Articles
291 Documents
PERAN WANITA TANI DI ATAS USIA PRODUKTIF DALAM USAHATANI SAYURAN ORGANIK TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN BATU
Bhastoni, Khamiliya;
Yuliati, Yayuk
HABITAT Vol 26, No 2 (2015)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.424 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2015.026.2.14
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendiskripsikan alasan yang mendorong wanita tani di atas usia produktif dalam melakukan usahatani sayuran organik, menganalisis peran wanita tani di atas usia produktif dalam melakukan usahatani sayuran organik dan menganalisis curahan waktu dan pendapatan yang diperoleh wanita tani di atas usia produktif dalam usahatani sayuran organik serta kontribusinya bagi pendapatan rumah tangga. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Metode pengambilan sampel yang digunkaan pada penelitian ini yaitu snowball sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 17 orang yaitu wanita tani berusia lebih dari 59 tahun yang bekerja sebagai buruh tani atau petani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa alasan yang mempengaruhi wanita tani di atas usia produktif bekerja adalah untuk menambah penghasilan keluarga dan hanya untuk mengisi kesibukan. Hasil analisis gender dengan model Harvard dapat diketahui bahwa pada aspek aktivitas peran wanita lebih dominan dibandingkan dengan pria. Namun partisipasi wanita dalam usahatani sayuran organik tidak sebanding dengan kewenangan (kontrol) dan kesempatan (akses) yang mereka miliki karena kewenangan dan kesempatan paling besar berada di pihak pria. Sedangkan pada aspek manfaat diperoleh secara bersama-sama baik pria maupun wanita adalah manfaat pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Curahan waktu kerja wanita baik sebagai petani maupun buruh tani lebih besar dibandingkan dengan pria. Kesimpulannya adalah pada aspek aktivitas keterlibatan wanita lebih dominan dibandingkan dengan pria.
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGGILINGAN PADI DI KECAMATAN TANJUNG LAGO BANYUASIN SUMATERA SELATAN
Wildayana, Elisa
HABITAT Vol 26, No 2 (2015)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (67.49 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2015.026.2.15
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penggilingan padi (Rice Milling Unit, RMU) di Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin Sumatera Selatan. Metode penelitian adalah survai dengan penentuan 3 (tiga) RMU yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha RMU layak dilaksanakan secara finansial karena nilai Gross B/C > 1,32-1,52, NPV sebesar Rp 143,64-160,77 juta dan IRR berkisar 39,21-41,91 %. RMU menjadi tidak layak dilaksanakan jika terjadi peningkatan biaya operasional > 50 %. Tiga komponen dominan yang mempengaruhi sensitivitas analisis, yaitu kenaikan upah tenaga kerja, kenaikan harga bahan bakar solar, dan penurunan jumlah giling tahunan.
ANALISIS EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI JAGUNG (Zea mays L.) (Studi Kasus di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang)
Wibishanna, Anugerah;
Mustadjab, Mochammad Muslich
HABITAT Vol 26, No 2 (2015)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.703 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2015.026.2.16
Jagung merupakan komoditas pangan strategis di Indonesia sehingga usahatani jagung seharusnya memberikan pendapatan yang tinggi bagi petani. Pendapatan usahatani dapat ditingkatkan jika penggunaan faktor – faktor produksi efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana tingkat efisiensi alokatif penggunaan faktor – faktor produksi pada usahatani jagung berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani. Dengan menggunakan analisis fungsi produksi dan analisis regresi berganda diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan faktor – faktor produksi dalam usahatani jagung semuanya tidak efisien, sehingga juga belum dapat disimpulkan seberapa jauh pengaruh tingkat efisiensi terhadap pendapatan usahatani. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan pengaruh tingkat efisiensi terhadap pendapatan usahatani dengan sampel yang lebih besar.
Strategi Pengembangan Usaha Kecap Cemara Dengan Metode Blue Ocean Strategy dan Balanced Scorecard Pada UKM Cemara Food, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar
Nugraha, Tio Wahyu;
Priminingtyas, Dina Novia
HABITAT Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.498 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.1.3
Meningkatnya jumlah pesaing menyebabkan UKM Cemara Food seakan terjebak dalam kondisi persaingan yang sangat kompetitif karena kompetisi pasar. Minimnya inovasi dalam hal manajerial produksi dan operasi membuat strategi yang diterapkan perusahaan menjadi tidak relevan lagi dengan kondisi yang ada. Sehingga diperlukan penelitian ini untuk melihat kondisi kinerja perusahaan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk 1) Menganalisis kinerja UKM Cemara Food. dan 2) Memformulasikan rancangan strategi pengembangan untuk produk kecap Cemara. Metode yang digunakan untuk menganalisis kinerja perusahaan adalah Balanced Scorecard, sedangkan untuk memformulasikan strategi menggunakan pendekatan Blue Ocean Strategy dan Balanced Scorecard. Nilai R/C Ratio sebesar 1,25 dan ROE sebesar 16,4% menunjukan penggunaan modal dan aliran keuangan perusahaan sudah dapat dikatakan baik meski harus ditingkatkan lagi efisiensinya. Nilai CSI sebesar 71% yang berarti bahwa indeks kepuasan keseluruhan konsumen yang dihitung berdasarkan atribut produk berada pada kriteria puas.
Analisis Keunggulan Komparatif Usahatani Tebu (Studi di Desa Wates, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang)
Azh, Arindra Fazlur;
Suhartini, Suhartini
HABITAT Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.701 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.1.4
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis keuntungan secara finansial dan ekonomi usahatani tebu di Desa Wates, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang (2) Menganalisis keunggulan komparatif pada komoditas tebu di Desa Wates, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang (3) Menganalisis tingkat sensitivitas keunggulan komparatif komoditas tebu terhadap kenaikan harga input produksi berupa pupuk anorganik, peningkatan produksi, dan perubahan nilai tukar rupiah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2016. Penentuan lokasi pada penelitian ini dilakukan secara purposive, untuk teknik pengambilan sampling menggunakan probability sampling. Sedangkan untuk penentuan samplingnya menggunakan random sampling dan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan 39 responden. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis finansial dan ekonomi, DRC (domestic resource cost), dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Usahatani tebu yang dilaksanakan di Desa Wates memiliki keunggulan secara finansial dan ekonomi, terbukti dari nilai yang diperoleh dari keuntungan finansial sebesar Rp. 12.588.514/hektar/musim tanam dan keuntungan ekonomi sebesar Rp. 352.496/hektar/musim tanam. (2) Usahatani tebu di Desa Wates memilki memiliki keunggulan komparatif yang dibuktikan dari nilai DRCR < 1 yaitu sebesar 0,90, yang artinya bahwa penggunaan sumberdaya domestik dalam usahatani tebu di Desa Wates telah efisien. (3) Pada analisis sensitivitas menunjukkan bahwa tingkat keunggulan komparatif tebu di Desa Wates sensitif terhadap perubahan harga input produksi berupa pupuk anorganik, peningkatan jumlah produksi dan perubahan nilai tukar rupiah.
PERAN INDUSTRI PENGOLAHAN TEMBAKAU DALAM PEREKONOMIAN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN PONOROGO, JAWA TIMUR
Ningrum, Dwi Rahayu;
Toiba, Hery;
Suhartini, Suhartini
HABITAT Vol 26, No 3 (2015)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.338 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2015.026.3.20
Tembakau adalah salah satu komoditas penting dalam perekonomian Kabupaten Ponorogo. Tembakau menjadi bahan penunjang pengembangan potensi industri pengolahan tembakau di Kabupaten Ponorogo yang terdiri dari industri rokok dan tembakau olahan. Namun demikian, pengembangan industri pengolahan tembakau saat ini harus berhadapan dengan semakin maraknya gerakan anti rokok dan peraturan pemerintah tentang perlindungan terhadap produk tembakau, yakni PP No 109 Tahun 2012. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran industri pengolahan tembakau, yang meliputi kontribusi sektoral, keterkaitan dan efek multiplier dalam perekonomian serta penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Ponorogo. Metode analisis menggunakan analisis input-output dan Incremental Labor Output Ratio (ILOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Industri rokok berkontribusi relatif besar pada struktur permintaan, output dan ekspor, sedangkan kontribusi industri tembakau olahan dalam perekonomian cenderung kecil; 2) Kemampuan sektor tembakau olahan dalam menarik sektor hulunya kuat, sedangkan kemampuan industri rokok dan industri tembakau olahan dalam mendorong sektor hilirnya masih lemah; 3) Sektor tembakau olahan memiliki dampak pengganda output dan pendapatan yang relatif besar. Sementara itu, industri rokok memiliki dampak pengganda tenaga kerja relatif besar; 4) Nilai ILOR industri rokok dan tembakau olahan nol. Adanya penambahan output tidak menyebabkan peningkatan ataupun penurunan penyerapan tenaga kerja karena adanya indikasi penggunaan teknologi.
Pola Kemitraan Petani Cabai Dengan Juragan Luar Desa (Studi Kasus Kemitraan di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang)
Yulianjaya, Ferry;
Hidayat, Kliwon
HABITAT Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.64 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.1.5
Permasalahan yang dihadapi petani cabai dengan skala kecil hingga saat ini menyangkut tentang kurangnya permodalan. Petani di Desa Kucur dominan memilih bermitra dengan juragan, khususnya juragan dari luar Desa Kucur dibandingkan mengakses bantuan permodalan perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Tujuanpenelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan pola kemitraan antara juragan dari luar Desa Kucur dengan petani cabai di Desa Kucur, 2) Memahami cara juragan mempertahankan hubungan baik dengan petani mitra di Desa Kucur,3) Menjelaskan alasan petani cabai di Desa Kucur memilih bermitra dengan juragan dari luar Desa Kucur, dan 4) Menganalisis besar pembagian pendapatan usahatani petani mitra dan juragan dari luar Desa Kucur. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 petani dan 1 Orang Informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan usahatani, dan analisis pendapatan juragan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola kemitraan antara Ibu RST sebagai juragan dari luar desa dengan petani mitra di Desa Kucur cenderung mengikuti pola kerjasama operasional agribisnis (KOA). Ibu RST mempertahankan hubungan baik dengan petani mitranya di Desa Kucur dengan cara berkomunikasi interaktif dan membangun sistem kerjasama yang baik dengan petani mitranya di Desa Kucur. Alasan petani memilih bermitra dengan Ibu RST karena kebutuhan modal usahatani dipenuhi seluruhnya oleh Ibu RST, proses peminjaman modal lebih mudah dengan adanya Bapak MSN sebagai perantara, dan kesediaan Ibu RST memberikan modal kepada petani mitranya yang sedang dalam masa sulit. Pada musim tanam 2015/ 2016 pendapatan usahatani petani mitra Ibu RST di Desa Kucur mencapai Rp35.100.558/ Ha. Sementara itu, pendapatan Ibu RST mencapai Rp4.912.428/ Ha.
ANALISIS INTEGRASI PASAR APEL (Kasus di Desa Sumbergondo, Kota Batu, Jawa Timur)
Zunaidah, Anggra Dhinatul;
Setiawan, Budi;
Anindita, Ratya
HABITAT Vol 26, No 3 (2015)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.9 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2015.026.3.21
Integrasi pasar merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat pergerakan harga yang terjadi di pasar acuan akan menyebabkan perubahan di pasar pengikutnya. Perubahan harga apel ditingkat petani dan pedagang pengecer tidak berjalan seimbang, hal tersebut menunjukkan bahwa transmisi harga antara lembaga pemasaran masih rendah. Informasi harga yang kurang memadai dan tidak merata antara petani dan pengecer akan menyebabkan adanya asimetri informasi sehingga terjadi kegagalan pasar, selain itu juga menandakan bahwa pasar tidak terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pasar apel di tingkat petani dengan pedagang pengecer dan di tingkat pedagang pengecer di Kota Batu dengan pedagang pengecer di Kota Malang, Kediri, Surabaya dan Jember. Metode analisis yang digunakan yaitu kointegrasi Johansen dan Vector Error Corection Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar apel antara petani dan pedagang pengecer Kota Batu, Malang dan Surabaya sudah terintegrasi dalam jangka panjang maupun pendek. Selain itu antara pedagang pengecer Kota Batu dan pedagang pengecer Malang dan Surabaya sudah terintegrasi dalam jangka panjang maupun pendek
Income Increase of Farmers Through Utilization of Acacia Logging Residues For Wood Chips
Wildayana, Elisa
HABITAT Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.048 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.1.6
The research aimed to examine feasibility of acacia logging residues and to increase farmers' income through utilization of acacia logging residues for wood chips. The research was conducted in District of Ogan Komering Ilir (OKI), South Sumatra. This research was a case study and the analysis unit is chips mills development at Village Unit Cooperatives. Data was collected through questionnaires, in-depth interview, observation and desk study. The research resulted that Scenario 1 is the best priority in terms of its effectiveness in reducing operating costs followed by Scenario 2 and Scenario 3 because Scenario 1 can produce maximum income compared to other Scenarios. Financial feasibility of present conditions is compared to Scenario 2 because chips mills in Scenario 2 utilized also 100 % acacia logs. Present condition means that acacia logs are transported directly to HTI Company of chips mills and fully managed by the HTI Company. This comparison shows that Scenario 2 is less profitable compared with those on the present condition. To gain high income, it is recommended if Scenario 1 is applied which utilize 100 % of acacia logging residues for making chips mills with B/C 35.47, NPV Rp 80,674.50 Mills, IRR 670.29 % and BEP at 4,704.65 tons/year. Another alternative can be applied for Scenario 3 by using raw materials with a combination of acacia logs (50 %) and acacia logging residues (50 %) with B/C 20.45; NPV Rp 45,418.52 Mills and IRR 394.70 % with BEP at 7,989.52 tons/year.
Import Demand Function of Rice in Indonesia
Prasetyo, Agung Dwi;
Anindita, Ratya
HABITAT Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.55 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.1.1
To fulfil the need of rice is to increase the domestic production, which is the one of the governmentâs policy. However, by increasing the population, the demand of rice will also increase and the effort of increase the domestic productivity cannot supply the need of domestic rice. So, to cover the shortage the government makes decision to import rice from other countries. Gross Domestic Product (GDP) also increased after monetary crisis in 1998. In the fact of the import of rice is occurred when the statistical data showed that the supply of rice in Indonesia is surplus. The aim of this research is necessary to study the factors which influence the import of rice in Indonesia. The analysis method used is multiple linear regression analysis model with Error Correction Model (ECM). Based on the research proven that partially or jointly the gross domestic product, the consumption, the price of rice in world market are influence significantly toward the import of rice in Indonesia.