cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Uji Viabilitas Benih Melon (Cucumis melo L.) Pada Berbagai Taraf Waktu Penyimpanan Buah dan Pengeringan Biji Herna Nur Fajrina; Kuswanto Kuswanto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.229 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.3

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) is one of the fruits of the family Cucurbitaceae, which propagated generatively by seeds. High quality of seed can results plants that good production. The problems often encountered in the seed production technology is the aspect of the post-harvest handling. On melon seed production, seed quality deterioration occurs caused fruit storage and seed drying are less precise. To get high quality seeds, then to do a proper post harvest handling. The purpose of this study is to get the proper time of fruit storage and seed drying to produce the high quality melon seed. The study was conducted from January to March 2018 at PT. BISI International Tbk Farm Karangploso Malang, prepared using Factorial Random Block Design (RCBD). The first factor is the fruit storage time (C), consisting of C1: 1 day, C2: 4 days, C3: 7 days, and C4: 10 days. While the second factor is seeds drying time (K), consisting of K1: 1 day, K2: 2 days, K3: 3 days, and K4: 4 days. Observations were made on the qualitative and the quantitative character including yield of seed result, the weight of 1000 grain, seed water content, seed germination, and seed germination rate. The results showed that there was interaction between fruit storage time treatment and seeds drying time on germination rate variable, while the effect given by each treatment showed a real result on all observation variables.
Analisis Kekerabatan Plasma Nutfah Tanaman Stroberi (Fragaria Sp) Berdasarkan Karakter Morfologi dan Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) Ulfa Devi Latifatul Azizah; Farida Yulianti; Afifuddin Latif Adiredjo; Sitawati Sitawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.634 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.9

Abstract

Tanaman stroberi (Fragaria sp) merupakan tanaman buah subtropis yang dikembangkan di Indonesia dan hanya terbatas pada daerah dataran tinggi. Oleh sebab itu, banyak muncul karakter baru dan lebih beragam yang dipengaruhi lingkungan dan genetik. Perbedaan karakter dapat diamati dengan karakterisasi morfologi dan penanda molekuler RAPD. Penanda RAPD menjadi salah satu metode untuk mengetahui informasi kekerabatan antar individu yang penting dalam pemuliaan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan dan perbedaan hubungan kekerabatan plasma nutfah stroberi berdasarkan karakter morfologi dan penanda molekuler RAPD. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Balitjestro Batu Jawa Timur, pada bulan Januari-April 2018. Bahan yang digunakan meliputi 15 varietas tanaman stroberi, deskriptor UPOV, plant genomic DNA Kit, PCR Kit, gel agarose. pengamatan morfologi dilakukan pada 7 karakter kuantitatif dan 36 karakter kualitatif. Pengamatan molekuler dilakukan dengan menentukan pita polimorfik. Data dianalisis menggunakan analisis cluster dengan nilai koefisien kemiripan. kekerabatan tanaman stroberi paling dekat berdasarkan morfologi adalah varietas Hachiko dan Brastagi dengan nilai kemiripan 0,84. Berdasarkan penanda molekuler RAPD, varietas yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat adalah S.Warna-warni dan Rosalinda dengan nilai kemiripan 0,97. Perbedaan hubungan kekerabatan tersebut   berdasarkan perbedaan nilai koefisien kemiripan. Perbedaan nilai koefisien kemiripan pada 15 varietas tanaman stroberi secara morfologi dan molekuler disebabkan adanya perbedaan jenis data yang digunakan pada analisis cluster.
HUBUNGAN KEKERABATAN DURIAN MERAH BANYUWANGI DENGAN DUGAAN TETUA BERDASARKAN ANALISIS MORFOLOGI DAN ISOENZIM Puput Pelita Putri; Niken Kendarini; Sumeru Ashari
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.046 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara mega biodiversitas karena memiliki kawasan hutan tropika basah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satunya adalah durian. Durian merah Banyuwangi merupakan plasma nutfah lokal yang memiliki ciri khas pada warna daging buahnya. Durian merah Banyuwangi diduga silangan amalami antara Durio graveolens dan Durio zibethinus, untuk itu dilakukan pendugaan hubungan kekerabatan diantara durian merah Banyuwangi dengan dugaan tetua. Salah satu pendekatan untuk mengembangkan marka genetik koleksi ialah dengan penanda protein (isoenzim) dan didukung dengan penanda morfologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengetahui hubungan kekerabatan durian merah dengan dugaan tetua. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati pada bulan April sampai Juni 2016. Sampel yang digunakan adalah Dubang, Wayut, Musang Merah, Tretes Benel, Red King, Balqis, D. zibethinus putih dan kuning, D. graveolens dan D. kutejensis. Penelitian menggunakan metode analisis isoenzim yang telah dimodifikasi oleh Ariestin (2014) sedangkan analisis morfologi menggunakan buku panduan IPGRI. Hasil penelitian menujukan Dubang, Musang Merah, Wayut dan Tretes Benel diduga memiliki kemiripan dengan D. graveolens sebesar 83%. Semakin besar nilai koefisien kemiripan, menunjukkan bahwa memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Studi Perbandingan Kualitas Bibit F1 Beberapa Jenis Jamur Tiram (Pleurotus Spp) Melalui Metode Persilangan Fusi Miselium Monokarion Dan Metode Pembibitan Spora Tanggon Nur Cahyo Wibowo; Damanhuri Damanhuri
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.76 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.5

Abstract

Jamur  tiram adalah salah satu jenis jamur yang memiliki peminat paling banyak untuk dijadikan bahan konsumsi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2015 produksi jamur tiram di Indonesia dari tahun 2010 sampai 2014 mengalami penurunan yaitu dari 61.37  menjadi 37.41. Oleh sebab itu dalam meningkatkan produksi dapat digunakan beberapa cara diantaranya yaitu penyediaan bibit jamur yang berkualitas dan baik. Penelitian ini mempelajari keberhasilan persilangan beberapa jenis jamur tiram dengan metode fusi miselium monokarion, serta membandingkan kualitas bibit F1 dari hasil persilangan dan metode pembibitan dari spora sebagai bahan induk pengembangan jamur tiram. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2018 bertempat di UPT Pengembangan Jamur Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu persilangan, pembibitan dari spora dan tahap pembibitan dalam botol hasil dari persilangan dan spora. Rancangan yang digunakan dalam perbandingan bibit jamur nantinya menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan jika diperoleh hasil berbeda nyata maka akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNJ) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan metode fusi miselium monokarion persilangan jenis jamur tiram yang berbeda dapat berhasil. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari adanya sambungan apit dari 5 perlakuan hasil persilangan yang berhasil yaitu perlakuan B, D, E, F, H. Sementara kualitas bibit yang semula unggul dari hasil persilangan dari pada hasil spora pada umur 7 HIS tidak berdampak pada akhir umur 14 HSI pada kualitas ketebalan, penyebaran dan kecepatan tumbuh miselium dalam botol.
Meningkatkan Hasil Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.) Varietas Dewata Melalui Pemberian Bahan Organik dan ZnSO4 Siti Silahturrohmah; Mochammad Roviq; Nunun Barunawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.385 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.2.10

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) ialah tanaman graminae yang dimanfaatkan bijinya untuk dijadikan tepung terigu. Selain di dataran tinggi, peningkatan hasil gandum juga dapat dilakukan di dataran medium. Peningkatan hasil gandum di dataran medium dapat dilakukan dengan cara biofortifikasi yakni dengan penambahan bahan organik dan pupuk ZnSO4. Penelitian ini bertujuan untuk Mempelajari pengaruh pemberian bahan organik dan ZnSO4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum dan mendapatkan dosis bahan organik dan ZnSO4 yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman gandum varietas Dewata. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2018 di rumah plastik yang berlokasi di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak 3 kali dengan dua faktor. Faktor pertama yakni dosis bahan organic dengan tiga level, dan factor kedua yakni dosis pupuk ZnSO4dengan tiga level. Pengamatan yang dilakukan yakni rerata jumlah anakan per rumpun, rerata waktu muncul malai, rerata jumlah malai per rumpun, rerata jumlah spikelet per rumpun, dan rerata jumlah biji per rumpun. Pemberian bahan oganik sebanyak 20 ton/ha dan pupuk ZnSO4 25 kg/ha dapat meningkatkan 1,95% rerata jumlah anakan, 36,82% rerata jumlah malai, 8,81% rerata jumlah biji dibandingkan pemberian bahan organik 20 ton/ha dan 15 kg/ha ZnSO4. Pemberian 20 ton/ha bahan organic meningkatkan rerata jumlah spikelet 1,86% dibandingkan 10 ton/ha, dan pemberian ZnSO4 25 kg/ha meningkatkan rerata jumlah spikelet 8,35% dibandingkan 15 kg/ha ZnSO4.
Korelasi Antara Komponen Hasil dengan Hasil pada Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Intan Widia Santika; Budi Waluyo; Noer Rahmi Ardiarini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.626 KB)

Abstract

Produksi biji bunga matahari belum memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia, Salah satu upaya untuk mengingkatkan produksi biji bunga matahari adalah melalui seleksi yang memiliki hasil tinggi. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan karakter komponen hasil dan hasil prouksi biji bunga matahari. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari korelasi genetik dan korelasi fenotip karakter komponen hasil pada tanaman bunga matahari. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-September 2017 di Kepuharjo, Malang. Bahan penelitian terdiri dari 9 genotip bunga matahari yang berasal dari koleksi plasma nutfah Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa  komponen hasil yang memiliki korelasi genetik dan fenotip nyata terhadap hasil adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, inisiasi bunga, hari berbunga, diameter bunga, hari panen, total biji per bunga dan total biji per tanaman.
Perbanyakan Bibit Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L.) Secara In Vitro Syintia Indah Puspita Sari; Wisnu Eko Murdiono; Nunun Barunawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.361 KB)

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia L.) ialah jenis tanaman obat atau herbal. Bawang dayak merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala industri. Adanya kendala dalam teknik budidaya terutama pada teknik perbanyakan yang menyebabkan terbatasnya penyediaan bibit dalam skala besar. sehingga dibutuhkan upaya untuk  memperbanyak bawang dayak dalam skala besar yaitu melalui kultur jaringan. Salah satu faktor penentu keberhasilan dari kultur jaringan adalah media kultur yaitu ZPT. Zat pengatur tumbuh yang digunakan yaitu auksin (NAA)  dan sitokinin (BAP). Penelitian Bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan kombinasi konsentrasi NAA dan BAP yang tepat untuk perbanyakan eksplan bawang dayak secara in vitro. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus – November 2017  di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu B0: kontrol tanpa ZPT, B1: NAA 0,1 ppm + BAP 0,5 ppm, B2: NAA 0,2 ppm + BAP 1 ppm, B3: NAA 0,3 ppm + BAP 1,5 ppm, B4: NAA 0,4 ppm + BAP 2 ppm, B5: NAA 0,5 ppm + BAP 2,5 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan konsentrasi auksin NAA 0,1 ppm + sitokinin BAP 0,5 ppm mampu menunjukkan waktu muncul tunas paling cepat yaitu 21,57 hari setelah inokulasi.
Pengaruh Kombinasi Berbagai Sistem Tanam dan Tingkat Defoliasi pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Esa Damayanti Oktavia; Nur Edy Suminarti
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.854 KB)

Abstract

Prospek pengembangan jagung manis cukup menjanjikan karena memiliki rasa lebih manis dibandingkan jagung biasa. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh berbagai kombinasi tingkat defoliasi dan sistem penanaman serta menentukan tingkat defoliasi dan sistem penanaman yang tepat pada pertumbuhan dan hasil jagung manis telah dilakukan di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 16 kombinasi yaitu S1: Konvensional+tanpa defoliasi; S2: Konvensional+defoliasi bunga jantan; S3: Konvensional+defoliasi 2 daun bendera; S4: Konvensional+defoliasi bunga jantan+2 daun bendera; S5: Konvensional + defoliasi 2 daun paling bawah; S6: Konvensional + defoliasi bunga jantan+2 daun paling bawah; S7: Konvensional+2 daun bendera+2 daun paling bawah; S8: Konvensional+defoliasi bunga jantan+2 daun bendera+2 daun paling   bawah; S9: Jajar legowo 2:1+tanpa defoliasi; S10: Jajar legowo 2:1+defoliasi bunga jantan; S11: Jajar legowo 2:1+defoliasi 2 daun bendera; S12: Jajar legowo 2:1+defoliasi bunga jantan+2 daun bendera; S13: Jajar legowo 2:1+defoliasi 2 daun paling bawah; S14: Jajar legowo 2:1+defoliasi bunga jantan +2 daun paling bawah; S15: Jajar legowo 2:1 +2 daun bendera+2 daun paling bawah; S16: Jajar legowo 2:1+defoliasi bunga jantan+2 daun bendera+2 daun paling bawah. Berbagai kombinasi perlakuan sistem tanam dan defoliasi memberikan hasil panen per hektar tidak berbeda nyata, namun demikian berdasarkan R/C yang tertinggi terdapat pada perlakuanS8  dengan hasil 14,89 ton ha-1 dan nilai R/C sebesar 2,09.
Pengaruh Kerapatan Tanaman dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kale (Brassica oleracea var acephala) Laeli Nur Fajri; Roedy Soelistyono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.437 KB)

Abstract

Kale (Brassica oleracea var acephala) merupakan komoditas hortikultura termasuk dalam family Brassicaceae yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi. Dalam upaya mengoptimalkan hasil dan produktivitas tanaman kale dapat ditempuh dengan peningkatan hasil per satuan luas. Perlu dilakukan beberapa usaha berupa jumlah populasi yang sesuai, pemupukan yang tepat serta teknik budidaya yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara kerapatan tanaman dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman kale. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Mei 2018 di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama ialah kerapatan tanaman (K) yaitu: K1: 20 x 20 cm2, K2: 20 x 25 cm2, dan K3: 25 x 25 cm2. Sedangkan faktor kedua ialah pupuk urea, yaitu N1: 100 kg ha-1, N2: 200 kh ha-1, dan N3: 300 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan kerapatan tanaman dan pupuk urea kecuali pada komponen pertumbuhan panjang tanaman (17 hst) dan jumlah daun (24 hst). Komponen pertumbuhan dan hasil yang lebih baik ditunjukkan oleh perlakuan kerapatan 25 x 25 cm2 dan pupuk urea 200 kg ha-1.
Pengaruh Polyethylene Glycol (PEG) terhadap Hardening Planlet Apel (Malus sp.) Akibat Hiperhidrisitas Secara In Vitro Ruwiyatul Maslukah; Farida Yulianti; Mochammad Roviq; Mochammad Dawam Maghfoer
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.494 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.4

Abstract

Hyperhydricity is a change of morphology and physiology that occurs in tissue of plant which found in micropropagation. Failure to overcome this problem has been an effect on the success of acclimatization, because of the planlet produced had stress while acclimatization. The purpose of this study was to determine the effect of PEG to fast hardening of apple plantlet by the effect of hyperhydricity and to get the optimal concentration of PEG. The research was conducted at BALITJESTRO, Batu City, from April-July 2018. The research used a completely randomized design with the treatment of PEG (0, 1, 3, 5 dan 9 g l-1). The variable observation were percentage of surviving planlet, change of morfologhy and leaf colour. The result showed the concentration of PEG 5 g l-1 influenced to the percentage of surviving planlet as the indicator tolerance of planlet on drought stress. Concentration of PEG gave the effect to morfologhy change as the indicator the faster of hardening by the effect of hyperhydricity. The concentration of PEG also influenced to changes of leaf colour from moderate green to dark green which is the indicator of chlorophyll on planlet leaf.

Page 6 of 22 | Total Record : 212