cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH KOMBINASI SUKROSA DAN MALTODEKSTRIN TERHADAP SIFAT FISIKO KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU KEDELAI KENTAL MANIS Dede Sitta Fajarwati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu kedelai adalah produk olahan kacang kedelai dan merupakan pengganti susu sapi. Namun, susu kedelai banyak ditemui dalam bentuk cair sehingga daya simpannya tidak lama. Tujuan penelitian ini adalah membuat susu kedelai kental manis sebagai upaya pengawetan susu kedelai serta untuk memperoleh susu kental manis berbasis susu kedelai yang sehat dengan memformulasikan sukrosa dan maltodekstrin. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor konsentrasi sukrosa (5%, 10%, dan 15%) dan konsentrasi maltodekstrin (4% dan 5%) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik ialah pada susu kedelai kental manis dengan 10% sukrosa dan 5% maltodekstrin. Sedangkan, berdasarkan sifat fisikokimianya, perlakuan terbaik ialah pada kombinasi sukrosa 10% dan maltodekstrin 5% yang menghasilkan kadar lemak 2.13%, kadar protein 2.49%, aw 0.83, total gula 31.67%, dan viskositas 2692 cP. Kata Kunci: Maltodekstrin, Sukrosa, Susu Kedelai, Susu Kental Manis. 
PENAMBAHAN SARI BUAH MURBEI (Morus alba L) DAN GELATIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN MIKROBIOLOGI YOGHURT SUSU KEDELAI Dila Rahmawati; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Produk fermentasi dari susu kedelai atau biasa disebut soyghurt, memiliki kelebihan bebas laktosa, bebas kolesterol, mengandung lemak yang rendah, dan memiliki protein yang tinggi. Varian rasa pada produk soyghurt yang biasa dibuat hanya sebatas dari perisa. Salah satu buah yang dapat digunakan untuk penambahan pada proses pembuatan soyghurt yaitu buah murbei. Buah murbei kaya akan mineral terutama zat besi, antioksidan anthocyanins dan resveratrol, serta vitamin C dan B kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio penambahan sari buah murbei dan susu kedelai serta gelatin terhadap karakteristik fisiko-kimia, mikrobiologi, dan organoleptik soyghurt. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi sari buah murbei (5%, 10%, dan 15%) dan faktor II konsentrasi gelatin (0.10 , 0.15%, dan 0.20%). Data dianalisis dengan analisis ANOVA. Uji lanjut dilakukan dengan menggunakan metode BNT atau DMRT dengan taraf nyata 5%. Penentuan perlakuan terbaik dengan menggunakan metode Zeleny. Perlakuan terbaik pada sampel dengan penambahan sari murbei 15% dan gelatin 0.15% memiliki nilai pH sebesar 4.37, total asam 0.76%, aktivitas antioksidan 68.67%, warna L* (kecerahan) 68.21, warna a* (kemerahan) 4.75, warna b* (kekuningan) 10.50, viskositas 168 cP, total Bakteri Asam Laktat pada perlakuan ini adalah log 5.56 CFU/ml. Kata Kunci: Kedelai, Sari Murbei, Gelatin, Soyghurt 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) (KAJIAN VARIETAS JAHE DAN KONSENTRASI MADU) Mega Kristanti Ayuratri; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe mengandung komponen bioaktif yaitu minyak atsiri yang dapat berperan sebagai antibakteri. Sari jahe dapat diolah menjadi minuman kombucha, salah satu minuman fermentasi. Penambahan madu dapat digunakan sebagai pemanis dan sumber nutrisi dalam pembuatan minuman kombucha serta dapat berperan sebagai antibakteri. Oleh karena itu, dalam penelitian ini tiga varietas lokal jahe dan madu randu dipilih sebagai bahan pembuatan minuman kombucha yang difermentasi 12 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor. Faktor I yaitu varietas jahe (jahe emprit, jahe gajah, dan jahe merah). Faktor II yaitu konsentrasi madu (10%, 15%, 20%). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) atau DMRT 5% apabila terdapat interaksi antara kedua faktor. Hasil yang didapatkan setelah kombucha jahe difermentasi 12 hari yaitu konsentrasi penambahan madu berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap nilai pH, total asam, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kedua faktor berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap total gula, total fenol, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*), dan tingkat kekuningan (b*), namun kedua faktor tidak berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap total mikroba. Terdapat interaksi antara dua faktor terhadap total fenol, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*) dan tingkat kekuningan (b*). Perlakuan terbaik didapatkan pada kombucha jahe dengan jenis jahe merah dan penambahan madu konsentrasi 20% yang memiliki pH 2.64, total asam 1.78%, total fenol 1114.70 ppm, total gula 15.63%, total mikroba 6.35 log CFU/ml, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 20.42 mm, aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli sebesar 8,12 mm, tingkat kecerahan (L*) 50.93, tingkat kemerahan (a*) 7.30, dan tingkat kekuningan (b*) 22.67. Kata Kunci : Jahe, Kombucha, Penambahan Madu.
PENGARUH IRADIASI GAMMA DAN PENYIMPANAN SUHU BEKU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEAMANAN PANGAN PADA IKAN PATIN (Pangasius hypoptalmus) Rulyta Aprita Sari; Yunianta Yunianta; Harsojo Harsojo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan patin (Pangasius hypoptalmus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar. Ikan patin berpotensi besar sebagai komoditas ekspor dikarenakan memiliki daging yang berwarna putih yang sangat disukai konsumen. Saat ini teknik iradiasi dikembangkan pada produk pangan karena proses iradiasi dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Metode penyimpanan suhu beku dengan teknik iradiasi dapat menjadi kombinasi yang baik, terutama untuk jenis bahan pangan dengan pengolahan minim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis iradiasi tertentu dan lama penyimpanan pada suhu beku terhadap jumlah mikroorganisme ikan patin (Pangasius hpoptalmus). Penelitian ini dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jakarta Selatan. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif kuantitaf dengan 2 faktor. Faktor I yaitu dosis iradiasi gamma (0; 2.0; 4.0 kGy) pada laju dosis 1 kGy/jam, dan faktor II yaitu lama penyimpanan suhu beku (0, 7, 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis iradiasi dan penyimpanan pada suhu beku dapat mereduksi jumlah cemaran mikroorganisme hingga ambang batas SNI, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air dan pH pada ikan patin segar. Kata kunci: Ikan Patin, Iradiasi, Pembekuan 
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BUAH DAN PROPORSI GULA:SLURRY TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK LABU KUNING (Cucurbita sp.) Della Putri Arumsari; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning merupakan buah yang dapat bertahan lama hingga lebih dari 6 bulan dengan tingkat konsumsi kurang dari 5 kg/kapita/tahun. Pengolahan labu kuning menjadi lempok merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis labu kuning. Lempok dengan konsistensi gel yang baik memerlukan penambahan gula yang tepat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor I adalah lama penyimpanan buah dengan dua level (1 bulan dan 6 bulan), dan faktor II adalah proporsi gula dengan slurry yang terdiri dari 4 level (1:7.5; 1:6; 1:5; dan 1:4.3). Lama penyimpanan buah dan proporsi gula dengan slurry berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik lempok labu kuning. Korelasi positif terdapat pada total gula dengan tekstur. Korelasi negatif terjadi antara kadar air dengan total gula, total karoten dan aktivitas antioksidan, serta kadar air dan tekstur. Lempok labu kuning perlakuan terbaik menurut parameter fisikokimia yaitu perlakuan lama penyimpanan 6 bulan dan proporsi gula dengan slurry 1:4.3. Kata kunci: Gula, Labu Kuning, Lama Penyimpanan Buah, Lempok
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH NANGKA BUBUR (Artocarpus heterophyllus) DAN PROPORSI GULA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK LEMPOK NANGKA BUBUR Rr. Astri Inneke Yunita Wijayanti; Wahono Hadi Susanto; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nangka bubur bersifat mudah busuk tetapi memiliki keunggulan daging lembut, aroma lebih kuat dan rasa  lebih manis sehingga bisa menjadi bahan utama pembuatan lempok. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat kematangan nangka bubur dan penambahan proporsi gula, serta interaksi kedua perlakuan terhadap karakteristik lempok nangka bubur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 2 faktor. Faktor I tingkat kematangan nangka bubur (matang dan kelewat masak) dan faktor II proporsi gula (75 g, 100 g, 125 g dan 150 g dalam 1000 g slurry nangka bubur). Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA dilanjutkan uji DMRT 1% dan BNT 1%. Perlakuan terbaik lempok nangka bubur dengan metode Zeleny yaitu tingkat kematangan matang dengan proporsi gula 100 g dalam 1000 g slurry nangka bubur. Kadar air 18.61%; vitamin C 4.09 mg/100g; total gula 29.34%; serat kasar 6.46%; warna L* 51.00; a* 3.31; b* 32.82; tekstur 9.25 N; dan organoleptik aroma 3.82 (suka); rasa 3.80 (suka); tekstur 3.12 (agak suka) dan warna 4.30 (suka). Kata kunci: Gula, Lempok Nangka Bubur, Tingkat Kematangan Nangka Bubur. 
MODIFIKASI PATI GARUT (Marantha arundinacea) METODE GANDA (IKATAN SILANG – SUBSTITUSI) DAN APLIKASINYA SEBAGAI PENGENTAL PADA PEMBUATAN SAUS CABAI Husnul Latifah; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi garut memiliki potensi besar tetapi masih perlu dilakukan modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pati garut modifikasi ganda ikatan silang - substitusi yang dapat memperbaiki kelemahan pati alami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengental saus. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi MSP (0.5, 1, 1.5 %) (b/v) dan konsentrasi asam asetat (1, 2, 3 %) (v/v). Kombinasi 2 faktor akan diperoleh 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Data kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT dengan selang kepercayaan 95%. Perlakuan terbaik terdapat pada saus cabai yang ditambahkan pati garut modifikasi dengan konsentrasi MSP sebesar 0.5% dan asam asetat sebesar 1% dengan nilai kejernihan (transmitansi) sebesar 52.97, daya serap air sebesar 1.24 (g/g), indeks kelarutan 0.035 (g/ml), dan konsistensi gel 14.73 (mm). Sedangkan saus cabai sendiri memiliki tingkat kecerahan sebesar 41.33, tingkat kemerahan sebesar 30.9, tingkat kekuningan sebesar 27.53 dan viskositas sebesar 9.950 cp. Kata kunci: asam asetat, monosodium fosfat, pati garut modifikasi
KARAKTERISTIK SIRUP MINUMAN JAMU KEBONAGUNG (KAJIAN PROPORSI KAPULAGA DAN JENIS JAHE) Lia Nur Jannah; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu kebonagung adalah minuman tradisional yang berasal dari Kota Pasuruan Jawa Timur yang terbuat dari beberapa campuran rempah-rempah. Inovasi menjadi sirup jamu dapat memperpanjang umur simpan, namun rasa dan aroma khas rempah-rempah jamu tertutupi oleh aroma gula jawa yang lebih kuat. Oleh karena itu, perlu penambahan proporsi kapulaga dan jahe. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor 1 adalah proporsi kapulaga (3%,4%,5%) sedangkan faktor 2 adalah jenis jahe (jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata dilakukan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan faktor pertama berpengaruh nyata terhadap total fenol, kecerahan (L*) , dan kekuningan (b*). Perlakuan terbaik diperoleh dari proporsi kapulaga 3% dan jahe gajah dengan total fenol 0.075%, pH 5.5, TPT 54%Brix, viskositas 15.67 cP, kecerahan 25.12, kemerahan 1.41, kekuningan 1.92, warna 3.13 (netral), aroma 3.57 (suka), rasa 3.70 (suka), dan kenampakan 3.23 (netral).Kata kunci : Jahe, Jamu kebonagung, Kapulaga, Sirup
PENGARUH PROPORSI MINYAK DAN LAMA PEMANASAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BUMBU BETUTU INSTAN Rivqi Ananda; Sudarminto Setyo Yuwono; Novita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Betutu merupakan jenis makanan tradisional asli Bali yang berpotensi untuk dikembangkan. Dalam proses pembuatan bumbu betutu membutuhkan waktu yang cukup lama. Bumbu betutu instan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi minyak dan lama pemanasan terhadap karakteristik fisiko kimia dan organoleptik bumbu betutu instan. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor 1 adalah proporsi minyak yang terdiri dari 3 level yaitu 30%, 37.5% dan 45% (b/b). Faktor 2 adalah lama pemanasan yang terdiri dari 3 level yaitu 3 menit, 5 menit dan 7 menit.  Data dianalisa dengan ANOVA (Analysis of Variance). Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Perlakuan terbaik diperoleh pada bumbu betutu instan perlakuan proporsi minyak 30% (b/b) dan lama pemanasan 7 menit. Karakteristik perlakuan terbaik bumbu betutu instan dengan nilai kadar air sebesar 56.67%, kadar lemak 32.21%, viskositas 30890 cP, kecerahan (L*) 41.4, kemerahan (a*) 4.77, kekuningan (b*) 26.70, Total Plate Count (TPC) 2.63 log CFU/gram, nilai kesukaan rasa 3.73, aroma 3.37 dan warna 3.37. Kata kunci : Betutu, Bumbu Instan, Lama Pemanasan, Proporsi Minyak 
OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT DAN JERAMI NANGKA (Artocarpus heterophyllus) MENGGUNAKAN KURVA RESPON PERMUKAAN Nilta Shabrina Itsnani; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit dan jerami nangka sebagai penghasil pektin,mengetahui suhu dan waktu ekstraksiyang menghasilkan nilai respon rendemen, derajat esterifikasi dan viskositas yangoptimal serta mengetahui karakteristik pektin hasil optimasi. Hasil optimasi yang diprediksikan program menunjukkan kondisi optimum ekstraksi pektin adalah suhu 77.14oC dan waktu 1 jam, dengan hasil rendemen 4.19%, derajat esterifikasi 71.74% dan viskositas 63.89 cP. Hasil verifikasi diperoleh rendemen 4.01%, derajat esterifikasi 70.86% dan viskositas 65.33 cP. Karakteristik pektin optimasi adalah kadar metoksil 5.73%, asam galakturonat 41.55%, kadar air 10.28%, abu 1.57%, kekuatan gel 9.1N, sineresis 0.0017 g air/g sampel.menit dan berwarna coklat muda(L=59.6, a=10.9 dan b=18.3). Hasil uji T menunjukkan pektin hasil optimasi dibandingkan pektin komersial berbeda nyata pada kadar metoksil, asam galakturonat, air, abu,sineresis dan warna, sedangkan kekuatan gel tidak berbeda nyata. Kata Kunci: Kulit dan Jerami Nangka, Response Surface Methodology, Suhu, Waktu

Page 88 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026