cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Hubungan Karakter Agronomi Dan Karakteristik Fisik Biji Terhadap Hasil Biji Dan Hasil Minyak 20 Galur Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Perlakuan Kolkisin Generasi Ke-5 Bela Purnama Sari; Budi Waluyo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.024 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.7

Abstract

Jarak kepyar adalah tanaman sumber minyak nabati dari famili Euphorbiaceae. Tanaman jarak kepyar sangat berpotensi dengan hasil produksi minyak yang tinggi. Produksi jarak kepyar di Indonesia pada tahun 2000-2014 cenderung mengalami penurunan, sedangkan kebutuhan minyak jarak kepyar sebagai bahan industri masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan karakter agronomi dan karakteristik fisik biji terhadap hasil biji dan hasil minyak 20 galur jarak kepyar hasil perlakuan kolkisin generasi CT5. Penelitian telah dilaksanakan di desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Januari 2018 hingga Mei 2018. Alat yang digunakan ialah seperangkat alat budidaya jarak kepyar, beberapa macam alat ukur, kamera, panduan Descriptor Draft National Guidelines for the Conduct of Tests for Distinctness, Uniformity and Stability Castor dan deskriptor dari Geneva (2016). Bahan yang digunakan ialah 20 galur CT5 dan pupuk NPK. Masing-masing galur terdapat 6 tanaman dengan 2 kali ulangan dengan jarak tanam 100x100 cm. Pengamatan terdiri dari karakter-karakter agronomi dan karakteristik fisik biji serta uji minyak. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis varians, kovarians, dan korelasi. Terdapat korelasi genetik dan fenotip antara karakter agronomi dan karakteristik fisik biji dengan hasil biji dan hasil minyak galur-galur jarak kepyar CT5. Karakter yang berkorelasi genetik dan fenotip nyata terhadap hasil biji ialah tinggi tanaman, diameter batang atas, panjang batang utama, diameter ruas, panjang tangkai daun, panjang helai daun, lebar helai daun, jumlah jari-jari daun, jumlah buah, berat tandan, berat buah, jumlah biji, bobot 100 biji, panjang biji, diameter aritmatik biji, dan luas permukaan biji.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bunga Matahari (Helianthus annus L.) Varietas Little Leo Noviantri Rizky Hapsari; Ninuk Herlina
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.573 KB)

Abstract

Budidaya bunga matahari tipe kerdil di Indonesia masih tergolong sedikit, kebanyakan dari masyarakat hanya membudidayakan bunga matahari tipe besar padahal bunga matahari tipe kerdil juga sangat berpotensi untuk dipasarkan karena keunggulannya yang dapat digunakan sebagai tanaman hias pot. Salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil bunga matahari adalah dengan penggunaan komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bunga matahari (Helianthus annus L). Penelitian dilaksanakan di Jalan Pahlawan Balearjosari, Malang, Jawa Timur pada bulan Juni hingga Agustus 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga per tanaman. Pada komposisi media tanam tanah serta tanah : arang sekam (1:1), dosis pupuk NPK yang menghasilkan jumlah bunga per tanaman terbanyak adalah 150 kg ha-1, dengan jumlah bunga terbanyak masing-masing adalah 2,13 dan 2,92 kuntum. Pada komposisi media tanam tanah : kompos (1:1) serta tanah : arang sekam : kompos (1:1), dosis pupuk NPK yang menghasilkan jumlah bunga per tanaman terbanyak adalah 100 kg ha-1, dengan jumlah bunga terbanyak masing-masing adalah 4,79 dan 3,92 kuntum.
Pengaruh Tingkat Naungan pada Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Stroberi (Fragaria sp.) yang Ditanam di Wilayah Dataran Menengah Vashti Rahma Hermawanti; Nur Edy Suminarti
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.287 KB)

Abstract

Pengembangan tanaman stroberi di Indonesia masih terbatas pada wilayah dataran tinggi. Untuk menjaga ketersediaan dan kontinyuitas di berbagai wilayah perlu adanya pengembangan pada dataran yang lebih rendah. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan melalui aplikasi naungan dan pemilihan varietas yang adaptif. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan tingkat naungan yang tepat serta varietas yang adaptif pada budidaya tanaman stroberi di dataran menengah telah dilakukan di lahan tegalan Lanud Abdul Rachman Saleh, Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama yaitu naungan yang terdiri dari kontrol, naungan 25%, 50%, dan 75%. Sedangkan varietas di tempatkan pada anak petak yang terdiri dari Sweet Charlie, California, dan Earlibrite. Uji F taraf 5% digunakan untuk menguji pengaruh perlakuan, untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan menggunakan nilai BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara naungan dan varietas pada peubah bobot buah per petak, jumlah buah per petak, dan hasil panen per hektar. Varietas Sweet Charlie menunjukkan hasil yang sama pada berbagai tingkat naungan. Pada varietas California, hasil tertinggi didapatkan pada kontrol, yaitu sebesar 1,06 ton ha-1. Sedangkan, hasil tertinggi yang dihasilkan oleh varietas Earlibrite didapatkan pada tingkat naungan 75% yaitu sebesar 0,50 ton ha-1.
Upaya Substitusi Penggunaan Pupuk Anorganik dengan Aplikasi Pupuk Hijau Orok-Orok (Crotalaria Juncea) dan Paitan (Tithonia Diversifolia) pada Jagung Manis Hariyanto, Grachika; Nugroho, Agung
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.537 KB)

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik terus menerus pada jagung manis dapat menyebabkan degradasi tanah, sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh substitusi pupuk anorganik dengan aplikasi pupuk hijau Crotalaria juncea dan Tithonia diversifolia terhadap pertumbuhan, hasil tanaman jagung manis dan kandungan bahan organik tanah.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-September 2017 di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan, terdiri dari kontrol P0 (pupuk anorganik 100%), P1 (C. juncea 50% + pupuk anorganik 50%), P2 (T. diversifolia 50% + pupuk anorganik 50%), P3 (C. juncea 50% + T. diversifolia 25% + pupuk anorganik 25%), P4 (C. juncea 25% + T. diversifolia 50% + pupuk anorganik 25%), P5 (C. juncea 37,5% + T. diversifolia 37,5% + pupuk anorganik 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi dosis pupuk anorganik dengan aplikasi C. juncea dan T. diversifoliamemberi pengaruh pada parameter pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis serta kandungan bahan organik. Aplikasi C. juncea dan T. diversifolia dapat mensubtitusi penggunaan pupuk anorganik pada budidaya tanaman jagung manis.
Analisis Tingkat Kenyamanan dan Vegetasi Ruang Terbuka Hijau Taman Singha Merjosari Yasmine, Putri Alya; Wicaksono, Karuniawan Puji
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.533 KB)

Abstract

Ruang terbuka hijau adalah suatu lahan yang bersifat terbuka yang diisi oleh vegetasi guna memanfaatkan fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika. Hilangnya ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan menyebabkan permasalahan lingkungan karena polusi yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kenyamanan dan vegetasi ruang terbuka hijau Taman Singha Merjosari. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari sampai dengan Bulan Maret 2018 di Taman Singha Merjosari, kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode THI (Thermal Humadity Index), kuisioner, analisa vegetasi dan indeks keanekaragaman vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Singha Merjosari termasuk kategori nyaman karena memiliki THI <27, indeks keanekaragaman pohon tinggi sedangkan indeks keanekaragaman semak termasuk kategori sedang dan mayoritas responden pengunjung tentang tingkat kenyamanan Taman Singha Merjosari adalah nyaman.
Respon Beberapa Genotip Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) terhadap Cekaman Salinitas Eritria Ulina Absari; Kuswanto Kuswanto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.622 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.7

Abstract

Salinity stress in plants still an important problem in agriculture throughout the world. Salinity makes plants unable to grow and produce well. Cowpea is one of the legume plants that is tolerant of drought and acidity so that it is prospectively developed on land such as dry land and acid soils. The purpose of this study was to determine cowpea genotypes that showed the most tolerant response to salinity and to know the interaction of genotypes and salinity. The tools used in the study were stationery,shovels,buckets,dipper,rulers,analytical scales,camera, pots, portable EC meters,chlorophyll meters. The materials used in the study were the seeds of ten cowpea genotypes (MLG 17013, MLG 17019,MLG17027,MLG17042,MLG17051,MLG17055,MLG17057,MLG17060,KT-4,KT-5),soil,water,fertilizer,urea,TSPfertilizer,KCL fertilizer, manure, NaCl and labels. This study using slit plot design with 3 replications. The mainplot is EC soil at 4 dS/m and 8 dS/m and nonstress. The subplot is 10 genotypes of cowpea. The study was carried out in a greenhouse of the Various Peanut and Tuberculosis Research Institute,Malang Regency,East Java. The research was conducted from March to June 2018. The results of the study were that salinity affected the decrease in germination percentage,plant height, number of branches, chlorophyll index,weight of pod/plant, number of pods/plants,length of pods/plants, weight of 100 seeds,weight of planting seeds,age of flowering and age of harvesting. The conclusions from the study were that the 3 most tolerant genotypes based on stress tolerance index (ITC) and based on scoring of cowpea plants showed tolerance from somewhat tolerant to sensitive.
Aplikasi Nitrogen Dan Pupuk Daun Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) Wahyu Raphitasari Manullang; Wiwin Sumiya Dwi Yamika; Jody Moenandir
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.222 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.2

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) ialah tanaman hortikultura yang dimanfaatkan daunnya. Bertambahnya penggunaan bawang daun oleh pertambahan penduduk maka peningkatan hasil tanaman bawang daun perlu dilakukan dengan aplikasi nitrogen dan pupuk daun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh adanya pengaruh komposisi pupuk nitrogen dengan komposisi yang berbeda dan pengaruh kombinasi nitrogen pupuk daun pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya ialah menggunakan pupuk nitrogen pada dosis rekomendasi Urea 300 kg ha1 dan ZA 600 kg ha-1atau gabungan urea dan ZA serta kombinasi pupuk daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi nitrogen dan pupuk daun memberikan hasil yang terbaik ialah perlakuan kombinasi nitrogen yang diberi penambahan pupuk daun dibandingkan tanpa penambahan pupuk daun. Perlakuan kombinasi nitrogen dan pupuk daun mampu meningkatkan bobot segar konsumsi dari 84,35 g menjadi 148,5 g atau setara dengan 43,20% dibandingkan tanpa pupuk daun.
Korelasi Dan Sidik Lintas Pada Hasil Dan Komponen Hasil Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) Maharani Mega Candra Kartika; Noer Rahmi Ardiarini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.685 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.3

Abstract

Bunga matahari merupakan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Namun produksi bunga matahari di Indonesia masih sangat terbatas. Rendahnya produksi bunga matahari di Indonesia menyebabkan kebutuhan biji dan minyak bunga matahari diperoleh melalui impor. Dibutuhkan salah satu program pemuliaan tanaman untuk meningkatkan hasil. Upaya peningkatan hasil membutuhkan pemahaman keterkaitan antara hasil dan komponen hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korelasi, pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung komponen hasil terhadap hasil biji bunga matahari. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Januari hingga Mei 2018. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 32 genotipe bunga matahari dan tiga kali ulangan. Karakter yang diamati antara lain, tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, umur inisiasi bunga, jumlah bunga per tanaman, diameter bunga, diameter disk, umur berbunga, umur panen, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, panjang biji, lebar biji, tebal biji, dan hasil biji. Keeratan hubungan antar variabel dianalisis menggunakan korelasi genotipik dan fenotipik lalu diuraikan menjadi pengaruh langsung dan tidak langsung oleh sidik lintas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua belas dan delapan komponen hasil yang berkorelasi dengan hasil melalui korelasi genotipik dan fenotipik. Pengaruh langsung positif terbesar baik melalui korelasi genotipik maupun fenotipik adalah jumlah biji per tanaman diikuti oleh tebal biji dan bobot 100 biji. Jumlah biji per tanaman, tebal biji dan bobot 100 biji memberikan pengaruh utama terhadap peningkatan hasil biji.
Inventarisasi Anggrek Terestrial Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Blok Ireng-Ireng Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Arkadyah Dina Figianti; Lita Soetopo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.976 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.8

Abstract

Anggrek terestrial merupakan salah satu jenis anggrek yang hidup di tanah. Permasalahan saat ini yaitu perusakan habitat yang dapat mengancam keberadaan anggrek (Destri et al., 2015). Nugroho dan Darwiati (2007) menjelaskan bahwa dari 8 desa di Kecamatan Senduro yang dikaji, 6 desa termasuk kategori riskan dan 2 dalam kategori rawan dimana keduanya dapat menimbulkan gangguan kawasan. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan eksplorasi dan inventarisasi dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis anggrek terestrial di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Blok Ireng-Ireng. Penelitian dilakukan bulan Januari hingga Maret 2018. Metode yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif dengan mengambil sampel secara acak. Secara teknik menggunakan metode garis berpetak dengan 30 plot pengamatan dalam 5 jalur pengamatan. Dari penelitian ini telah berhasil ditemukan dan diidentifikasi 20 spesies dalam 14 genus dengan total 959 individu tumbuhan anggrek terestrial. Corymborkis veratrifolia (Reinw.) Bl merupakan spesies yang ditemukan mendomidasi dalam jumlah individu sebanyak 246 tumbuhan, sedangkan Erythrodes sp. ditemukan dalam jumlah kecil masing-masing sebanyak 3 individu tumbuhan. Adapun hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi keaneka-ragaman anggrek terestrial di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Blok Ireng-Ireng, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Mangga Kweni (Mangifera odorata Griff.) terhadap Penekanan Pertumbuhan Gulma Krokot (Portulaca oleracea) Alivia Rachma; Eko Widaryanto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.642 KB)

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea) merupakan gulma lahan kering yang dapat tumbuh baik di daerah yang terbuka maupun di bawah naungan tanaman lainnya. Alternatif pengendalian gulma dengan bioherbisida sedang marak dilakukan dengan menggali potensi senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan. Alelokimia memberikan efek merusak dengan melepaskan senyawa-senyawa kimia dari organ tumbuhan yang bersifat menghambat pertumbuhan tumbuhan di sekitarnya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gulma yaitu daun mangga kweni (Mangifera odorata Griff.). Estrak daun mangga mengandung senyawa alelopati golongan fenol. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas dari 3 konsentrasi ekstrak seresah daun mangga dan ekstrak daun mangga segar terhadap penekanan pertumbuhan gulma krokot (Portulaca oleracea) pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam. Penelitian dilaksanakan di Dusun Areng-Areng, Kecamatan Dau pada bulan Juli 2017 sampai bulan September 2017. Percobaan ini menggunakan perlakuan umur gulma krokot dan ekstrak daun mangga kering, ekstrak daun mangga segar dengan berbagai konsentrasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 14 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yang terdiri dari 2, faktor 1: umur gulma krokot 2 minggu dan 4 minggu, faktor 2: kontrol, ekstrak seresah daun mangga (1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm), ekstrak daun mangga segar (1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm).  Parameter pengamatan terdiri dari panjang gulma krokot, jumlah daun, jumlah bunga, tingkat keracunan, panjang akar, berat segar total, berat kering total. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun mangga lebih efektif diberikan pada umur gulma 2 mst dengan menggunakan ekstrak daun mangga segar 1500 ppm.

Page 8 of 22 | Total Record : 212