Journal of Regional and City Planning
Journal of Regional and City Planning or JRCP is an open access journal mainly focusing on urban and regional studies and planning in transitional, developing and emerging economies. JRCP covers topics related to the analysis, sciences, development, intervention, and design of communities, cities, and regions including their physical, spatial, technological, economic, social and political environments. The journal is committed to create a multidisciplinary forum in the field by seeking original paper submissions from planners, architects, geographers, economists, sociologists, humanists, political scientists, environmentalists, engineers and other who are interested in the history, transformation and future of cities and regions in transitional, developing and emerging economies.
Articles
1,011 Documents
Peran Kota Kecil Dalam Konteks Wilayah Mega Urban
Hastu Prabatmodjo
Journal of Regional and City Planning Vol. 4 No. 9c (1993): Edisi Khusus Oktober
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebijaksanaan Pemda DKI Jakarta Dalam Menghadapi Fenomena Wilayah Mega Urban
Ahmadin Ahmadin
Journal of Regional and City Planning Vol. 4 No. 9c (1993): Edisi Khusus Oktober
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dimensi Ruang dan Sosial Dalam Industrialisasi Pada Pembangunan Jangka Panjang Indonesia Tahap Kedua
Bambang Bintoro Soedjito
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dinamika ekonomi global dan proses industrialisasi di ASEAN dan Indonesia pada khususnya telah membawa dampak transformasi struktur sosial dan ekonomi. yang pada gilirannya juga sangat mempengaruhi pada slrukiur tata ruang. Hal tersebut perlu dilihat sebagai suaiu dimensi (issue) dalam perencanaan pengembangan wilayah dan kota di Indonesia.
Dampak Globalisasi pada Perkembangan Megacities di Indonesia
Christianto Wibisono
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Globalisasi ekonomi dan perkembangan urbanisasi merupakan gejafa universal yang tidak dapat dihindari. Untuk mengendalikan megacities perlu diambil Iangkah-tangkah strategis dan demokratis. Berdasarkan pemantauan secara empiris historis tentang perkembangan metropolitan dan globalisasi ekonomi , maka kita diharapkan dapat lebih arif dalam mengambil kebijakan strategis yang berwa wasan jauh kedepan.
Kependudukan dan Pembangunan Daerah di Indonesia
Suwardjoko Warpani
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dengan menyimak hasil sensus tahun 1990 dan tahun-tahun sebelmnya,dapat kita lihat bagaimana potret kependudukan Indonesia dimasa lampau hingga sekarang, Berdasarkan gamba ran lersebut, banyak halyang dapal kita pertanyakan misalnya selain bertambah banyak apa pula maknanya bagi perkembangan daerah di Indonesia, sejauhmana desentralisasi pembangunan ke luar Jawa mampu menarik penduduk/ meningkatkan penyebaran penduduk. Selain hal tersebut sudah adakah rencana kependudukan di Indonesia ?
Ekonomika Dalam Perencanaan Wilayah dan Kota
Pradono Pradono
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan nasional telah membawa pada keberhasil'an pembangunan ekonomi. Perkembangan ekonami yang cepat telah mewarnai kehidupan bernegara di Indonesia sampai saat ini dan masa-masa yang akan datang. Tidak dapat disangkal Iagi bahwa kehidupan masyarakat saat ini Iebih banyakdidominasi oleh hubungan ekonomi. Perkembangan ini pada gilirannya akan berdampak luas dan salah satunya pada aspek tata ruang. Dengan demikian para pengambil keputusan dan pelaku dalam perencanaan wilayah dan kota dituntut unluk dapat melihat perubahan perilaku tersebut untuk diadaptasikan dalam setiap produk perencanaan yang dibuat. Tulisan ini mencoba mengkaji seberapa jauh para perencana wilayah dan kota perlu mengetahui perilaku ekonomi melalui pemahaman ilmu ekonomi (ekonomika) dan implikasinya bagi dunia pendidikan perencanaan wilayah dan kota.
Strategi Pengembangan Kepariwisataan
Myra P. Gunawan
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pariwisata telah dijadikan sektor andalan dalam pelita V maupun dalam pembangunan jangka panjang tahap ke ll. Sasaran pariwisata nusantara adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan serta kecintaan tanah air, sedangkan pariwisata internasional didasarkan pada tolak ukur jumlah wisatawan dan perolehan devisa.Tercapainya sasaran-sasarankuantitatif dengan tolok ukur rersebut diatas belum menggambarkan keberhasilan yang sebenamya. Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengungkapan akan perlunya straregi sebagai rangkafan untuk mencapai sasaran jangka panjang tampa dipengaruhi oleh keuntungan-keuntungan atau hambatan- hambatan jangka pendek di dalam pengembangan kepariwisafaan yang multi dimensional.
Regional Development in Indonesia: Goals and Policies
Budhy Tjahjati S. Soegijoko
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Upaya pengembangan wilayah (regional development) harus diarahkan pada pemecahan masalah ketimpangan antara wilayah dalam tingkat kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi. Di samping itu pengembangan wilayah juga harus merupakan alat koordinasi pembangunan sekttoral di daerah, dalarn rangka desentralisasi. Dewasa ini pemerintah sangat menekankan pendekatan pengembangan wilayah terpadu melalui rencana tata ruang pada strata nasional, propinsi maupun kabupaten. Masalah yang dihadapi kini adalah masih belum memadainya kemampuan perencanaan di daerah, serta ketergantungan finansial daerah pada pemerintah pusat.
Prospek Migrasi ke Kota-Kota Menengah dan Kecil
Hastu Prabatmodjo
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desentralisasi dan otonomi yang Iebih besar kepada daerah-daarah, diperkirakan akan semakin memperkuat fungsi dan peranan kota-kota menengah dan kecil, termasuk dalarn proses migrasi. Dari hasil penetitian di Kabupalen Tasikmafaya disimpulkan bahwa kota"”kata menengah cukup berarti sebagai tujuan migrasi yang berasal dari dalam kabupaten. Disamping itu juga terdapat petunjuk bahwa kota-kara tersebut sudah berfungsi dengan baik sebagai ruang kehidupan. Hal ini nampaknya mempengaruhi orang untuk bermigrasi keluar, lebih jauh lagi investasi untuk memperluas kesempatan ekonomi yang lebih besar ke kota-kota tersebut, nampaknya memiliki peluang untuk membiaskan arah migrasi yang selama ini banyak menuju kota-kota besar.
Dinamika Penggunaan Sumber Daya Lahan di Jawa Barat 1970-1990
Uton Rustan Harun
Journal of Regional and City Planning Vol. 3 No. 3 (1992)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model Dinamika Alokasi Sumbardaya Lahan yang akan dibahas, menjelaskan tentang pola perubahan penggunaan lahan wilayah-wilayah yang mengakibatkan terjadinya fluktuasi daya dukung sumberda ya lahan. Berdasarkan metode tersebut akan dapat diperoleh gambaran tentang besarnya nilai aset wilayah dalam satuan waklu tertentu. Dimana salah satu akibar dari perubahan tersebut adalah naiknya nilai tambah lahan atau renta lahan atau menurunnya kemampuan lahan yang harus segera dikonversi.