cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Cincau Hijau (Premna Oblongifolia L.) Sebagai Edible Coating dan Lama Pencelupan terhadap Kualitas Stroberi (Fragaria Sp.) Yusuf Hendrawan; Sumardi Hadi Sumarlan; Nabila Az-Zalikhah Ilham
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.072 KB)

Abstract

Tanaman cincau termasuk tanaman asli Indonesia dan mempunyai nama lain, dipulau Jawa biasa disebut camcao, juju dan kepleng. Cincau hijau mempunyai komponen utama pembentuk gel berupa polisakarida pektin yang bermetoksi rendah. Pektin tersebut termasuk dalam kelompok hidrokoloid pembentuk gel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi ekstrak cincau yang tepat sebagai edible coating untuk stroberi pada skala laboratorium. Pelapisan stroberi dengan edible coating ini menggunakan metode pencelupan. Pembuatan edible coating cincau hijau dimulai dari pembuatan bubuk cincau hijau kemudian bubuk cincau hijau diekstraksi, lalu pembuatan edible coating dengan menggunakan 4 gram tapioka, ekstrak cincau hijau (0,2%, 0,4% dan 0,6% b/b tapioka), sorbitol 1 b/v, dan CMC 1% b/b ekstrak cincau. Lama pencelupan stroberi (5, 10, dan 15 menit). Analisis yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisa organoleptik (warna, aroma dan tekstur), analisa viskositas larutan edible, analisa fisik (kekerasan), analisa kimia (susut bobot dan laju respirasi) dan karakterisasi ekstrak cincau hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dengan penambahan konsentrasi ekstrak cincau hijau 0,2% dan lama pencelupan 5 menit.
PENGARUH PH DAN SUHU FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI ETANOL HASIL HIDROLISIS JERAMI PADI Yusuf Hendrawan; Sumardi Hadi Sumarlan; Citra Puspita Rani
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.859 KB)

Abstract

Bioetanol,  salah  satu  bentuk  energi  alternatif  terbarukan  yang  ramah  lingkungan, merupakan etanol (C2H5OH) yang merupakan hasil dari proses fermentasi gula dari biomassa yang mengandung pati menggunakan bantuan mikroorganisme. Dalam proses  konversi  biomassa  menjadi etanol,  fermentasi  berperan  mengubah  glukosa  yang dihasilkan dari proses hidrolisis menjadi etanol. pH dan suhu merupakan faktor yang penting pada proses fermentasi karena menentukan kondisi pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae. Pada penelitian ini, terdapat dua faktor dalam proses fermentasi yaitu pH dan suhu fermentasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang tersusun atas 2 faktor yaitu pH dan suhu fermentasi pada waterbath. Faktor I (pH) terdiri dari 3 level yaitu 4,  5, dan 6. Sedangkan faktor II (suhu fermentasi) terdiri dari 3 level yaitu suhu 30, 33, dan 36°C sehingga diperoleh 9 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Setelah itu dilakukan uji ANOVA.  Hasil uji etanol menggunakan metode Gas Chromatography (GC) menunjukkan bahwa hidrolisat dengan pH 4 dan suhu fermentasi 36oC menghasilkan kadar etanol yang lebih besar dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu sebesar 0,1352%. Sementara untuk kadar etanol  terendah  yaitu  pada  perlakuan  dengan  pH 6  dan  suhu  fermentasi 30°C  yaitu menghasilkan kadar etanol 0,0678%. Nilai kadar etanol cenderung menurun seiring dengan meningkatnya nilai pH. Sedangkan nilai kadar etanol cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya suhu fermentasi.
PENGARUH FOTOPERIODE dan VARIASI KANDUNGAN NITROGEN (NaNo3) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN dan KANDUNGAN LIPID MIKROALGA BLT0404 Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi; Anggraini, Sabrina
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.813 KB)

Abstract

Mikroalga merupakan salah satu organisme yang dapat di nilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi biofuel Kandungan lipid dalam biomassa mikroalga kering spesies tertentu dapat mencapai di atas 50%. Fotoperiode memegang peranan penting dalam laju pertumbuhan mikroalga. Ketika mikroalga dikultur dalam kondisi nitrogen terbatas, efek yang paling menonjol adalah degredasi aktif dan spesifik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan, kandungan lipid dan kandungan asam lemak yang dihasilkan dari berbagai perlakuan. penelitian ini metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor I kandungan komposisi nitrogen (NaNO3) dengan 4 level yaitu 25% NaNO3, 50% NaNO3, 75% NaNO3, dan 100% NaNO3 dan faktor II dengan pebandingan fotoperiode 8 jam terang (8T) : 16 jam gelap (16G) dan 24 jam terang (24T) :0 jam gelap (0G). Hasil laju pertumbuhan maksimum (µmaks) mikroalga BLT0404 yang tertinggi dihasilkan dari perlakuan 100% nitrogen dengan fotoperiode 24T:0G yaitu sebesar 14.1134x106 dan kandungan lipid terbesar dihasilkan dari perlakuan 25% nitrogen dengan fotoperiode 24T:0G yaitu sebesar 61.9% dry weight.
Pemurnian Bioetanol Menggunakan Proses Distilasi Dan Adsorpsi Dengan Penambahan Asam Sulfat (H2so4) Pada Aktivasi Zeolit Alam Sebagai Adsorben Susilo, Bambang; Nurirenia, Dela Feminda; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.438 KB)

Abstract

Etanol (alkohol) adalah nama suatu golongan senyawa organik yang mengandung unsur C, H dan O. Untuk mendapatkan bioetanol yang berkadar tinggi maka perlu dilakukan pemurnian kadar etanol yaitu menggunakan proses distilasi dan adsopsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dan penambahan asam sulfat (H2SO4) untuk aktivasi zeolit alam pada proses adsorpsi setelah dilakukan distilasi. Prosedur pemurnian ini menggunakan zeolit alam 100 mesh dengan variasi penggunaan asam sulfat 1%, 2%,3% dan penambahan adsorben 10gr, 25gr, 40gr. Hasil analisis terbaik menggunakan variasi penambahan asam sulfat dan massa zeolit alam diperoleh pada konsentrasi 2% dan penambahan massa zeolit 10 gram. Hasil pengukuran piknometer dengan kadar awal 18% meningkat menjadi sebesar 88,868%, setelah diujikan Gas Chromatography (GC) kadar awal sebesar 13,61% meningkat menjadi 85,18%. Sehingga dengan proses pemurnian menggunakan alat distilasi fraksinasi dan adsorpsi zeolit alam dapat meningkatkan 71,57% kadar etanolnya. Hasil pengujian Gas Chromatography (GC) hanya memiliki selisih sedikit (±5%) dengan pengukuran menggunakan piknometer.
Rancang Bangun Sistem Pemurnian Biogas Menggunakan Metode Biofiksasi-Adsorpsi oleh Mikroalga Chlorella Vulgaris dan Karbon Aktif Bambang Susilo; Shinta Rosalia Dewi; Gunomo Djoyowasito; Natalia Simanjuntak
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.467 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi semakin hari semakin meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia. Hal ini menyebabkan tingkat ketergantungan terhadap sumber energi fosil semakin tinggi dan rentan mengalami krisis energi. Oleh karena itu ketergantungan akan energi fosil harus dikurangi penggunaannya dengan cara menggunakan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Biogas merupakan sumber energy alternative yang diproduksi dari bahan organic melauli proses degradasi anaerobik. Komponen utama biogas yaitu metana (CH4), karbondioksida (CO2), dan H2S. Kadar CO2 di dalam biogas menyebabkan turunnya nilai kalori biogas oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk merancang  sistem pemurnian biogas dengan proses pemurnian dua tahap menggunakan metode biofiksasi-adsorpsi dan mengetahui penurunan CO2 dalam biogas dengan menggunakan sistem pemurnian. Penelitian ini menggunakan laju alir biogas 1,5 l/min. Hasil percobaan pemurnian biogas menunjukkan terjadi penurunan kadar CO2 yang cukup besar dengan mnggunakan proses pemurnian metode kombinasi. Berdasarkan data hasil pengujian diperoleh kadar CO2 kontrol sebesar 42%. Setelah dilakukan pemurnian menggunakan metode biofiksasi-adsorpsi diperoleh penurunan tertinggi kadar CO2 hingga mencapai 26,4% sehingga kadar CO2 menjadi 15,60%.  Berdasarkan hasil pengujian data maka diperoleh efektivitas penurunan kadar CO2 menggunakan metode biofiksasi-adsorpsi adalah sebesar 62,86%. 
Uji Performansi Rancang Bangun Mesin Penanam Benih Jagung (Zea Mays L.) Sistem Tugal Gunomo Djoyowasito; Sandra Malin Sutan; Yusuf Hendrawan; Miftahul Hilmi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.089 KB)

Abstract

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang berfungsi sebagai sumber utama karbohidrat, selain gandum dan padi. Beberapa penduduk di Indonesia (misalnya di Pulau Madura) menggunakan jagung sebagai pangan pokok atau makanan sehari- hari. Pada umumnya di Indonesia terdapat lahan pertanian berpetak-petak dan sedikit sekali  yang  memiliki  lahan  yang  luas  milik  pribadi,  sehingga  penanaman  jagung sebagian besar dilakukan secara manual menggunakan tugal. Permasalahan seperti ini yang mendasari pembuatan “Mesin Penanam Benih Jagung (Zea Mays L.) Sistem Tugal”. Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk  mengetahui  hasil  uji  performansi  yang  meliputi kapasitas lapang efektif (aktual), kapasitas lapang teoritis, slip roda penggerak dan nilai efisiensi lapang dari mesin penanam. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di sebelah  Laboratorium Mekatronik  Alat  dan  Mesin  Agroindustri,  FTP-UB.  Pengujian mesin penanam ini dilakukan setelah pembuatan mesin penanam benih selesai pada lahan  yang  berukuran 10  m  x  4,5  m.  Berdasarkan penelitian yang  telah  dilakukan, kapasitas lapang efektif (aktual) adalah 0,23 ha/jam, kapasitas lapang teoritis adalah 0,28 ha/jam. Sedangkan untuk rata-rata slip roda penggerak sebesar 14,62% dan efisiensi lapang dari mesin penanam benih jagung sistem tugal adalah 82%.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN KOMERSIAL DALAM PEMBUATAN HIDROLISAT PROTEIN DARI LIMBAH CAIR SURIMI Sumarlan, Sumardi Hadi; Wibisono, Yusuf; Hawa, La Choviya; Nurwindi, Linda Luvi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.903 KB)

Abstract

Limbah cair surimi mengandung 2220mg/L protein terlarut dalam air. Tingginya kandungan protein tersebut menjadikan limbah cair surimi berpotensi untuk dijadikan hidrolisat protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain pada proses hidrolisis protein dari limbah cair surimi terhadap kandungan protein dan amonia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yakni konsentrasi penambahan enzim dan waktu pengamatan dengan tiga kali pengulangan. Konsentrasi enzim yang digunakan yakni 1, 2, 3, 4, dan 5% (b/v) dengan lama hidrolisis 48 jam dan diamati pada 0, 12, 24, 36, dan 48 jam. Parameter yang diamati adalah kandungan protein, amonia dan kadar air dari hidrolisat protein. Pada penelitian ini, didapat pemurnian enzim papain sebesar 5.85 kali dengan aktivitas spesifik sebesar 0.000212899 U/mg. Kandungan protein hidrolisat protein dari limbah cair surimi menurun dari jam ke-0 hingga jam ke-48. Penurunan kandungan protein terbanyak terjadi pada konsentrasi penambahan enzim sebesar 1% (b/v) dengan penurunan kandungan protein dari 2220mg/L menjadi 498mg/L. Kandungan ammonia hidrolisat meningkat dari jam ke-0 hingga jam ke-48 dengan perlakuan terbaik terjadi pada konsentrasi penambahan enzim 1%(b/v) dengan kenaikan kandungan amonia tertinggi yakni dari 5.62mg/L menjadi 170.64mg/L. Kadar air hidrolisat mengalami kenaikan seiiring dengan bertambahnya konsentrasi enzim yang ditambahkan dalam limbah cair surimi dengan kisaran nilai 78.993% - 95.016%.
Uji Kinerja Tungku Ketok dengan Bahan Bakar Alternatif Sekam Padi dan serutan Kayu Gunomo Djoyowasito; Yusuf Hendrawan; Ary Mustofa Ahmad; Christiana Wahyu
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.658 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pengujian kinerja tungku ketok dengan bahan bakar alternatif sekam padi dan serutan kayu. Tungku ketok yang diuji adalah tungku ketok generasi I dan tungku ketok generasi II dengan parameter pengujian meliputi nilai kalor bahan bakar, kadar air bahan bakar, perubahan berat bahan bakar, efisiensi tungku, dan hubungan antara efisiensi tungku ketok generasi I dan generasi II. Komposisi bahan bakar yang digunakan meliputi sekam padi, serutan kayu, dan campuran sekam padi dan serutan kayu dengan variasi massa 4 kg, 3 kg, dan 2 kg untuk masing-masing tungku. Dengan menggunakan kombinasi jenis dan massa bahan bakar, tungku ketok I memiliki nilai efisiensi 5,458%, 7,824%, 11,462%, 4,093%, 7,095%, 10,916%, 5,322%, 6,913%, 10,916%.Tungku ketok II memiliki nilai efisiensi sebesar 4,639%, 8,006%, 10,916%, 6,277%, 8,552%, 12,008%, 5,686%, 7,095%, 12, 828. Nilai- nilai efisiensi diatas didapat dari kombinasi antara jenis bahan yang digunakan dan massa bahan bakar.
Uji Kinerja Mesin Perontok Padi Tipe Hold on dan Tipe Throw in Gunomo Djoyowasito; Bambang Dwi Argo; Muhammad Alvian
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.888 KB)

Abstract

Produktivitas budidaya pertanian tanaman padi di Indonesia masih cukup rendah. Masalah yang paling umum dijumpai yaitu kehilangan hasil selama proses panen dan pasca panen. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah penggunaan mesin perontok dimana petani tidak perlu mengeluarkan biaya pengadaan alat/mesin yang mahal. Pnelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi mesin perontok antara tipe hold on dan tipe throw in yang memiliki metode panen berbeda serta menghitung kebutuhan biaya total yang dibutuhkan selama proses pemanenan dan perontokan. Hasil penelitian menunjukkan panen metode potong panjang untuk mesin tipe hold on memiliki waktu panen 0,215 menit/m2/orang dan panen metode potong pendek untuk mesin tipe throw in membutuhkan waktu 0,323 menit/m2/orang. Untuk proses perontokan mesin tipe throw in membutuhan waktu 0,191 menit/m2 sedangkan mesin tipe hold on membutuhkan waktu 0,439 menit/m2. Untuk nilai efisisensi mesin tipe hold on memiliki nilai sebesar 97,82% dan mesin tipe throw in nilainya adalah 98,76%. Sedangkan nilai efektivitas mesin tipe hold on adalah sebesar 0,852 dan untuk mesin tipe throw in sebesar 0,837. Kapasitas kerja hasil perhitungan yaitu mesin tipe hold on 56,71 Kg/jam sedangkan tipe throw in sebesar 138,63 Kg/jam. Untuk konsumsi bahan bakar yaitu 0,452 liter/jam untuk tipe hold on dan 0,560 liter/jam untuk tipe throw in. Kebutuhan biaya untuk mesin tipe hold on yaitu Rp. 610/Kg hasil dan untuk mesin tipe throw in Rp. 508,30/Kg hasil. Kata kunci : Hold on, Mesin Perontok, Padi, Panen, Pasca Panen, Throw in
Model Laju Pertumbuhan Perkecambahan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) pada Variasi Massa Benih Jagung Gunomo Djoyowasito; Bambang Dwi Argo; Ary Mustofa Ahmad; Dinia Cholidia
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.13 KB)

Abstract

Laju pertumbuhan tanaman jagung dipengaruhi oleh penentuan varietas unggul yang dilakukan dengan penentuan mutu benih. Patokan mutu benih yaitu bentuk dan massa benih, daya tumbuh, vigor serta kemurnian benih. Massa benih sangat berpengaruh dalam perkecambahan karena didalam benih terdapat cadangan makanan (endosperm) yang berfungsi untuk menyuplai makanan pada proses perkecambahan. Pertumbuhan perkecambahan benih dapat di prediksi dengan menggunakan model matematis pertumbuhan kurva tipe S. Model ini mengasumsikan bahwa pada masa tertentu jumlah populasi akan mendekati titik kesetimbangan (equilibrium). Penelitian ini menggunakan perlakuan faktor tunggal (massa benih) dengan tiga perlakuan massa benih besar 0,39 – 0,293 g, massa benih sedang 0,254-0,292 g dan massa benih kecil 0,155 – 0,253 g setiap perlakuan diulang tiga kali. Pengamatan dan Analisis Data dilakukan meliputi parameter daya perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, massa basah dan kering tanaman. Parameter daya perkecambahan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tiga model matematis perkecambahan yaitu model Gompertz, Logistic dan General Logistic. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa laju pertumbuhan perkecambahan jagung meningkat dengan semakin besarnya massa benih biji. Sedangakan untuk pemodelan sendiri dari ketiga perlakuan tersebut yang sesuai dengan data yang dihasilkan selama proses pengamatan adalah model Gompertz memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan model Logistik dan model General Logistic.Kata Kunci : Massa benih, Model matematis perkecambahan, Perkecambahan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10