cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BAHASANTODEA
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
TEACHING ENGLISH VOCABULARY TO MENTALLY RETARDED STUDENTS OF SLB NEGERI 2 PALU THROUGH MAKE-A-MATCH TECHNIQUE Anggraeni, Dian; Marhum, Mochtar; Mertosono, Sudarkam R.
BAHASANTODEA Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.147 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana menemukan pencapaian kosakata dengan menggunakan teknik “ Mencari Pasangan “. Penelitian ini dilakukan di SLB Negeri 2 Palu khususnya bagi siswa Tuna Grahita tahun ajaran 2015-2016 sebagai subjek di penelitian ini. Subject pada penelitian ini terdiri dari 10 siswa. Penelitian ini menggunakan desain PTK (Penelitian Tindakan Kelas).  Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat pertemuan, dan dalam setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,observasi dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kuanlitatif dan kualitatif (deskriptif).Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes siswa dalam penguasaan kosakata, sedangkan kualitatif diperoleh dari observasi dan field note. Berdasarkan data tersebut,pada tes1,dari hasil penelitian diperoleh 5 siswa (50 %)pada tingkatan rendah, sedangkan pada test II hasil penelitian diperoleh 8 siswa ( 80 % )berhasil. Setelah seluruh data yang diperoleh. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kosakata melalui tehnik “Mencari Pasangan“  dapat membuat proses pembelajaran menarik, membuat siswa paham akan arti kata, membuat siswa mempunyai kemampuan berkomunikasi terhadap orang lain. Terbukti dengan adanya pembelajaran kosakata melalui tehnik “ Mencari Pasangan “ memperbaiki penguasaan kosakata siswa. Diharapkan bahwa tehnik “ Mencari Pasangan “ sebagai salah satu tehnik dalam pembelajaran kosakata yang digunakan
IMPROVING SPEAKING SKILL OF GRADE X STUDENTS OF SMAN 2 PALU THROUGH INFORMATION GAP ACTIVITY Miting, Mirna Magdalena
BAHASANTODEA Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.858 KB)

Abstract

Penelitian ini di rancang sebagai penelitian tindakan kelas yang di laksanakan secara kolaboratif dalam rencana pembelajaran, mengimplementasikan tindakan, mengamati efek tindakan, dan merefleksi hasil tindakan. Penelitian ini di laksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Kegiatan melengkapi informasi di terapkan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas sepuluh di SMAN 2 Palu. Untuk mengukur kemampuan siswa dalam berbahasa inggris, tes berbicara di lakukan. Hasil siklus 1 menunjukkan bahwa 17 siswa atau 47% dinyatakan lulus dan 19 siswa atau 53%  dinyatakan gagal. Rencana diubah pada siklus 2. Kemudian, hasilnya meningkat menjadi 29 siswa atau 80% dinyatakan lulus dan 7 siswa atau 20% dinyatakan gagal. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan kegiatan melengkapi informasi memberikan solusi terhadap masalah siswa dalam bahasa inggris. Kata Kunci: meningkatkan, kemampuan berbicara, melengkapi informasi.
ANALYZING DISCOURSE OF POEMS FOR TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE Pranawengtyas, Dian Respati; Rita, Ferry; Said, Mawardin M.
BAHASANTODEA Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.81 KB)

Abstract

Penelitian ini mengenai penggunaan puisi sebagai bahan ajar khususnya dalam pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, karena membutuhkan strategi untuk memahami pesan di balik puisi tersebut. Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk memahami pesan adalah dengan menggunakan teori Analisis Wacana. Penelitian ini menggunakan Analisis Mikrostruktural dan Makrostruktural dari  Dijk. Analisis Mikrostruktural menggunakan analisis parafrase dan analisis leksikal. Sementara itu, Analisis Makrostruktural menggunakan nilai moral dan memperhatikan latar belakang penyair. Objek penelitian adalah empat puisi pilihan yang merupakan bagian dari buku Poem that Every Children Should know yang diedit oleh Mary E. Burts. Puisi yang diedit adalah Little Things oleh Julia Abigail Fletcher Carney, puisi kedua adalah Twinkle Twinkle Little Star oleh anonymous, puisi ketiga adalah Little White Lily oleh George Macdonald dan puisi keempat adalah How The Leaves Come Down  yang ditulis oleh Sarah Chauncey Woolsey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis mikrostruktural menunjukkan parafrase yang memudahkan pemahaman dari tiap-tiap puisi. Analisis makrostruktural menunjukkan adanya kesamaan nilai moral dari ketiga puisi tersebut bahwa ada kesamaan yaitu segala sesuatu di dunia ini memiliki peran. Selain itu, ketiga puisi ini bisa diaplikasikan untuk pengajaran Bahasa Inggris. Aspek yang bisa diajarkan meliputi kosa kata, tata bahasa, mendengarkan, dan berbicara
DEVELOPING THE SPEAKING SKILL OF GRADE XI STUDENTS AT MADRASAH ALIYAH ALMUHIBBAH SOULOWE DOLO THROUGH GAME Erni, Erni
BAHASANTODEA Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.211 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan keterampilan berbicara siswa melalui permainan-permainan. Tipe penelitian yang digunankan adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan secara kolaboratif dalam dua siklus dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar sedangkan kolaboratornya bertindak sebagai pengamat dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Data penelitian ini diambil dari dua sumber utama, data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan permainan-permainan dapat mengembangkan kemampuan berbicara siswa. Hal itu dapat dilihat melalui skor pencapaian dari 25 siswa, 36 % dari mereka dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimal dari wawancara. Pada siklus I, 76% dari 25 siswa dapat memenuhi kriteria ketuntaan minimal. Siklus II, 100% dari 25 siswa dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Selanjutnya, skor tertinggi diperoleh siswa dari studi awal adalah 80 sedangkan pada siklus I, 82.5 dan pada siklus II, 90 akan tetapi skor terendah diperoleh siswa pada studi awal adalah 40 sedangkan pada siklus I, 57.5 dan  siklus II, 67.5 Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan-permainan dapat mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Kata kunci: permainan, mengembangkan, keterampilan berbicara.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 AMPIBABO MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING Asman, Asman
BAHASANTODEA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.949 KB)

Abstract

This type of research is a class act who performed cyclical as much as two cycles. The results of the study in the first cycle of observation of teachers 78.8%, 16.6% of students observations with the results of the evaluation of learning value obtained by the students write paragraphs deductive value students' average of 6.9 percentage completeness number of 55.5%. In the evaluation of the ability to write a paragraph inductive students' average score of 6.6 with a percentage of 39.5% classical completeness. Referring to KKM prevailing in Indonesian language learning in SMP Negeri 1 Ampibabo the average value of 70 percentage completeness 85%, the results have not yet reached the applicable standard of completeness. There is also research showing an increase in the second cycle, the observation of the teacher 100% categorized as good, observation 83.4% of students considered good, while 16.6% is very good overall category of student activity can already be expressed either. The results of evaluation of learning to write paragraphs deductive average grade 8 students. The results of evaluation of learning to write paragraphs inductive average value obtained by the students is 7.7 with the percentage of classical completeness 85% then, hasil tindakan siklus II sudah mencapai standar ketuntasan yang berlaku sehingga tidak dilanjutkan lagi ke siklus berikutnya.
ANALISIS ASSESSMENT SOAL UJIAN SEKOLAH MATAPELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 17 PALU Azhary, Azhary
BAHASANTODEA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.288 KB)

Abstract

The question analysis is one of the evaluation activity, which purposed to the teacher. Because, in this case the teacher roles is important to make the question in each of subject that related with it. The question analysis activity is very important in the test which will be tested. The purposes are to know: 1. The quality of the question school observed from material aspect, construction and language, (2) The distribution the cognitif aspect of bloom taxonomy level which have measured at the question, (3) the quality of the question school exam at the indonesian subject observed from validity, difficulties level, distinguishing capacity, the effectively of key and swindlers, (4). The competence achievement level by the students participation that measured through school exam of indonesian subject with form of the question is multiple choice. The population and sample in this research is all of the ninth grade students at SMP Negeri 17 Palu. The data accumulation method which used in this research is documentation data like an archive the question test of school exam at indonesian subject class. The reasearch form which used is analysis of descriptive quantitative qualitative. Based on the result of the question aspect research which have some aspects, there are contents aspect (material), contruction aspect, and language aspect, there are unconformity about the question, that is for the material aspect there is 1 question or 2%, then construction aspect, there are 17 questions or 34%, and for language aspect, there is 1 question or 2%. So the questions could classify with well. Because from the total of the questions (50 questions), only 17 questions (38%) which classified bad or need to repair. Based on the result of the standard question difficulties level of school exam in indonesian subject at SMP Negeri 17 palu year study 2014/2015 from the total of the questions (50 Questions) were done by the students, include an easy category or the questions have an index difficulties < 0,30 or (56%) with the total of the question (28 questions item), for the medium category or have a moderate index difficulties ≥ 0,30 – 0,70 (38%) with the total of the question is 19 questions, and for the difficulties category or have an item index difficulties > 0,70 (6%) or only 3 questions item. The ninth grade students at SMP Negeri 17 palu state that this questions are easy, because almost all of the students can do it. So it needs to repair in the creating of the new question. In this case have a purpose to increasing human capacity sources more qualified.
INTERFERENSI BAHASA KAILI KE DALAM BAHASA INDONESIA DI KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN SIGI Hidayat, Hidayat; Nur, Yunidar; Harisah, Sitti
BAHASANTODEA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.287 KB)

Abstract

Research are what is the form of interference Kailinese into Indonesian at General Election Commissions, Sigi regency? And what are the causes of interference Kailinese into Indonesian?. The type of research is qualitative by using descriptive method, recording technique, field notes, observation and interview. Data analysis technique used interactive analysis. The interference of Kailinesse into Indonesian in General Election Commissions involved form and factor causing interference. Researcher found the distribution of interfeence in the field of phonology, morphology, and syntax. Interference phonological forms found additional vocal phoneme /a/i/u/e/o/ at the end of the word, it called the language vocalist and busting phoneme /h/ at the beginning of the word and at the end of the word also have disappearance phoneme /k/p/t/n/ and replacement of the vocal phoneme /e/ to phoneme /a/ and phoneme /i/ to phoneme /e/ in the middle of the word. Inteference morphology include the prefix {mo-} compatible with prefix {ber-} in Indonesia, suffix {i-} compatible woth suffix {kan-} in Indonesian, whereas interference syntactic has found the use of clauses in sentences that deviate from the structure of Indonesian rule. Moreover, factors that affect the occurrence of interference, namely; (1) background speakers, (2) lack of vocabulary, (3) less skillful use of language, (4) the prestige of the source language, and (5) because of habits in the mother tongue.