cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 608 Documents
A STUDY ON MEANING AND VALUES OF MONEY PAPER AND PRAYER PAPER IN DEATH RITES OF INDONESIAN CHINESE Rebecca Milka Natalia Basuki
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.5

Abstract

There are three important events in human's life, such as births, marriages and deaths. Death rites are one of the most important in Chinese culture. In Chinese culture, death rites symbolize a new start for a new life, connecting the lives and the deceased, giving pledge to ancestors, and involved rich visuality in the process. In a death rite, there are a lot of elements and artifacts with high esthetics, art values, and good craftmanship. But in the end, they are not only functioned as decorations, but they have spesific functions and meanings, which usually not realized by the people.This research focused on money papers and prayer paper in Chinese's death rites. There are three rites locations observed to look at the differences and cultural acculturations between Chinese culture and local culture. Research problems are to find out how those elements are used in the rites, their meanings, values and functions in death rites. The research are using visual ethnography as a method and visual anthropology approach in order to gain deeper understanding of research objects' roles in death rites. The results showed their roles as important parts of death rites, and as mediums of communication. They delivered immanent communication and transcendental communication. They are also functioned to help human being to understand their humanities. In the end, money paper and prayer paper are not just requirements for rites or decorations, but meaningful to entire human life. Keywords: Death Rites, Money Paper, Prayer Paper, Visual Ethnography 
SMS TAUHIID SEBAGAI TECHNO-RELIGION: PERSPEKTIF TECHNO-CULTURE ATAS PENYEBARAN TAUSIAH AGAMA MELALUI SMS Moch Fakhruroji
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.4

Abstract

Memasuki era teknologi informasi, penyebaran pesan agama (tausiah) seolah menemukan pola baru, salah satunya dengan memanfaatkan layanan text messaging berbasis telepon seluler atau smart-phone. Dengan mengambil kasus layanan SMS Tauhiid yang menggunakan jargon "dakwah berbasis teknologi", tulisan ini menggunakan perspektif techno-culture sehingga menggambarkan SMS Tauhiid sebagai salah satu fenomena techno-religion. Dalam perspektif ini, fenomena techno-religion tidak hanya dilihat sebagai fenomena teknologi sebagai solusi praktis bagi agama untuk tetap mendapat tempat bagi masyarakat modern, tetapi juga mengungkap peran teknologi dalam membantu mewujudkan salah satu doktrin mendasar Islam sebagai missionary religion, terutama dalam konteks budaya masyarakat yang semakin sarat dengan teknologi baru yang semakin konvergen dan interaktif. SMS Tauhiid memperlihatkan fenomena techno-religion paling tidak dalam dua hal. Pertama, SMS Tauhiid berpotensi memperluas peran teknologi media dalam menstrukturkan perilaku agama masyarakat modern, khususnya dalam memperoleh pesan-pesan agama. Kedua, SMS Tauhiid menggambarkan fenomena "pendelegasian" wewenang pihak otoritas agama atas teknologi sehingga menggambarkan relasi yang bersifat negosiatif antara agen manusia dan agen teknologi.
MEMBANGUN IDENTITAS VISUAL UNTUK MEDIA PROMOSI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Riztama Prawita; Wirania Swasty; Patra Aditia
Jurnal Sosioteknologi Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2017.16.1.3

Abstract

Seperti kebanyakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), J-Project belum memiliki identitas visual dan media promosi yang tepat. Ini menyebabkan sulitnya membangun kesadaran merek serta mempromosikan UMKM tersebut. Untuk meningkatkan daya saing industri, perancangan identitas visual dan media promosi yang tepat sangat diperlukan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dengan mengamati persaingan industri, kuesioner yang disebar kepada 100 orang komunitas sepeda di Bandung, serta wawancara pada pelaku bisnis. Landasan teori yang digunakan adalah teori pemasaran, teori merek, teori perancangan visual dan teori identitas perusahaan. Bentuk perancangannya meliputi identitas visual (logogram) dan beberapa media promosi untuk menunjang daya saing J-Project seperti poster, brosur, x-banner, website, dan media sosial lainnya. Logogram memiliki makna bahwa J-Project merupakan UMKM yang ingin tumbuh dan berkembang bersama komunitas dengan semangat dan sportifitas yang tinggi. Dengan identitas visual yang baru, J-Project ingin menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa bersepeda merupakan salah satu alternatif olah raga yang cukup murah dan mudah.           Kata Kunci: Sepeda, Jersey, Identitas Visual, Logo, Media Promosi
Kajian Sistem Operasi Tersinergi Bakamla sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan Dicky R. Munaf, MS., MSCE. P.hD
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.6

Abstract

Dalam rangka penegakan hukum di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi, khususnya dalam melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai UU  no 32 tentunya Badan Keamanan Laut Indonesia  yang merupakan  revitalisasi dan penguatan kapasitas  kelembagaan dari Badan Koordinasi Keamanan Laut perlu pola pelaksanaan operasi bersama keamanan laut dimana Gelar Kekuatan operasi Bersama Kamla yang selama ini dilakukan apakah sudah sesuai dengan banyaknya jenis  kejadian yang terjadi di wilayah perairan yuridiksi Indonesia baik itu pelanggaran bahkan kecelakan laut.
Berpikir Desain: Pendekatan Holistik di dalam Pemecahan Masalah pada Masyarakat Agraris/Maritim Indonesia Jejen Jaelani, M.Hum.
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.7

Abstract

AbstrakPermasalahan yang muncul di dalam kehidupan masyarakat Indonesia semakin hari semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan kehidupan masyarakat seakan-akan berjalan sebagai sesuatu yang terpisah. Oleh sebab itu, diperlukan paradigma baru di dalam pemecahan masalah-masalah yang ada. Berpikir desain (Design thinking) adalah cara berpikir holistik yang mampu menghasilkan gagasan dan ide kreatif bagi pemecahan persoalan yang ada di masyarakat. Design thinking yang dimaksud di sini adalah bukan cara berpikir desain yang khusus seperti di desain produk, desain interior, desain grafis, atau desain engineering. Akan tetapi, berpikir desain di sini adalah desain dengan domain yang lebih luas yang melibatkan pendekatan multidisiplin. Paradigma ini diharapkan dapat membuka peluang pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan yang holistik dan berbasis kelokalan Indonesia.  
Balada Jihad Aljazair (Menguak Infiltrasi Intelijen & Faham Takfiri dalam Gerakan Jihad) Qorry Alibasyah Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.11

Abstract

Buku ini merupakan terjemahan dari dua buku yang aslinya berjudul Mukhtashar Syahadati 'ala al-jihad fi Al-Jazair yang ditulis oleh Abu Mush'ab As-Suri, dan Thali'ah Ar-Radd 'ala Kitab Al-Jami' yang ditulis Abu Qatadah Al-Filistini.  Buku kedua ini yang diistilahkan penulis sebagai suplemen adalah tulisan yang disusun Abu Muhammad Al-Filistini, yang merupakan kumpulan dari tulisan gurunya (Abu Qatadah Al-Filistini) yang tersebar di berbagai topik tulisan, yang secara khusus berisi koreksi tentang kitab Al-Jami' fi Thalabil 'ilmi AS-Syarif  tulisan Abdul Qadir bin Abdul Aziz.
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOKULTUR DI ITB: MENJADIKAN MANUSIA BERKEADABAN? Muhammad Tasrif
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.3.1

Abstract

ABSTRAKTeknokultur yang dalam definisinya mengandung konsep saling-hubungan (feedback atau interdependent) antara teknologi dan kebudayaan mengindikasikan bahwa seorang lulusan Program Pendidikan Magister Teknokultur seharusnya memahami benar makna saling-hubungan tersebut. Dengan demikian, materi-materi mata kuliah yang perlu ditawarkan dalam Prodi Magister Teknokultur haruslah dapat mewujudkan pemahaman yang benar itu. Pada gilirannya melalui pemahaman ini, pemaknaan implikasi dari konsep saling-hubungan dalam konteks pola-pola kehidupan sosial dapat diperoleh dengan jelas (clear dan distinct). Suatu fenomena (fenomena teknokultur) menyangkut dua aspek: struktur dan perilaku. Perilaku suatu fenomena ditentukan oleh strukturnya. Ada dua macam struktur, struktur fisik dan struktur pembuatan keputusan. Keputusan-keputusan yang dibuat manusia, pada hakikatnya merupakan salah satu tahap terpenting dalam suatu siklus tertutup proses belajar manusia akan suatu fenomena yang menjadi fokus perhatiannya. Dalam proses belajar yang primitif, keputusan dihasilkan oleh suatu model mental, yang mana budaya memainkan perannya dalam model mental ini. Banyak kekurangan yang dijumpai dalam proses belajar yang hanya mengandalkan model mental. Salah satu kekurangannya adalah ketidakmampuan model mental membangun pemahaman yang lengkap akan keberadaan perilaku kompleksitas dinamis (dynamic complexity) suatu fenomena teknokultur.  Agar proses belajarnya efektif, proses belajar yang berdasarkan model mental itu perlu dilengkapi dengan suatu model ekplisit. Model eksplisit yang diperlukan adalah suatu model yang dapat mengakomodasi konsep saling-hubungan dalam suatu fenomena teknokultur serta implikasinya terhadap pola-pola kehidupan sosial. Paradigma berpikir sistem (systems thinking) dan metodologi system dynamics (dinamika sistem) dapat dipertimbangkan sebagai mata kuliah wajib yang diberikan di Prodi Magister Teknokultur ITB.Kata kunci: struktur, perilaku, model mental, systems thinking, system dynamics
Representation of Indonesian Women Beauty in Citra Handbody Lotion TV Ads "Dari Citra Untuk Perempuan Indonesia" Febri Dwi Ratna Sari
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.8

Abstract

Beautiful generally can be interpreted as something that is pretty, good, and fascinating. Beautiful itself is a representation that deliberately created by the media  so that the public would  believe what pretty is. One of media that is used for spreading it was advertising. In advertising there are meanings and myths used to create beliefs regarding about  advertising's  messages to society. The purpose of this study to determine the meaning of denotation, connotation and myth which contained in Handbody Citra Lotion's television advertision. This study uses qualitative, semiotic analysis of Roland Barthes. Based  on the research results, the conclusions drawn in the denotative meaning of Citra product  from Citra Handbody lotion's advertising that Citra  products uphold the culture and the cultural heritage of Indonesia, especially the beauty of women in Indonesia. There is also connotation meaning about beauty of Indonesian women from different regions based on their culture. For the myth's meaning is the myth about beauty of Indonesian women are besed on their customs and culture. 
POLA KOMUNIKASI PROSESI MARHATA SINAMOT PADA PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA DALAM MEMBENTUK IDENTITAS BUDAYA SUKU BATAK TOBA DI BANDUNG Idola Perdini Putri; Sastrya Naibaho
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 3 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.2016.15.3.3

Abstract

Marhata Sinamot merupakan kegiatan adat yang membicarakan mahar dan perlengkapan pesta agar terlaksana pernikahan secara adat Batak Toba. Di daerah asal kegiatan dilakukan berbeda hari, namun di Bandung disatukan dengan hari Martumpol (tunangan) untuk menghemat waktu karena kesibukan di kota. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pola komunikasi Marhata Sinamot di Bandung, Jawa Barat.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi dan hasil wawancara dengan ketua bidang adat, Raja Parhata dan pengantin yang diuji kebenarannya dengan triangulasi waktu dan dianalisis dengan mereduksi, menyajikan dan menyimpulkan data.Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pola komunikasi dimensi sosial menunjukkan komunikasi yang akrab dalam penentuan Raja Parhata dan dimensi konsep menunjukkan suasana ketat hukum adat dan memiliki simbol dan makna sebagai komunikasi verbal dan nonverbal sehingga membentuk identitas Batak Toba di Bandung.Pola komunikasi dimensi sosial dan konsep tersebut mampu membentuk identitas budaya Batak Toba di Bandung dan membedakannya dengan daerah asal. Kata Kunci : Marhata Sinamot, pola komunikasi, identitas budaya
KEPUASAN MAHASISWA TELKOM UNIVERSITY DALAM PENANGANAN KELUHAN BERBASIS MEDIA SOSIAL FACEBOOK Dian Putri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.4

Abstract

Semakin berkembangnya zaman, perkembangan penggunaan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) juga semakin meningkat. Salah satu contohnya yaitu dengan kehadiran new media sebagai media berbasis jaringan internet yang menghubungkan satu individu dengan individu lain. New Media saat ini juga telah digunakan oleh Direktorat Sistem Informasi Telkom University sebagai media handling complaint dengan nama yaitu grup Facebook Helpdesk Direktorat Sisfo. Tujuan penelitian ini untuk mencari tahu seberapa besar tingkat kepuasan mahasiswa Telkom University dalam penanganan keluhan tersebut dan indikator apa saja yang telah memenuhi kepuasan dan masih belum memenuhi kepuasan mahasiswa Telkom University. Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis data melalui perhitungan mean, ANOVA dan t-test independent. Hasil penelitian menunjukkan dari lima indikator penilaian kepuasan, indikator kesesuaian informasi dan teknologi telah mencapai puas (rata-rata nilai > 3), sedangkan indikator respon, empati dan kenyamanan masih dinyatakan tidak puas (rata-rata nilai < 3). Secara keseluruhan, skor rata-rata kepuasan mahasiswa yaitu 2,95 yang berarti apa yang diharapkan oleh mahasiswa masih belum dapat terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan tiga Prodi dan Fakultas yang memiliki nilai puas (> 3) dan empat Prodi dan Fakultas yang memiliki nilai tidak puas (< 3). Berdasarkan jenis kelamin, mahasiswa memiliki kepuasan yang lebih dengan nilai 3,00 dibanding mahasiswi yang nilai rata-ratanya yaitu 2,92.

Filter by Year

2006 2025