cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Habitat
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 08535167     EISSN : 23382007     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 291 Documents
Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan di Kabupaten Jombang Nirmala, Arlia Renaswari; Hanani, Nuhfil; Muhaimin, Abdul Wahib
HABITAT Vol 27, No 2 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.576 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.2.8

Abstract

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu ukuran dalam penentuan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan posisi NTP Padi dan Nilai Tukar Petani komoditas pangan lain di Indonesia, mengetahui penghitungan NTP Padi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap NTP Padi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan yaitu ratio harga laspeyres antara harga yang diterima terhadap yang dibayar petani. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap NTP menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar petani dari tahun dasar mengalami kenaikan dan penurunan pada tahun berikutnya. Pada Tahun 2015 nilai tukar petani berada pada kondisi yang cukup sejahtera.
Dampak Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Terhadap Kinerja Ekonomi Kopi di Indonesia Suhardoyo, Favian Arsyi; Syafrial, Syafrial; Muhaimin, Abdul Wahib
HABITAT Vol 27, No 3 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.691 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.3.13

Abstract

Di Indonesia, kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai dan volume ekspor yang besar, sehingga pemerintah memberlakukan pajak pertambahan nilai bagi eksportir kopi sebesar 10% dengan tujuan untuk stabilisasi harga kopi pasar domestik. Pemberlakuan regulasi ini berdampak negatif bagi bara pelaku usaha kopi yaitu penambahan biaya input sehingga produksi kopi terus mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja ekonomi kopi di Indonesia, dampak kebijakan pajak pertambahan nilai terhadap kinerja ekonomi kopi di Indonesia, serta alternatif kebijaka yang sesuai dalam peningkatan kinerja ekonomi kopi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah two-stage-least-square (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan kopi domestik merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja ekonomi kopi di Indonesia, dan dampak penerapan kebijakan pajak pertambahan nilai akan mengurangi kinerja ekonomi kopi di Indonesia, serta alternatif kebijakan yang sesuai adalah penghapusan kebijakan pajak pertambahan nilai di Indonesia.
Factors Affecting GRDP and Efficiency Level of Food Crops Sub-sector in East Java Hermansyah, Dhany; Hanani, Nuhfil; Muhaimin, Abdul Wahib
HABITAT Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.141 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2017.028.1.4

Abstract

The strategic roles of agriculture are provider of food and raw material for the industry, as well as contributor of Gross Regional Domestic Product (GRDP), foreign exchange earnings, and the main employer. Based on the total GRDP of agriculture, food crops have the highest value compared to other subsectors. However, when compared to other sectors, the the total GRDP of the agricultural sector inin East Java is still lower than that of the manufacturing and trade sectors. To increase its contribution,  agricultural sector needs policies, regulations, programs and specific intervention for food crops performance in each district. The objectives of the study were to analyze factors affecting the GRDP of food crops sub-sector in East Java, and to analyze the efficiency level of the food crop sub-sector in the districts/cities in East Java. The research method was the Stochastic Frontier Analysis with Front 4.1 application. The dependent variable was GRDP of  food crops, and the independent variables consist of irrigated land, dry land area, the number of agricultural labors, the number of subsidized fertilizer, the subsidized of two-wheel tractors, and water pump. Based on the survey, the factors that significantly influence the GDP were irrigated land area, dry land area, number of employees, and subsidized two-wheeled tractors. The findings suggested that the area of irrigated land, dry land, the number of labor, and the subsidized two-wheel tractor had significant effect towards the GRDP of the food crops sub-sector. However, the amount of subsidized fertilizer and water pump assistance did not significantly affect the GRDP of the food crops sub-sector. The average efficiency level of the food crops sub-sector in East Java was 0.77 with a minimum efficiency of 0.44 in Mojokerto City and the maximum efficiency in Gresik was  0.96. The central regions of the food crop sub-sector had an average of high efficiency, while the low-efficiency regions were the urban areas.
Farmers Characteristics in Planting Onion and Non-onion (Allium Ascalonicum L.) at Rejoso District of Nganjuk Regency Nurvia, Lia; Hidayati, Dwi Ratna
HABITAT Vol 28, No 2 (2017)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.933 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2017.028.2.10

Abstract

Nganjuk is one of the central production areas of onion with 140.22 tons production in 2014. It has contributed as much as 11.84% to the national onion production. On the other hand, SISKAPERBABO mentioned that onion has fluctuated price. However, the fluctuating price of onion does not seem to affect the onion farmers. It is proved by an increase of onion data production in Nganjuk rather than other substitute commodities. The research aims to know the characteristic of farmers in planting onion and non-onion commodity at Rejoso District of Nganjuk Regency. The data used in this research is primary data, and respondents are divided into two categories namely onion farmers (30) and non-onion farmers (30). It is analyzed using descriptive qualitative. Research result shows that both onion and non-onion farmers are in productive age (15-55 years), income of onion farmers are mostly >30.000.000 meanwhile non-onion farmers are <15.000.000, the educational background of onion farmers are mostly Senior High School, and non-onion farmers are mostly have not graduated elementary school, the majority of the experience of onion farmers and non-onion farmers ranged between 15- 30 years and land area of both are < 0.5 Ha.
Changes in Socio-Economic and Cultural Behavior of Female Indonesian Migrant Workers Sukesi, Keppi; Setyowati, Endang; Wahyuningtyas, Agustina Shinta Hartati; Baladina, Nur
HABITAT Vol 28, No 3 (2017)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.931 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2017.028.3.16

Abstract

Indonesian Migrant Workers (BMI) is a development hero that contributes to reducing the national poverty rate; however, the departure of BMI abroad has an impact on the change of BMI and their families. This study aims to analyze the changes that occur in the socio-economic and cultural sectors. The results showed that there was a change of socio-economic and cultural behavior of full-time BMI women in the village of Majangtengah after they returned to the area of origin. Social change occurs in the family to the community. At the family level there is a change in the structure and function of the family because of the absence of a mother in the household. The core family structure is transformed into a widespread family, with no mother, the BMI who joins the family of origin. The second structure is to survive with the core family minus the mother, or father to be single parent. The third form is the children living alone at home because there is no parent or relative guarding.
Peran Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Timur (Pendekatan Input-Output) Oktavia, Henita Fajar; Hanani, Nuhfil; Suhartini, Suhartini
HABITAT Vol 27, No 2 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.3 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.2.9

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk melihat peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Timur, dengan cara: 1). Menganalisis besarnya nilai struktur output, struktur nilai tambah bruto, struktur pendapatan, struktur tenaga kerja, angka pengganda output, angka pengganda pendapatan, angka pengganda nilai tambah bruto, angka pengganda tenaga kerja, backward linkage dan forward linkage; 2). Mengidentifikasi komoditas pertanian unggulan di Provinsi Jawa Timur. Metode Analisis menggunakan analisis Input-Output dengan data Input-Output Provinsi Jawa Timur tahun 2010 (110 sektor) yang di updating dan di agregasi menjadi Input-Output Provinsi Jawa Timur tahun 2013 (43 sektor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Kontribusi sektor pertanian dilihat dari: A). Struktur output yang dihasilkan sebesar 183.558.716,28 juta dengan kontribusinya 11,23 persen; B). Struktur nilai tambah bruto  adalah 169.426.431,70 juta dengan kontribusinya 15,88 persen.; C). Struktur pendapatan adalah 50.078.445,51 juta dengan kontribusinya 17,24 persen; D). Struktur tenaga kerja adalah 36.071.090 juta orang dengan kontribusinya 25,96 persen; E). Angka pengganda output yang diciptakan dengan nilai terbesar berada pada komoditas ternak lainnya dengan nilai 2,35; F) Angka pengganda pendapatan yang diciptakan dengan nilai terbesar berada pada komoditas telur dengan nilai 3,51; G) Angka pengganda nilai tambah bruto yang diciptakan dengan nilai terbesar berada pada komoditas ternak lainnya dengan nilai 2,54; H). Angka pengganda tenaga kerja yang diciptakan dengan nilai terbesar berada pada komoditas padi dengan nilai 2,12; I). Keterkaitan ke belakang yang diciptakan dengan nilai terbesar berada pada komoditas ternak lainnya dengan nilai 1,46; J). Keterkaitan ke depan yang diciptakan dengan nilai terbesar berada pada komoditas padi dengan nilai 1,48. 2). Komoditas unggulan sektor pertanian, yaitu: komoditas ikan laut dan hasil perikanan lainnya, komoditas ikan darat dan hasil perikanan lainnya, komoditas padi, komoditas jagung, komoditas sayur-sayuran, komoditas buah-buahan, komoditas kedelai, komoditas telur, komoditas sapi, komoditas ayam, komoditas susu segar, komoditas ternak lainnya, komoditas domba dan kambing, komoditas tebu, komoditas tembakau.
Agrowisata Berbasis Usahatani Padi Sawah Tradisional Sebagai Edukasi Pertanian ( Studi Kasus Desa Wisata Pentingsari ) Handayani, Sugiharti Mulya
HABITAT Vol 27, No 3 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.599 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.3.15

Abstract

Perkembangan pembangunan terutama di kota besar berdampak pada semakin berkurangnya lahan pertanian padi. Kondisi ini membuat generasi muda terutama yang tinggal di kota besar tidak mengenal proses usahatani padi yang berdampak pada sikap kurang menghargai pangan dan petani yang menghasilkannya. Dampak yang lebih mengkhawatirkan adalah semakin menurunnya minat generasi muda dalam pertanian. Saat ini di DIY berkembang agrowisata berbasis usahatani padi sawah tradisional dengan pelajar sebagai pangsa pasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi agrowisata berbasis usahatani padi sawah tradisional sebagai edukasi pertanian bagi generasi muda dan mengkaji manfaat sosial ekonominya bagi petani dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bersifat deskriptif, dan merupakan sebuah studi kasus di Desa Wisata Pentingsari. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara wawancara mendalam (depth intreview) dengan pengelola agrowisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa agrowisata berbasis usahatani padi sawah tradisional berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya wisatawan pelajar yang berkunjung untuk menikmati dan terlibat dalam pengolahan sawah (bajak sawah, tandur, maupun panen). Secara ekonomi, agrowisata berbasis usahatani padi sawah tradisional dapat meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat, sedangkan secara sosial budaya, agrowisata ini turut menjaga kelestarian dan kearifan lokal dalam pengelolaan usahatani padi sawah tradisional.
Analisis Kepuasan Petani Bunga Krisan Potong terhadap Insektisida X di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu Ramadhani, Febriana Dian Indranisa; Anindita, Ratya
HABITAT Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.669 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2017.028.1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepuasan dan sekaligus menganalisis tingkat loyalitas petani bunga krisan potong terhadap penggunaan insektisida X. Metode yang digunakan adalah metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI).Untuk mengukur tingkat kepuasan digunakan delapan variabel yaitu kinerja, keistimewaan tambahan, keandalan, kesesuaian dengan spesifikasi, daya tahan, serviceability, estetika, dan kualitas yang dipersepsikan. Kemudian untuk mengukur tingkat loyalitas, diukur dengan lima tingkatan loyalitas yaitu switcher, habitual buyer, satisfied buyer, liking the brand, committed buyer. Responden yang digunakan berjumlah 55 orang petani bunga krisan potong. Metode IPA menghasilkan rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 104.53% dan menunjukan bahwa produk sudah dapat memenuhi harapan konsumen. Metode CSI menghasilkan tingkat kepuasan sebesar 71.6% dan termasuk dalam kriteria puas. Hasil analisis loyalitas menunjukan petani bunga krisan potong berada pada tingkat loyalitas liking the brand.
Allocative and Technical Efficiency Analysis of Cassava Farming in Bitefa Village, East Miofamo District, Middle North Timor Muhaimin, Abdul Wahib
HABITAT Vol 28, No 3 (2017)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.535 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2017.028.3.11

Abstract

Cassava is a food crop with great economic value since its cost is affordable and has been passed down to the generation.  People at Bitefa village are majority a farmer who depends their life on agriculture to meet the needs. Problems faced by farmers in farming cassava at Bitefa village are farming management that is not in accordance with the guidelines and the use of factors of production that is not suitable for the dose recommended. This suggests that the use of factors of production are not efficient. Research objectives are: (1) to analyze the factors that affect the production of cassava, (2) to analyze the level of allocative and technical efficiency, (3) to analyze factors that affect technical inefficiency. The efficient use of factors of production is expected to increase production and income for farmers of cassava. The result obtained using stochastic frontier production function analysis is that the influence of cassava farming real production is the production of land and seeds. Meanwhile, labor, cost factors and the use of manure have no effect on the real production of cassava. The technical efficiency level of cassava farming in the research area is the lowest by 0.80 of which amounted to 0.99. While the level of NPMxPx for land use allocative efficiency is 1 so that the allocation of land use in the area of research has not been efficient. NPMxPx for the use of seed allocation is 1 so that the use of seedlings is also not efficient. Nonformal education influence is real and marked positive effect against inefficiency. Formal education is marked negative but having a real effect against the inefficiency. Farmer's age is marked negative and not real, while the experience and the number of family members are marked positive but having no real effect on the production of cassava.
Faktor-Faktor yang Berkontribusi Terhadap Kinerja dan Kompetensi Penyuluh Pertanian Pada Jenjang Jabatan Penyuluh Pertanian Ahli (Kasus di Malang, Jawa Timur) Wicaksono, Pararto; Sugiyanto, Sugiyanto; Purnomo, Mangku
HABITAT Vol 27, No 2 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.777 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.2.10

Abstract

Penyuluh berperan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan keterampilannya di bidang pertanian kepada petani, sehingga pengetahuan dan keterampilan petani meningkat sesuai dengan keperluan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kompetensi dan kinerja penyuluh pertanian (PP) Ahli dan 2) menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kompetensi dan kinerja PP Ahli. Responden dalam penelitian ini adalah Penyuluh Pertanian Ahli 32 orang dari 44 orang penyuluh yang ada di Malang Raya yang ditentukan secara sengaja (purpossive), yakni untuk Kabupaten Malang: Kecamatan Singosari dan Dau; Kota Batu: Kecamatan Bumiaji dan Junrejo; serta Kota Malang: Kecamatan Kedungkandang, Blimbing dan Sukun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi responden; dan analisis data. Data penelitian yang diperoleh selanjutnya dianalisis jalur menggunakan program PLS Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kompetensi Penyuluh Pertanian adalah usia, Pengalaman kerja dan Penerapan metode penyuluhan  sedangkan faktor lainnya motivasi, lingkungan sosial, lingkungan fisik  dan kinerja penyuluh tidak berkontribusi. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja Penyuluh Pertanian adalah usia, pengalaman kerja, penerapan metode penyuluhan  dan kompetensi penyuluh. Faktor yang berkontribusi langsung terhadap kinerja Penyuluh Pertanian adalah usia, pengalaman kerja dan kompetensi penyuluh  sedangkan yang berkontribusi tidak langsung adalah penerapan metode penyuluhan.

Page 10 of 30 | Total Record : 291