cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN TERHADAP PROFIL WARNA MINUMAN SARI TEBU Riyadlul Akbar; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.6

Abstract

ABSTRAK Sari tebu memiliki kandungan sukrosa dan membuatnya mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme, sehingga perlu dilakukan proses pengolahan dengan pemanasan. Di sisi lain, sari tebu juga dapat mengalami kerusakan akibat proses pengolahan yaitu reaksi pencoklatan non enzimatis (karamelisasi), sehingga perlu dilakukan optimasi pada proses pemanasan dengan Response Surface Methodology. Penelitian bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu yang optimum pada proses pemanasan sehingga didapat sari tebu dengan profil warna yang optimum sehingga didapatkan suhu dan waktu pemanasan yang optimal untuk mencegah kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme dan kerusakan akibat proses pengolahan. Hasil optimasi yang didapat pada proses pemanasan sari tebu yaitu pada suhu pemanasan 85OC dan waktu pemanasan 1 menit. Sari tebu dengan perlakuan optimum mempunyai total sukrosa sebesar 12.86%; kadar air sebesar 87.13%; %brix sebesar 12.87%; gula reduksi sebesar 1.53% dan Total Plate Count sebesar 8.53 x 106 koloni/ml. Kata Kunci: Karamelisasi, Metode Respon Permukaan, Sari Tebu. ABSTRACT Sugar cane juice has a high sucrose content and makes it susceptible to damage due to microorganism activity, so it needs to be processed by heating. On the other hand, sugar cane juice can also damaged due to processing, namely non-enzymatic browning reactions (caramelization), so it is necessary to optimize the heating process with Response Surface Methodology. The heating process carried out needs to be optimized to get the optimal temperature and heating time to prevent damage due to microorganism activity and damage due to processing. Optimization results obtained in the process of heating sugar cane juice is at 85oC heating temperature and heating time of 1 minute. Sugar cane juice with optimum treatment has a total sucrose of 12.86%; moisture content of 87.13%; % brix of 12.87%; reduction sugar of 1.53% and total plate count of 8.53 x 106 colonies/ml. Keywords: Caramelization, Responses Surface Methodology, Sugarcane Juice
PENGARUH PENAMBAHAN SANTAN KELAPA TERHADAP KUALITAS DONAT Andina Kristy Novitasari; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.7

Abstract

Donat merupakan pangan olahan berbahan dasar tepung terigu, telur, gula, ragi, dan margarin yang difermentasikan dalam waktu tertentu dan digoreng dengan metode penggorengan menggunakan minyak banyak (deep frying). Donat memiliki bentuk seperti cincin. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Response Surface Method (RSM) dengan desain rancangan one factor. Faktor yang dikaji yaitu konsentrasi penambahan santan kelapa (X1) dan respon yang akan dioptimasi yaitu kualitas donat dengan menggunakan pengukuran kekerasan (R1), cohesiveness (R2) dan springiness (R3) pada penyimpanan selama 4, 24, dan 48 jam. Konsentrasi santan kelapa yang ditambahkan yaitu, 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan santan kelapa berpengaruh terhadap kualitas donat. Konsentrasi penambahan santan kelapa optimum yaitu 30.48% dengan profil tekstur kekerasan sebesar 15.62 mJ, cohesiveness sebesar 0.77 dan springiness sebesar 4.19 mm. Penambahan santan kelapa berpengaruh terhadap kadar air dan daya serap minyak donat (α=0.05), yaitu kadar air 29.48% dan daya serap minyak 9.31%. Kata kunci: Daya Serap Minyak, Donat, Kadar Air, Kualitas, Santan Kelapa.
INOVASI SUSU ALMOND DENGAN SUBSTITUSI SARI KECAMBAH KEDELAI SEBAGAI SUMBER PROTEIN NABATI Sarah Sri Damayanti; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.8

Abstract

Produk olahan almond kini semakin bervariasi, bukan hanya untuk produk makanan  melainkan juga minuman. Salah satu minuman berbasis almond yang mulai diminati adalah susu almond. Namun, kadar protein larut air yang rendah pada susu almond tidak memenuhi standar SNI , maka susu almond harus ditambahkan sumber protein dari luar, seperti kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor I adalah teknik blanching almond (water blanching dan steam blanching). Faktor II adalah lama waktu perkecambahan kedelai (12 jam, 20 jam, 28 jam, dan 36 jam). Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan steam blanching almond dan perkecambahan kedelai 36 jam. Hasil analisis perlakuan terbaik produk mempunyai kadar air sebanyak 81.15%, kadar protein 15.01%, kadar lemak 1.99%, karbohidrat by difference 1.11%, kadar abu 0.75%, dan natrium 87.72 ppm. Kata Kunci : Asam Fitat, Blanching, Lama Perkecambahan, Protein Larut Air, Tanin
PENGARUH KONSENTRASI MAIZENA DAN LAMA PEMASAKAN DENGAN SUHU TETAP TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK APEL MANALAGI Annisa Ayu Pratiwi; Wahono Hadi Susanto; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.9

Abstract

Total produksi apel di Kota Batu mencapai 22.000 ton/tahun. Namun, sekitar 4.000 ton apel belum dimanfaatkan secara optimal. Apel dapat diolah menjadi lempok yang merupakan pangan tradisional berbentuk semi basah. Pada proses pembuatan lempok, lama pemasakan dan konsentrasi penambahan maizena berpengaruh terhadap konsistensi gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penambahan konsentrasi maizena dan lama pemasakan dengan suhu tetap terhadap karakteristik lempok apel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari tingkat lama pemasakan yaitu 1, 1.5 dan 2 jam serta konsentrasi maizena 5, 7.5 dan 10%. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT dan DMRT. Lama pemasakan dengan suhu tetap dan konsentrasi maizena berpengaruh terhadap karakteristik lempok apel manalagi. Hasil penelitian menunjukkan, lempok apel terbaik berdasarkan parameter kimia dan fisik adalah lempok apel dengan perlakuan lama pemasakan 2 jam dan konsentrasi maizena 10%. Produk terbaik berdasarkan organoleptik adalah lempok apel dengan perlakuan lama pemasakan 1,5 jam dan konsentrasi maizena 7,5%. Kata Kunci : Apel, Lama Pemasakan, Lempok, Maizena
PENGARUH PROPORSI TELUR DAN GULA SERTA SUHU PENGOVENAN TERHADAP KUALITAS FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK PADA BOLU BEBAS GLUTEN DARI PASTA UBI KAYU (Manihot Esculenta) Rahma Hambyah Imami; Aji Sutrisno
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.10

Abstract

Bolu adalah produk bakery yang dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, lemak dan bahan pengembang kemudian dipanggang. Namun penggunaan tepung terigu mengakibatkan meningkatnya nilai impor gandum sehingga pada penelitian ini tepung terigu disubtitusi dengan pasta ubi kayu. Penambahan telur dan gula serta penggunaan suhu pengovenan akan mempengaruhi struktur, volume pengembangan, dan warna bolu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proporsi telur dan gula serta suhu pengovenan yang sesuai sehingga dihasilkan bolu bebas gluten dengan kualitas menyerupai bolu tepung terigu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah proporsi telur dan gula (g/g) yaitu 120:90, 140:70, 160:50. Faktor II adalah suhu pengovenan yaitu 150°C dan 170°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap volume pengembangan, porositas, warna crust, springiness, dan hardness. Perlakuan terbaik adalah perlakuan proporsi telur dan gula 160 g : 50 g pada suhu pengovenan 170°C. Kata Kunci: Bolu, Gula, Suhu, Pengovenan Telur
UJI EFEKTIVITAS SIFAT HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK BAWANG LANANG PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Christine Eka Wulandari Harianto; Tabita Hasian; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.04.1

Abstract

Hati merupakan salah satu organ penting yang bertanggung jawab dalam melaksanakan proses metabolisme obat. Parasetamol merupakan obat yang sering digunakan oleh masyarakat untuk penyembuhan penyakit. Parasetamol dapat memberikan efek berbahaya bagi tubuh, jika dikonsumsi dalam dosis berlebih dan dalam jangka waktu lama berupa kerusakan hati. Bawang lanang (Allium sativum L.) mengandung dua senyawa organosulfur utama yaitu ɣ-glutamyl-S-allyl-L-cysteines dan S-allyl-L-cysteine sulfoxides (allin). Hal ini menjadikan peluang tanaman tersebut dikembangkan menjadi ekstrak untuk kerusakan hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak bawang lanang terhadap pencegahan kerusakan dan penyembuhan hepar akibat konsumsi parasetamol berlebih pada tikus wistar jantan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian True Experimental Design, Pre and Post Test Only Control Group Design dengan metode penelitian RAK menggunakan 7 kelompok perlakuan. Data dianalisis dengan ANOVA dan apabila terjadi perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata yaitu BNT dengan selang kepercayaan α=5%. Kata Kunci: Bawang Lanang, Kerusakan Hepar, Parasetamol
ANALISIS KUALITAS PELET LELE BIO SLURRY DESA ARGOSARI KABUPATEN MALANG Nestya Hariyoko; Elok Zubaidah; Dewi Maya Maharani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.04.2

Abstract

Desa Argosari memiliki 60 instalasi biogas yang menghasilkan limbah bio slurry sekitar 300-500 kg/hari. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan komposisi terbaik untuk pembuatan pakan ikan lele dan mengetahui penerapan dan pengaplikasian berbahan dasar Bio Slurry untuk pembuatan pupuk (cair dan padat). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis perlakuan terbaik menggunakan metode Multiple attribute Zeleny. Hasil uji proksimat untuk P1 adalah kadar protein 18.93%, kadar lemak 2.16%, kadar abu 21.42%, kadar serat kasar 15.50%, kadar air 9.50%, dan daya apung selama 54.50 menit, P2 adalah kadar protein 15.58%, kadar lemak 2.11%, kadar abu 23.17%, kadar serat kasar 17.00%, kadar air 9.40%, dan daya apung selama 57.25 menit, P3 adalah kadar protein 12.41%, kadar lemak 1.90%, kadar abu 25.75%, kadar serat kasar 20.00%, kadar air 8.60%, dan daya apung selama 62.25 menit.Kata kunci: Bio Slurry, Pelet Lele, Pupuk
PERAN KEJUT LISTRIK DAN TEMPERATUR SEBAGAI ELISITOR DALAM MENINGKATKAN KANDUNGAN SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KEDELAI (Glycine max) : KAJIAN PUSTAKA Megy Wida Fitria; Widya Dwi Rukmi Putri; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.04.3

Abstract

Indonesia memiliki hasil panen komoditas pertanian yang melimpah salah satunya adalah kedelai. Kedelai biasa digunakan dalam pembuatan makanan seperti tempe, tahu, kecap dan lain-lain. Pada proses pembuatan makanan tersebut kedelai mengalami proses pemanasan yang dapat mengurangi kandungan senyawa bioaktif pada kedelai. Suatu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan senyawa bioaktif pada kedelai yaitu dengan elisitasi. Elisitasi adalah suatu metode yang memberikan kondisi tidak nyaman pada tanaman menggunakan media atau senyawa (elisitor) sehingga dapat membentuk metabolit sekunder yang berfungsi sebagai media pertahanan. Elisitor dapat berupa biotik (mikroorganisme, jamur dan herbivora) dan abiotik (ion logam berat, angin dan sinar UV). Elisitasi dalam beberapa penelitian dapat menggunakan kejut listrik dan temperatur sehingga kombinasi kejut listrik dan suhu diharapkan dapat berpotensi dalam peningkatan pembentukan metabolit sekunder. Mekanisme yang terjadi yaitu pemberian cekaman (lingkungan yang ekstrem) oleh kedua faktor tersebut akan memicu pembentukan gen-gen dan hormon yang dapat memicu terbentuknya metabolit sekunder sebagai pertahanan diri. Kata Kunci: Kedelai, Elisitasi, Kejut Listrik, Temperatur
PENGARUH KONSENTRASI GLUKOMANNAN DAN WAKTU PROOFING TERHADAP KARAKTERISTIK TEKSTUR DAN ORGANOLEPTIK ROTI TAWAR BERAS (Oryza sativa) BEBAS GLUTEN Westra Dwipa Adiluhung; Aji Sutrisno
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.04.4

Abstract

 Tepung beras sebagai bahan baku roti tawar bebas gluten memiliki keterbatasan dalam menahan gas karbondioksida (CO2) dari hasil fermentasi. Glukomannan ditambahkan untuk membentuk lapisan film tipis menahan gas CO2 danproofing berperan pada pengembangan volume roti yang mempengaruhi tekstur.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi glukomannan dan waktu proofing yang tepat sehingga menghasilkan karakteristik tekstur dan organoleptik yang baik. Desain Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi glukomanan (0, 0.5, 1%) dan waktu proofing (30, 60, 90 menit). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) atau Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, penambahan glukomannan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Waktu proofing berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap volume pengembangan spesifik, kekerasan dan elastisitas. Terjadi interaksi signifikan (α=0.05) antara glukomannan dan waktu proofing pada Kecerahan (L*). Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi glukomannan 1% dan waktu proofing 60 menit. Kata kunci: Glukomannan, Proofing, Roti Tawar Bebas Gluten, Tepung Beras
OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT DAN JERAMI NANGKA (Artocarpus heterophyillus) (KAJIAN RASIO BAHAN PENGENDAP DAN LAMA PENGENDAPAN) MENGGUNAKAN METODE RESPON PERMUKAAN Kurnia Wulandari; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.04.5

Abstract

Kulit dan jerami buah nangka berpotensi dimanfaatkan menjadi pektin. Ekstraksi pektin dipengaruhi oleh rasio bahan pengendap dan lama pengendapan. Rasio bahan pengendap tertentu dan waktu pengendapan beberapa jam dapat menentukan kualitas pektin sehingga diperlukan penelitian untuk menentukan rasio bahan pengendap dan lama waktu pengendapan agar didapatkan pektin kualitas baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rasio bahan pengendap dan lama waktu pengendapan yang menghasilkan respon rendemen, derajat esterifikasi dan viskositas pektin yang optimal serta mengetahui karakteristik fisik dan kimia pektin hasil optimasi. Metode optimasi yang digunakan adalah rancangan Central Composite Design (CCD) dari Response Surface Methodology (RSM) dengan 2 faktor yaitu rasio bahan pengendap antara 1:1 sampai 1:3 (v/v) dan lama waktu pengendapan antara 1 sampai 3 jam sehingga menghasilkan 13 perlakuan percobaan. Pada penelitian diperoleh titik optimal pada perlakuan rasio bahan pengendap 1:1.62 (v/v) dan perlakuan lama waktu pengendapan 1.70 jam. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa kondisi optimum memiliki nilai rendemen sebesar 4.43%, nilai derajat esterifikasi 71.11% dan nilai viskositas sebesar 40.5 cP. Kata kunci: Ekstraksi pektin, Nangka, Pektin, Pengendapan

Page 92 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026