cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
KEBAB RICA RICA: INOVASI KULINER SIAP SAJI KHAS SULAWESI UTARA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA Ali Mashuri; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan jaman, masyarakat Indonesia semakin disibukkan dengan berbagai aktivitas, seperti bekerja, sekolah dan lainya. Hal ini menyebabkan pola makan masyarakat semakin berubah. Masyarakat  membutuhkan makanan yang dikemas secara modern, praktis dan cepat saji. Ayam Rica-Rica merupakan makanan khas Manado yang terkenal dengan rasa pedasnya. Mempertimbangkan peluang bisnis di dunia kuliner, maka diciptakan sebuah bisnis Kebab Rica-Rica. Kebab Rica-Rica adalah kebab yang berisi nasi, ayam rica-rica, lauk, sambal dan mayonais. Tujuan bisnis ini adalah melestarikan dan menjadikan kuliner khas Manado sebagai makanan cepat saji, praktis, enak, bergizi, ekonomis, dan modern serta memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap makanan cepat saji.  Metode yang digunakan meliputi persiapan, pemantapan riset pasar dan formulasi produk, perancangan strategi pemasaran, sertifikasi produk, analisis pangan, penjualan. Saat ini, Kebab Rica-Rica memiliki dua outlet, dua pegawai, dan setelah lima bulan penjualan, Kebab Rica-Rica mendapatkan omset Rp. 10.500.000. Kebab Rica-Rica telah mendaftarkan paten merk (HAKI) dan dalam proses pendaftaran sertifikasi P-IRT melalui LPPM Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil pengujian analisis pangan, Kebab Rica-Rica mengandung protein 6.14% lemak 7,14% air 56,46% abu 1,97% dan karbohidrat 28,29%. Kata kunci: fast food, kebab, Kebab Rica-Rica, khas Indonesia 
PERBEDAAN AIR SEDUH TERHADAP PERSEPSI MULTISENSORIS KOPI : REVIEW JURNAL Kristianto Pradipta; Kiki Fibrianto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Tingkat konsumsi kopi di dunia maupun Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Jumlah konsumsi kopi yang terus meningkat mengindikasikan kopi sudah menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat. Kopi yang berkualitas dapat dilihat dari aroma, rasa dan flavor yang merupakan bagian dari persepsi multisensoris pada manusia. Aroma, rasa dan flavor kopi dipengaruhi beberapa faktor antara lain varietas dan kualitas biji kopi, lama dan suhu penyangraian, kondisi penyimpanan, proses grinding, teknik penyeduhan dan juga air seduhnya. Perbedaan air seduh dilihat dari mineral yang terkandung. Kandungan mineral di dalam air seduh dapat berinteraksi dengan senyawa yang terdapat di dalam kopi. Hal tersebut diduga dapat menimbulkan perbedaan persepsi multisensoris kopi sehingga diperlukan uji deskriptif sensoris untuk melihat perbedaan intensitas atribut sensoris antara kopi yang diseduh dengan air yang berbeda. Kata Kunci: Air Seduh, Kopi, Persepsi Multisensoris
INOVASI PENINGKATAN KANDUNGAN GIZI JAJANAN TRADISIONAL KLEPON DENGAN MODIFIKASI BAHAN DAN WARNA Muhammad Fitri Aji Nugroho; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klepon merupakan jajanan tradisional Indonesia yang umumnya terbuat dari tepung ketan putih yang dibentuk seperti bola-bola kecil dengan isi gula merah dan ditaburi parutan kelapa. Kekurangan produk klepon adalah kandungan gizi yang hanya didominasi oleh karbohidrat, warna dan rasa yang tidak variatif. Salah satu upaya untuk meningkatkan image klepon adalah memperbaiki kandungan gizinya dengan menaikkan kadar protein dan serat kasar dengan penambahan tepung kacang hijau dan tepung ubi jalar ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi penambahan tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau yang tepat pada klepon modifikasi, dan mengetahui perubahan sifat fisik dan nilai gizi pada klepon modifikasi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, enam level perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor tersebut adalah proporsi formulasi tepung ketan putih, tepung kacang hijau, dan tepung ubi jalar ungu yaitu (10:3:7), (10:4:6), (10:5:5), (10:6:4), (10:7:3), dan kontrol. Perbedaan perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar, dan nilai tekstur. Perlakuan terbaik klepon diperoleh pada proporsi tepung ketan putih, tepung kacang hijau, dan tepung ubi jalar ungu 10:7:3. Kata kunci: Klepon, Tepung Kacang Hijau, Tepung Ubi Jalar Ungu
PENGARUH VARIETAS APEL (Malus sylvestris Mill) DI KOTA BATU DAN KONSENTRASI GULA TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK APEL Choiriya Tri Wahyuningtias; Wahono Hadi Susanto; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total produksi buah apel di Kota Batu pada tahun 2014 yang mencapai 708.438 kwintal/ tahun kurang diimbangi dengan pemanfaatan apel subgrade yang berjumlah sekitar 10% dari total produksi apel. Pengolahan apel menjadi lempok merupakan salah satu teknologi yang tepat untuk mengolah kelebihan apel subgrade. Penambahan gula dengan konsentrasi yang tepat pada varietas apel yang berbeda mampu menghasilkan gel lempok yang kokoh dan tidak lembek. Metode yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan dua faktor. Faktor I adalah 3 varietas buah apel yang berbeda (Anna, Manalagi, Romebeauty), dan faktor II adalah konsentrasi gula pasir yang terdiri dari 3 level (5% ; 7.50% ; 10%). Varietas apel dan konsentrasi gula memiliki pengaruh terhadap kualitas fisik, kimia dan organoleptik lempok apel. Terdapat korelasi positif antara gula dengan tekstur, sedangkan korelasi negatif terjadi antara kadar air dengan total gula, vitamin C, dan tekstur. Lempok apel perlakuan terbaik menurut parameter kimia, fisik dan organoleptik terdapat pada varietas apel Romebeauty perlakuan konsentrasi gula 10%. Kata kunci: Apel, Gula, Lempok Apel, Pengolahan Apel, Varietas Apel
PENGARUH VARIETAS APEL (Malus Sylvestris MILL) DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK APEL Gaby Novitalia Putri; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia memiliki sentra penghasil buah apel, yaitu Kota Batu. Terdapat 3 varietas apel yaitu Anna, Romebeauty dan Manalagi, yang dapat dioptimalkan untuk pembuatan lempok apel. Tujuan penelitian adalah menentukan penambahan konsentrasi maizena pada berbagai varietas apel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan 2 faktor. Faktor I varietas apel terdiri dari 3 level (Anna, Romebeauty dan Manalagi) dan faktor II konsentrasi maizena  terdiri dari 3 level (5%, 7.5% dan 10%. Data hasil pengamatan menggunakan ANOVA dilanjutkan uji BNT 1%. Perlakuan terbaik dengan metode Zeleny yaitu varietas apel Anna dengan penambahan konsentrasi maizena 10%. Hasil perlakuan terbaik, yaitu kadar air 20.23%; vitamin C 10.14 mg/100g; total gula 35.05%; serat kasar 4.19%; kecerahan (L+) 59.22; kemerahan (a+) 4.25; kekuningan (b+)12.99; tekstur 12.55 N. parameter organoleptik warna 3.46 (suka); rasa 3.52 (suka); aroma 3.67 (suka) dan tekstur 3.55 (suka). Kata kunci: Lempok apel, Maizena, Varietas apel.
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK BELIMBING Anasthasia Ananta Carolina Titi Ola; Wahono Hadi Susanto; Indria Purwantiningrum
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belimbing merupakan komoditas buah yang memiliki produktivitas yang tinggi di Indonesia dan dapat dimanfaatkan menjadi lempok. Pada proses pembuatan lempok tingkat kematangan buah dan konsentrasi penambahan maizena berpengaruh terhadap konsistensi gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penambahan konsentrasi maizena pada masing-masing tingkat kematangan belimbing terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik lempok belimbing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari tingkat kematangan buah belimbing mentah, setengah matang, matang dan konsentrasi penambahan maizena 3%, 5%, dan 7%. Tingkat kematangan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, vitamin C, total gula, tekstur, kecerahan, kemerahan, kekuningan, dan organoleptik. Konsentrasi penambahan maizena berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, vitamin C, total gula, tekstur, kecerahan, kekuningan, dan organoleptik. Namun kedua perlakuan tidak memiliki interaksi.  Produk lempok belimbing terbaik adalah belimbing matang dan konsentrasi maizena 3%.Kata Kunci : Belimbing, Lempok, Maizena, Tingkat Kematangan Belimbing
PEMBUATAN ROTI TAWAR BEBAS GLUTEN BERBAHAN BAKU TEPUNG GARUT, TEPUNG BERAS, DAN MAIZENA (KONSENTRASI GLUKOMANAN DAN WAKTU PROOFING) Dini Fadhilatul Muthoharoh; Aji Sutrisno
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung garut, beras, dan maizena sebagai bahan baku roti tawar bebas gluten memiliki kemampuan menahan gas CO2 hasil fermentasi yang rendah. Glukomanan dapat menggantikan peran gluten dalam menahan gas CO2 dan proofing berperan dalam meningkatkan volume roti yang mempengaruhi karakteristik fisik roti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi glukomanan dan waktu proofing yang tepat sehingga menghasilkan roti yang dapat diterima panelis. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dan dua faktor yaitu konsentrasi glukomanan (0; 0,5; 1%) dan waktu proofing (30; 60; 90 menit). Data dianalisis dengan ANOVA menggunakan Minitab 16. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan glukomanan tidak memberikan pengaruh nyata. Waktu proofing berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap volume pengembangan adonan, volume pengembangan spesifik, nilai kecerahan (L*), nilai kemerahan (a+), dan nilai kekuningan(b+). Perlakuan terbaik pada konsentrasi glukomanan 0,5% dengan waktu proofing 60 menit (A2B2). Kata kunci: Beras, Glukomanan, Maizena, Proofing, Roti bebas gluten, Tepung Garut
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DAN PROPORSI PENAMBAHAN GULA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK BELIMBING Abdullah Hafidz Imaduddin; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) merupakan salah satu buah yang populer di Indonesia. Rasanya yang manis, kandungan vitamin A dan vitamin C yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan lempok. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktorial yaitu tingkat kematangan buah belimbing dan proporsi penambahan gula, masing-masing terdiri dari 3 level, sehingga didapatkan 9 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Faktor pertama tingkat kematangan buah belimbing, yaitu buah belimbing mentah, setengah matang dan matang. Faktor kedua proporsi penambahan gula, yaitu 4%, 6% dan 8%. Produk lempok belimbing terbaik (Zeleny) menurut parameter fisikokimia dan organoleptik adalah belimbing matang dengan proporsi penambahan gula 4%, dengan nilai kadar air (18.81%), vitamin C (19.83mg/100g), total gula (42.94%), kadar abu (1.43%), tekstur (19.60N), tingkat kecerahan L* (46.73), tingkat kemerahan a* (10.30), tingkat kekuningan b* (14.87), kesukaan warna (4.10), kesukaan aroma (3.80), kesukaan rasa (4.35) dan kesukaan tekstur (3.68). Kata Kunci: Averrhoa carambola L., Belimbing Manis, Lempok belimbing, Pangan Tradisional
DETOKSIFIKASI SIANIDA UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst.) DENGAN KOMBINASI PERENDAMAN DALAM ABU SEKAM DAN PEREBUSAN Asti Rizkiana Pramitha; Siti Narsito Wulan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) merupakan salah satu umbi – umbian yang kurang dimanfaatkan karena  kandungan asam sianida yang mengakibatkan keracunan. Salah satu cara untuk menurunkan kadar sianida adalah dengan proses perendaman dalam abu sekam padi yang dapat mempermudah pelepasan sianida. Proses lain seperti perebusan dapat menginaktifkan enzim β-glukosidase. Kombinasi kedua perlakuan dapat memaksimalkan pengurangan sianida gadung. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi abu sekam yang efektif untuk menurunkan kadar sianida pada umbi gadung disertai perebusan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktor Tunggal yaitu abu sekam dengan konsentrasi 15%, 25%, 35%, dan 45% dan dikombinasi perebusan 30 menit selain itu ditambahkan 2 perlakuan yaitu tanpa abu sekam dan perebusan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi abu sekam maka semakin rendah kandungan sianida pada gadung. Perlakuan terbaik tepung gadung didapatkan perlakuan perendaman abu sekam konsentrasi 45% dan perebusan dengan karakteristik kadar sianida 2.70 ppm, kadar air 6.33%, kadar pati 52.22,%,  dan kadar abu 5.84%. Kata Kunci:, Asam Sianida, Abu sekam padi, Detoksifikasi sianida, Gadung
JURNAL REVIEW: STUDI KOMPARASI ATRIBUT SENSORIS DAN KESADARAN MEREK PRODUK PANGAN Ivani Putri Tarwendah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya aktivitas dan tuntutan pekerjaan membuat masyarakat Indonesia lebih memilih mengonsumsi produk makanan jadi. Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk makanan dan minuman jadi setiap tahunnya mengalami peningkatan.  Tingginya tingkat konsumsi makanan jadi menyebabkan banyaknya bermunculan berbagai merek produk makanan yang diproduksi oleh berbagai perusahaan makanan di Indonesia. Untuk menyikapi hal tersebut salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu merek (brand awareness) untuk mengetahui apakah produk yang diproduksi oleh suatu perusahaan dapat memiliki posisi yang bagus dan dapat bertahan di pasaran. Selain itu, untuk mengetahui kualitas produk yang dapat memenuhi harapan konsumen terutama dalam hal cita rasa produk adalah dengan cara melakukan studi komparasi atribut sensori dan uji hedonik dengan produk sejenis yang sudah terkenal di pasaran. Kata Kunci: Hedonik, Kesadaran Merek, Pangan, Studi komparasi

Page 86 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026