cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Analisis Tingkat Kenyamanan Lingkungan di Universitas Brawijaya Kota Malang Revin Yohanes Abraham; Ariffin Ariffin
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.2.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengevaluasi hubungan tingkat ketersediaan vegetasi dengan tingkat kenyamanan di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) kota Malang. Lokasi Penelitian dibagi menjadi 13 titik pengamatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2020. Metode yang digunakan adalah metode Observasi dengan metode penetapan sample adalah non-probability sampling, penetapan tingkat kenyamanan ditentukan dengan 4 variable (Thermal Humidity Index (THI), kecepatan angin, tingkat kebisingan, persepsi masyarakat). Didapatkan 3 dari 4  variable penentu tingkat kenyamanan menunjukan lingkungan Universitas Brawijaya tergolong dalam tingkat nyaman diantaranya ialah Thermal Humidity Index (THI), kecepatan angin dan persepsi masyarakat. Tingkat kebisingan menjadi satu-satunya variable yang menunjukkan kondisi tidak nyaman. Lokasi dengan kondisi tingkat kebisingan yang tidak nyaman diantaranya ialah: titik 3 yaitu di lingkungan Kantin FMIPA, Perpustakaan UB,  Gazebo. FILKOM, 6 (Creative Land), 8 (Lap. Rektorat), 11 (Gaz. FTP) dan 12 (Gaz. FIA). Terdapat  hubungan antara ketersediaan dan struktur vegetasi terhadap tingkat kenyamanan. Semakin tinggi ketersediaan vegetasi maka akan meningkatkan tingkat kenyamanan khususnya pada aspek Thermal Humidity Index, kecepatan angin, tingkat kebisingan dan persepsi masyarakat. Begitu pula dengan struktur vegetasi, struktur pohon dan semak merupakan struktur yang dapat meningkatkan tingkat kenyamanan pada aspek Thermal Humidity Index, kecepatan angin, tingkat kebisingan dan persepsi masyarakat.
Pengaruh Berbagai Dosis Pengapuran dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Senyawa Antosianin pada Tanaman Coleus (Coleus scutellarioides L.) Mohamad Rizki Pratama; Ellis Nihayati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.2

Abstract

Coleus merupakan jenis tanaman yang sering dibudidayakan menjadi tanaman obat maupun tanaman hias oleh kebanyakan masyarakat. Warna pada tanaman coleus disebabkan oleh pigmen yang terakumulasi didalamnya dan menyebabkan variasi warna, semakin tinggi dan pekat warna pada daun maka semakin tinggi kandungan antosianinya (Nguyen & Cin, 2009). Namun kandungan antosianin pada tanaman coleus menurut Ayu et al. (2018) berkisar 0,1664 - 0,8209 mg/g. Hal tersebut dikarenakan pada budidaya umum yang dilakukan petani memberikan dosis pupuk yang kurang sesuai dengan kebutuhan tanaman coleus. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antar dosis pupuk kandang dan dosis kapur terhadap pertumbuhan dan kandungan antosianin tanaman coleus. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, penelitian dimulai bulan Februari-April 2020. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 12 perlakukan yang diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analysis of varian (ANOVA) dan pengujian dilakukan dengan menggunakan F tabel taraf 5%. Apabila terjadi pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil menunjukan perlakuan 20 ton ha-1 pupuk kandang memberikan respon pertumbuhan lebih tinggi pada variabel pengamatan jumlah ruas, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, berat segar, dan berat kering tanaman. Sementara secara umum penambahan kapur 2, 4, dan 6 ton ha-1 tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan, berat segar, dan berat kering tanaman. Penambahan dosis pupuk kandang 20 ton ha-1 dan kapur 6 ton ha-1 menghasilkan kualitas antosianin yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, penggunaan kapur 1-6 ton-1 dan pupuk kandang 10-20 ton-1 menghasilkan antosianin dengan kisaran 0,377-0,618 mg/g.
Hubungan Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) di Kabupaten Malang Al Rizky Maulana; Ninuk Herlina
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.2.3

Abstract

Salah satu komponen lingkungan yang merupakan penentu keberhasilan dalam budidaya tanaman adalah iklim. Iklim perlu mendapat perhatian yang lebih serius mengingat pengaruhnya yang besar dan berperan penting dalam keberhasilan produksi pertanian. Produktivitas ubi kayu di Kabupaten Malang tahun 2015 - 2018 fluktuatif diduga berkaitan erat dengan unsur iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara unsur-unsur iklim terhadap produktivitas ubi kayu. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2019 - Februari 2020 di Kecamatan Poncokusumo, Kalipare dan Donomulyo Kabupaten Malang. Alat yang digunakan yaitu kuisioner wawancara, peta Kabupaten Malang, dan kamera. Bahan yang digunakan yaitu data produktivitas dan unsur iklim (curah hujan, suhu dan kelembaban udara) Kabupaten Malang tahun 1999-2018 dan hasil wawancara dengan petani ubi kayu. Penelitian menggunakan metode survei. Data produktivitas dan unsur iklim dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi. Uji korelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dan uji regresi untuk mengetahui bentuk hubungan antara unsur iklim terhadap produktivitas ubi kayu. Hasil wawancara dianalisis deskriptif untuk mendeskripsikan pendapat petani mengenai hubungan unsur iklim terhadap produktivitas ubi kayu. Hasil penelitian menunjukkan dalam kurun waktu dua puluh tahun tahun (1999-2018) unsur-unsur iklim di Kabupaten Malang tidak memiliki hubungan yang nyata terhadap produktivitas ubi kayu. Unsur iklim curah hujan, suhu dan kelembaban udara tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas tanaman ubi kayu, namun dari model pendugaan produktivitas tanaman Y=59,63 + 0,001X1 – 5,086X2 + 0,475X3, kelembaban udara mempunyai pengaruh yang lebih besar dibanding curah hujan dan suhu.
Pengaruh Naungan dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Iler (Plectranthus scutellwarioides (L.) R.Br.) Windy Diyah Mawardy; Anna Satyana Karyawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.7

Abstract

Tanaman Iler merupakan salah satu tanaman obat yang terdapat di Indonesia. Iler memiliki berbagai macam khasiat karena mengandung senyawa antioksidan. Iler termasuk kedalam keluarga Lamiaceae, dimana dibagi menjadi dua yaitu sun lover dan toleran terhadap naungan. Sehingga untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dibutuhkan rekayasa naungan berupa paranet. Perbedaan kerapatan naungan dapat mempengaruhi pertumbuhan, serta pada intensitas tertentu dapat menimbulkan cekaman dan mempengaruhi mempengaruhi pembentukan metabolit sekunder. Pupuk urea mengandung unsur nitrogen yang penting bagi tanaman sebagai penyusun asam amino, protein dan komponen lainnya. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh naungan dan pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman iler. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi pada bulan Februari – Mei 2020. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi. Petak utama adalah kerapatan naungan terdiri dari naungan 0% (N0), naungan 25% (N1), naungan 50% (N2). Anak petak adalah dosis pupuk urea yang terdiri dari 0 kg ha-1 (P0), 45 kg ha-1  (P1), 90 kg ha-1 (P2) dan 135 kg ha-1 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat naungan maka akan menurunkan jumlah daun, luas daun, jumlah cabang dan waktu panen semakin lama, namun akan meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah ruas batang tanaman. Dosis pupuk urea yang semakin tinggi dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, jumlah ruas batang dan berat kering tanaman. Pemberian naungan 25% dan dosis pupuk urea 135 kg ha-1 mampu meningkatkan berat kering tanaman iler yang dapat digunakan sebagai simplisia tanaman obat dan memberikan respon warna daun yang lebih gelap sebagai indikator kandungan antosiani tanaman.
Kajian Macam Jenis Padi dan Jarak Tanam Sistem Jajar legowo Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Ana Amiroh; Mokhamad Riswanto; Suharso Suharso
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.2.8

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Ketinggian tempat ± 5 meter dpl. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level yaitu : Jenis Padi dan Jarak Tanam Sistem Jajar Legowo. Faktor pertama, Macam Jenis Padi terdiri dari 3 level yaitu Padi Merah, Padi Hitam , Padi Putih. Faktor kedua, Jarak Tanam Sistem Jajar Legowo terdiri dari 3 level yaitu Konvensional, Jajar Legowo 2:1, Jajar Legowo 4:1. Parameter pengamatan pertumbuhan dan produksi meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, berat gabah per petak perlakuan (gabah basah dan kering), dan berat 1000 bulir. Hasil dari   pengamatan   dan   perhitungan menggunakan   analisa   sidik   ragam   dapat   diambil simpulan bahwa perlakuan jenis padi dan jarak tanam sistem jajar legowo terhadap jumlah malai pada pengamatan umur 67 hst dan 74 hst, panjang malai pada pengamatan umur 60 hst, 67 hst dan 74 hst. Didapat pada perlakuan jenis padi dan jarak tanam sistem jajar legowo terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, berat gabah per petak perlakuan dan berat 1000 bulir. Perlakuan benih padi merah dan jarak tanam sistem jajar legowo 2:1 menghasilkan nilai yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya.
Pengaruh Dosis Rhizobium dan Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Rahmat Nugraha; Titiek Islami
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.3

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogea L.) merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ada banyak produk turunan yang dihasilkan diantaranya tepung, pasta, kue, selai, mentega, susu, permen, aneka minuman, bumbu, sambal, oncom, pakan ternak dan lain-lain. Namun, sampai saat ini produktivitas kacang tanah masih tergolong rendah. Hal tersebut dikarenakan kacang tanah dibudidayakan di lahan yang kurang subur sehingga tidak mendapat unsur hara dalam jumlah yang cukup. Inokulum rhizobium (legin) dan pupuk kandang kambing adalah bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antara rhizobium dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan Febuari-Mei 2020. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan diuji menggunakan F table pada taraf 5%. Apabila ditemukan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan legin 15 g kg-1 benih memberikan respon pertumbuhan lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Pemberian legin 15 g kg-1 benih dan pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 memberikan hasil panen paling baik dengan hasil 3,6 ton ha-1. Secara umum, pemberian legin dan pupuk kandang kambing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan hasil kacang tanah.
Efektivitas Berbagai Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Aglaonema “Dud Anjamani” Dwi Zulfita; Agus Hariyanti
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.2.4

Abstract

Salah satu jenis Aglaonema yang populer dikenal masyarakat ialah Aglaonema “Dud Anjamani”. Aglaonema jenis ini merupakan Aglaonema hibrida yang berasal dari Thailand yang memiliki perpaduan warna hijau terang dan merah terang, bentuk daunnya membulat sehingga lebih memudahkan susunan daunnya membentuk roset. Aglaonema “Dud Anjamani” dalam pot akan tumbuh baik apabila memiliki media tanam yang cocok, perawatan dan pemupukan yang baik. Pupuk yang diberikan lewat daun dengan menggunakan POC dapat dijadikan pilihan untuk menunjang pertumbuhan bibit Aglaonema dud anjamani tumbuh secara optimal.Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan jenis POC yang terbaik terhadap pertumbuhan tanaman Aglaonema “Dud Anjamani”.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei -  Agustus 2019 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 taraf perlakuan jenis POC dan 5 ulangan. Jenis POC yang digunakan adalah: POC Sugih, Top G2 organik, Green tonik, Indovit Super NPK dan NPK Plus.  Tanaman ditanam dalam pot plastik berukuran 10 X 10 cm dan aplikasi pemupukan dilakukan dengan penyemprotan pada daun. Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan luas daun (cm2), pertambahan panjang daun (cm) dan pertambahan lebar daun (cm). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan uji lanjutan dengan uji uji jarak berganda Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan POC Green Tonik merupakan jenis POC yang terbaik  untuk pertumbuhan tanaman Aglaonema “Dud Anjamani”. Akan tetapi secara umun pemberian POC Green Tonik, POC NPK Plus dan POC Sugih sama baiknya untuk pertumbuhan tanaman Aglaonema “Dud Anjamani”. Pemberian berbagai jenis POC tidak nyata meningkatkan pertambahan tinggi tanaman.
Pengaruh Ketebalan Mulsa Jerami Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit (Beta vulgaris L.) di Dataran Menengah Ayurei Nuralfya; Ninuk Herlina
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.8

Abstract

Bit adalah bahan pangan yang dapat mencegah kanker karena mengandung antioksidan dan zat aktif biologi, termasuk betasianin. Bit umumnya ditanam di dataran tinggi pada ketinggian 1.000 mdpl. Rendahnya produksi bit disebabkan karena terbatasnya areal dataran tinggi untuk penanaman bit. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan penanaman bit di dataran menengah. Diperlukan modifikasi lingkungan untuk memberikan lingkungan tumbuh optimum agar mendekati potensi bit di dataran tinggi. Modifikasi lingkungan yang dilakukan adalah pengaplikasian mulsa jerami dengan berbagai ketebalan. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari – April 2020 di Lahan Percobaan Jatimulyo, Kota Malang. Alat yang digunakan adalah cangkul, cetok, penggaris, meteran, gunting, alphaboard, Leaf Area Meter (LAM), timbangan analitik, termometer, soil moisture tester, oven, gembor, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah benih bit Ayumi 04, mulsa jerami, air, pupuk Nitrogen (Urea 46% N), pupuk Kalium (KCl 60% K2O), dan pupuk Phospor (SP-36 36% P2O5). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu P0 (tanpa mulsa + tidak disiang), P1 (tanpa mulsa + penyiangan), P2 (mulsa ketebalan 1 cm), P3 (mulsa ketebalan 2 cm), P4 (mulsa ketebalan 3 cm), P5 (mulsa ketebalan 4 cm), dan P6 (mulsa ketebalan 5 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa mulsa + penyiangan dan mulsa jerami ketebalan 3 cm, 4 cm, dan 5 cm dapat meningkatkan bobot segar umbi sebesar 23,7%, 12,5%, 15,0%, dan 28,7%. Bobot umbi tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa mulsa + penyiangan dan mulsa jerami ketebalan 5 cm sebesar 9,9 t ha-1 dan 10,3 t ha-1.
Pengaruh Keragaman Tanaman Sela pada Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil dalam Sistem Rooftop Garden Zannah, Miftachul; Sitawati, Sitawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.2.9

Abstract

Kondisi perkotaan yang sangat minim pekarangan, bahkan tidak ada halaman rumah maka rooftop garden bisa menjadi solusi untuk menanam sayuran atau buah-buahan sehingga dapat meningkatkan gizi keluarga. Salah satu bentuk efisiensi penggunaan lahan yang terbatas yaitu dengan sistem tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis tanaman sela terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga dalam sistem rooftop garden. Penelitian dilaksanakan di atap lantai 6 Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kota Malang, pada Bulan Desember 2019 - Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pemberian tanaman sela menurunkan parameter pertumbuhan dan hasil kubis bunga tetapi meningkatkan NKL>1 kecuali kubis bunga yang ditumpangsarikan dengan pakcoy dan kubis bunga yang ditumpangsarikan dengan kangkung. NKL>1 yaitu pada tumpangsari kubis bunga dengan jagung manis sebesar 1,74, tumpangsari kubis bunga dengan buncis tegak sebesar 1,57, dan tumpangsari kubis bunga dengan brokoli sebesar 1,27. 
Uji Day Hasil Labu (Cucurbita moschata Duch.) Tipe Crookneck di Dataran Menengah Rizaldi Nawawi, Muhamad Fahmi; Damanhuri, Damanhuri
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.4

Abstract

Tanaman labu (Cucurbita moschata Duch.) merupakan tanaman yang buahnya bergizi tinggi. Hal ini menyebabkan labu banyak diminati oleh  masyarakat Indonesia. Salah satu upaya adalah dengan menggunakan benih varietas unggul yang berdaya hasil tinggi. Meskipun tanaman labu cukup mudah untuk dibudidayakan, namun tetap harus diketahui secara pasti penampilan dan daya hasilnya agar dapat dievaluasi untuk pelepasan varietas unggul di pasaran. Penelitian dilaksanakan di lahan milik PT. BISI International, Tbk. di Jalan Raya Ngijo Karangploso, Dusun Kedawung, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur pada bulan Januari 2020 sampai April 2020. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 15 genotipe labu tipe crookneck (G01, G02, G03, G04, G05, G06, G07,  G08, G09, G10, G11, G12, G13, G14, G15) diulang sebanyak 3 kali. Secara keseluruhan, perbedaan genotipe pada tanaman labu tipe crookneck memberikan perbedaan penampilan karakter yang sangat nyata. Genotipe yang memiliki potensi untuk dilepas sebagai varietas hibrida baru adalah genotipe G08 G02, G07, G09, dan G12. Genotipe-genotipe ini dinilai berpotensi karena dari seluruh variabel yang diamati, menunjukkan keunggulan pada beberapa variabel dibandingkan dengan genotipe lainnya. Keunggulan tersebut diantaranya terdapat pada variabel diameter buah, rasa manis buah, ketegaran buah, bobot buah rata-rata, bobot buah per plot, dan potensi hasil.

Page 11 of 22 | Total Record : 212