cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH KONSENTRASI ZEOLIT DAN SUHU PREHEATING DALAM PROSES PENJERNIHAN NIRA SORGUM SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN GULA CAIR Mahdi Harish Rahman; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.01.5

Abstract

Nira sorgum dapat dimanfaatkan menjadi banyak produk, salah satunya adalah gula cair. Salah satu masalah dalam proses pembuatan gula cair adalah proses penjernihannya agar tidak ada zat pengotor yang dapat mempengaruhi produk akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi zeolit serta suhu preheating yang tepat untuk proses penjernihan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu faktor konsentrasi zeolit dengan tiga level (1.5%, 3%, 4.5%) dan suhu preheating dengan tiga level (60°C, 75°C, 90°C). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa proses penjernihan dengan kedua faktor tersebut dapat menjernihkan nira sorgum dengan baik. Hasil terbaik proses penjernihan didapat pada konsentrasi zeolit 4.5% dan suhu preheating 90°C, dengan hasil kadar pati yang tersisa 0.754 ± 0.041%, kadar protein 0.13 ± 0.007%, kadar abu 1.198 ± 0.0028%, nilai pH 5 ± 0.1, turbiditas 9.14 ± 0.21 NTU, total padatan terlarut 21.20 ± 0.4 brix, densitas 1.0708 ± 0.0026 g/ml, kecerahan (L*) 46.239 ± 1.16, kemerahan (a*) -0.694 ± 0.22, dan kekuningan (b*) 25.91 ± 0.48. Kata kunci: Gula Cair, Nira Sorgum, Penjernihan, Pre-Heating, Zeolit 
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK JELLY CINCAU HITAM (Mesona palustris Bl) (KAJIAN KONSENTRASI SIMPLISIA CINCAU HITAM DAN KONSENTRASI KARAGENAN) Rositha Adryana Christanti; Wahono Hadi Susanto; Endrika Widyastuti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.01.6

Abstract

Simplisia cincau hitam memiliki banyak manfaat untuk mencegah berbagai penyakit sehingga masyarakat mulai membudidayakannya. Jenis pengolahan produk ini masih sedikit sehingga perlu adanya diversifikasi produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara konsentrasi simplisia dan konsentrasi karagenan pada pembuatan jelly cincau hitam terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik jelly cincau hitam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi simplisia dan konsentrasi karagenan.Hasil penelitian menunjukan, interaksi antara konsentrasi simplisia dan konsentrasi karagenan berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, tekstur, nilai kecerahan (L*), kemerahan (A*) dan kekuningan (B*). Pada analisis perlakuan terbaik metode Zeleny didapatkan perakuan terbaik pengujian kimia dengan konsentrasi simplisia 1.5% dan konsentrasi karagenan 0.5%, pengujian fisik perlakuan terbaik terletak pada konsentrasi simplisia 1.5% dan konsentrasi karagenan 1%, dan pada uji organoleptik perlakuan terbaik didapatkan dengan konsentrasi simplisia 1% dan konsentrasi karagenaan 1%. Kata kunci: Cincau hitam, Ekstrak cincau, Jelly
OPTIMASI PROSES PEMBEKUAN MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) MENGGUNAKAN METODE RSM : KAJIAN SUHU DAN LAMA WAKTU PEMBEKUAN Maimunah Hindun Pulungan; Oktavia Nur Fadhlillah; Ika Atsari Dewi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 1: January 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.1

Abstract

This study aimed to determine the optimal temperature and duration of freezing during the freezing process of VCO. The experiment used optimization method of Response Surface Methodology (RSM) with 2 factors and 4 responses. The first factor was freezing temperature with temperature variations of -23, -28, and -33ºC. The second factor was the duration of freezing for 44, 48 and 52 hours. The response variables measured were refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. These data were formulated by using Design Expert 7.5 Free Trial software. According to these factors and responses, 13 treatments were obtained. The best treatment results followed by organoleptic tests using the hedonic scale (color, aroma, and taste) carried out by 30 semi-trained panelists. Organoleptic data were analyzed by Friedman test (α=0.05). Based on the results of experiments that had been carried out, the right model for the response of refractive index, water content, and rendemen was quadratic, while the FFA response had linear model. The temperature factor significantly influenced the response of refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. The freezing time factor did not significantly influence the response of refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. The best treatment result was obtained at freezing temperatures of -32.474ºC for 48.081 hours. The best treatment produces 31.42% of rendemen, 1.45113 of refractive index, 0.12% of water content, and 0.058% of FFA. The assessment of respondents on VCO for color parameters and taste could be accepted by consumers, while aroma parameters could not be accepted by consumers. For the further research on products that had been made should be immediately conducted an organoleptic test, thus there was no change of aroma on VCO.
KARAKTERISTIK TEPUNG PREMIKS BERBAHAN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DAN MAIZENA PADA PEMBUATAN COOKIES GREEN TEA Nurud Diniyah; Fatimah Wahyu; Achmad Subagio
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.4

Abstract

Tepung premiks adalah tepung campuran siap pakai yang memiliki kelebihan praktis, mudah dibawa, serta lebih tahan lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi MOCAF dan maizena dan waktu penyimpanan terhadap nilai kadar air, aw (tepung premiks), dan sifat fisik kimia dan organoleptik (cookies) berdasarkan formula terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Formulasi MOCAF dan maizena (100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, 75:25, dan 70:30%) sebagai faktor pertama dan lama penyimpanan sebagai faktor kedua (0, 1 dan 2 minggu). Parameter tepung premiks yang diamati adalah kadar air dan aktivitas air. Sedangkan sifat fisik cookies meliputi kekerasan (hardness), daya patah (fracture), chroma, lightness, dan dilanjutkan uji efektivitas. Hasil dari formula terbaik dilakukan analisa proksimat (kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat) dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi MOCAF dan maizena pada tepung premiks cookies berpengaruh nyata dan menyebabkan peningkatan terhadap nilai kadar air, aktivitas air (tepung premiks), daya patah, chroma, dan lightness (cookies). Nilai kadar air tepung premiks berkisar antara 8.53-9.12%; nilai aktivitas air berkisar antara 0.563-0.61; nilai kekerasan cookies berkisar antara 0.054-0.15 g/mm; nilai daya patah berkisar antara 68.242-158.45. Perlakuan terbaik diperoleh dari formulasi 75% MOCAF dan 25% maizena) dengan lama penyimpanan tepung 2 minggu.
KHASIAT SARI BUAH SIRSAK GUNUNG DAN MINUMAN PROBIOTIK BUAH SIRSAK GUNUNG (Anona montana) UNTUK MENURUNKAN KADAR ASAM URAT Ambar Fidyasari; Muhammad Hafiz; Nida Fitria; Ulfatur Rohmah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.6

Abstract

Buah sirsak gunung adalah tanaman yang berkhasiat sebagai penurun kadar asam urat karena mengandung antioksidan yang tinggi. Buah Sirsak gunung dibuat menjadi sari untuk mempermudah mengonsumsi dan dilanjutkan dengan difermentasi menggunakan Bakteri Lactobacillus casei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik buah sirsak gunung (Annona montana) terhadap penurunan kadar asam urat mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini membandingkan aktivitas antara sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik dari buah sirsak gunung, adapun tahapan penelitiannya meliputi Aklimatisasi mencit, Induksi jus hati ayam,  pembuatan minuman probiotik dan sari buah sirsak gunung, dan perlakuan uji kepada mencit. Hasil data perhitungan dengan menggunakan SPSS metode uji t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik buah sirsak gunung dapat menurunkan asam urat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulakan bahwa sari buah sirsak gunung dan minuman probiotik buah sirsak gunung memiliki aktivitas menurunkan kadar asam urat mencit.
PENGARUH PENAMBAHAN TEMPE DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN HEDONIK NUGGET NANGKA MUDA (Artocarpus heterophyllus LMK) Uswatun Hasanah; Millatul Ulya; Umi Purwandari
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 3: July 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.5

Abstract

Pemanfaatan nangka muda dalam pembuatan nugget yang dikombinasikan dengan bahan nabati menjadikan nugget nangka muda dapat dikonsumsi baik kalangan vegetarian maupun non vegetarian. Penambahan tempe dan tepung tapioka berfungsi untuk meningkatkan protein dan memperbaiki tekstur nugget nangka muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tempe, tapioka dan interaksi keduanya terhadap karakteristik fisikokimia dan hedonik nugget nangka muda. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui proporsi terbaik berdasarkan metode Comparative Performance Index (CPI). Penelitian ini menggunakan RAL 2 faktor yaitu proporsi tempe dan proporsi tapioka. Proporsi tempe yang digunakan yaitu 0 %, 10 %, 20 % dan 30 %. Sedangkan proporsi tapioka yang digunakan yaitu 10 % dan 20 %. Parameter uji pada penelitian ini antara lain kadar air, tekstur, kadar lemak, kadar protein dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan proporsi tempe berpengaruh nyata terhadap hardness, chewiness, kadar protein dan kadar lemak. Proporsi tapioka berpengaruh nyata terhadap kadar air, hardness, cohesiveness, springiness, gumminess, chewiness, kadar protein, kadar lemak dan tekstur (hedonik). Interaksi antara proporsi tempe dan tapioka berpengaruh terhadap kadar protein dan kadar lemak. Proporsi terbaik berdasarkan metode CPI adalah nugget dengan proporsi tempe 30 % dan tapioka 20 %. Kadar air, kadar protein dan kadar lemak nugget berturut-turut yaitu 36,75 %; 5,093 % dan 9,777 %.
PENGARUH KULTUR CAMPURAN Saccharomyces cerevisiae DAN Lactobacillus plantarum DALAM FERMENTASI ALKOHOL TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORIS CUKA BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Izzatul Laily; Wesiana Heris Santy; Viera Nu'riza Pratiwi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.2

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki banyak manfaat kesehatan dan dapat diolah menjadi cuka. Fermentasi alkohol merupakan tahap penting untuk memproduksi cuka yang berkualitas dan umumnya menggunakan kultur tunggal khamir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kultur campuran Saccharomyces cerevisiae dan Lactobacillus plantarum dalam fermentasi alkohol terhadap sifat fisikokimia dan sensoris cuka belimbing wuluh. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan satu faktor yaitu konsentrasi Lactobacillus plantarum (1%, 2%, 4%). Analisis meliputi pH, kadar alkohol, kadar asam asetat, aktivitas antioksidan, kadar senyawa fenolik, warna, aroma, dan rasa. Sifat fisikokimia diuji menggunakan One Way Anova α 0.05 dilanjutkan Post Hoc Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan signifikan. Sifat sensoris diuji menggunakan Kruskal-wallis α 0.05. Hasil penelitian menunjukkan pH wine dan cuka terbaik adalah 3.57, kadar alkohol tertinggi 9.46%, kadar asam asetat tertinggi 0.35%, aktivitas antioksidan tertinggi 4.95 ppm, kadar senyawa fenolik tertinggi 29.49 mg GAE/g, warna kuning kecoklatan, aroma yeasty/ragi, dan rasa sangat asam. Hasil analisis statistik terhadap pH, kadar asam asetat, aktivitas antioksidan, kadar senyawa fenolik, warna, aroma, dan rasa menunjukkan p-value > 0.05 sedangkan kadar alkohol menunjukkan p-value < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya kadar alkohol wine yang memiliki perbedaan signifikan. Konsentrasi Lactobacillus plantarum yang menghasilkan perlakuan terbaik terhadap pH wine dan cuka, kadar alkohol, kadar asam asetat adalah 2%, aktivitas antioksidan dan rasa adalah 4%, sedangkan kadar senyawa fenolik, warna, dan aroma adalah 1%.
PEMANFAATAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI TEPUNG UNTUK PEMBUATAN COOKIES Nia Rochmawati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.03.3

Abstract

Buah naga merah merupakan buah yang dapat tumbuh di Indonesia serta dapat dimanfaatkan buahnya sebagai jus, selai, dan produk lain sehingga menghasilkan kulit buah naga (KBN) sebagai hasil samping. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kandungan nutrisi dari cookies yang terbuat dari tepung KBN serta mengetahui klaim sumber serat pada cookies sesuai BPOM. Proporsi yang digunakan pada pembuatan cookies yang terbuat dari KBN : tepung terigu yaitu secara berturut-turut 100:0, 90:10 dan 80:20. Kandungan nutrisi yang diteliti yaitu kadar air, abu, protein, lemak dan serat kasar. Hasil menunjukkan bahwa cookies yang terbuat dari tepung KBN memiliki kadar serat dan kadar abu yang lebih besar dibandingkan dengan kontrol. Simpulan dari penelitian ini adalah cookies yang terbuat dari KBN dapat meningkatkan nilai nutrisi cookies serta proporsi cookies terbaik berdasarkan standar yaitu 90:10 dengan kadar air 8.06%, kadar abu 6.81%, kadar protein 5.63%, kadar lemak 27.03%, kadar karbohidrat 52.47%, dan kadar serat 31.26%..
PENGARUH PERBEDAAN FORMULASI TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PADA MUFFIN NON TERIGU Astien Iftahul Fauziyah; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.02.1

Abstract

Muffin adalah produk bakery yang tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang karena adanya gluten dalam tepung terigu. Penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan formulasi non terigu seperti memanfaatkan tepung mocaf dan tepung ampas tahu serta kuning telur dan putih telur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung mocaf, tepung ampas tahu, kuning telur dan putih telur pada pembuatan muffin non terigu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan 9 formulasi (F) dan diulang 3 kali. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Perlakuan terbaik diperoleh pada muffin dengan formulasi tepung mocaf 85 g, tepung ampas tahu 15 g, kuning telur 100 g dan putih telur 50 g dengan hasil (L*) crust dan crumb sebesar 43.03 ± 1.29 dan 61.80 ± 0.30, (a*) crust dan crumb sebesar 12.33 ± 1.9 dan 1.60 ± 0.17, (b*) crust dan crumb sebesar 10.50 ± 0.53 dan 31.93 ± 2.37, tekstur 9.40 ± 0.95, porositas (mm2) 5.94 ± 0.04, volume pengembangan (%) 79.14 ± 4.21, kadar air (%) 19.01 ± 1.36, kadar serat (%) 9.89 ± 0.59, kadar protein (%) 7.77 ± 0.68, kadar lemak (%) 27.68 ± 3.34, kadar abu (%) 2.13 ± 0.72, serta total gula (%) 1.18 ± 0.08.  
PENGARUH PENGERINGAN DAN LAMA MASERASI DENGAN PELARUT GANDA ETANOL DAN HEKSANA TERHADAP SENYAWA BIOAKTIF DAGING BIJI PALEM PUTRI (VEITCHIA MERILLII) Ghali Ghazian Al Hazmi; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.02.2

Abstract

Palem Putri (Veitchia merilli) atau lebih dikenal dengan Christmas Palm merupakan tanaman famili Araceae yang memiliki banyak manfaat karena kaya akan kandungan senyawa bioaktif. Kandungan senyawa bioaktif dari palem putri bergantung pada beberapa faktor seperti pengaruh pengeringan dan lama waktu ekstraksi. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor, pengaruh pengeringan (segar dan kering) dan lama waktu maserasi (24, 36, dan 48 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengaruh pengeringan dan lama waktu maserasi berpengaruh nyata (α= 0.05) terhadap rendemen fraksi etanol dan fraksi n-heksana, total fenol, total flavonoid, kadar saponin dan aktivitas antioksidan. Hasil perlakuan terbaik diperoleh dari daging biji palem putri kering dengan lama waktu maserasi 36 jam yang memiliki rendemen fraksi etanol sebesar 10.8% bk, rendemen ekstrak heksana 1.04% bk, total fenol 196.15 mgGAE/gram bk, total flavonoid sebesar 102.21 mgQE/gram bk, kadar saponin sebesar 1.57% bk, aktivitas antioksidan sebesar 64.49%, dan total karotenoida sebesar 0.03 µg/gram. Kata kunci: Maserasi, Palem putri, Pengaruh pengeringan, Senyawa bioaktif 

Page 94 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026