cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2016)" : 8 Documents clear
Analysis of Halal and Safety Assurance Cost in Mie Jogja Pak Karso Restaurant Triagus, Danang; -, Sucipto; Khairunnisa, Syifa
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.235 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik kritis dan menghitungan biaya kehalalan dan keamanan mie siap saji di restoran Mie Jogja Pak Karso. Analisis ini mengacu pada titik kritis kehalalan dan keamanan serta perhitungan dimodifikasi dari biaya kualitas. Hasil penelitian menunjukkan titik kritis kehalalan terdapat pada bahan baku ayam dan sapi, sedang titik kritis keamanan terdapat pada tahap pencucian dan penanganan bahan. Rerata total biaya kehalalan dan keamanan per bulan Rp. 6.122.279,88 dengan rincian biaya berdasarkan metode PAF yaitu prevention cost sebesar Rp. 5.699.885,56 (93.10%), appraisal cost sebesar Rp. 253.612,27 (4.14%), internal failure cost Rp. 159.282,06 (2.60%), external failure cost Rp. 9,500.00 (0.16%).  Dengan metode process cost diperoleh cost of conformance Rp. 5.953.497,82 (97.24%), dan cost of non – conformance Rp. 168.782,06 (2.76%). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa manajemen restoran Mie Jogja Pak Karso dapat mempertahankan proses yang dijalankan sehingga menghasilkan biaya kegagalan rendah dan berupaya mengurangi biaya pencegahan yang masih tinggi. 
Gluten Free Biscuit Made of Sweet Potato Puree (Ipomea batatas L.) for Autistic Disorder Waziiroh, Elok; Istianah, Nur
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1896.858 KB)

Abstract

Anak autis mempunyai masalah di saluran pencernaannya, makanan yang mengandung kasein, gluten, bahan tambahan pangan (food additives), kacang-kacangan, telur, gula, dan penyebab alergi harus dihindari. Namun, ketersediaan produk yang aman bagi penderita autis sulit ditemukan di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula biskuit non-gluten untuk mendapatkan karakteristik biskuit sesuai standart menggunakan bahan-bahan yang aman dikonsumsi penderita autis. Bahan baku yang digunakan adalah tepung tapioka, tepung millet dan pure ubi jalar oranye. Optimasi formula bahan baku dilakukan menggunakan Design expert metode Mixture Design dengan 16 perlakuan. Analisis respon yang dilakukan berupa organoleptik (rasa, warna dam tekstur), warna dan tekstur secara objektif, serta ditambah analisis proksimat saat verifikasi. Formula optimum biskuit non-gluten adalah konsentrasi tepung tapioka 18.722%, tepung millet 26.313% dan puree ubi jalar oranye 34.915%. Karakteristik biskuit non-gluten dengan formula optimum terverifikasi, yaitu daya patah 9.35 N,  Hue 79.15, warna 5.74, rasa 6.38, tekstur 5.94, karbohidrat 62.96%, lemak 30.56%, air 3.66%, protein 1.15% dan abu 1.67%. Karakteristik biskut yang dihasilkan telah sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan aman dikonsumsi penderita autis.Anak autis mempunyai masalah di saluran pencernaannya, makanan yang mengandung kasein, gluten, bahan tambahan pangan (food additives), kacang-kacangan, telur, gula, dan pe-nyebab alergi harus dihindari. Namun, ketersediaan produk yang aman bagi penderita autis sulit ditemukan di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula biskuit non-gluten untuk mendapatkan karakteristik biskuit sesuai standar menggunakan bahan-bahan yang aman dikonsumsi penderita autis. Bahan baku yang digunakan adalah tepung tapioka, tepung millet, dan pure ubi jalar oranye. Optimasi formula bahan baku dilakukan menggunakan Design Expert metode Mixture Design dengan 16 perlakuan. Analisis respon yang dilakukan berupa organolep-tik (rasa, warna, dan tekstur), warna dan tekstur secara objektif, serta ditambah analisis prok-simat saat verifikasi. Formula optimum biskuit non-gluten adalah konsentrasi tepung tapioka 18.72%, tepung millet 26.31% dan pure ubi jalar oranye 34.91%. Karakteristik biskuit non-gluten dengan formula optimum terverifikasi, yaitu daya patah 9.35 N,  Hue 79.15, warna 5.74, rasa 6.38, tekstur 5.94, karbohidrat 62.96%, lemak 30.56%, air 3.66%, protein 1.15%, dan abu 1.67%. Karak-teristik biskuit yang dihasilkan telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan aman dikonsumsi penderita autis
Economic Analysis for Sago Grater Machine in Teluk Bintuni Papua Barat Thoriq, Ahmad; Sampurno, Rizki Mulya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.257 KB)

Abstract

Sebanyak  dua puluh delapan unit mesin pemarut sagu tipe silinder hasil rancangan Thoriq dan Sutejo telah dikirim dan dipergunakan oleh masyarakat pengolah sagu di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Aplikasi mesin tersebut tentunya membutuhkan analisis ekonomi untuk mengetahui keuntungan dan manfaatnya sehingga dapat di gunakan sebagai referensi pada daerah lain dalam mengusahakan pengolahan sagu khususnya di Papua. Metode yang digunakan pada penelitian ini analisis eknomi yang meliputi biaya produksi, biaya pokok produksi dan titik impas serta  kelayakan usaha yang meliputi Net Present value (NPV),  benefit cost ratio analysis (BC Rasio), Internal Rate of Return (IRR) dan payback period analysis(PP). Suatu usaha dikatakan layak secara ekonomi apabila NPV > 0, BC Ratio > 1, IRR > suku bunga MARR dan semakin singkat pengembalian investasi akan semakin baik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi dengan masyarakat pengguna mesin pemarut sagu. Berdasarkan analisis teknoekonomi aplikasi mesin pemarut sagu didapatkan biaya pokok produksi sagu adalah Rp. 852,12 perkg, dengan titik impas produksi 7367 kg perbulan BC rasio sebesar 1.22, NPV sebesar Rp. 363.884.510,-,  IRR sebesar 38,97%  dan  payback period selama  2 bulan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan mesin pemarut sagu layak secara ekonomi.
Extraction of Phenolic Compounds from Cosmos caudatus Using Pulse Electric Field (PEF) Izza, Ni'matul; Dewi, Shinta Rosalia; Putranto, Angky Wahyu; Yuneri, Dian R; Dachi, Maria Yeniaska S.
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenikir (Cosmos caudatus) merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia. Selama ini kenikir hanya dimanfaatkan sebagai sayuran atau lalapan, padahal daun kenikir mempunyai kandungan kimia yang mempunyai sifat antioksidan, antibakteri, dan dapat digunakan sebagai obat. Senyawa fenolik merupakan salah satu senyawa dalam daun kenikir yang mempunyai sifat antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang berpotensi untuk melawan oksidan berbahaya yang dapat merusak sel tubuh. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi senyawa fenolik daun kenikir dengan Pulse Electric Field (PEF). Proses ekstraksi dilakukan dengan variasi rasio bahan: pelarut yaitu 1:4, 1:6, dan 1:8. Sedangkan waktu pemaparan PEF yang digunakan adalah 3, 6, 9, 12 detik. Hasil penelitian menunjukkan total fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada ekstraksi dengan rasio bahan:pelarut 1:8 selama 6 detik yaitu 65.27 mg GAE/g fw dan 70.74%.
Analysis of Seed Sweet Corn in Terms of Water Content, Refraction, and Germination Ihwah, Azimmatul; Putra, Haka Marhendra
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.904 KB)

Abstract

Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Salah satu jenis jagung yang menjadi komoditas unggulan adalah jagung manis. PT Bisi International Tbk adalah produsen benih jagung, beras hibrida dan benih sayuran di Indonesia. Pengendalian mutu merupakan bagian dari manajemen mutu yang difokuskan pada pemenuhan persyaratan mutu. Dengan kata lain, pengendalian mutu adalah suatu tahapan dalam prosedur yang dilakukan untuk mengevaluasi suatu aspek teknis pengujian dan/atau kalibrasi. Pengendalian mutu produk akhir dilakukan pada benih hasil proses ayak gravity, work in process (WIP), dan benih siap packing. Pengendalian mutu meliputi uji kadar air, uji refraksi, dan uji daya tumbuh. Standar kadar air maksimal pada benih jagung manis PT BISI International Tbk. adalah 10%. Waktu pelaksanaan pengujian dilakukan mulai tanggal 27 Januari 2016 hingga 4 Februari 2016. Bahan yang digunakan dalam pengujian ini adalah benih jagung manis. Alat yang digunakan untuk pengujian ini adalah untuk uji kadar air: Moisture Tester dan blanko validasi, uji refraksi: pinset, timbangan digital, kertas alas, raw data purity & refraction analysis, uji daya tumbuh: kertas CDplano, plastik, karet gelang, raw data vigor & germination, pensil, dan germinator. Uji kadar air dengan menggunakan alat Moisture Tester. Dari 4 sampel yang digunakan, uji kadar air hanya menggunakan salah satu sampel. Hal ini karena diasumsikan bahwa sampel diambil dari varietas dan job yang sama, sehingga kadar air pada salah satu sampel dapat mewakili kadar air seluruh sampel. Pada pengujian kadar air dilakukan 2 kali ulangan. Uji refraksi atau kemurnian fisik dilakukan dengan metode sortir manual. Uji refraksi dengan sortir manual dilakukan dengan cara menghamparkan benih diatas kertas alas dan diamati secara teliti berdasarkan kriteria refraksi yang sudah ditentukan. Uji vigor dan daya tumbuh dengan metode Uji Kertas Digulung dalam plastik (UKDdp). Uji vigor dan daya tumbuh dilakukan dengan mengecambahkan benih diatas media tumbuh kertas CDplano dengan 4 ulangan pada setiap perlakuan. Dari hasil pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa benih jagung manis yang lolos gravity memiliki kualitas paling baik.
Low Frequency Ultrasound to Reduce Malathion Pesticides Residues in Water (Effect of Amplitudo) ST., MT, Vivien Fathuroya,; Hanik, Sella Umy
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.964 KB)

Abstract

Penelitian mengenai aplikasi ultrasonik frekuensi rendah untuk menurunkan residu pestisida malathion dalam air dengan kajian amplitudo masih dalam tahap pengerjaan. akuabides yang telah ditambahkan pestisida malathion komersil sebanyak 500 ppm diberi perlakuan ultrasonik frekuensi 20 kHz selama 15 menit dengan variasi amplitudo 20, 60, 100%. Sampel yang telah diberi perlakuan ultrasonik, diidentifikasi by produk yang dihasilkan dengan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Perlakuan terbaik akan diuji dengan FTIR untuk mengetahui ikatan yang terputus dalam senyawa setelah diberi perlakuan ultrasonik. Pengambilan sampel air baku didaerah Punten, Batu, Malang telah dilakukan dari 3 titik sumber air. Sampel air baku tersebut kemudian dilakukan pengujian kadar residu pestisida dengan GC-MS. Progress selanjutnya yang akan dilakukan yaitu simulasi pembuatan sampel air dengan penambahan pestisida 500 ppm kemudian diberi perlakuan ultrasonik, identifikasi penurunan kadar residu pestisida malathion dan by produk yang dihasilkan setelah perlakuan ultrasonik dan analisa hasil yang didapatkan.
The Effects of Corn Tempeh Fermentation on Protein and Carotenoid Levels Anandika, Oke; Mayasari, Eva
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.932 KB)

Abstract

Tempe merupakan makan khas dari Indonesia yang berbahan dasar kedelai. Upaya pengayaan bahan baku tempe untuk meningkatkan penggunaan bahan baku lokal, maka dalam penelitian ini dilakukan pembuatan tempe dari jagung. Penelitian ini juga melihat pengaruh pengolahan jagung hingga menjadi tempe jagung terhadap kandungan protein dan karotenoid tempe jagung yang dihasilkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan one-way Anova dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menurunkan kandungan protein 3,85% dan karotenoid 40.95%. Pemenuhan standar kadar protein pada tempe jagung dapat tercapai dengan substitusi 20% jagung dan 80% kedelai.
Crude Palm Oil Consumption As A Hepatoprotectors To Housewives In Bogor Perdani, Claudia Gadizza; Zakaria, Fransiska R; Prangdimurti, Endang
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.905 KB)

Abstract

Kekurangan Vitamin A (KVA) di Indonesia masih merupakan masalah utama. Kekurangan vitamin A tingkat berat (rabun senja) telah jarang ditemui, tetapi tingkat KVA subklinis masih bisa ditemukan. Minyak sawit mentah (CPO) memiliki kandungan tinggi karotenoid sebagai sumber provitamin A. CPO secara alami berwarna merah karena mengandung karotenoid yang tinggi, dan belum dimanfaatkan di Indonesia. CPO mengandung karotenoid dan vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Antioksidan dapat mengurangi kerusakan sel dengan menetralisir radikal bebas serta mencegah kerusakan lipid, protein, enzim, dan DNA. Tujuh puluh responden dipilih untuk konsumsi CPO selama 2 bulan dengan dosis ± 3.27 ml/hari. Plasma darah dari 22 responden yang sehat dianalisis dengan metode asam Tri Fluoro asetat (TFA), enzim aspartat Transaminase (AST), Alanine transaminase (ALT), Alkaline Phospatase (ALP) kit. Hasil penelitian menunjukkan 16 responden mengalami peningkatan jumlah retinol plasma dan penurunan tingkat aktivitas AST, ALT, dan enzim ALP. Penelitian ini menunjukkan bahwa CPO memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meningkatkan kesehatan hati, sehingga dapat menjadi alternatif sumber provitamin A untuk menangani kekurangan vitamin A di Indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol 21, No 3 (2020) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue