cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Jarak Genetik 47 Aksesi Plasma Nutfah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Introduksi Asal Kamerun Berdasarkan Karakter Morfologi Tiara Septika Wandita; Sumeru Ashari
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.521 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.10

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditi perkebunan yang mempunyai peran penting dalam berbagai aspek kehidupan. Pengembangan industri kelapa sawit memerlukan beberapa upaya untuk mencapai peningkatan produktivitas nasional, salah satunya adalah pemanfaatan benih unggul bermutu didukung oleh ketersediaan sumber daya genetik (plasma nutfah) yang mempunyai tingkat keragaman genetik yang tinggi. Upaya yang dapat dilakukan melalui karakterisasi kelapa sawit introduksi dari luar. Maka dari itu penelitian ini bertujua untuk menganalisis jarak genetik antar aksesi kelapa sawit introduksi asal Kamerun berdasarkan karakter morfologi untuk memperkaya genetik. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2018 di Pusat Penelitian Kelapa Sawit kebun unit Adolina milik PT. Perkebunan Nusantara IV, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pengamatan dilakukan menggunakan metode single plant pada 47 aksesi kelapa sawit inroduksi Kamerun dan  10 sampel varietas DxP PPKS 540. Analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif, PCA (Principal Component Analysis) dan analisis kluster. Hasil analisis PCA pada 47 aksesi kelapa sawit asal Kamerun menghasilkan 6 komponen utama yang memiliki eigenvalue > 1, sedangkan PCA pada DxP PPKS 540 menghasilkan 5 komponen utama yang memiliki eigenvalue >1. Analisis selanjutnya adalah analisis kluster. Analisis kluster dilakukan menghasilkan Euclidean distance pada aksesi Dura asal Kamerun sebesar 37%, pada aksesi Tenera asal Kamerun sebesar 19%, pada 47 aksesi asal Kamerun sebesar 57%, pada DxP PPKS 540 sebesar 16% dan pada 47 aksesi asal kamerun digabungkan dengan DxP PPKS 540 sebesar 61%. 
Pembungaan Kembali Tanaman Mawar (Rosa SP.) Sebagai Tanaman Taman Melalui Pemangkasan dan Pemberian Pupuk Dini Qowiyah Ula; Nur Azizah; Agus Suryanto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.802 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.1

Abstract

Roses is one of popular and widely cultivated commodities in Indonesia. Based on usefulness, roses can be classified into cut flowers, potted flowers and garden elements. Roses used as garden ornamental plants because it is able to improve aesthetics of garden and create comfortable atmosphere for visitors garden. The purposes of the research was to study the effect and obtain the level of pruning and appropriate concentration of foliar fertilizer for growth and flowering of roses. The hypothesis of the research were to get  influence and get right level of pruning and foliar fertilizer concentration that can increase growth and flowering of roses. The research was conducted in March to June 2018 at Venus Orchid and Nursery, Malang. Split Plot Design with 3 repetition, foliar fertilizer as main plot and prunning as sub plot. Parameters observed included growth and flowering roses. Growth variables include number of shoots (shoots), length of branches (cm), time of budding (hsp), number of leaves (strands), and leaf area (cm2). Flowering variables include the number of flowers (flower per plant), the length of the stalk flower (cm), the diameter of the flower (cm), time of flowering (hsp), time of blooming (hsp), and vase life (day). The results showed that 1500 ppm concentration of foliar fertilizer with hard pinch 1 pruning was able to increase 34.47% of the branch length, accelerate the emergence of branch buds 70 days, increase 3.66 flowers and accelerate 14.16 days when flowering on roses compared to treatments without pruning and foliar fertilizer
Kajian Thermal Unit Pada Empat Varietas Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Yang Dibudidayakan Dengan Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique dan Substrat Bahrul Rizki Ramadhan; Ariffin Ariffin
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.854 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.6

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) adalah salah satu jenis sayuran yang sangat populer dan mempunyai nilai ekonomis dan manfaat bagi kesehatan yang  tinggi. Teknologi budidaya tanaman secara hidroponik dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique) dan substrat adalah salah satu solusi dalam meningkatkan efisiensi lahan pertanian yang semakin terbatas, sehingga sayuran selada dapat terpenuhi dengan kualitas produk yang baik dengan hasil pruduksi kontinyu. Konsep thermal unit dikembangkan atas dasar bahwa tanaman setiap harinya akan mengumpulkan sejumlah satuan panas yang besarnya tergantung dari suhu rata-rata harian dan suhu dasar yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari manfaat thermal unit dan mendapatkan nilai thermal unit setiap fase pertumbuhan pada perlakuan empat varietas tanaman selada yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) dan hidroponik substrat, sehingga dapat dijadikan dasar dalam perencanaan penanaman tanaman selada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas selada yang sama pada sistem hidroponik yang berbeda akan menghasilkan nilai thermal unit sama, namun penggunaan perbedaan varietas secara terpisah akan menghasilkan akumulasi nilai thermal unit yang berbeda. Pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT), kebutuhan nilai thermal unit varietas Concorde saat memasuki fase panen sebesar 934,75 oC Hari, varietas Locarno sebesar 942,18 oC Hari, varietas Maximus 953,54 oC Hari, varietas Rex sebesar 948,05 oC Hari. Sedangkan pada sistem hidroponik substrat, kebutuhan nilai thermal unit varietas Concorde saat memasuki fase panen sebesar 933,68 oC Hari, varietas Locarno sebesar 942,46 oC Hari, varietas Maximus sebesar 952,35 oC Hari, varietas Rex sebesar 947,92  oC Hari.
PENGARUH PH TANAH DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN WARNA BUNGA HORTENSIA (HYDRANGEA MACROPHYLLA) Arini Yunia Rachmawati; Tatik Wardiyati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.825 KB)

Abstract

Bunga hortensia (Hydrangea macrophylla) memiliki keindahan yang terletak pada warna mahkota bunga. Warna bunga yang bervariasi dipengaruhi oleh pengaturan pH tanah. Warna dari biru ke merah muda cerah dipengaruhi oleh pH tanah. Ketika pH tanah asam (4,5-5,5) warna dapat menjadi biru karena ketersediaan aluminium. Selain pH tanah, untuk meningkatkan kualitas dalam pertumbuhan tanaman hortensia dibutuhkan unsur hara makro dan mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH tanah dan pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan warna bunga Hortensia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2016 sampai Juni 2016 di Kec. Sidomulyo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari faktor pertama (pH tanah) dan faktor kedua (dosis pupuk NPK). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pH tanah dan pupuk NPK pada pertumbuhan bunga hortensia, akan tetapi terdapat pengaruh yang nyata pada beberapa umur pengamatan. Perlakuan pH asam menunjukkan pertambahan tinggi dan jumlah daun paling tinggi. Perlakuan dosis pupuk NPK 0 g menunjukkan pertambahan tinggi dan jumlah daun paling tinggi. Pada parameter diameter batang dan munculnya bunga tidak menunjukkan respon yang nyata. Tanah dengan pH asam, netral maupun basa tidak mempengaruhi warna bunga hortensia yang berwarna pink.
Penampilan Karakter Agronomi Genotipe Potensial Buncis Polong Kuning (Phaseoulus vulgaris L.) Pada Ketinggian Tempat yang Berbeda Lazuardi Pramadio; Darmawan Saptadi; Andy Soegianto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.884 KB)

Abstract

Permintaan masyarakat untuk komoditas buncis tiap tahunnya meningkat tetapi tidak diikuti dengan hasil produksi yang signifikan. Tanaman buncis di Indonesia masih banyak dibudidayakan di dataran medium dan tinggi dimana di dataran tinggi sering terjadi kerusakan menyebabkan hasil dari tanaman buncis menurun. Untuk itu dilakukan pengembangan varietas buncis baru yang mampu tumbuh berproduksi baik pada ketinggian tempat berbeda. Pada penelitian ini dilakukan uji penampilan karakter agronomi dan uji stabilitas dan adaptabilitas genotip potensial buncis di ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian berlokasi di tiga tempat, Desa Jatikerto ±330 mdpl, Kelurahan Jatimulyo ±460 mdpl dan Kecamatan Pujon ±1100 mdpl yang dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2017. Bahan yang digunakan 4 genotip yaitu CSxGI 63-0-24, CSxGK 50-0-24, Cherooke Sun, dan Lebat 3. Rancangan yang digunakan analisis gabungan dengan RAK pada 3 lokasi dan dilanjutkan dengan uji stabilitas dan adaptabilitas. Hasil penelitian menunjukkan pada ketinggian tempat berbeda semua karakter agronomi terjadi interaksi dan uji stabilitas dan adaptabilitas semua genotip stabil dan genotip CS adaptif pada lahan marginal, genotip Lebat 3 dan CSxGK 50-0-24 memiliki adaptif yang luas dan genotip CSxGI 63-0-24 adaptif pada lahan yang optimal.
Kajian Teknik Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan Vegetatif Awal Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Tommy Japister Manalu; Setyono Yudo Tyasmoro
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.355 KB)

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum) termasuk golongan Graminae yang dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Produksi gula dipengaruhi oleh bahan baku tebu yang tersedia. Dalam produksi, tebu memiliki masalah terhadap gangguan gulma yang dapat menurunkan tingkat produksi maksimal. Oleh karena itu, Perlakuan herbisida serta penyiangan untuk menekan pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi herbisida dan penyiangan dalam mengendalikan gulma pada pertumbuhan vegetatif awal tebu. Penlitian dilaksanakan dilahan penelitian milik PT. Kebon Agung, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada bulan Juli-September 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Jika terdapat pengaruh nyata pada perlakuan maka diuji lanjut dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan herbisida campuran ametrin + diuron (dosis 3 kg ha-1 + 1,5 kg ha-1) memiliki hasil yang paling efektif.
Pengaruh Komposisi Nutrisi dan Pupuk Daun pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.var. chinensis) Sistem Hidroponik Rakit Apung Gitta Malinda Sembiring; Mochammad Dawam Maghfoer
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.92 KB)

Abstract

Peningkatan hasil tanaman pakcoy perlu dilakukan dengan  pemberian biourin dan pupuk daun. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh penambahan pupuk daun dan aplikasi komposisi nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada sistem rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - April 2018 bertempat di Green House Lanud Abdulrachman Saleh di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah komposisi nutrisi (B) yaitu: B1: AB Mix 100%, B2: AB Mix 50% + Biourin 50%, B3: AB Mix 75% + Biourin  25%. Faktor kedua adalah penambahan pupuk daun (P) yaitu: P1: Tanpa penambahan pupuk daun,  P2: Penambahan pupuk daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pada panjang tanaman terdapat interaksi antara komposisi nutrisi AB mix 100% yang diberi pupuk daun pada umur 37 hst  dan menghasilkan panjang tanaman pakcoy yang lebih panjang. Pada jumlah daun interaksi terjadi antara komposisi nutrisi AB mix 75% + biourin 25% yang diberi pupuk daun pada umur 42 hst  dan menghasilkan jumlah daun terbanyak. Komposisi nutrisi AB mix 100%  menghasilkan nilai indeks klorofil paling tinggi pada umur 37 hst  dan pupuk daun meningkatkan jumlah daun dan diameter batang pada umur 42 hst  dibandingkan tanpa pupuk daun.  Komposisi nutrisi AB Mix 50%+ 50% menghasilkan bobot konsumsi lebih besar dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta biaya produksi yang lebih sedikit dibandingkan perlakuan lainnya.
Eksplorasi Plasma Nutfah Anggrek Epifit di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Konservasi Wilayah Pronojiwo, Jawa Timur Nugraha Dwi Saputra; Lita Soetopo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.345 KB)

Abstract

Tanaman anggrek ialah satu dari tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi. Pengrusakan hutan hujan tropis dapat mengakibatkan berkurangnya plasma nutfah alami anggrek di alam. Untuk menyelamatkan anggrek yang hidup secara alami, diperlukan upaya untuk menjaga dari ancaman kepunahan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis anggrek epifit dan pohon inang di kawasan Ranu Darungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2018 di resort Ranu Darungan, konservasi wilayah II, Pronojiwo, TNBTS. Luas lokasi penelitian adalah 12.000 m² (1,2 ha) dan lokasi berada pada ketinggian 803-1234m dpl, dengan suhu berkisar 22,9-29,4⁰C pada siang hari. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan line transek dan petak survei yang tersebar secara acak sistematis. Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi anggrek yaitu dengan mengamati bunga, umbi semu, bentuk daun dan pola pertumbuhan batang. Penelitian berhasil menemukan 1.013 populasi anggrek epifit, terdiri dari 22 genus dan 53 spesies. Satu dari beberapa genus, Podochillus sp, tidak dapat diidentifikasi hingga tingkat spesies karena tidak dalam keadaan berbunga. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan pada Eria monostachya Lindl. dengan nilai kerapatan relatif  = 24.087%, frekuensi relatif = 8.86% dan Indeks Nilai Penting  = 32.9 % menunjukkan spesies tersebut memiliki populasi tinggi dan penyebaran yang luas. Jenis pohon yang sering menjadi inang anggrek epifit adalah Gintungan (Bischofia javanica), Pasang (Lithocarpus), Meniran (Myrica javanica), Aro (Dachrycarpus imbricatus). Indeks keanekaragaman anggrek epifit pada setiap jalur sedang dan indeks keanekaragaman dari seluruh jalur tinggi.
Identifikasi Sifat Ketahanan Plasma Nutfah Kedelai (Glycine Max L. Merrill) Terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Reza, Nisrina Saraswati; Sulistyo, Apri; Purnamaningsih, Sri Lestari
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.658 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.5

Abstract

Superior variety with resistance to pest is neededin order to cover the high needs of soybean in Indonesia. Genetic resources from germplasm collections are needed for the assembly of new soybean variety resistant to whitefly. This research aims to find soybean germplasm as the source ofresistance gene and to learn soybean leaf characters resistant to whitefly. This research was conducted from February to May 2018 at Kendalpayak Experimental Station, Balitkabi, Malang. A total of 48 soybean genotypes were evaluated following a randomized block design with three replicates. Observations of whitefly population (number of eggs, nymphs, pupae, and imago), number of leaf trichomes, leaf chlorophyll index, leaf water content, and leaf color score were carried out on three plant samples for each genotype. The result showed that there are 6 resistant genotypes such as Wilis, Meratus, Argomulyo, Ringgit, Merbabu, and Malabar. There were no leaf characteristics that played a doimant role in soybean resistance to whitefly.
Dampak Variasi Iklim Terhadap Produktivitas Mangga (Mangifera indica) Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Triani, Fuji; Ariffin, Ariffin
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.622 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.6

Abstract

Climate change has a significant impact in various sectors, especially the agricultural sector. Climate variations that have significant changes are rainfall and temperature. One of the effects of climate change is that it can reduce the productivity of mango (Mangifera indica). Mango (Mangifera indica) is a fruit of high economic value and is an important food ingredient after bananas for people in tropical climates. The purpose of this study was to determine the effect of variations in climatic elements on mango productivity in Indramayu Regency. The study was conducted in February-April 2018 in Indramayu Regency, West Java in selected sub-districts (Hargeulis, Gantar, Indramayu and Balongan) as mango production centers. This study uses an independent (independent) variable analysis with the dependent variable in this analysis which is the independent variable namely the climate elements while the dependent variable is the productivity of mango. By using a simple regression test and multiple regression. The results showed that the climatic element influencing the productivity of mangoes in Indramayu Regency was temperature. From the results of the relationship of climate change with mango productivity shows that the equation model Y = 18.54-0.28x1 + 0.52x2-0.85x3 is obtained.

Page 7 of 22 | Total Record : 212