cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2015)" : 11 Documents clear
OPTIMALISASI KINERJA RANTAI PASOKAN DAN RANTAI NILAI TEMBAKAU KASTURI (VOOR OOGST) DI KABUPATEN JEMBER Jannah, Rita Zachratul; Subagja, Hariadi; Rujito, Hari
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.629 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menggambarkan dan menganalisis kinerja rantai pasok dan rantai nilai Tembakau Kasturi di Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan analisis pemetaan rantai nilai, analisis integrasi pasar dan Analisis hierarki proses. Hasil penelitian menunjukan bahwa hambatan yang terjadi pada rantai nilai Tembakau Kasturi berdasarkan temuan lapang dapat didentifikasi sebagai berikut: Kurangnya penerapan  Good Tobacco Practices (GTP), Biaya usaha tani yang besar, Kurangnya modal, Kelembagaan petani yang tidak solid, Ketidakseimbangan jenis pasokan dan jenis kebutuhan tembakau, Biaya transportasi dan tenaga kerja tinggi, Kurangnya teknologi pengeringan, Tidak ada kepastian harga dan pasar, Rantai pemasaran yang panjang, Struktur pasar yang monopsoni, Akses pasar terbatas asimetri informasi. Hambatan yang terjadi dalam rantai nilai Tembakau Kasturi merupakan suatu tantangan yang harus dipetakan, diidentifikasi dan diberi solusi terbaik yang mencakup semua stakeholder yang ada di sepanjang rantai nilai Tembakau Kasturi. Solusi yang dapat diambil untuk memecahkan permasalahn tersebut adalah sbb: Pelatihan good tobacco practice, Bantuan permodalan petani, Pemberdayaan kelembagaan petani, Peran pemerintah dan APTI melakukan pengawasan dalam pemberdayaan kelembagaan dan kemitraan, Kepastian harga dan pasar, Membentuk pola pemberdayaan & kemitraan, Law enforcement. Dalam penelitian ini menunjukkan nilai error correction model (ECM) sebesar β2 = 0.15 Hal ini menginterpretasikan bahwa penyesuaian pada kondisi equilibrium variabel harga produsen Tembakau Kasturi adalah sebesar 6 minggu. Dengan menggunakan model  variance equation  dapat diketahui volatilitas yang terjadi pada harga Tembakau Kasturi yang merupakan hasil penjumlahan antara kedua koefisien ARCH dan GARCH yaitu sebesar 0.545043. Berdasarkan tolak ukur pengukuran dari hasil penjumlahan yang kurang dari 1 menunjukkan bahwa adanya  low volatility. Pada hasil penelitian menggunakan analisis hierarki proses (AHP) kepastian harga merupakan prioritas yang paling penting. Sedangkan alternatif strategi yang dapat diterpkan yaitu pemberdayaan petani dan pengembangan kemitraan.
PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TEMBAKAU DI KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN ANALISA SWOT Utami, Merry Muspita Dyah; Kustiari, Tanti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.292 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi Kabupaten Jember serta untuk merumuskan strategi dalam mengembangkan tembakau di Jember. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni hingga Agusutus 2015. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan studi literatur. Analisis data menggunakan Matrik Internal Factor Evaluation (IFE), Matrik Eksternal Factor Evaluation (EFE), Matik Internal-Eksternal, Matrik SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats), dan Matrik QSPM (Quantitative Strategi Planning Matrix). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Jember mempunyai nilai identifikasi terhadap faktor internal sebesar 2.44 dan faktor eksternal sebesar 2.98. Posisi strategi Kabupaten Jember berada pada posisi  hold and maintain yaitu pada kuadran V. Strategi yang dapat digunakan adalah mempertahankan kegiatan yang sudah berlangsung namun tetap mengembangkan kuantitas dan kualitas kegiatan. Terdapat delapan alternatif strategi yang dihasilkan untuk mengembangkan tembakau di Jember dan prioritas strategi yang dihasilkan adalah pengoptimalan peran sub sistem agribisnis.
STUDI KONSENTRASI STARTER DAN MEDIUM PERENDAMAN ASAM ASETAT TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN PERMEABILITAS MEMBRAN SELULOSA NATA DE BANANA SKIN Islami, Madaniyyah Mustika; Hendrawan, Yusuf; Sumarlan, Sumardi Hadi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.154 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2015.016.01.01

Abstract

Membran merupakan selaput tipis semi-permeabel yang bersifat selektif terhadap komponen tertentu dalam suatu campuran larutan. Terdapat 2 macam bahan pembuatan membran yaitu bahan organik dan anorganik, pada penelitian ini  memanfaatkan bahan organik yaitu kulit pisang kepok. Untuk menghasilkan membran yang memiliki nilai sifat mekanis dan permeabilitas yang tinggi maka dalam pembuatan dibutuhkan  kinerja dari Acetobacter xylinum dan menghasilkan membran selulosa yang lebih berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan starter dan perendaman asam asetat terhadap sifat mekanis dan permeabilitas membran serta untuk mengetahui hasil terbaik dari beberapa perlakuan. Penlitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor yaitu konsentrasi starter dan konsentrasi perendaman asam asetat. Faktor pertama yaitu konsentrasi penambahan starter terdiri dari 3 level yaitu 15, 20, dan 25%. Faktor kedua yaitu medium perendaman asam asetat terdiri dari 3 level yaitu 2, 4, dan 6% dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi uji sifat mekanis, permeabilitas membran, ketebalan, kadar air basis basah dan basis kering. Hasil pengamatan terbaik untuk nilai kuat tekan 3.94 kg/cm2, nilai kuat tarik 0.14 kg/cm2, ketebalan 0.11 mm, nilai permeabilitas 0.0016 mL/m2.detik, kadar air basis basah 74.66% dan basis kering 12.74%. Dari semua parameter dilakukan uji indeks efektivitas didapatkan membran selulosa terbaik pada perlakuan  konsentrasi starter 25% dan konsentrasi perendaman asam asetat 4%.
PENGARUH HEAT MOISTURE TREATED (HMT) TERHADAP PROFIL GELATINISASI TEPUNG JAGUNG Lestari, Oke Anandika; Kusnandar, Feri; Palupi, Nurheni Sri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.11 KB)

Abstract

Tepung jagung merupakan salah satu bahan baku yang potensial untuk membuat mi jagung. Hasil pembuatan mi jagung terdahulu menghasilkan mi dengan kehilangan padatan selama pemasakan dan kelengketan yang tinggi, serta elastisitas yang rendah. Salah satu metode yang diketahui dapat memperbaiki kualitas tersebut adalah dengan melakukukan modifikasi pati secara Heat Moisture Treated (HMT). Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh HMT terhadap profil gelatinisasi tepung jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan profil gelatinisasi tepung jagung dari tipe B menjadi tipe C.
KARAKTERISTIK BISKUIT BERBASIS TEPUNG UBI JALAR ORANYE (Ipomoea batatas L.), TEPUNG JAGUNG (Zea mays) FERMENTASI, DAN KONSENTRASI KUNING TELUR Widyastuti, Endrika; Claudia, Ricca; Estiasih, Teti; Ningtyas, Dian Widya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.154 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2015.016.01.02

Abstract

Biskuit merupakan salah satu produk olahan pangan yang memiliki tekstur renyah dimana kebanyakan dibuat dari bahan baku tepung terigu. Salah satu potensi bahan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu adalah ubi jalar oranye dan jagung. Kedua tanaman ini mengandung karbohidrat yang tinggi serta gizi yang cukup baik sebagai bahan baku pembuatan biskuit. Kelemahan jagung sebagai bahan pembuatan biskuit yaitu adanya anti nutrisi berupa asam fitat sehingga perlu dilakukan proses pendahuluan yaitu fermentasi. Bahan tambahan yang digunakan dalam membantu memperbaiki tekstur biskuit adalah kuning telur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proporsi pembuatan biskuit mengunakan tepung ubi jalar oranye, jagung fermentasi dan kuning telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah proporsi tepung ubi jalar : tepung jagung (50:50%, 70:30%, 90:10%) dan faktor II konsentrasi kuning telur (3, 6, dan 9%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Penambahan konsentrasi kuning telur menunjukkan peningkatan pada kadar air, lemak dan protein. Sedangkan, pada rerata kadar pati dan serat kasar akan menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi kuning telur. Perlakuan terbaik secara fisik kimia diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 70 : 30 dan konsentrasi kuning telur 9%. Sedangkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 50 : 50 dan konsentrasi kuning telur 3%. Faktor proporsi tepung ubi jalar oranye dan tepung jagung fermentasi serta konsentrasi kuning telur berpengaruh nyata (α = 5%) terhadap kadar protein, air, serat kasar, lemak, daya patah, pati, kecerahan serta kekuningan biskuit.
PENGGANDAAN SKALA MI KERING DARI UBI JALAR (Ipomea batatas L.) Dewi, Ika Atsari; Mulyadi, Arie Febrianto; Ikawati, Nur Qayyum Fitria Ikawati
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.866 KB)

Abstract

Produk mi merupakan salah satu jenis olahan pangan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Jenis produk mi yang mampu bersaing di pasar ialah mi kering. Tingginya peningkatan konsumsi dan kebutuhan mi ini akan seiring meningkatkan volume impor gandum sebagai bahan baku utama. Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan sumber karbohidrat yang cukup penting di Indonesia. Penelitian tentang mi kering dari ubi jalar telah dilakukan. Skala laboratorium merupakan acuan dasar dari sebuah proses produksi mi kering ubi jalar. Dalam proses pembuatan industri, skala laboratorium tidak cukup untuk memenuhi tingginya kebutuhan konsumen sehingga diperlukan proses penggandaan skala untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu fisik dan kimia mi kering ubi jalar skala ganda dibandingkan dengan skala laboratorium dan untuk mengetahui mutu organoleptik mi kering hasil skala ganda dibandingkan dengan mi kering yang beredar di pasaran. Penelitian dibagi dalam dua tahap yaitu perbaikan formulasi skala laboratorium dan penggandaan skala mi kering ubi jalar yang terbaik dari skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan pada proses penggandaan skala mi kering ubi jalar hasil yang didapatkan berbeda dengan skala laboratorium. Kualitas organoleptik (rasa, aroma, tekstur dan warna) mi kering ubi jalar pada skala ganda lebih rendah dibandingkan mi kering hasil skala laboratorium. Kualitas fisik mi kering ubi jalar hasil penggandaan skala pada parameter hidrasi mi dan rasio pengembangan lebih rendah, namun daya patah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil skala laboratorium. Kualitas kimia mi kering ubi jalar yang dihasilkan masih dibawah standar SNI untuk kadar protein, kadar air, dan kadar abu.
KARAKTERISTIK EKSTRAK KASAR POLISAKARIDA LARUT AIR DARI BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr.) Herlina, -; Lindriati, Triana; Wantoro, Dicki Hardi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.154 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2015.016.01.03

Abstract

Ekstrak kasar Polisakarida Larut Air (PLA) sering disebut sebagai serat pangan larut air yang bersifat hidrokoloid, aplikasinya untuk produk pangan sebagai pembentuk tekstur, pengental, dan bahan pengikat air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekstraksi ekstrak kasar PLA biji buah durian yang tepat agar didapatkan rendemen yang tinggi dan mengetahui karakteristik fisik, kimia dan fungsional teknis ekstrak kasar PLA biji buah durian untuk lebih mudah pengaplikasiannya pada produk pangan. Variasi perlakuan ekstraksi ekstrak kasar PLA biji buah durian meliputi rasio bahan dan pelarut, suhu ekstraksi, waktu ekstraksi, kecepatan sentrifusi dan rasio penggunaan etanol untuk penggumpalan ekstrak kasar PLA biji buah durian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen optimal untuk mengekstrak ekstrak kasar PLA biji buah durian adalah rasio bahan : pelarut 1:2 (b/v), suhu ekstraksi 50 oC, lama waktu ekstraksi 2 jam, kecepatan sentrifusi 4500 rpm dan rasio bahan:etanol 1:4 (v/v) dengan rendemen 2.3±0.039% (db). Ekstrak kasar PLA yang dihasilkan mempunyai karakteristik kecerahan warna (36.16±1.54o), kadar air (12.22±0.11%, db), kadar protein ( 19.98±2.59%, db), kadar abu (12.01±0.24%,db), kadar lemak (1.30±0.14%, db), karbohidrat (66.71±2.31, db%), kadar gula total (63.84±7.02%, db), kelarutan (47.74±0.25%),  daya emulsi (52.26±3.86 m2/g), stabilitas emulsi 20.21±0.58 menit), daya buih (150.95±1.42%), stabilitas buih selama 2 jam (15.72± 5.45%), Oil Holding Capacity/OHC (425.36±13.77%) dan Water Holding Capacity/WHC (2339.36±76.61%), viskositas ekstrak kasar PLA biji buah durian mengalami kenaikan hingga 30% dengan adanya kenaikan suhu pada kisaran 30–90 °C dan pada pH 9 viskositas ekstrak kasar PLA sebesar 22.25 mp. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa ekstrak kasar PLA biji buah durian cocok diaplikasikan sebagai pembentuk tekstur (sosis, bakso, nugget), pengental pada  kecap dan penstabil pada es krim.
EVALUASI NILAI CERNA IN VITRO SEREAL FLAKE BERBASIS UBI JALAR ORANYE TERSUPLEMENTASI KECAMBAH KACANG TUNGGAK Wijayanti, Sudarma Dita; Widyaningsih, Tri Dewanti; Utami, Dzulvina
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.249 KB) | DOI: 10.21776//ub.jtp.2015.016.01.04

Abstract

Ubi jalar merupakan komoditas sumber karbohidrat utama setelah padi, jagung dan ubi kayu. Diversifikasi produk pangan berbasis ubi jalar telah banyak dilakukan salah satunya dalam bentuk flake. Sebagai  salah satu jenis sereal siap saji dari bahan utama tepung yang  praktis, kandungan gizi yang lengkap sangat diperlukan untuk memenuhi asupan gizi konsumen terbesarnya yaitu anak-anak.  Ubi jalar memiliki kadar protein yang rendah, maka dari itu perlu ditambahkan kecambah kacang tunggak yang mampu meningkatkan kadar protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi tepung (tepung ubi jalar terfermentasi : tepung kecambah kacang tunggak) dan lama perkecambahan kacang tunggak daya cerna pati dan protein flake secara in vitro. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang secara faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor I : proporsi tepung ubi jalar terfermentasi dan tepung kecambah kacang tunggak dan faktor II : lama perkecambahan kacang tunggak. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dan analisa produk akhir meliputi kadar air, kadar pati, kadar protein, daya cerna pati dan daya cerna protein. Perlakuan terbaik didapatkan pada flake dengan proporsi tepung 60:40 (tepung ubi jalar terfermentasi : tepung kecambah kacang tunggak) serta lama perkecambahan 48 jam dengan kadar air 2.43%, kadar protein 6.95%, kadar pati 25.58%, total kalori 371.41 kkal, daya cerna protein 37.04%, daya cerna pati 18.28%. Data organoleptic menunjukkan bahwa sebagian besar panelis mampu membedakan flake perlakuan terbaik dengan cornflake Nestle dan sebanyak 90% panelis dapat menerima flake perlakuan terbaik dari segi rasa, tekstur dan warna.
KARAKTERISTIK EKSTRAK KASAR POLISAKARIDA LARUT AIR DARI BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr.) Herlina, Herlina; Lindriati, Triana; Wantoro, Dicki Hardi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.413 KB)

Abstract

Ekstrak kasar Polisakarida Larut Air (PLA) sering disebut sebagai serat pangan larut air yang bersifat hidrokoloid, aplikasinya untuk produk pangan sebagai pembentuk tekstur, pengental, dan bahan pengikat air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekstraksi ekstrak kasar PLA biji buah durian yang tepat agar didapatkan rendemen yang tinggi dan mengetahui karakteristik fisik, kimia dan fungsional teknis ekstrak kasar PLA biji buah durian untuk lebih mudah pengaplikasiannya pada produk pangan. Variasi perlakuan ekstraksi ekstrak kasar PLA biji buah durian meliputi rasio bahan dan pelarut, suhu ekstraksi, waktu ekstraksi, kecepatan sentrifusi dan rasio penggunaan etanol untuk penggumpalan ekstrak kasar PLA biji buah durian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen optimal untuk mengekstrak ekstrak kasar PLA biji buah durian adalah rasio bahan : pelarut 1:2 (b/v), suhu ekstraksi 50 oC, lama waktu ekstraksi 2 jam, kecepatan sentrifusi 4500 rpm dan rasio bahan:etanol 1:4 (v/v) dengan rendemen 2.3±0.039% (db). Ekstrak kasar PLA yang dihasilkan mempunyai karakteristik kecerahan warna (36.16±1.54o), kadar air (12.22±0.11%, db), kadar protein ( 19.98±2.59%, db), kadar abu (12.01±0.24%,db), kadar lemak (1.30±0.14%, db), karbohidrat (66.71±2.31, db%), kadar gula total (63.84±7.02%, db), kelarutan (47.74±0.25%), daya emulsi (52.26±3.86 m2/g), stabilitas emulsi 20.21±0.58 menit), daya buih (150.95±1.42%), stabilitas buih selama 2 jam (15.72± 5.45%), Oil Holding Capacity/OHC (425.36±13.77%) dan Water Holding Capacity/WHC (2339.36±76.61%), viskositas ekstrak kasar PLA biji buah durian mengalami kenaikan hingga 30% dengan adanya kenaikan suhu pada kisaran 30–90 °C dan pada pH 9 viskositas ekstrak kasar PLA sebesar 22.25 mp. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa ekstrak kasar PLA biji buah durian cocok diaplikasikan sebagai pembentuk tekstur (sosis, bakso, nugget), pengental pada kecap dan penstabil pada es krim.
KARAKTERISTIK BISKUIT BERBASIS TEPUNG UBI JALAR ORANYE (IPOMOEA BATATAS L.), TEPUNG JAGUNG (ZEA MAYS) FERMENTASI, DAN KONSENTRASI KUNING TELUR Widyastuti, Endrika; Claudia, Ricca; Estiasih, Teti; Ningtyas, Dian Widya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.01 KB)

Abstract

Biskuit merupakan salah satu produk olahan pangan yang memiliki tekstur renyah dimana kebanyakan dibuat dari bahan baku tepung terigu. Salah satu potensi bahan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu adalah ubi jalar oranye dan jagung. Kedua tanaman ini mengandung karbohidrat yang tinggi serta gizi yang cukup baik sebagai bahan baku pembuatan biskuit. Kelemahan jagung sebagai bahan pembuatan biskuit yaitu adanya anti nutrisi berupa asam fitat sehingga perlu dilakukan proses pendahuluan yaitu fermentasi. Bahan tambahan yang digunakan dalam membantu memperbaiki tekstur biskuit adalah kuning telur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proporsi pembuatan biskuit mengunakan tepung ubi jalar oranye, jagung fermentasi dan kuning telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah proporsi tepung ubi jalar : tepung jagung (50:50%, 70:30%, 90:10%) dan faktor II konsentrasi kuning telur (3, 6, dan 9%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Penambahan konsentrasi kuning telur menunjukkan peningkatan pada kadar air, lemak dan protein. Sedangkan, pada rerata kadar pati dan serat kasar akan menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi kuning telur. Perlakuan terbaik secara fisik kimia diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 70 : 30 dan konsentrasi kuning telur 9%. Sedangkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 50 : 50 dan konsentrasi kuning telur 3%. Faktor proporsi tepung ubi jalar oranye dan tepung jagung fermentasi serta konsentrasi kuning telur berpengaruh nyata (? = 5%) terhadap kadar protein, air, serat kasar, lemak, daya patah, pati, kecerahan serta kekuningan biskuit.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol 21, No 3 (2020) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue