cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Uji Pertumbuhan Enam Aksesi Kencur (Kaempferia galanga L.) di Bawah Tegakan Jati Setiawan, Wiga Tegarmas; Widaryanto, Eko; Saitama, Akbar; Zaini, Akbar Hidayatullah
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.2.5

Abstract

Tanaman Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman temu – temuan yang hidup di bawah pepohonan atau tidak banyak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi, tanaman secara umum membutuhkan cahaya untuk kebutuhan fotosintesis dengan tujuan bertumbuh dan berproduktifitas melalui proses metabolisme di dalam sel tanaman. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif di dalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan 6 aksesi kencur yang berasal dari dataran rendah Jawa Timur pada naungan tegakan Jati dan tanpa naungan. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan yang sesuai denah penelitian. Petak utama (main plot) merupakan dua tingkat naungan yaitu tingkat naungan (N0) dan naungan tegakan Jati (N1). Anak petak (sub plot) berupa enam aksesi kencur dari Kab. Banyuwangi (A1), Sumenep (A2), Mojokerto (A3), Gresik (A4), Pacitan, (A5) dan Nganjuk (A6). Bedasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kencur dapat beradaptasi baik dengan adanya naungan maupun tidak ada naungan, secara umum pada fase pertumbuhan tanaman, naungan tidak mem- berikan respon terhadap jumlah daun, luas daun, persentase luas tajuk dan panjang akar. Sedangkan selama pengamatan pertumbuhan aksesi memberikan respon nyata terhadap pertumbuhan tanaman, aksesi Kab. Sumenep dan Kab. Nganjuk menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan aksesi.
Pengendalian Gulma dengan Herbisida dan Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Husni Thamrin Sebayang; Rully Galuh Nadi Yudisthira
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.6

Abstract

Gulma merupakan salah satu masalah dalam kegiatan budidaya tanaman bawang merah. Gulma bersaing dengan tanaman bawang merah terhadap cahaya, nutrisi, air dan tempat tumbuh sehingga perlu dikendalikan dengan berbagai cara pengendalian gulma. Penelitian untuk mempelajari pengaruh pengendalian gulma dengan herbisida dan penyiangan pada tanaman bawang merah telah dilakukan pada bulan April - Juli 2018 di Ngijo,Kecamatan Karangploso,Kabupaten Malang. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan, diulang 4 kali. Perlakuan tersebut adalah: P0 = Tanpa  penyiangan, P1 = Bebas gulma, P2 = Oksifluorfen 1 l ha-1, P3 = Oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan  15 hst, P4 = Oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan  15 hst dan 45 hst, P5 = Oksifluorfen 2 ha-1, P6 = Oksifluorfen 2 l ha-1 + penyiangan 15 hst, P7 = Oksifluorfen 2 l ha-1 + penyiangan 15 hst dan 45 hst. Hasil penelitian  menunjukkan perlakuan herbisida Oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan pada 15 hst dan 45 hst dan perlakuan herbisida Oksifluorfen 2 l ha-1 + penyiangan pada 15 hst dan 45 hst tidak menunjukkan perbedaan  dengan perlakuan bebas gulma untuk  mengendalikan pertumbuhan gulma dan meningkatkan hasil bawang merah.
Pengaruh Durasi Penggunaan Aerator dan Pengaplikasian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) pada Hidroponik Sistem Rakit Apung Rinda Ika Wahyu Ningsih; Nurul Aini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.2

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan jenis sayuran yang mengandung gizi yang cukup tinggi. Seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap nilai gizi dan manfaat kesehatan maka permintaan konsumen terhadap selada semakin meningkat. Tujuan penelitian yaitu mempelajari pengaruh durasi penggunaan aerator dan frekuensi aplikasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020 di Greenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Alat yang digunakan yaitu rockwool, box styrofoam, net pot, aerator, stopkontak timer digital, pH dan EC meter. Bahan yang digunakan yaitu benih selada keriting (Grand Rapids), PGPR dan nutrisi AB mix. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang diulang sebanyak 3 kali. Durasi penggunaan aerator (K) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu; K0: Pemberian aerator selama 24 jam/hari; K1: Pemberian aerator selama 16 jam/hari; K2: Pemberian aerator selama 8 jam/hari sedangkan frekuensi aplikasi PGPR (P) sebagai anak petak yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu; P0: Tanpa PGPR; P1: 1 kali aplikasi; P2: 2 kali aplikasi; P3: 3 kali aplikasi. Benih selada keriting var. Grand Rapids dipindah tanam pada saat berumur 14 HSS, aplikasi PGPR dilakukan pada saat persemaian, 14 HSS dan 21 HSS sedangkan panen dilaksanakan pada saat selada sudah berumur 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan durasi penggunaan aerator dapat menurunkan hasil dari semua parameter dan frekuensi aplikasi PGPR sebanyak 3 kali dapat meningkatkan hasil dari semua parameter. Perlakuan K0P3 mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang tertinggi dan mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, luas daun, bobot segar akar, volume akar, bobot segar total, bobot segar konsumsi dan kadar klorofil.
Uji Daya Hasil Hibrida Harapan Jagung (Zea Mays L.) Dipanen Bentuk Biji Kering dan Sebagai Biomassa Bahan Baku Silase Bagus Muhamad Arif; Sri Lestari Purnamaningsih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.7

Abstract

Jagung termasuk kedalam tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Jagung dapat dikonsumsi oleh manusia dan digunakan sebagai bahan baku silase pakan ternak. Namun nilai produktivitas jagung masih rendah yaitu 5,22 t ha-1. Sedangkan nilai potensi hasil produksi jagung seharusnya bisa mencapai 7 t ha-1. Agar produktivitas meningkat perlu adanya usaha untuk meningkatkan hasil. Salah satunya dengan perakitan varietas hibrida yang sudah teruji. Sehingga terjamin mutu produk dan potensi hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait potensi hasil 10 hibrida harapan dan 2 varietas pembanding, baik dipanen muda dan panen biji kering. Penelitian dilaksanakan di Desa Adan-adan, Kecamaatan Pagu, Kabupaten Kediri pada bulan Mei - September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan 12 perlakuan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan potensi hasil yang beragam. Terdapat 2 hibrida harapan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan hibrida harapan lainnya dan varietas pembanding, yaitu hibrida harapan B7 (H4011459) dengan potensi hasil 44,59 t ha-1 sebagai biomassa untuk bahan baku silase, dan 7,32 t ha-1 untuk panen biji kering. Sedangkan untuk hibrida harapan B9 (H4011979) dengan potensi hasil 37,96 t ha-1 sebagai biomassa bahan baku silase dan 8,04 t ha-1 untuk dipanen biji kering. Oleh sebab itu ke dua hibrida harapan tersebut memiliki potensi untuk dijadikan sebagai varietas baru.
Identifikasi Beberapa Unsur Iklim Mikro pada Perbedaan Umur Tanaman Karet ( Hevea brasiliensis) Kresna Shifa Usodri; Dimas Prakoswo Widiyani; Dedi Supriyatdi
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.3

Abstract

Lampung merupakan salah satu provinsi penghasil lateks di Indonesia yang memiliki pola iklim yang berbeda. Perbedaan iklim mikro tersebut terutama terdapat pada besaran unsur iklim mikro pada beberapa wilayah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui iklim mikro pada suatu areal atau lingkungan pertanaman untuk menjadi acuan dalam proses budidaya dalam mengoptimalkan pertumbuhan serta produksi tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019 sampai Maret 2020 di PTPN 7 Unit Usaha Way Berulu, Afdeling 1. Desain percobaan menggunakan perlakuan tunggal dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yang terdiri dari beberapa umur tanaman:15 tahun setelah penanaman; 14 tahun setelah penanaman; 13 tahun setelah penanaman; 12 tahun setelah penanaman serta diulang sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan akan dianalisis dengan uji F pada taraf α=5%. Jika hasil analisis ragam nyata maka akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf α=5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan umur tanaman pada klon karet Pb260 menghasilkan variasi iklim mikro pada setiap bulan pengamatan.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) terhadap Pemberian Paklobutrazol dan Pupuk Organik Cair Eceng Gondok Ikke Nurafifatur Rahmah; Agus Sulistyono; Makhziah Makhziah
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.8

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan sayuran yang digemari masyarakat dan memiliki tingkat permintaan yang terus meningkat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi  paklobutrazol dan Pupuk Organik Cair (POC) eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2020-Maret 2021 di Desa Cangaan-Kanor, Bojonegoro. Penelitian terdiri dari dua perlakuan yang disusun dalam Rancangan Petak Terbagi yang diulang tiga kali, dimana POC eceng gondok sebagai petak utama dan paklobutrazol sebagai anak petak. Paklobutrazol terdiri dari 4 taraf: 0 ppm, 125 ppm, 150 ppm dan 175 ppm. POC eceng gondok terdiri dari 4 taraf: 30 g/tanaman NPK sebagai kontrol, 200 ml/tanaman, 300 ml/tanaman dan 400 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara paklobutrazol dan POC eceng gondong terhadap jumlah buah/tanaman, berat buah/tanaman dan hasil terong/hektar, yaitu aplikasi paklobutrazol 150 ppm dan POC eceng gondok 300 ml/tanaman mempunyai jumlah buah/tanaman dan berat buah per tanaman dan per hektar paling besar. 
Respon Perbedaan Lama Penyinaran Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan 3 Jenis Krisan Pot (Chrysanthemum sp.) Khoulin Sakila; Sitawati Sitawati; Medha Baskara
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.9

Abstract

Krisan merupakan shortdayplant sehingga membutuhkan penyinaran tambahan untuk tumbuh optimal. Tanaman krisan membutuhkan penyinaran yang berbeda tergantung teknik budidaya, jenis krisan, dan kecepatan tumbuh. Penyinaran dalam  jumlah yang tepat yang disesuaikan kecepatan tmbuhnya diharapkan dapat memberikan hasil yang baik dengan efisiensi penggunaan cahaya lampu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama penyinaran terhadap pertumbuhan dan pembungaan bunga krisan. Penelitian dilaksanakan di Desa Cangkruk Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada Bulan Januari 2020 - April 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot), Lama penyinaran sebagai Petak Utama dan Jenis krisan sebagai Anak Petak dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penyinaran selama 3 minggu setelah tanam mengakibatkan tinggi tanaman yang sama jika dibandingkan dengan penyinaran selama 4 minggu setelah tanam pada jenis krisan merah dan putih. Selain itu penyinaran selama 3 minggu setelah tanaman mengakibatkan waktu muncul bunga dan panen yang cepat pada jenis krisan jenis merah, putih, dan ungu serta memenuhi standar. 
Keanekaragaman Gulma pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma dan Beberapa Jarak Tanam Rifqi Syafi'i Ulya; Husni Thamrin Sebayang
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.4

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang tidak diinginkan pertumbuhannya dan selalu ada di ekosistem pertanian. Komposisi gulma dapat berubah dalam jangka waktu yang lama karena berbagai faktor yaitu seperti kemurnian benih, pemilihan tanaman, rotasi tanaman, teknik dan waktu penanaman, pengolahan tanah, waktu panen, pemupukan dan metode kimiawi. Pertumbuhan gulma dipengaruhi oleh faktor tanah, faktor cahaya, adaptasi lingkungan, dan kemampuan bersaing gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada bawang merah akibat pengaruh pengandalian gulma dan beberapa jarak tanam. Penelitian telah dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan September 2020. Di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan jarak tanam sebagai petak utama dan cara pengendalian gulma sebagai anak petak sehingga mendapatkan 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yaitu: Petak Utama: Jarak Tanam 10 cm x 10 cm (J1), Jarak Tanam 15 cm x 15 cm (J2), Jarak Tanam 20 cm x 20 cm (J3); Anak Petak: Bebas Gulma (P0), Penyiangan 14 hst, 28 hst, dan 42 hst (P1), Penyemprotan Herbisida Pra Tumbuh + Penyiangan 28 hst dan 42 hst (P2), Mulsa Plastik Hitam Perak + Penyiangan 28 hst dan 42 hst (P3). Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 6 spesies gulma sebelum olah tanah yaitu Portulaca oleracea, Echinochola crussgalli, Eleusine indica (L.) Gaertn., Cyperus rotundus L., Amaranthus spinosus L., dan Altenanthera sessilis. Setalah dilakuan perlakuan terdapat 3 spesies baru yaitu Ageratum conyzoides, Cynodon dactylon (L) Pers., dan Capsella bursa-pastoris.
Efforts to Improve Productivity of Paddy (Oryza sativa L.) Var. Inpari 30 by Settings of Planting and Different Cropping Patterns Aris Ermanto; Agus Suryanto; Didik Hariyono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.9

Abstract

Solar radiation is an essential factor in the process of plant metabolism. Indonesia has a rainy season and the dry season, which causes differences in solar radiation intensity. The purpose of this study was to obtain information on suitable planting times and optimal cropping patterns for rice in the dry season in an effort to increase plant productivity. The study was conducted using a nested design, with two factors. The first factor is planting time. The second factor is cropping pattern, a nested factor in planting time that consists of 3 levels of cropping pattern (CP). These experiments have six combinations, and these experiments were repeated three times. Cropping pattern of jajar legowo 40 cm x 20 cm x 12.5 cm can give the best results on the parameters of leaf area index, plant growth rate, percentage of productive tillers, weight per square meter and rice productivity. Rice productivity is greatly influenced by planting time and cropping patterns. The planting time in September produced the highest productivity, reaching 6.99 t ha-1. While rice planted with jajar legowo cropping patterns (40 cm x 20 cm x 12.5 cm) had productivity up to 7.66 t ha-1. 
Tahap Awal Seleksi Galur Murni Ercis (Pisum sativum L.) Populasi Lokal Boyolali dan Temanggung Berdasarkan Karakteristik Fisik Biji Fildza Abidah; Darmawan Saptadi; Budi Waluyo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.10

Abstract

Pea (Pisum sativum L.) is a nutritious and high-value vegetable. Plant cultivation and the selection of superior cultivars are two ways to increase pea production. One technique of plant breeding for improved varieties is to get some genotipes from local populations. The genetic potential of the pure line selection based on the physical features of the seeds is indicated agronomic and morphological variability. The purpose of this study is to investigate agronomic characteristics and heritability of pea lines developed based on physical seed selection in local population. This research used randomized block desig) consist 22 lines based on seed characteristics selection, which are 12 local lines from Boyolali and 10 local lines from Temanggung as a treatment and repeated three times. Research has been carried out on January 2019 to April 2019 and located at Abdulrachman Saleh Air Force Base Agricultural Experimental Green House, Malang. Agronomics characters that have medium variability are flowering day, length from stem to first pod, length of leaf, length between first and second pods, length of tendrils, length of stem, number of branches, number of bracts, number of seeds per plant,  weight of dry pods, weight of dry seeds per pod, length of dry seeds, width of dry seeds, and weight of dry seeds per plant. The high heritability are found inflowering day, day to harvesting dry pods, and length of nodes.