cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Pengaruh Kombinasi Biourin dan Pupuk Anorganik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) dengan Metode SRI (System of Rice Insentification) Tristanti, Nur Azizah; Sunaryo, Sunaryo; Islami, Titiek
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.771 KB)

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas utama di Indonesia sehingga sangat cocok untuk dilakukan peningkatan hasil tanaman dan layak dikembangkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman perlu adanya pemberian bahan organik untuk menekan pemberian pupuk anorganik dengan SRI dalam rangka meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik dalam produktivitas lahan budidaya tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh biourin sapi pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan metode SRI. Mendapatkan hasil yang terbaik pada aplikasi biourin dan pupuk anorganik yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan metode SRI. Penelitian dilaksanakan pada Mei-September didi Kebun Percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian biourin sapidan pupuk anorganik pada pertumbuhan dan hasil memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, pengamatan bobot segar tanaman (g), jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, bobot basah gabah per rumpun, bobot kering gabah per rumpun, dan hasil panen padi (ton per hektar).
Pengaruh Pemberian Air dan Dosis Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pegagan (Centella asiatica L.Urb) Derantika, Clarista; Nihayati, Ellis
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.082 KB)

Abstract

Pegagan ialah salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Pada bagian daun dan batangnya mengandung zat kimia diantaranya ialah asiaticosida yang bermanfaat sebagai penyembuhan luka dan antilepra. Tanaman pegagan cenderung tumbuh subur pada kondisi kecukupan air dan kurang mampu beradaptasi terhadap kondisi tekanan kekeringan yang relative tinggi. Air dan unsur hara merupakan suatu komponen penting yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Air berfungsi sebagai pelarut hara, penyusun protoplasma, bahan baku fotosintesis dan lain sebagainya Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman, yang pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan bagian vegetatif tanaman. Kondisi air pada tanah serta keberadaan nutrisi khususnya nitrogen dapat mempengaruhi metabolisme tanaman pegagan yang termasuk didalamnya meningkatkan pertumbuhan tanaman pegagan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui interaksi pemberian air dan dosis pupuk nitrogen yang tepat untuk pertumbuhan pegagan. Penelitian dilaksanakan Maret – Mei 2018 di Venus Orchid and Nursery, Dau Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial terdiri dari dua faktor dan diulang sebanyak tiga kali.Faktor pertama adalah pemberian air berdasarkan persentase kapasitas lapang, diantaranya A1 = 100 % kapasitas lapang ; A2 = 80 % kapasitas lapang ; A3 = 60 % kapasitas lapang. Faktor kedua adalah dosis unsur nitrogen diantaranya P0 = tanpa pupuk nitrogen ; P1 = 69 kg ha-1 ; P2 = 138 kg ha-1.  Hasil penelitian menunjukkan interaksi pemberian air 100% KL dengan pupuk nitrogen 138 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun dan jumlah anakan tertinggi.
Pendugaan Jarak Genetik Berdasarkan Karakter Agromorfologi Genotip Jarak Kepyar Hasil Penerapan Kolkisin Generasi Ke-4 Hariyati Khasanah; Budi Waluyo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.798 KB)

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) adalah salah satu komoditi penghasil sumberdaya nabati yang banyak dimanfaatkan menyebabkan permintaan bijinya di berbagai negara meningkat. pendugaan jarak genetik diperlukan sehingga dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian untuk menduga keragaman karakter agromorfologi jarak kepyar hasil penerapan kolkisin generasi ke-4 (CT4) aplikasi kolkisin serta untuk mempelajari jarak genetik dan pengelompokan genotip jarak kepyar generasi CT4 aplikasi kolkisin berdasarkan karakter agromorfologi. Penelitian dilaksanakan di Kepuharjo, Malang pada bulan April sampai September 2017. Bahan yang digunakan adalah 25 genotip jarak kepyar generasi CT4 aplikasi kolkisin, pupuk kompos, dan pupuk Urea, SP36 dan KCl. Setiap genotip terdapat 8 tanaman dengan 2 kali ulangan, jarak antar tanaman 90 x 50 cm. Pengamatan jarak kepyar dilakukan dengan mengamati  karakter agronomi dan karakter morfologi. Terdapat keragaman karakter agromorfologi pada 25 genotip jarak kepyar generasi CT4 mencapai 92,64% yang melibatkan 16 komponen utama pertama. Karakter yang berkontribusi terhadap keragaman terdapat pada karakter tinggi tanaman, lebar tanaman, panjang tangkai daun, bobot tandan utama, jumlah buah tandan utama, bobot buah per tanaman, berat tandan sekunder dan tersier, jumlah biji tandan utama, bobot biji tandan sekunder dan tersier serta bobot biji per tanaman. Pengelompokan genotip berdasarkan 72 karakter agromorfologi pada genotip jarak kepyar CT4  terbagi menjadi 6 kelompok yang memiliki jarak genetik yang bervariasi dengan rentang 0 – 0,08. Genotip yang memiliki jarak genetik 0 terdapat pada genotip C1012(CT4)-18[(M)] dengan C1012(CT4)-19[(K)] serta genotip yang memiliki jarak genetik mencapai 0,08 adalah genotip C864(CT4)-7[(T0 I)] dengan C1012(CT4)-19[(K)].
Seleksi 21 Galur Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Berdasarkan Karakter Kualitas Polong yang diinginkan Konsumen Bramastyo, Doni; Saptadi, Darmawan; Yulianah, Izmi
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.6

Abstract

Winged bean (Psophocarpus tertragonolobus L.) belongs to the Fabaceae family with many benefits (multifunctional). Winged bean pods have a lot of nutrients that are good enough for the body. The utilization of fresh winged bean pods is still very low by the community. This can be caused by several factors, one of which is the quality attributes and economic value possessed by winged bean commodities which are still relatively low when compared to other vegetables. In the agricultural industry, improving quality is very necessary because it will affect consumer decisions in choosing and buying. This study aims to determine the characteristics of the pods favored by consumers so that potential lines can be developed based on consumer preferences. The study was conducted in November 2017 to September 2018 with two methods, namely a field trial conducted in Dadaprejo Village, Junrejo District, Batu City, Malang, East Java and a market survey conducted in Malang City. Field experiments were carried out using a Randomized Block Design (RBD). Observation variables were divided into two, namely quantitative variables consisting of pod length and increased pod hardness, and qualitative variables consisting of pod shape, color, taste, and hardness. The results showed that there were lines that had the potential to be developed based on the preferences of consumers, these lines were PTL 2.1. Other lines of these lines, other lines that are close to similar potential are lines of UB 1.1, DJB 2, DJB 1, NSM 2.1 and MDM 1.2.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Gioniva Afandiyah; Sri Lestari Purnamaningsih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.2

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Nilai produktivitas cabai rawit mencapai 6,69 ton ha-1 sedangkan nilai potensi produksi cabai rawit mencapai 10-20 ton ha-1. Rendahnya nilai produksi cabai rawit dipengaruhi oleh rendahnya mutu benih yang meliputi mutu fisik, fisiologis dan genetik. Peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan penanganan pascapanen yang tepat yang mencakup proses ekstraksi benih dan penggunaan genotipe berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan metode ekstraksi, genotipe dan interaksinya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Mei 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotipe (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 2 metode ekstraksi (Ekstraksi Kering dan Ekstraksi Basah) pada 2 waktu pengamatan (benih umur 2 bulan dan 4 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi basah dapat meningkatkan viabilitas pada variabel potensial tumbuh maksimum dan vigor pada variabel kecepatan dan keserempakan tumbuh saat benih umur 4 bulan. CRUB4 menunjukkan respon terbaik pada viabilitas benih variabel potensial tumbuh maksimum dan CRUB2 menunjukkan nilai tertinggi pada viabilitas benih variabel laju perkecambahan saat benih umur 4 bulan sedangkan Manteb menunjukkan keserempakan tumbuh terendah pada vigor benih saat umur 2 bulan serta terdapat interaksi antar perlakuan pada variabel daya berkecambah.
Pengaruh Suhu dan Curah Hujan terhadap Produktivitas Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kabupaten Malang Ninuk Herlina; Nur Azizah; Elfandi Putra Pradiga
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.7

Abstract

Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang penting di Indonesia. Tembakau termasuk tanaman yang sensitif terhadap pengaruh faktor lingkungan diantaranya faktor iklim yang meliputi suhu dan curah hujan. Produksi tembakau  di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan tembakau dalam negeri. Kebutuhan tembakau dalam negeri mencapai 340.000 t tahun-1 sedangkan pada tahun 2017 produksi tembakau  sekitar 198.296 t tahun-1 (Dinas Perkebunan, 2012). Salah satu daerah penghasil tembakau adalah kabupaten Malang. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan curah hujan terhadap produktivitas tembakau di kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018 di kecamatan Donomulyo, Poncokusumo, Sumberpucung, Tajinan dan Tumpang kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan data primer dan sekunder. Data primer berupa data hasil wawancara dengan  petani tembakau dan data sekunder berupa data suhu, curah hujan, hari hujan tahun 2004-2017 dan data produksi tembakau tahun 2004-2017. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan suhu mempunyai korelasi yang sangat rendah dengan produktivitas tembakau (r= 0,180) sedangkan curah hujan dan hari hujan mempunyai korelasi yang erat dengan produktivitas tembakau (r curah hujan = 0,603 dan r hari hujan = 0,635 ). Pengaruh curah hujan dan hari hujan terhadap produktivitas tembakau sebesar 47,2% dengan model pendugaan produktivitas tembakau (Y) = -19,560 + 0,005 X1 (curah hujan) + 1,077 X2 (hari hujan). Hari hujan memiliki pengaruh lebih besar terhadap produktivitas tembakau dibanding curah hujan. 
Pengaruh Waktu Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Dosis Pupuk Anorganik Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krisan Potong (Chrysanthemum morifolium) Varietas Fiji Putih Nila Anjarwati; Nurul Aini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.3

Abstract

 Peningkatan hasil tanaman krisan potong umumnya dilakukan dengan pengaplikasian pupuk anorganik. Aplikasi pupuk anorganik secara terus menerus dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tanah dan disisi lain dapat menambah biaya produksi. Adanya dampak yang ditimbulkan oleh aplikasi pupuk anorganik dalam jangka panjang maka  dapat dilakukan dengan aplikasi PGPR dan mengurangi dosis pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari waktu aplikasi PGPR dan dosis pupuk anorganik untuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman krisan potong. Penelitian dilaksanakan di PT. Condido Agro yang berlokasi di Dusun Cangkruk, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama yaitu waktu aplikasi PGPR (W) dengan 4 taraf yaitu saat pembibitan (W0), saat transplanting (W1), saat 14 hst (W2) dan saat 28 hst (W3). Faktor kedua yaitu dosis pupuk anorganik (D) dengan 3 taraf yaitu 50% (D1), 37,5% (D2) dan 25% (D3). Pengurangan dosis pupuk anorganik berdasarkan dosis rekomendasi PT. Condido Agro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi PGPR mempengaruhi dosis pupuk anorganik pada luas daun. Sedangkan parameter yang lain menunjukkan bahwa waktu aplikasi PGPR tidak mempengaruhi dosis pupuk anorganik. Aplikasi PGPR saat transplanting memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering tanaman, panjang tangkai dan diameter bunga. Dosis pupuk anorganik 37,5% merupakan dosis terbaik yang mampu meningkatkan jumlah daun, bobot kering tanaman, panjang tangkai dan diameter bunga.
Studi Pertumbuhan dan Aktivitas Enzim Antioksidan pada Kultur In Vitro Tomat Akibat Cekaman Salinitas Deffi Armita; Nur Alfiyana Wardhani Alawiyatun
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.8

Abstract

Tanaman yang tumbuh pada lingkungan yang tidak sesuai akan memberikan respon berupa perubahan proses metabolisme yang bervariasi diantara spesies dan varietas. Tanaman tomat tahan salinitas merupakan langkah alternative untuk pemanfaatan tanah salin pada beberapa area di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi varietas tomat tahan salinitas yang banyak dibudidayakan secara komersial. Empat varietas tomat (Servo, Warani, Karina, Optima) ditumbuhkan dengan metode kultur jaringan pada media MS yang disuplai dengan 0, 20, 40, 60 dan 80 mM NaCl. Hasil menunjukkan bahwa varietas Servo yang paling toleran terhadap salinitas, dengan persentase perkecambahan yang paling tinggi hingga 20 hari setelah tanam. Varietas Servo kemudian ditumbuhkan lagi pada media yang sama selama 21 hari. Hasil analisis lanjutan menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit tomat varietas Servo dipengaruhi oleh cekaman salinitas pada level 40 dan 80 mM dengan indikator penurunan panjang tunas dan panjang akar serta bobot total disertai dengan kenaikan aktifitas enzim catalase sebagai enzim antioksidan.
Uji Pertumbuhan dan Daya Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Tipe Iceberg pada Dataran Tinggi Meilani Afsari; Sumeru Ashari
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.4

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan. Namun dalam pemenuhan kebutuhannya masih dilakukan melalui impor, sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi salah satunya melalui penggunaan varietas unggul. Sebagai upaya menciptakan varietas unggul baru perlu dilakukan uji daya hasil, meliputi uji daya hasil pendahuluan, lanjutan, dan uji multilokasi dengan menanam calon varietas uji yang dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2019 di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada ketinggian 1.080 m dpl dengan suhu rata-rata harian 20-25°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan calon varietas uji berupa genotipe LT18001 dan LT18002 yang dibandingkan dengan 3 varietas pembanding meliputi varietas Brando, General, dan Georgia. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi karakter kuantitatif komponen pertumbuhan yaitu panjang tanaman, lebar tajuk, panjang daun, jumlah daun, komponen hasil berupa umur panen, rata-rata berat segar tanaman, rata-rata berat krop, berat krop per plot, panjang krop, lebar krop, dan produktivitas, serta karakter kualitatif meliputi pengamatan sebelum semai yaitu warna benih, dan pengamatan saat panen yaitu bentuk krop, bentuk daun, warna daun, bentuk batang, warna batang, dan kerapatan krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas uji LT18001 dan LT18002 menunjukkan daya hasil tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding. Oleh karena itu, varietas uji LT18001 dan LT18002 dapat diusulkan sebagai varietas unggul baru.
Keragaman dan Korelasi Karakteristik Fisik Biji dengan Perkecambahan dan Karakter Hasil pada Kacang Ercis (Pisum sativum L.) Hera Livia Damara; Intan Widia Santika; Budi Waluyo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.9

Abstract

Kacang ercis (kacang polong) merupakan tanaman penghasil polong yang dikonsumsi sebagai sayur. Di Indonesia tanaman kacang ercis telah lama dikenal, khususnya di pulau Jawa. Mulai tahun 2008, Indonesia mengalami penurunan jumlah ekspor kacang ercis karena penurunan pasokan dan kontinuitas. Peningkatan hasil tanaman kacang ercis dapat diupayakan melalui pemuliaan tanaman yang berkelanjutan. Kegiatan pemuliaan tanaman yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan identifikasi keragaman morfologi. Untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik fisik biji dengan perkecambahan dan karakteristik fisik biji dengan karakter hasil kacang ercis perlu dilakukan analisis korelasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2018, di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan yaitu 37 genotipe kacang ercis yang berasal dari seleksi galur lokal dan introduksi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan sebanyak 37 genotipe, dan 3 ulangan. Masing-masing genotipe terdiri dari 10 tanaman. Dari hasil penelitian diketahui karakter kuantitatif fisik biji dari 37 genotipe ercis yang memiliki nilai keragaman luas adalah karakter volume biji dan luas permukaan biji. Dari 37 genotipe yang ada, karakter kualitatif fisik biji yang mendominasi adalah karakter tekstur biji keriput, warna biji cokelat kehijauan, dan bentuk biji genjang. Karakter perkecambahan yang memiliki korelasi genetik dan fenotipe dengan nilai positif dengan karakter hasil adalah laju perkecambahan dan nilai perkecambahan. Karakter hasil yang berkorelasi positif dengan karakter fisik biji adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat polong per tanaman, panjang polong, lebar polong, berat biji per polong, jumlah biji per polong, dan berat 100 biji.

Page 9 of 22 | Total Record : 212