembaga untuk membangun aplikasi KMS di masa depan. AbstractEducational staff are at the forefront of the administration which is demanded to be able to quickly change in the work environment. The PGRI Madiun University routinely carries out mutation, rotation and retirement activities for educational staff. This has an impact on the amount of knowledge lost because it is carried by the transferred or retired teaching staff. This study aims to analyze the design of a web-based Knowledge Management System to process the knowledge of educational staff in the Faculty of Engineering, University of PGRI Madiun. The methodology used in this study refers to Amrit Tiwana's 10-Step Knowledge Management Roadmap. The system design method uses object-oriented approach with UML (Unified Modeling Language) tools.  To test the system functional requirements requirements using FGD method with engineering faculty respondent. This research produces a KMS application design document that can provide recommendations for institutions to build KMS applications in the future.
Halaman Belakang dan Daftar Indeks purbosari, lina
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0814779

Abstract

Halaman Belakang dan Daftar Indeks
Penggunaan Gamitifikasi pada Massive Open Online Course (MOOC) Nugroho, Wirawan Arief; Rini, Dyah Puspito
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0811689

Abstract

Pada era Revolusi Industri 4.0 Gamifikasi dan Massive Open Online Course (MOOC) merupakan fenomena baru dalam pembelajaran terbuka dan dikenal sebagai strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun demikian, MOOC memiliki dua kelemahan utama: pertama, kurangnya pemahaman untuk mengetahui sasaran pribadi; dan kedua, tingkat penyelesaian yang rendah dibandingkan dengan jumlah pendaftaran ke MOOCs. Untuk dapat mengatasi dua kelemahan tersebut peneliti mengusulkan pemanfaatan Gamifikasi. Dalam tulisan ini akan diuraikan berbagai penelitian yang berkaitan dengan Gamifikasi dan MOOC. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur. Hasilnya diketahui bahwa MOOC tidak memerlukan tingkat penyelesaian penuh seperti kursus tradisional yang biasanya dianggap sebagai keberhasilan. Selain itu gamifikasi dapat meningkatkan efektifitas MOOC untuk dapat mengatasi masalah utama dalam penerapannya melalui pengguanaan elemen-elemen penting dalam gamifikasi.AbstractSince the beginning of the Industrial Revolution 4.0 Gamification and the Massive Open Online Course (MOOC) is a new phenomenon in open learning and is known as a good strategy to improve the quality of education. However, the MOOC has two main disadvantages: first, lack of understanding to know personal goals; and second, the completion rate is low compared to the number of registrations to MOOCs. To be able to overcome these two weaknesses, researchers will propose the use of Gamification. In this paper various studies relating to Gamification and MOOC will be described. The methodology of this research uses a qualitative approach with emphasis on data analysis. The result is that the MOOC does not require a full level of completion like a traditional course which is usually considered a success. In addition, gamification can increase the effectiveness of the MOOC to be able to overcome the main problems in its application through the use of important elements in gamification
Penerapan Algoritma K-Means Dan Metode Marketing Mix dalam Segmentasi Mahasiswa dan Strategi Pemasaran Monalisa, Siti; Nurainun, Tengku; Hartati, Misra
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0811939

Abstract

Idealnya, semakin tinggi jumlah pendaftar di suatu institusi pendidikan, semakin tinggi kualitas dari mahasiswa yang diterima. Akan tetapi, kondisi ideal ini tidak dicapai oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska Riau disebabkan karena sedikitnya jumlah mahasiswa yang berasal dari sekolah menengah unggul yang mendaftar sebagai mahasiswa di FST UIN Suska Riau. Berdasarkan survey terhadap dosen di FST UIN Suska, masih terdapat kendala yang cukup besar dalam proses transfer ilmu kepada mahasiswa terutama dalam hal daya tangkap dan pemahaman mahasiswa terhadap materi ajar. Oleh karena itu, analisis lebih lanjut mengenai mahasiswa saat ini diperlukan untuk merancang sebuah strategi bagaimana menarik minat siswa yang berasal dari sekolah menengah unggul untuk mendaftar sebagai mahasiswa di FST UIN Suska Riau. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah segmentasi mahasiswa menggunakan algoritma K-Means dan teknik kluster menggunakan algoritma Dunn Index. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 614 mahasiswa FST tahun ajaran 2015 sampai 2017. Output dari segmentasi mahasiswa digunakan untuk menentukan target dari Marketing Mix 7P. Penelitian ini menghasilkan 2 kluster mahasiswa dengan nilai Dunn Index 1,99. Kuesioner disebarkan kepada mahasiswa dari dua kluster yang berbeda tersebut dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel Marketing Mix yang berpotensi untuk meningkatkan target pasar yaitu people, product, dan place. AbstractIdeally, the higher number of registrant in an educational institution, the higher quality of the accepted students. But, this ideal condition was not achieved by Faculty of Science dan Technology UIN Suska Riau due to the minimum number of students from top ranking senior high school who registered as student in FST UIN Suska Riau. Based on a survey of lecturers at FST UIN Suska, there are still significant limitations in the process of transferring knowledge to students, especially in terms of catching dan understdaning students towards teaching materials. Therefore, further analysis of current input of students is needed to design a strategy how to attract the high quality of high school students to register as student in FST UIN Suska Riau. The methodology in this research are student segmentations using K-Means Algorithm dan Clustering with Dunn Index Algorithm. The data collection derived from 614 students of FST in academic year 2015 until 2017. The output of student segmentations were used to determine the target using Marketing Mix 7P.  This research yield two clusters of students with Dunn Index Value was 1.99. The questionnaire were spreaded to students from the two different clusters dan the results showed that there are three variables of Marketing Mix that potentially increase the market target that is people, product, dan place.
Pemodelan Kausal Faktor-Faktor Beban Keluarga dalam Merawat Pasien Kanker Menggunakan Algoritma S3C-Latent Surya, Rizki Surtiyan; Effendy, Christantie; Rahmadi, Ridho
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0814266

Abstract

Pasien kanker memiliki kebutuhan yang kompleks mulai dari masalah fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Keluarga yang merawat pasien kanker disebut family caregiver. Seorang family caregiver membantu mengatasi hampir semua permasalahan yang dialami pasien baik saat dirawat di rumah maupun di rumah sakit. Keluarga mengalami suka dan duka dalam merawat pasien. Dalam merawat pasien dengan penyakit kronis, bukan hanya pasien tetapi kesejahteraan dan kualitas hidup family caregiver juga penting. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana beban family caregiver dan faktor-faktor yang mempengaruhi beban keluarga dalam merawat pasien.  Beban family caregiver dapat diukur menggunakan Caregiver Reaction Assesment (CRA), yang direpresentasikan oleh beberapa faktor. Dengan memahami hubungan kausal antara faktor-faktor beban keluarga, diharapkan dapat membantu untuk mengidentifikasi bagaimana beban caregiver bersumber dan berdampak. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kausal antara faktor-faktor yang berhubungan dengan beban family caregiver dalam merawat pasien. Penelitian ini menggunakan algoritma pemodelan kausal bernama Stable Specification Search for Cross-sectional Data with Latent Variable (S3C-Latent) untuk mendapatkan model kausal antara faktor-faktor beban family caregiver yang relevan. Dari hasil analisis  pemodelan  didapatkan ada 3 faktor yang memiliki hubungan kausal dan 2 faktor memiliki hubungan asosiasi. Gender memiliki hubungan kausal yang stabil terhadap kesiapan kesehatan dan kesiapan dalam merawat. Sedangkan faktor kesiapan merawat mempengaruhi faktor aktivitas family caregiver, selain itu faktor keuangan memiliki hubungan asosiasi yang kuat dengan faktor aktivitas dan hubungan keluarga. Pemodelan kausal ini dapat digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan yang lebih tepat, efisien, dan efektif di dalam menangani permasalahan beban caregiver. AbstractCancer patients have complex needs ranging from physical, psychological, social, and spiritual problems. Families who take care for cancer patients are called family caregivers. A family caregiver helps to overcome almost all problems experienced by the patients both while being treated at home and in the hospital. Families experience joy and sorrow in caring for patients. In treating patients with chronic diseases, not only the patient but the family caregiver's well-being and quality of life are also important. Therefore, it is very important to know how the family caregiver's burden is and the factors that affect the family burden in caring for patients. Caregiver family burden can be measured using Caregiver Reaction Assessment (CRA), which is represented by several factors. By understanding the causal relationship between family burden factors, it is hoped that it can help to identify how the caregiver burden is sourced and impacted. Therefore, this study aims to identify the causal relationships between factors related to the burden on family caregivers in caring for patients. This study uses a causal modeling algorithm called Stable Specification Search for Cross-sectional Data with Latent Variable (S3C-Latent) to obtain a causal model between the relevant caregiver family load factors. The results of modeling analysis showed that there are 3 factors which have a causal relationship and 2 factors have an association relationship. Gender has a stable causal relationship to health readiness and readiness to care, Moreover, the caring readiness factor affects the family caregiver activity factor, and the financial factor has a strong association with the activity factor and family relationships. This causal modeling can be used as a reference for health workers so as to give health services which are precise, efficient, and effective in dealing with caregiver burden problems.

Page 1 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue