cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 4: Agustus 2021" : 26 Documents clear
Metode Analytical Hierarchy Process dan Borda untuk Seleksi Penerima Pembebasan Operasional Sekolah Waluyo, Retno; Setiawan, Ito; Wulandari, Vina
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021842743

Abstract

SMA N 1 Kutasari adalah salah satu sekolah yang turut memberikan upaya dalam membantu siswa untuk terus bersekolah dengan memberikan pembebasan biaya operasional sekolah. Keputusan penerima pembebasan operasional melibatkan banyak pihak sehingga menyebabkan permasalahan berupa kurang subjektif dalam penilaian dan kurang tepatnya sasaran penerima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun Decision Support System penerima pembebasan operasional untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam proses seleksi. Proses perhitungan yang digunakan dalam Decision Support System ini adalah kombinasi antara metode Analytical Hierarchy Process untuk mengambil keputusan dengan memberikan prioritas yang efektif atas persoalan yang kompleks dan Borda yang mampu menyatukan beberapa keputusan menjadi keputusan bersama. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, wawancara dan dokumentasi, sedangkan. Penelitian ini menghasilkan sistem pendukung keputusan kelompok dengan kriteria penilaian dari waka kesiswaan, wali kelas dan guru BK. Dari masing-masing kriteria juga terdapat subkriteria. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk proses perhitungan dari pembuatan matriks sampai dengan perankingan sedangkan metode borda digunakan untuk menghitung hasil akhir rata-rata penilaian dari masing-masing kriteria. Perhitungan difokuskan pada kelas X dan diambil 10 nama siswa dengan score penilaian tertinggi. AbstractSMA N 1 Kutasari is one of the schools that helped give an effort to help students to continue going to school by giving school operational costs free. Decision recipients of operational exemptions involve many parties so that the assessment is less subjective as a result there are students who can afford financially but receive operational exemptions. With the condition of the recipient of the exemption of operational costs that are not right will give problems to the school because there are still students who are supposed to get exemption from school operational costs so that it continues to burden SMAN 1 Kutasari. To reduce or eliminate inappropriate decisions, a decision support system is needed. The existence of a Decision Support System for operational exemption recipients aims to overcome the problems that exist in the selection process. Stages of research conducted include data collection, problem identification, AHP Method Calculation and Borda Method Calculation. Calculation Results Analytical Hierarchy Process method for making decisions by giving effective priority to complex problems and Borda which is able to unite several decisions into joint decisions. From this study produced a decision support system so that it can reduce the problem of decision making that is not appropriate in accordance with the criteria of recipients of operational exemption from schools.
Software Watermarking Dinamis dengan Algoritme Collberg-Thomborson Dan Parent Pointer Graf pada Aplikasi Android Turnip, Togu Novriansyah; Lumbantobing, William Suarez; Sitorus, David Christian; Sianturi, Friska Laurenzia
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844500

Abstract

Smartphone merupakan alat umum yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sistem operasi yang paling banyak digunakan pada smartphone adalah Android. Aplikasi pada Android dapat diperoleh tidak hanya di Play Store saja, namun juga dapat ditemukan secara bebas di website-website yang berada di internet. Oleh karena itu aplikasi Android rentan terhadap pembajakan. Software watermarking merupakan metode umum yang biasanya digunakan untuk mengantisipasi pembajakan perangkat lunak dengan menyisipkan informasi pengenal ke dalam suatu program. Tujuan dari software watermarking adalah untuk membuktikan kepemilikan dari sebuah program. Salah satu teknik watermarking adalah dynamic watermarking. Teknik ini akan men-generate watermark ketika program dieksekusi. Dynamic Graph Watermarking (DGW) merupakan salah satu metode dalam software watermarking. Dalam penyisipan watermark, metode ini menggunakan struktur graf yang dibuat berdasarkan enumerasi graf. Salah satu algoritma dalam DGW adalah Colberg-Thomborson (CT) algorithm. Algoritma tersebut menggunakan code yang dapat membentuk watermark saat runtime program. Pemberian watermark terhadap sebuah aplikasi dilakukan dengan menggunakan CT algorithm dan enumerasi Parent Pointer Graph (PPG). Untuk menyisipkan watermark terhadap aplikasi Android, dibuat sebuah library Java dan sebuah simulator berbasis desktop untuk mengekstrak watermark. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa PPG dapat digunakan sebagai enumerasi pada metode DGW dan memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap distortive attack namun tidak pada subtractive dan additive attack. Dari penelitian juga diperoleh hasil bahwa pemberian watermark memberikan penambahan size pada apk Android namun tidak mempengaruhi peningkatan penggunaan memory dan processor aplikasi. Abstract Smartphones are common tools in people’s daily life. The most common operating in smartphone is Android. Our android application can be obtained not only in the Play Store, but also free websites on the internet. Therefore, Android applications are vulnerable to piracy. Software watermarking is a common method used to anticipate software piracy by inserting identifying information into a program. The purpose of software watermarking is to prove ownership of a program. One of the watermarking techniques is dynamic watermarking that generates watermarks when the program is executed. Dynamic Graph Watermarking (DGW) is one of the software watermarking methods. This method uses a graph structure which created based on graph enumeration in inserting the watermark. One of the DGW algorithm is Colberg-Thomborson (CT) which use code that can form a watermark at program run time. For watermarking an application, we use CT algorithm and Parent Pointer Graph (PPG) enumeration.   To embed watermark to the android application we create a Java library and a desktop-based simulator to extract watermark from android application. Our result shows that PPG can be used as an enumeration and has robustness in defending against distortive attack but not to subtractive and additive attacks. we also get that watermark gives an additional size to an android apk but it does not affect the increase in memory and processor usage. 
Implementasi Algoritma You Only Look Once (YOLO) untuk Deteksi Korban Bencana Alam Sarosa, Moechammad; Muna, Nailul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844407

Abstract

Bencana alam merupakan suatu peristiwa yang dapat menyebabkan kerusakan dan menciptakan kekacuan. Bangunan yang runtuh dapat menyebabkan cidera dan kematian pada korban. Lokasi dan waktu kejadian bencana alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia berpotensi memakan korban yang tidak sedikit. Oleh karena itu, untuk mengurangi korban yang banyak, setelah kejadian bencana alam, pertama yang harus dilakukan yaitu menemukan dan menyelamatkan korban yang terjebak. Penanganan evakuasi yang cepat harus dilakukan tim SAR untuk membantu korban. Namun pada kenyataannya, tim SAR mengalami kendala selama proses evakuasi korban. Mulai dari sulitnya medan yang dijangkau hingga terbatasnya peralatan yang dibutuhkan. Pada penelitian ini sistem diimplementasikan untuk deteksi korban bencana alam yang bertujuan untuk membantu mengembangkan peralatan tim SAR untuk menemukan korban bencana alam yang berbasis pengolahan citra. Algoritma yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya korban pada gambar adalah You Only Look Once (YOLO). Terdapat dua macam algoritma YOLO yang diimplementasikan pada sistem yaitu YOLOv3 dan YOLOv3 Tiny. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan F1 Score mencapai 95.3% saat menggunakan YOLOv3 dengan menggunakan 100 data latih dan 100 data uji. Abstract Natural disasters are events that can cause damage and create havoc. Buildings that collapse and can cause injury and death to victims. Humans can not predict the location and timing of natural disasters. After the natural disaster, the first thing to do is find and save trapped victims. The handling of rapid evacuation must be done by the SAR team to help victims to reduce the amount of loss due to natural disasters. But in reality, the process of evacuating victims of natural disasters is still a lot of obstacles experienced by the SAR team. It was starting from the difficulty of the terrain that is reached to the limited equipment needed. In this study, a natural disaster victim detection system was designed using image processing that aims to help find victims in difficult or vulnerable locations when directly reached by humans. In this study, a detection system for victims of natural disasters was implemented which aims to help develop equipment for the SAR team to find victims of natural disasters based on image processing. The algorithm used is You Only Look Once (YOLO). In this study, two types of YOLO algorithms were compared, namely YOLOv3 and YOLOv3 Tiny. From the test results that have been obtained, the F1 Score reaches 95.3% when using YOLOv3 with 100 training data and 100 test data.
Arsitektur Observable-SOA untuk Pengembangan Perpustakaan Digital Terintegrasi Nasional Kurniawan, Tri Astoto; Noor, Johan A. E.; Santoso, Nurudin
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844966

Abstract

Katalog induk nasional (KIN) memegang peran mendasar dalam pengembangan perpustakaan digital terintegrasi nasional. KIN merupakan hasil konsolidasi katalog dari setiap perpustakaan anggota. Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), yang bertanggung jawab untuk membangun KIN, saat ini menggunakan sebuah platform tunggal dalam konsolidasi tersebut. Semua perpustakaan anggota harus menyediakan sistem yang sama, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, untuk bisa berkolaborasi dalam KIN. Arsitektur monolitik seperti ini sangat berpotensi menghalangi perpustakaan yang belum siap dengan sistem yang dibutuhkan untuk berkontribusi dalam pengembangan KIN karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Artikel ini membahas arsitektur Observable-SOA untuk menjadi alternatif arsitektur yang fleksibel sehingga memungkinkan beberapa perpustakaan anggota yang berjalan pada berbagai platformnya masing-masing yang saling berbeda untuk bisa melakukan interoperasi secara efektif dalam mengembangkan KIN. Arsitektur tersebut memanfaatkan konsep yang ada pada SOA (service-oriented architecture) dan pola perancangan Observer. Arsitektur yang diusulkan, berikut algoritme dari beberapa layanan (service) dasar, telah berhasil diuji fungsionalitasnya dalam melakukan konsolidasi KIN dan pencarian katalog pada lingkungan simulasi yang merepresentasikan interoperasi antara Perpusnas dengan setiap perpustakaan anggotanya. Lingkungan uji tersebut melibatkan 4 perpustakaan digital yang diimplementasikan dengan menggunakan 3 sistem perpustakaan terintegrasi yang bersifat open source. Arsitektur Observable-SOA ini bisa menjadi pengganti arsitektur monolitik yang saat ini digunakan oleh Perpusnas untuk mengembangkan KIN tanpa harus membebani perpustakaan anggota dengan berbagai perangkat tambahan. AbstractThe national union catalog (KIN) plays a fundamental role in developing a national integrated digital library (NIDL). KIN is consolidated from the catalogs of its various constituent libraries. The National Library of Indonesia (Perpusnas), which is responsible for building KIN, is currently using a single platform built for such consolidation purposes. All constituent libraries must provide the same system, which includes hardware and software, to collaborate in KIN. This monolithic setting may prevent some libraries, which are not ready with the required system, to contribute in developing such KIN since it costs a lot. This article discusses the Observable-SOA architecture to provide a flexible setting allowing some constituent libraries with various different platforms to effectively interoperate in developing such catalog within a NIDL. Such architecture leverages the Observer design pattern and SOA (service-oriented architecture) concepts. The proposed architecture and some basic services algorithms were successfully tested for its functionalities in consolidating KIN and searching a particular catalog within a simulated environment representing the interoperability between the Perpusnas and its constituents. Such environment involved 4 digital libraries implemented by using 3 open-source integrated library systems (ILSs). This Observable-SOA architecture may be used to replace the monolithic architecture currently used by the Perpusnas to develop KIN without burdening the constituent libraries with various additional systems
Identifikasi Kemurnian Daging Berbasis Analisis Citra Yulianti, Nila Susila; Seminar, Kudang Boro; Hermanianto, Joko; Wahjuni, Sri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.0813307

Abstract

Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang diperlukan oleh tubuh. Pada tahun 2015 dan 2016 konsumsi daging sapi per kapita sebesar 0,417 kg dan terjadi kenaikan pada tahun 2017 yaitu 12,50 % sebesar 0,469 kg. Sementara harga rata-rata daging sapi di tahun 2015 sebesar Rp 104 747 per kg dan mengalami kenaikan pada tahun 2016 yaitu 8,41 % sebesar Rp 113 555 per kg.  Di tahun 2017 kembali terjadi kenaikan yaitu 2,09 % sebesar 115 932 per kg. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 mendata jumlah penduduk muslim sebesar 207176162 yaitu 87 % dari total penduduk di Indonesia. Kekhawatiran daging halal sangat penting di negara mayoritas muslim. Metode secara konvensional dengan uji laboratorium untuk mendeteksi daging celeng membutuhkan waktu yang relatif lama, tempat khusus, serta biaya yang relatif mahal. Sementara daging yang diwaspadai dicampur dengan daging babi hutan bisa terjadi di berbagai tempat seperti pasar, retailer serta  distributor yang sepatutnya bisa dideteksi seketika di tempat tersebut secara cepat. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mudah, cepat, dan mudah dibawa untuk mendeteksi daging sapi murni (tanpa campuran daging lainnya) dalam penelitian ini adalah daging celeng.Paper ini membahas metode deteksi daging campuran berbasis citra menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) yang dapat dioperasikan di android. Keunggulan metode ini dapat melakukan proses pembelajaran secara mandiri yaitu ekstraksi citra dan klasifikasi, adapun kemampuan lain yang dimiliki yaitu dapat menangani deformasi gambar seperti translasi, rotasi dan skala. Akurasi yang didapatkan dari metode ini yaitu 94 % untuk mendeteksi daging sapi murni, daging celeng murni, dan daging campuran sapi dan celeng. Sementara presisi untuk celeng, campuran dan sapi yaitu 100 %, 90 % dan 95 %. Selain itu, recall untuk celeng, campuran dan sapi yaitu 85 %, 95 %, dan 97,5 %. Prototipe sistem deteksi yang dikembangkan telah diimplementasikan pada platform android dan diuji pada situasi pencahayaan yang masih terkondisikan. Upaya penyempurnaan ke depan adalah menambah fitur sistem pencahayaan  khusus/standar dengan kamera khusus yang memiliki cahaya tambahan yang mengatasi keragaman tingkat pencahayaan di tempat terbuka. AbstractBeef is one of animal protein source that important for human body. In 2015 and 2016 beef consumption per capita was 0.417 kg and it was increasing in 2017 by 12.50 % (i.e., 0.469 kg). While The average price of beef  at Rp 104 747 per kg in 2015 and went up  by 8,41 % at Rp 113 555 per kg in 2016. In 2017, there was an increase by 2,09 % at Rp 115 932 per kg. The increase of beef price average occurred in 2015 amounting to Rp 104 747 per kg and an increase in 2016 that was 8.41% amounting to Rp 113 555 per kg. Based on the population census in 2010 recorded a Muslim population of 207176162 which is 87% of the total population in Indonesia. The concern of halal (lawful) meat is very critical in the muslim majority country. The conventional method with laboratory testing to detect wild boar meat requires a relatively long time, a special place, and a relatively expensive cost. While meat that is mixed with wild boar can happen in various places such as markets, retailers and distributors which can be detected immediately in that place quickly.Therefore, a system that can be easily, quickly and portably used for detecting pure beef (without other mixed meat) in this study is wild boar.  This paper discusses image-based mixed meat detection methods using the Convolutional Neural Network (CNN) that can be operated on android. so the proposed computationally method is Convolutional Neural Network (CNN). The advantages of this method can do the learning process independently, object extraction and classification, while the other capabilities that can handle image deformation such as translation, rotation, and scale. This method yields an overall accuracy of 94% for detecting pure beef, pure wild boar meat, and mixed beef and wild boar. The obtained precision values for wild boar, mixed meat and beef  are by 100 %, 90 % and 95 % respectively. Moreover, the values recall for wild boar, mixed meat and beef are by 85 %, 95 % and 97,5 % respectively. The prototype detection system developed has been implemented on the Android platform and tested in a lighting situation that is still conditioned. A  future effort to improve is providing   special / standard lighting with a special camera that has additional light that can overcome the diversity of levels of exposure in the open areas. 
Pengenalan Ras Berdasarkan Hidung Dan Mulut Menggunakan Gray Level Co-Occurrence Matrix Rachmawati, Ema; Agustina, Nur Azizah; Sthevanie, Febryanti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844366

Abstract

Ras dapat digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar. Oleh karena itu, pengenalan ras dapat berguna untuk mempermudah dalam mengidentifikasi seseorang dan membantu dalam mempersempit lingkup pencarian. Penggunaan wajah sebagai dasar pengenalan ras mengarahkan penelitian pada identifikasi penggunaan bagian wajah yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pengenalan ras. Pada penelitian ini bagian wajah berupa hidung dan mulut diidentifikasi untuk digunakan sebagai dasar pengenalan ras Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid. Ciri Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) diekstrak dari bagian hidung dan mulut untuk selanjutnya diklasifikasi menggunakan Random Forest. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan ciri gabungan dari hidung dan mulut mampu menghasilkan kinerja sistem yang paling baik jika dibandingkan penggunaan hidung atau mulut saja. AbstractRace can be used to categorize humans in populations or large groups. Therefore, racial recognition can be useful to make it easier to identify a person and help narrow the scope of the search. The use of faces as a basis for race recognition directs research on identifying the use of facial parts that significantly influence the performance of race recognition. In this study, the face parts of the nose and mouth were identified to be used as a basis for the recognition of the Mongoloid, Caucasoid, and Negroid races. The Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) feature is extracted from the nose and mouth to be classified using Random Forest. The experimental results show that the use of combined features of the nose and mouth is able to produce the best system performance compared to the use of the nose or mouth only. 
Implementasi Virtual Business Card Berbasis Android Menggunakan Augmented Reality Satrio, Bambang; Suryanto, Agus; Mulwinda, Anggraini; Fathoni, Khoirudin
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021842690

Abstract

Kartu bisnis masih sering digunakan pada saat ini, namun ada beberapa kekurangan yang membuatnya terasa tertinggal dan akhirnya akan tergantikan. Kartu bisnis memiliki keterbatasan dalam menampilkan informasi dan terkesan monoton sehingga tidak menarik. Teknologi Augmented Reality dapat membuat kartu bisnis konvensional menjadi kartu bisnis digital (Virtual Business Card). Virtual Business Card dapat menampilkan banyak informasi yang sebelumnya tidak dapat ditampilkan pada kartu bisnis konvensional, dan lebih interaktif dalam menampilkan informasi sehingga dapat menarik minat pengguna. Metode pengembangan yang digunakan dalam pembuatan aplikasi Virtual Business Card adalah Agile Development. Langkah-langkah penelitian ini adalah Planning, Design, Coding, dan Testing. Pada pengujian aplikasi ini, dilakukan dengan pengujian alpha berupa functional testing (uji black box) dan pengujian beta berupa usability testing (uji ahli media dan uji pengguna aplikasi). Penelitian ini menghasilkan aplikasi Virtual Business Card yang berisi data informasi digital yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi. Dari hasil pengujian yang dilakukan, aplikasi dapat dikategorikan “Sangat Baik” sehingga aplikasi dapat dinyatakan layak untuk digunakan sebagai informasi digital pribadi. Berikut ini hasil dari masing-masing pengujian. Hasil pengujian alpha berupa functional testing, yaitu black box mendapatkan persentase 100%. Hasil pengujian beta berupa usability testing, yaitu uji ahli media mendapatkan persentase 89,88% dan uji pengguna mendapatkan persentase 84%. AbstractBusiness cards are still often used today, but some functions can still be optimized to cover the shortcomings of business cards, so they are not left behind and replaced. Business cards have limitations in displaying information and are not interactive, making them less attractive to use. Augmented Reality (AR) technology can make conventional business cards into digital business cards (Virtual Business Cards). Virtual Business Cards can display much information that previously could not be displayed on conventional business cards and is more interactive in displaying information so that it can attract the user's interest. The development method used in making Virtual Business Card applications is the Extreme Programming type of Agile Development. The steps of this research are Planning, Design, Coding, and Testing. In testing this application, alpha testing is done in the form of functional testing (black box test) and beta testing in the form of usability testing (media expert test and application user test). This research resulted in a Virtual Business Card application that contains digital information data that can be used for personal use. From the results of tests conducted, the application can be categorized as "Very Good" so that the application can be declared eligible for use as personal digital information. The following are the results of each test. Alpha test results in the form of functional testing, namely, the black box test get a percentage of 100%. The results of beta testing are in the form of usability testing, i.e., media expert tests get a percentage of 89.88%, and user tests get a percentage of 84%.
Implementasi Topsis untuk Menentukan Rekomendadi Makanan Anak Usia 1-3 Tahun pada Sistem Monitoring Tumbuh Kembang Anak Pradana, Fajar; Bachtiar, Fitra A.; Salsabila, Rona
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844370

Abstract

 AbstractPenting bagi orang tua untuk memperhatikan pertumbuhan anak secara teratur terutama pada saat periode emasnya. Usia emas pada anak berada pada saat 1000 hari pertama sejak kelahiran atau hingga anak berusia 2 tahun, tumbuh kembang anak dapat meningkat sangat signifikan pada usia ini. Pertumbuhan anak dapat maksimal apabila nutrisi yang diberikan juga tepat sejak usia lahir sampai 3 tahun. Stunting (kerdil) merupakan salahsatu penyakit yang disebabkan karena kurangnya nutrisi pada anak. Stunting adalah sebuah kondisi dimana bayi memiliki panjang dan tinggi badan yang lebih rendah daripada bayi pada umumnya. Pola asuh orang tua terhadap bayi secara mandiri menjadi sangat diperlukan. Untuk membantu orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak serta mengurangi peningkatan jumlah bayi stunting maka dibangun sistem monitoring tumbuh kembang anak berbasis web. Pada sistem ini terdapat fitur untuk memberikan rekomendasi makanan berdasarkan  kebutuhan kalori setiap anak. Dalam menentukan rekomendasi makanan diperlukan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sesuai dengan kebutuhan kalori anak. Dalam penerapan SPK, terdapat metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisis data antara lain adalah metode Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Alternatif yang digunakan meliputi nama makanan yang dapat dikonsumsi oleh anak usia 1 sampai dengan 3 tahun. Sedangkan kriteria yang digunakan adalah kalori yang didalamnya terdapat karbohidrat, lemak, protein, dan kalsium. 3. Hasil perankingan yang diberikan oleh TOPSIS pada telah berhasil memberikan perankingan dengan nilai yang berbeda-beda, kecuali pada beberapa alternatif. Hal itu dikarenakan kesamaan nilai dari kedua alternatif pada setiap kriteria.  AbstractIt is important for parents to pay attention to the growth of the child in the golden period. The golden age in children remains in the first 1000 days from birth or until the child is born 2 years, child growth and development can increase very significantly at this age. The number of children who can reach a maximum age of 3 years. Stunting is a disease that causes nutritional deficiencies in children. Stunting is a place where babies have a lower length and height than a baby's place in general. Parenting for independent babies is needed. To help parents in developing child growth and development also increase the number of stunting babies a web-based growth and development monitoring system was built. This system provides features to provide food recommendations based on the calorie needs of each child. In determining food recommendations, a Decision Support System (SPK) method is needed in accordance with the calorie needs of children. In the application of SPK, methods that can be used to analyze data include the Technical Method for Preference Order with Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). The alternatives used are the names of foods that can be consumed by children aged 1 to 3 years. While the criteria used are calories in fat, fat, protein, and calcium. 3. The ranking results given by TOPSIS have succeeded in ranking them with different values, except for a number of alternatives. That's because it considers the value of the two alternatives on each criterion. 
Aplikasi untuk Mengenerate dan Pengiriman Sertifikat Webinar di Masa Pandemi Corona Virus Disease 19 Afuan, Lasmedi; Hidayat, Nurul; Nurhayati, Siti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844984

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) terjadi di lebih dari 200 negara termasuk Indonesia, telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Covid-19 memaksa masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara online dengan menggunakan platform seperti Zoom, Google-meet, Webex, dan platform lainnya. Salah satu sektor yang mengalami dampak yang mengharuskan berkomunikasi dan berinteraksi secara online  adalah sektor pendidikan, hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Salah satu kegiatan di sektor pendidikan yang harus dilaksanakan secara online adalah seminar. Seminar yang dilaksanakan secara online di masa pandemi  Covid-19 ini dikenal dengan sebutan Webinar. Pada webinar, pengelola webinar menghadapi permasalahan setelah pelaksanaan webinar yaitu bagaimana mengenerate dan mengirimkan sertifikat kepada peserta webinar secara massal. Penelitian ini telah mengembangkan aplikasi berbasis web yang diberi nama Cobinar. Cobinar merupakan aplikasi yang digunakan untuk membantu pengelola webinar dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan generate dan pengiriman sertifikat massal kepada peserta webinar. Aplikasi Cobinar dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan Database Management System (DBMS) MySql. Sedangkan metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah Waterfall. Berdasarkan hasil uji coba, aplikasi Cobinar ini mampu mengenerate dan mengirimkan sertifikat ke peserta webinar dengan lebih efektif dan efisien, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian menggunakan  User Acceptance Test (UAT)  yang menyatakan bahwa 95 persen pengguna menyatakan bahwa aplikasi Cobinar mudah untuk dijalankan. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah pengembangan sebuah aplikasi yang dapat digunakan oleh pengelola webinar untuk mengenerate dan mengirimkan sertifikat webinar kepada peserta. AbstractThe Coronavirus Disease (COVID-19) pandemic occurred in more than 200 countries, including Indonesia, which has changed people's habits in communicating and interacting. Covid-19 forces people to communicate and interact online using Zoom, Google-meet, Webex, and other platforms. One sector that has experienced the impact of communicating and interacting online is the education sector, which aims to prevent the spread and transmission of Covid-19. One of the activities in the education sector that must be carried out online is a conference. This conference, which was held online during the Covid-19 pandemic, is known as a Webinar. The webinar manager faced a problem after the webinar, namely, how to generate and send certificates to webinar participants. This research has developed a web-based application called Cobinar. Cobinar is an application used to assist webinar managers in overcoming problems related to generating and sending mass certificates to webinar participants. The Cobinar application was developed using the PHP programming language and using the MySql Database Management System (DBMS). While the software development method used is Waterfall. The Cobinar application can generate and send certificates to webinar participants more effectively and efficiently based on testing. It can be seen from the results of testing using the User Acceptance Test (UAT), which states that 95 percent of users state that the Cobinar application is easy to operate. The main contribution of this research is the development of an application that webinar administrators can use to generate and send webinar certificates to participants.
Perbandingan Preskrining Lesi Kulit berbasis Convolutional Neural Network: Citra Asli dan Tersegmentasi Setiawan, Agung Wahyu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844411

Abstract

Seiring dengan bertambahnya prevalensi lesi kulit, maka diperlukan adanya preskrining lesi kulit mandiri yang mudah dan akurat. Pada studi ini, dilakukan perbandingan kinerja preskrining lesi kulit berbasis Convolutional Neural Network antara citra asli dan citra tersegmentasi Grabcut sebagai masukan. Ada dua parameter kinerja yang digunakan sebagai evaluasi, yaitu akurasi serta waktu pembuatan model. Tidak ada perbedaan kinerja akurasi pelatihan dan validasi pembelajaran mesin menggunakan citra asli dengan citra tersegmentasi. Meskipun terdapat proses tambahan berupa penghilangan latar belakang citra menggunakan algortima Grubcut, akurasi pelatihan maupun validasi preskrining lesi kulit tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Pada parameter kinerja yang kedua, waktu pembuatan model dipengaruhi oleh jumlah data latih dan validasi. Semakin kecil jumlah data latih yang digunakan, maka waktu pembuatan model akan semakin cepat, dan sebaliknya. Disamping itu, proporsi antara jumlah data latih dengan validasi juga berpengaruh ke akurasi validasi. Pada studi ini, dengan menggunakan jumlah data latih yang lebih kecil dibandingkan data validasi, akurasi validasi mengalami peningkatan dari 0,82% menjadi 0,90%. Studi ini telah memberikan bukti bahwa pada preskrining lesi kulit menggunakan pembelajaran mesin berbasis CNN tidak diperlukan mekanisme adanya penghilangan latar belakang citra. Selain itu, pembuatan model pembelajaran mesin berbasis CNN dapat dilakukan dengan menggunakan data latih sekitar 22,41% dari data total. Diharapkan, hasil studi ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan aplikasi preskrining lesi kulit menggunakan pembelajaran mesin berbasis CNN pada komputer atau gawai dengan sumber daya komputasi yang rendah. Abstract It is necessary to develop a self-prescreening of skin lesion due to the prevalence is increasing every year. This study tries to compare and evaluate the performance of prescreening of a skin lesion in the original and segmented images using Convolutional Neural Network. The Grabcut algorithm is used in the image segmentation process. Two parameters are used to evaluate the performance of the classification, i.e. accuracy and time to build the model. The results show that there is no significant difference in training and validation accuracy between original and segmented images. Even though there is an additional process in removing image background using Grabcut, the accuracy of training and validation do not increase significantly. In the second performance indicator, the time to build the model is influenced by the numbers of training and validation data that are used. The smaller the amount of training data used, the faster the model creation time will be. In addition, the proportion between the amount of training data and validation also affects the accuracy of validation. In this study, using a smaller amount of training data than the validation data, the validation accuracy increased from 0.82 to 0.90. This study has provided evidence that prescreening of skin lesions using machine learning based on CNN does not require image background removal and only about 22.41% of the total data are needed to build the model. One of the contributions of this study is that the results of this study can be used for the development of a skin lesion prescreening application using CNN-based machine learning on computers or devices with low computational resources.

Page 2 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue