cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH KONSENTRASI TELUR DAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MI KERING TEPUNG JALI (Coix lacrymal jobi-L) TERFERMENTASI Aryani Zahara Kartini; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.6

Abstract

Mi umumnya terbuat dari tepung gandum. Namun, tepung gandum adalah komoditas impor, sehingga diperlukan diversifikasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti tepung jali terfermentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi telur dan Carboxymethyl Cellulose (CMC) terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik mi kering berbasis tepung jali (Coix lacryma jobi-l) terfermentasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, faktor I yaitu konsentrasi telur (5%, 10%, dan 15%) dan faktor II konsentrasi CMC (0%, 1%, dan 4%). Perlakuan terbaik yaitu perlakuan penambahan telur 10% b/b dan CMC 1% b/b (T2C1) dengan kadar air (10,04%), kadar pati (56.25%), kadar protein (7.62%), daya patah (3.90 N), daya putus (0.50 N), daya rehidrasi (222.44%), waktu pemasakan (190 detik), derajat keputihan (74.32), warna (4.40) agak suka, aroma (4.48) agak suka, tekstur (4.92) agak suka, dan rasa (4.52) agak suka. Kata Kunci: Carboxymethyl Cellulose (CMC), Jali (Coix Lachryma Jobi-L), Mi Kering, Telur, Tepung Jali Terfermentasi.
PEMBUATAN JELLY DRINK NANAS (Ananas comosus L) KAJIAN TINGKAT KEMATANGAN BUAH NANAS DAN KONSENTRASI PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK Ressa Yowandita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.7

Abstract

Nanas (Ananas comosus L) telah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia. Nanas mempunyai kontribusi 8% dari produksi buah segar di dunia, dan Indonesia merupakan negara penghasil nanas segar dan olahan terbesar ketiga setelah Thailand dan Philipina. Ke depan, salah satu peluang investasi yang terbuka adalah pengembangan industri pengolahan nanas, seperti nanas kaleng, manisan nanas, selai nanas, minuman jeli nanas dan sebagainya. Pada pembuatan jelly drink konsentrasi karagenan dan tingkat kematangan buah juga berpengaruh terhadap proses pembentukan gel. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu tingkat kematangan buah nanas. Faktor kedua yaitu konsentrasi karagenan (0.40%; 0.70%; dan 1%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan karagenan dan tingkat kematangan berpengaruh nyata terhadap vitamin C, antioksidan, nilai pH, total padatan terlarut, dan sineresis, total gula. Hasil analisis total asam, warna. Perlakuan terbaik jelly drink nanas menurut parameter fisik, kimia dan organoleptik adalah jelly drink nanas perlakuan penambahan karagenan konsentrasi 0.40% dan tingkat kematangan 100%. Kata kunci: Jelly Drink, Karagenan, Nanas, Tingkat kematangan
PENGEMBANGAN SNACK EKSTRUSI BERBASIS JAGUNG, KECAMBAH KACANG TUNGGAK DAN KECAMBAH KACANG KECIPIR DENGAN LINEAR PROGRAMMING Syifa Qolbiyah Nasir; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.8

Abstract

Penyediaan pangan sumber kalori dan protein dapat dipenuhi dari sumber daya pangan lokal, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan gizi harian anak usia 7-9 tahun. Kombinasi antara jagung, kecambah tunggak dan kecipir dapat diolah menjadi jenis snack berbentuk ekstrudat yang disukai mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode optimasi Linear Programming dengan batasan total bahan 100 g, kacang tunggak ≥25%, kacang kecipir ≤5%, total kalori ≥370 kkal dan total protein ≥14.70 g. Formulasi jagung : kecambah tunggak : kecambah kecipir terbaik yang diperoleh yaitu 70:25:5. Hasil uji sifat kimia (nutrisi) ekstrudat formulasi kadar air 2.77% (b/b), protein 15.98% (b/b), lemak 3.41% (b/b), karbohidrat 76.43% (b/b), kadar abu 1.42% (b/b) dan kalori 386.01 kkal. Hasil uji sifat fisik ekstrudat formulasi yaitu derajat pengembangan 522.50%, daya patah 16.37 N/m, IPA 0.03 g/ml, IKA 0.03 g/ml, dan warna dengan nilai L 76.71, a 3.18, dan b 28.79. Uji Hedonik pada produk ekstrudat dengan skala 1-5 menunjukkan nilai warna 3.19 (kurang suka), aroma 3.42 (kurang suka), rasa 2.94 (kurang suka), tekstur 4.03 (suka) dan kerenyahan 4.16 (suka). Pengembangan produk ekstrudat ini dapat memenuhi 20% kebutuhan kalori dan 30% kebutuhan protein harian anak usia 7-9 tahun, sehingga dapat menjadi alternatif snack sehat bagi anak usia sekolah. Kata kunci: Linear Programming, Optimasi Formulasi, Snack Sehat
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PRODUK ROTI MANIS DI KOTA MALANG Jaya Mahar Maligan; Bayu Mas Amana; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.9

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap karakteristik organoleptik (meliputi atribut warna, rasa, aroma, tekstur dan kenampakan) produk roti manis (10 merek) yang dijual di Kota Malang, menggunakan uji hedonik dan uji rangking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut warna MYB berbeda nyata dengan HLB, sebaliknya HLB tidak berbeda nyata dengan DFL. Atribut aroma SNT berbeda nyata dengan HLB, sedangkan HLB tidak berbeda nyata dengan MYB. Atribut kenampakan MYB berbeda nyata dengan sampel yang lain, dan sebaliknya HLB tidak berbeda nyata dengan DFL. Untuk atribut rasa, SHB tidak berbeda nyata dengan NYB,  namun berbeda nyata dengan MYB. Atribut tekstur dari SHB tidak berbeda nyata dengan NYB, namun berbeda nyata dengan DFL. Pada uji ranking sampel HLB berada di peringkat 1 untuk keseluruhan atribut dan sampel NYW di peringkat 10 untuk total nilai keseluruhan.   Kata Kunci : Preferensi konsumen, Roti manis, Karakteristik organoleptik Consumer Preference Analysis on Organoleptic Properties of Sweet Bun Product in Malang CityABSTRACT                The purpose of this research was to analyze consumer preferences for organoleptic characteristics (including color, taste, aroma, texture and appearance) sweet bun products (10 brands) which is sold in Malang City, using hedonic and rank tests. The results showed that MYB color attributes was significantly different from HLB, whereas HLB was not significantly different from DFL. The SNT aroma attribute was significantly different from HLB, whereas HLB was not significantly different from MYB. The appearance attributes of MYB was significantly different from other samples, and vice versa HLB was not significantly different from DFL. For taste attributes, SHB was not significantly different from NYB, but was significantly different from MYB. The texture attributes of SHB was not significantly different from NYB, but was significantly different from DFL. The result of ranking test showed that HLB in the first position in the overall attributes and the NYB sample was the last position for the total overall score. Keywords: Preferences, Consumers, Sweet Bun, Organoleptic Characteristics 
STUDI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PRODUK CROISSANT DI KOTA MALANG Jaya Mahar Maligan; Yuke Pamelasari
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.1

Abstract

ABSTRAK Croissant merupakan salah satu jenis produk pastry yang diminati konsumen sehingga para pelaku industri bakery di Kota Malang harus mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap croissant untuk meningkatkan minat dan penjualannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut organoleptic pada 8 merek croissant yang dijual di Kota Malang. Data uji organoleptik diperoleh dari survey random sampling pada 107 orang responden, kemudian data dianalisis dengan uji nonparametrik Friedman selang kepercayaan 95%, dilanjutkan uji perbandingan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan preferensi konsumen tehadap produk croissant berdasarkan pengujian pada karakteristik organoleptik yang meliputi parameter warna, rasa, aroma, tekstur dan kenampakan croissant. Kata Kunci: Croissant, Preferensi Konsumen, Karakteristik organoleptik. Study of Consumer Preference of Organoleptic Properties of Croissant Products in Malang CityABSTRACT  Croissants are one of the types of pastry products that are in demand by consumers so the bakery industry players in Malang City must know the needs and desires of consumers for croissants to increase their interest and sales. The purpose of this study was to determine differences in consumer perceptions of organoleptic attributes on 8 brands of croissants sold in Malang City. Organoleptic test data was obtained from random sampling surveys on 107 respondents, then the data were analyzed by Friedman nonparametric test with a confidence interval of 95%, followed by multiple comparison tests. The results showed that there were differences in consumer preferences towards croissant products based on testing on organoleptic characteristics including color parameters, taste, aroma, texture and appearance of croissants.   .  Keywords: Consumer Preference, Croissant, Organoleptic properties 
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) DAN MINYAK JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS Nur Afifah Maulidya Gavi; Erryana Martati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.02.10

Abstract

Brownies kukus memiliki kandungan karbohidrat dari tepung terigu dan lemak yang tinggi dari margarin sehingga dengan penambahan tepung tempe koro pedang yang tinggi protein dan minyak jagung dapat menambah nilai gizi produk. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor I adalah proporsi tepung tempe koro pedang (50%, 60% dan 70%). Faktor II adalah proporsi minyak jagung (50% dan 60%). Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi (α = 0.05) antara proporsi tepung tempe koro pedang dengan proporsi minyak jagung pada nilai tekstur. Terdapat pengaruh nyata faktor proporsi tepung tempe koro pedang pada kadar protein dan daya kembang. Terdapat pengaruh nyata faktor proporsi minyak jagung pada kadar lemak dan daya kembang. Perlakuan terbaik diperoleh pada brownies kukus dengan proporsi tepung tempe koro pedang 50% dan minyak jagung 60% memiliki kadar air 22.24%, kadar protein 9.24%, kadar lemak 20.65%, kadar serat kasar 8.58%, nilai tekstur 4.78 N/cm2, daya kembang 81.41%, dan organoleptik warna 3.58, rasa 3.40, aroma 3.10, tekstur 3.33.Kata Kunci: Brownies Kukus, Minyak Jagung, Tepung Tempe Koro Pedang
PENGARUH KONSENTRASI MEDIA PENYALUT DAN LAMA ULTRASONIKASI TERHADAP UKURAN PARTIKEL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANO EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) Christian Tri Wahyudi; Sudarma Dita Wijayanti; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.2

Abstract

Bawang putih mempunyai senyawa bioaktif utama, yaitu allicin, terutama karena kemampuannya sebagai antioksidan. Senyawa yang masih berukuran besar lebih sulit diserap oleh tubuh dibandingkan dengan senyawa yang berukuran nano. Salah satu metode nanoteknologi yang dapat digunakan untuk pengecilan ukuran adalah ultrasonikasi. Dalam proses tersebut sering kali digunakan zat penyalut yang ditujukan untuk memerangkap atau melapisi senyawa yang sudah diubah menjadi berukuran nano karena ultrasonikasi. Zat  penyalut ini dapat melapisi senyawa bioaktif yang terdiri dari lebih dari satu komponen. Zat penyalut yang banyak digunakan adalah campuran kitosan dan Sodium Tri Polipospat (STPP). Penyalut dengan kitosan/STPP dengan konsentrasi 1.33/0.17% dan ultrasonikasi pada frekuensi 40 KHz selama 30 menit merupakan perlakuan terbaik dan menghasilkan ekstrak nano dengan ukuran partikel rata – rata sebesar 240.7 nm, viskositas sebesar 31.67 cP, dan nilai IC50 sebesar 8024.58 ppm. Kata Kunci : Bawang putih tunggal, Nanoteknologi, Ultrasonik
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK SUSU KEDELAI (KAJIAN JENIS KEDELAI DAN KONSENTRASI ENZIM PAPAIN) Mar'atus Soleha; Jaya Mahar Maligan; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.3

Abstract

Susu kedelai sering digunakan sebagai alternatif pengganti susu sapi, karena memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan susu sapi serta harganya lebih terjangkau. Kedelai memiliki kandungan antigizi yang dapat mengganggu tercernanya protein di dalam tubuh. Penambahan enzim papain diharapkan mampu menghidrolisis protein dalam kedelai menjadi asam amino sederhana sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Nested Design dengan 2 faktor. Faktor I jenis kedelai (kedelai sayur, kedelai hitam, kedelai kuning), faktor II konsentrasi enzim papain (100 ppm, 200 ppm, 300 ppm). Berdasarkan karakteristik kimia dan fisik, susu kedelai terbaik adalah perlakuan jenis susu kedelai hitam dengan konsentrasi enzim papain 300 ppm (K2P3). Nilai protein terlarut 0,34%, N Amino 0,02%, pH 6,6; viskositas 5,00; kecerahan (L) 77,1; kehijauan (a) -3.4 dan kekuningan (b) 14.3. Sedangkan perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik organoleptik diperoleh pada perlakuan jenis kedelai kuning dengan konsentrasi enzim papain 200 ppm Kata Kunci : Enzim papain, Hidrolisis enzimatis, Kedelai, Susu kedelai
PERUBAHAN KARAKTERISTIK KEFIR SELAMA PENYIMPANAN : KAJIAN PUSTAKA Faizatur Rohmah; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.4

Abstract

Kefir grains mengadung berbagai jenis bakteri asam laktat dan khamir. Penyimpanan kefir dalam suhu rendah dapat memperlambat aktivitas mikroba didalam kefir grains. Aktifitas metabolisme mikroba pada saat penyimpanan masih terus berlanjut dan akan mempengaruhi karakteristik kefir yang juga akan mempengaruhi tingkat penerimaannya. Review paper ini akan membahas tentang perubahan karakteristik kefir selama penyimpanan pada suhu rendah. Pembahasan detail review ini meliputi perubahan mikrobiologi, fisikokimia dan sensori. Kata Kunci: Fisikokimia, Kefir, Mikrobiologi, Penyimpanan, Sensori
KAJIAN METODE PENGERINGAN DAN RASIO PENYEDUHAN PADA PROSES PEMBUATAN TEH CASCARA KOPI ARABIKA (Coffea arabika L.) Dzurratun Nafisah; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.5

Abstract

Pada tahun 2014 produksi kopi Indonesia tercatat sebesar 643.857 ton. Berdasarkan banyaknya jumlah produksi kopi yang ada, maka pengolahan kopi akan menghasilkan banyak limbah kulit buah kopi. Salah satu pemanfaatan limbah kulit buah kopi adalah dengan mengolahnya menjadi teh cascara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dan rasio penyeduhan teh cascara serta interaksi antar kedua faktor terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik teh cascara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor I adalah metode pengeringan (sinar matahari; cabinet drying) dan faktor II adalah rasio penyeduhan teh kering : air (1:100; 3;100; 5:100) dangan 4 kali ulangan. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan metode Multiple Atribute Zeleny. Perlakuan terbaik ada pada minuman teh cascara dengan metode pengeringan sinas matahari dan rasio penyeduhan 3:100 dengan total fenol 743.82 mg/L; kadar tanin 136.78 mg/L; derajat keasaman (pH) 4.53; kadar kafein 17.27 mg/L; aktivitas antioksidan IC50 233.96 ppm; nilai kecerahan (L*) 32.07. Kata Kunci: Cascara, Kulit Buah Kopi, Pengeringan, Rasio Penyeduhan, Teh

Page 91 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026