cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2017)" : 14 Documents clear
PENGELOLAAN DRAINASE SECARA TERPADU UNTUK PENGENDALIAN GENANGAN DI KAWASAN SIDOKARE KABUPATEN SIDOARJO Guntoro, Dani Eko; Harisuseno, Donny; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.55 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.06

Abstract

ABSTRAK: Banjir dan genangan di Kabupaten Sidoarjo telah menjadi permasalahan tahunan yang serius. Penelitian ini mengkaji mengenai pengelolaan drainase secara terpadu untuk pengendalian banjir dan genangan di Kawasan Sidokare, dengan pola kombinasi tertentu, yang meliputi desain saluran drainase, kolam tampungan dan pompa. Kawasan Sidokare terbagi menjadi tiga DTA, yaitu DTA Pintu Air Sepande, DTA Rumah Pompa Sidokare dan DTA Pintu Air Jl. Diponegoro. Rumus Mononobe digunakan untuk menghitung intensitas hujan dengan kala ulang tertentu. Curah hujan rancangan dihitung dengan metode Log Pearson Tipe III. Dari hasil analisis, banjir historis di Kawasan Sidokare disebabkan oleh curah hujan kala ulang 1,01 tahun dengan intensitas hujan 17,55 mm/jam. Upaya penanganan melalui pengelolaan drainase secara terpadu pada masing-masing Daerah Tangkapan Air (DTA) di Kawasan Sidokare, dapat mereduksi banjir hingga 100%. Penanganan untuk DTA Pintu Air Sepande meliputi kombinasi saluran drainase eksisting dan kolam tampungan, DTA Rumah Pompa Sidokare menggunakan kombinasi saluran drainase eksisting, kolam tampungan dan pompa banjir eksisting, sedangkan DTA Pintu Air Jl. Diponegoro dilakukan dengan kombinasi saluran drainase eksisting, saluran tersier baru dan pompa banjir baru. Kata kunci: pengelolaan drainase secara terpadu, banjir,  genangan, reduksi banjir. ABSTRACT: Flood and inundation in Sidoarjo Regency had become an annual serious problem. This research has an objective to apply an integrated drainage management to controlling flood and inundation at Sidokare Region, which consists of drainage channel  design, retarding pond, and pump design. Sidokare Region is divided into three catchment area, which is Sepande Sluice catchment area, Sidokare Pump House catchment area and Jl. Diponegoro Sluice catchment area. Mononobe formula was used to analyze rainfall intensity during historical floods with several return periods. Design rainfall was analyzed with Log Pearson Type III method. From the analysis, the historical floods in Sidokare Region caused by rainfall with return period of 1,01 years, showed  the rainfall intensity of 17,55 mm/hour. The implementation of the integrated drainage management at each catchment area of Sidokare Region, can reduce flood up to 100%. The inundation management for Sepande Sluice catchment area comprise with combination of existing drainage channel and a detention pond, Sidokare Pump House catchment area using combination of existing drainage channel, detention pond and the existing flood pump, whereas Jl. Diponegoro Sluice catchment area with a combination of existing drainage channel, a new tertiary channel  and the new flood pump. Keywords: an integrated drainage management, flood, inundation, flood reduce.
Kajian Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Daerah Rawan Air Di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Rohmaningsih, Elin; Sholichin, Moh.; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.431 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.05

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji usaha pengembangan sistem penyediaan air bersih di Desa Sumbersih, pada aspek hidrolika, kualitas air, dan ekonomi. Analisa hidrolika dan kualitas air dilakukan memakai program WaterCAD V8i. Analisa ekonomi untuk menentukan harga air, dilakukan dengan skenario pengoperasian pompa menggunakan listrik dan solar cell. Hasil analisa hidrolika menunjukkan bahwa kondisi hidraulis jaringan perpipaan masih pada batas persyaratan teknis yang ditentukan, dengan kecepatan 0,03-0,97 m/dt, headloss gradient 0,09-14,45 m/km dan tekanan 11,18-69,31 mH2O. Kemudian, model hidrolika tersebut digunakan untuk analisa sisa klorin. Penginjeksian klorin dilakukan pada tandon sebesar 0,4 mg/l secara konstan. Sisa klorin yang dihasilkan memenuhi persyaratan yaitu 0,34-0,39 mg/l. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa skenario dengan solar cell memberikan harga air lebih rendah yaitu Rp 6.550,00/m3. Berdasarkan kemampuan membayar masyarakat Rp. 4.200,00/m3, dapat diketahui bahwa nilai subsidi pemerintah yang diperlukan sebesar Rp. 685.400.000,00.
EFEKTIFITAS GROUNDSILL TERHADAP PENYEBARAN SEDIMEN SUNGAI GRINDULU KABUPATEN PACITAN Budi, Susilo; Dermawan, Very; Yuliani, Emma
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.544 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.11

Abstract

ABSTRAK: Sungai Grindulu memiliki potensi bahan galian berupa pasir yang dimanfaatkan sebagai material pembangunan prasarana fisik. Penambangan pasir sungai menyebabkan penurunan dasar sungai yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur umum. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penurunan dasar sungai adalah pembangunan groundsill. Penelitian ini menganalisis penyebaran sedimen di sungai Grindulu sebelum dan sesudah pembangunan groundsill serta pengaruh penambangan pasir terhadap perubahan dasar sungai menggunakan bantuan perangkat lunak HEC-RAS 4.1.0. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa groundsill, dasar sungai mengalami degradasi rata-rata 0,602 m dan agradasi rata-rata 0,505 m. Dengan groundsill tanpa penambangan pasir, terjadi degradasi rata-rata 0,659 m dan agradasi rata-rata 0,483 m. Dengan groundsill dan penambangan pasir, terjadi degdarasi rata-rata 1,017 m dan agradasi rata-rata 0,627 m. Direkomendasikan lokasi penambangan baru dengan kapasitas produksi 65 m3/hari. Dalam periode 5 dan 10 tahun yang akan datang, simulasi angkutan sedimen berdasarkan rekomendasi lokasi dan kapasitas penambangan pasir baru menunjukkan bahwa terjadi degradasi  rata-rata 0,569 m dan 0,846 m. Sedangkan agradasi yang terjadi rata-rata sebesar 0,487 m dan 0,545 m. Kata kunci: sedimen, HEC-RAS, penambangan pasir, degradasi, agradasi ABSTRACT: Grindulu river has potential minerals of sand that used as material of physical infrastructure construction. River sand mining causes riverbed degradation that result damage of public infrastructure. One of the efforts made to control riverbed degradation is construction of groundsill. This study analyze sediment distribution in Grindulu river before and after groundsill construction and the effect of sand mining on riverbed changes using HEC-RAS 4.1.0 software. The simulation result shows that without groundsill, the average of riverbed degradation is 0.602 m and average of aggradation is 0.505 m. With groundsill and without sand mining, the average of riverbed degradation is 0.659 m and average of aggradation is 0,483 m. With groundsill and sand mining, the average of riverbed degdaration is 1,017 m and average of aggradation is 0.627 m. New site of sand mining recommended with production capacity of 65 m3/day. In the period of next 5 and 10 years, sediment transport simulations based on recommended location and capacity of new sand mining site show that the average of riverbed degradation is 0.569 m and 0.846 m. While the average of aggradation is 0.487 m and 0.545 m. Keywords: sediment, HEC-RAS, river sand mining, degradation, aggradation
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT SUNGAI SUB DAS METRO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ARCSWAT Harifa, Ayisya Cindy; Sholichin, Moh.; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.349 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.01

Abstract

ABSTRAK: DAS memiliki karakteristik yang spesifik sebagai daerah hidrologi, berkaitan dengan unsur utamanya seperti jenis tanah, tata guna lahan, topografi, kemiringan dan panjang lereng. Analisa karakteristik tersebut dilakukan dengan menggunakan pemodelan Soil Water Assesment Tool (SWAT). Tujuan penelitian ini adalah, mengidentifikasi kondisi eksisting tahun 2014, mengetahui pola perubahan lahan tahun 2002, 2006, 2009, dan 2014, mengetahui dampak perubahan terhadap Curve Number, limpasan permukaan dan sedimen, menilai kondisi DAS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan penutupan lahan menyebabkan nilai CN, limpasan dan debit sungai semakin besar. Nilai CN berada di kisaran 11 – 96, debit rata-rata tahunan berkisar antara 1.923 – 3.591 m3/dt, dan besarnya limpasan yang terjadi sebesar 3.03 – 1914.28 mm. Berdasarkan hasil kalibrasi, hasil menunjukkan p-factor sebesar 0.85, dan p-factor hasil validasi sebesar 0.83, sehingga simulasi dianggap valid. Penilaian kinerja DAS menunjukkan bahwa di wilayah studi dalam kategori kinerja yang buruk. Keyword: Penutupan Lahan, Limpasan, SWAT ABSTRACT: Watershed as hydrologic area, characterized by specific element such as soil, land cover, topographic, land slope and length of slope. Soil Water Assessment Test (SWAT) is a suitable hydrologic modeling system to analyze many character in watershed. The aim of this study are to identified land cover in 2014, to determine the pattern of land cover changes in 2002, 2006, 2009 and 2014, determine the impact of land cover changes related to curve number, surface runoff, and sedimentation, assess the watershed condition. Simulation result showed that land cover changes have resulted in corresponding increase in curve number, surface runoff, and stream flow. Curve number was about 11 – 96, yearly discharge was about 1.923 – 3.591 m3/s, and surface runoff was about 3.03 – 1914.28 mm. Calibration result showed that p-factor value is 0.85, and validation result showed that p-factor value of 0.83, it means that simulation was valid. Base on watershed assessment, concordance of land cover and surface runoff in the bad category. Keyword: Land Cover, Surface Runoff, SWAT
Studi Optimasi Distribusi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Tengoro Kabupaten Banyuwangi dengan Program Dinamik Stokastik nalurita, sari; Limantara, Lily Montarcih; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.194 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.07

Abstract

ABSTRAK: Daerah irigasi Tengoro merupakan salah satu lokasi yang mengalami kendala dalam distribusi air irigasinya sehingga dilakukan upaya optimasi untuk mengkaji ulang agar tidak terjadi kekurangan air yaitu dengan menggunakan program dinamik stokastik. Sebelum optimasi, luas lahan yang dapat ditanami belum maksimal, dengan adanya optimasi maka luas lahan yang terairi meningkat untuk MH sebesar 20,84% dan untuk MK 1 meningkat 0,85%. Hal ini berdampak pula pada perolehan keuntungan dari hasil produksi dengan persentase peningkatan yang sama yaitu pada MH sebesar Rp 9.329.487.956,68 dan pada MK 1 sebesar Rp 8.143.711.211,34. Dari segi distribusi airnya, terjadi peningkatan efisiensi secara keseluruhan dari sebelum optimasi sebesar 86,52% menjadi sebesar 97,27%. Kata kunci: optimasi, irigasi, DI. Tengoro, program dinamik, stokastik ABSTRACT: Tengoro irrigation area is one of the locations that have problems in the distribution of irrigation water due to  the optimization efforts are to avoid water shortage by using stochastic dynamic program. Before optimization, extensive arable land is not maximized, with the optimization of the irrigated land area increased by 20,84% on  rainy season and during the first dry season increased to 0,85%. This impacted on profitability of production by the same percentage increase that is at raiby season Rp 9.329.487.956,68 and at first dry season Rp 8.143.711.211,34. In terms of the distribution of water, an increase overall efficiency before optimization is 86,52% into 97,27%. Keywords: optimization, irrigation, Tengoro, dynamic program, stochastic
IbM Pompa Hydram (Hydraulic Ram) Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Asmaranto, Runi; Widhiyanuriyawan, Denny; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.534 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.12

Abstract

ABSTRAKDesa Gunungronggo terletak di Kecamatan Tajinan dimana desa ini berjarak sekitar 15 KM arah timur Kota Malang. Wilayah ini berada di lereng Gunung Buring, secara topografi wilayah desa ini didominasi oleh perbukitan dengan kelerangan yang curam dengan curah hujan yang relatif tinggi sehingga punya potensi sumber air yang cukup besar dan terawat yaitu Sumber Jenon. Keberadaan debit mata air Sumber Jenon cukup besar sekitar 300 liter/detik, namun belum menjamin penduduk Desa Gunungronggo khususnya Dusun Argomulyo 2 dan Argomulyo 3 untuk mendapatkan air bersih dari Sumber Jenon, meskipun secara geografis letaknya berdekatan. Hal ini karena kondisi dilokasi dekat sumber, jauh dari jaringan utilitas listrik dan belum ada pengelola HIPPAM, sehingga hanya penduduk yang mampu secara ekonomi bisa mengambil air dengan menggunakan pompa secara individu dengan menarik kabel listrik membentang jauh yang cukup membahayakan.Salah satu solusi terhadap permasalahan yang ada di Dusun Argomulyo tersebut adalah membuat Pompa Hydram (hydraulic ram) untuk mengisi air ke tandon agar murah dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan. Keberadaan pompa hydram sangat diperlukan khususnya untuk mengatasi permasalahan air bersih pedesaan seperti Dusun Argomulyo Desa Gunung Ronggo Kecamatan Tajinan. Kondisi masyarakat yang tidak mampu sangat sulit untuk mengembangkan jenis pompa centrifugal atau pompa lain yang mengandalkan bahan bakar solar maupun listrik. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih mahal akan sulit untuk mengembangkan pengelolaan air bersih, sehingga pembangunan pompa hydram (hydraulic ram) ini menjadi solusi yang tepat.Pompa hydram yang sudah terbangun berjumlah 2 unit yang disebut sebagai twin hydram dimana masing-masing berkapasitas @15 liter/menit, namun karena kondisi kontur lokasi yang cukup datar sehingga kinerja pompa maksimal hanya sekitar @10 liter/menit. Peningkatan kapasitas pompa ini bisa dilakukan dengan menambah pipa drainasi berukuran 4” sepanjang 100 m ke arah hilir untuk membuang dengan cepat limpahan air yang terbuang dari pompa hydram sehingga tidak mengganggu kerja klep pompa yang terendam air. Kegiatan ini mendapatkan dukungan baik oleh warga maupun aparat desa, terbukti dalam pelaksanaannya beberapa item pekerjaan dilakukan secara gotong-royong. Kata Kunci : Hydraulic Ram, Katup Limbah, Pipa Drive, Pipa Delivery ABSTRACTThe village Gunungronggo is located in the Tajinan district where is about 15 kilometers east of Malang. The area is located on the slopes Buring, which consists of 1933 heads of families consisting of 8000 inhabitants. in the topography of the village is dominated by hills with steep slopes with relatively high rainfall that has the potential sources of water and is a Jenon Spring maintained.  The existence of eye discharge water source large enough Jenon about 300 liters/sec, but not guarantee the residents in the village of Gunungronggo particularly both Argomulyo 2 and Argomulyo 3 to get clean water from Jenon spring, although geographically adjacent. This is because the conditions in the location near the source, far from the utility grid electricity and no manager HIPPAM (Drinking Water Association business), so that only people who are economically able to take up water using a pump individually by pulling the power cord stretches far enough harm.One solution to the problems of water supply is built Hydram pumps (hydraulic ram) to fill water into the reservoir in order to cost in the implementation of the Operation and Maintenance. The existence hydrant pump is indispensable in addressing the problems of rural clean water as Hamlet Village of Mount Ronggo Argomulyo subdistrict Tajinan. The condition of poor people very hard to develop this type of centrifugal pump or other pumps that rely on diesel fuel and electricity. Public awareness to bear the costs of operation and maintenance of the more expensive it will be difficult to develop water management, so development hydram pump (hydraulic ram) became the appropriate solution. Keywords: Hydraulic Ram, Waste Valves, Pipes Drive, Pipe Delivery 
ANALISIS PENANGANAN GENANGAN PADA WILAYAH KOTA BANJARMASIN SOLIKIN, SOLIKIN; Suhartanto, Ery; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.759 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.02

Abstract

ABSTRAK: Hujan seringkali mengakibatkan genangan di wilayah Banjarmasin. Hujan 30 Maret 2016, mengakibatkan genangan (tinggi ±8-60 cm) di Satuan Wilayah Penanganan Genangan (SWPG) Sudi Mampir. Tujuan penelitian ini mengkaji kapasitas drainase eksisting dan pengaruh pasang Sungai Martapura. Hujan rancangan dihitung dengan Log Pearson III. Debit banjir saluran drainase dihitung dengan Metode Rasional. Perhitungan debit banjir Sungai Martapura digunakan Metode HSS Nakayasu. Pemodelan profil aliran sungai dengan HEC-RAS v5.01. Perhitungan back water pada S. Telawang dengan Metode Tahapan Langsung. Hasil analisis, hujan yang terjadi sebesar 138 mm setara R32tahun. Terdapat 35 saluran tidak memadai di SWPG. Volume genangan akibat hujan di SWPG sebesar 54.470,07 m3, dengan tinggi rerata di lahan 10.3 cm dan 47 cm di jalan. Debit Sungai Martapura saat kejadian setara Q2tahun (566.54 m3/dtk). Volume dan luas genangan akibat luapan sungai di SWPG 2.216,68 m3 dan 11.093,26 m2. Tinggi rerata genangan di kawasan sekitar sungai ±20 cm.Kata kunci: Drainase, Genangan, Back Water, Pasang Surut, PolderABSTRACT: The rainfall often cause inundation in the area of Banjarmasin. Rainfall on March 30, 2016, cause inundation (high ± 8-60 cm) in SWPG Sudi Mampir. The purpose of this study to examine the capacity of the existing drainage and tidal influence of Martapura River. Maximum Rainfall with certain return period calculated by Log Pearson III. Maximum Discharge in drainage channels are calculated with Rational Method. Martapura River flood discharge calculation used Nakayasu HSS Method. Modeling of river flow profile with HEC-RAS v5.01. Calculation of back water in Telawang River used Direct Step Method. The results of the analysis, the rainfall that occurred at 138 mm equivalent R32tahun. There are 35 channels in SWPG inadequate. Volume of inundation rainfall in SWPG is 54470.07 m3, with a mean height in the land 10.3 cm and 47 cm on the roads. Discharge of Martapura river at the time equivalent Q2tahun (566.54 m3/sec). Volume and area of inundation due overflow of Martapura Rivers in SWPG is 2216.68 m3 and 11093.26 m2. High average inundation in the area around the Martapura River is ± 20 cm.Key words: Drainage, Inundation, Back Water, Tidal, Polder
PENANGANAN KEBUTUHAN AIR DAN KERACUNAN PIRIT DI DAERAH IRIGASI RAWA KECAMATAN JEJANGKIT KABUPATEN BARITO KUALA DENGAN MEMPERGUNAKAN MODEL DUFLOW Yudianto, Engelbertus Fajar; Andawayanti, Ussy; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.98 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.09

Abstract

ABSTRAK, Semakin  meningkatnya kebutuhan akan pangan, maka diperlukan rekomendasi dalam meningkatkan  produksi pangan khususnya padi. Salah satunya dengan melakukan perluasan areal pertanaian ke lahan sub optimal (lahan pasang surut). Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada lahan rawa pasang surut Kecamatan Jejangkit dengan menggunakan program Duflow. Hasil simulasi program menunjukkan tata air yang ada tidak mampu mensuplai air pada lahan dan  resiko terjadinyaoksidasi  pirit pada lahan juga dapat terjadi.  sehingga direkomendasikan menggunakan pompa yang di letakkan pada muara primer dan muara tersier, dengan debit 1 m3/detik pada muara primer  dan  0,1 m3/detik di muara tersier. Dengan  pompa maka kebutuhan air untuk penanaman  padi akan tercukupi dan dapat mencegah terjadinya oksidasi pirit.           Kata kunci : rawa, pasang surut, pompa, genangan, pirit  ABSTRACT, The increasing requirements for food, its make the recommendations to improve food production its necessary needed, especially rice. One of  them is to expansion in sub-optimal land (tidal land). This study aims to provide recommendations to resolve  problems that occurred in the District of jejangkit tidal land using Duflow program.  Simulation results show  the water management  not capable to supplying water to the farm land and the risk for pyrite to oxidation on land can also occur. so it is recommended to use a pump that is  placed at the mouth of the primary and tertiary estuary, with  1 m3/ sec discharge at the mouth of the primary and 0.1          m3 / sec discharge at the mouth of the tertiary. By using a pump the water requirements for rice cultivation will be fulfilled and can prevent the oxidation of pyrite           Keywords: swamp, tidal, pumps, puddle, pyrite
SIMULASI NUMERIS PERUBAHAN MORFOLOGI DASAR LAUT PADA DESAIN PELABUHAN DI KABUPATEN GRESIK, INDONESIA Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis; Suharyanto, Agus; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.996 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.13

Abstract

ABSTRAK Pengembangan konstruksi Indonesia yang cepat akhir-akhir ini salah satunya dipicu dengan kebijakan tol laut dengan cara pembangunan pelabuhan baru. Salah satunya adalah di Kabupaten Gresik sebagai bongkar barang curah cair dan curah padat. Dibangunnya pelabuhan ini adalah mengurangi beban dan lama tunggu bongkar muat di Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama. Besaran lahan reklamasi untuk pelabuhan dan panjang dermaga yang direncanakan akan berhubungan terhadap perubahan morfologi dasar laut. Untuk memahami kondisi tersebut studi dilakukan dengan menggunakan model numeris 2D Coastal Modeling System-Flow (CMS Flow). CMS-Flow menyelesaikannya dengan depth-integrated continuity dan persamaan momentum menggunakan metode volume-hingga. Formula transpor sedimen unified, van Rijn, dan formula transpor non-equilibrium (NET). Pemodelan jangka menengah dijalankan dengan waktu simulasi tiga bulan dengan 5 macam alternatif. Besaran sedimentasi yang minimum di dalam kolam pelabuhan adalah inti dari peninjauan studi. Alternatif yang ketiga dengan desain lolos air memberikan nilai erosi-sedimentasi yang paling kecil, sehingga membuat arus pasang surut dan sungai lebih stabil. Pengembangan dari reklamasi pelabuhan di masa depan disarankan maksimum pada jarak 2700m atau kurang dari garis pantai untuk mencegah turbulensi lebih lanjut. Key words: Perubahan morfologi, analsis hidrodinamik, alternatif pelabuhan, USACE CMS-Flow ABSTRACT The rapid development of Indonesia leads to Sea Toll Policy by Indonesian government. One of the potential locations is in Gresik Regency as solid and liquid bulk cargo. Purpose of the new harbor is to reduce dwelling time in Tanjung Perak harbor. The amount of land reclamation and the size of the port is strictly related with local sea bed morphological change. This study is conducted using the Coastal Modeling System-Flow (CMS-Flow) 2D numerical model. The unified sediment transport formula, the van Rijn, and a non-equilibrium transport formula (NET) were applied for the computation of sediment transport and morphology change. 5 alternatives medium-term CMS-Flow runs, with simulated times of three months. Minimum sedimentation rate inside harbor is key of the assessment. The chosen alternative model 3 with permeable design gives the lowest rate of erosion and sedimentation that makes tidal and river current are more stable. Development of port reclamation is suggested maximum 2700 m from the shoreline or less to prevent further turbulences. Key words: Morphological changes, hydrodynamic analysis, harbor alternatives, USACE CMS-Flow
PEMANFAATAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN (RAINWATER HARVESTING SYSTEM) DI PERUMAHAN BONE BIRU INDAH PERMAI KOTA WATAMPONE DALAM RANGKA PENERAPAN SISTEM DRAINASE BERKELANJUTAN Ali, Ilham; Suhardjono, Suhardjono; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.629 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.008.01.03

Abstract

ABSTRAK:  Perumahan Bone Biru Indah Permai Kota Watampone terletak di Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan.  Permasalahan sumber daya air yang terjadi di perumahan ini, adalah; di musim hujan, luapan aliran drainase seringkali mengakibatkan terjadinya genangan pada jalan-jalan perumahan dan rumah-rumah penduduk, sementara di musim kemarau, terjadi kelangkaan air bersih.  Penelitian ini mengkaji penerapan sistem drainase berkelanjutan dengan teknik pemanenan air hujan (PAH), dengan tujuan untuk mengetahui besaran potensi curah hujan yang dapat dipanen dan sisa limpasan yang harus di-manage oleh sistem drainase eksisting, serta untuk menentukan besaran kapasitas sarana PAH yang dibutuhkan dalam memenuhi keperluan suplai air bersih penduduk.  Potensi air hujan dihitung dengan menggunakan tinggi hujan harian rata-rata bulanan yang diperoleh dari Metode Rata-rata Aritmetik.  Kapasitas sarana PAH ditentukan dengan Metode Simulasi Tampungan Bulanan.  Limpasan permukaan rencana dihitung dengan Metode Rasional.  Dari  hasil kajian diperoleh; potensi curah hujan yang dapat dipanen dari permukaan atap sebesar 147.009,86 m3 per tahun, sisa limpasan hujan yang bersumber dari atap sebesar 25.829,86 m3 per tahun dan  total kapasitas tampungan sarana PAH yang dibutuhkan sebesar 4.743,20 m3.  Dengan penerapan sistem PAH, mampu mereduksi jumlah limpasan drainase yang  terjadi sekaligus juga dapat mengefektifkan fungsi saluran-saluran dan gorong-gorong drainase eksisting yang ada di perumahan ini.  Kata kunci: sistem pemanenan air hujan, sistem drainase berkelanjutan. ABSTRACT: Bone Biru Indah Permai Residence City of Watampone lied in Bone Regency, Province of South Sulawesi.  Problems of water resources that happened in this residence, were; in rainy seasons, overflow of drainage caused inundation on resindence's roads surfaces and inhabitants houses alwaysly, in the other side, in dry seasons, fresh water scarecity was occured.  This research studying the implementation of sustainable drainage system by using rainwater harvesting system, with aims; to know how much potency of rainfall  that can be harvested and remaining runoff must be managed by existing drainage system, and also to determine how big capacity of rainwater harvesting storage that needed to fulfill residence's inhabitant fresh water supply needs.  Potency of rainwater was calculated by using monthly average rainfall height that obtained from height of monthly average daily-rainfall which was determined with Arithmatic Average Method. Capacity of the rainwwater harvesting storages was designed by using Monthly Storage Simulation Method. Design surface runoff was calculated by using Rational Method. Result of study showed that; there were 147.009,85 m3 in a year potency of rainwater that could be harvested from rooftop surfaces, 25.829,86 m3 rooftops-runoff which still remained in every year and 4.743,20 m3 the total of capacity of rainwater harvesting storage that needed. With the implementation of rainwater harvesting system, can reduce the total drainage run-off  and in the same time can make the functions of the channels and culverts in this residence to be more efectively too.Keywords: rainwter harvesting system, sustainable drainage system

Page 1 of 2 | Total Record : 14