cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 608 Documents
STRATEGI RELATIONSHIP MARKETING DALAM AKUN TWITTER @TELKOMSEL Harmika Pradnya Rosediana; Reni Nuraeni; Sylvie Nurfebiaraning
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 3 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.2016.15.3.4

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat membuat gaya hidup masyarakat berubah. Pada tahun 2015, 38,4% masyarakat Indonesia atau sekitar 82,2 juta orang telah menggunakan internet dan 69 juta diantarnya aktif menggunakan sosial media facebook dan twitter. Fenomena ini menjadi peluang bagi perusahaan dalam memanfaatkan media untuk mengembangkan komunikasi perusahaan, salah satunya operator telekomunikasi di Indonesia, Telkomsel. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif dengan paradigma post-positvisme dimana peneliti memandang strategi sebagai fenomena yang ada dan utuh. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dengan teknik purposive sampling dan dokumen. Informan merupakan meeka yang mengetahui strategi komunikasi relationship marketing Telkomsel dan mereka yang pernah berkomunikasi dengan twitter @Telkomsel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial twitter bermanfaat untuk PT. Telekomunikasi Seluler dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Fitur-fitur yang dimiliki seperti hashtag, mentions, link gambar dan video memudahkan Telkomsel untuk membuat komunikasi yang menarik. Telkomsel menggunakan strategi promosi, customer care, corporate communication dan publication dalam membangun komunikasi di akun twitter @Telkomsel. Dengan strategi tersebut, Telkomsel dapat menanamkan nilai-nilai relationship marketing berupa komunikasi, kepercayaan, komitmen, kerjasama, dan nilai bersama.
NILAI KREATIFITAS PADA KREASI KRIYA KERAMIK MAHASISWA 2010 DAN 2012 UPI Devi Astarina; Achmad Haldani; Bismo Jelantik
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 3 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.2016.15.3.7

Abstract

Abstrak. Kreatifitas merupakan kemampuan seseorang untuk mencipta. Salah satu bidang ilmu yang dekat hubungannya dengan kreatifitas, ialah bidang ilmu Kriya, Desain, dan Seni Rupa. Untuk membedah kreatifitas di bidang tersebut, digunakan teori kreatifitas Primadi Tabrani dan teori visual A.A. M. Djelantik. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan instrumen observasi lapangan. Observasi lapangan dilakukan terhadap kreasi mahasiswa 2010 dan mahasiswa 2012 pada Mata Kuliah Kriya Keramik, Departemen Pendidikan Seni Rupa UPI. Dari hasil observasi lapangan, ditemukan beragamnya perbedaan visual. Permasalahannya adalah, sistem penilaian atau alat ukur kreatifitas cukup dengan menggunakan alat ukur visual, ataukah ada faktor-faktor lain yang harus pula diukur. Target dari penelitian ini, ialah mengidentifikasi sistem penilaian, serta merumuskan sistem penilaian yang relevan untuk mengukur kreatifitas. Hasil penelitian ini, menyebutkan bahwa ada cukup hubungan antara visual dengan kreatifitas sebuah kreasi. Namun, sistem penilaian kreatifitas, mencakup pula faktor-faktor lain. Seperti faktor konsep di dalam benak atau wawasan apresiator tentang bentuk-bentuk yang sudah dibuat sebelumnya, sejarah pendidikan yang tidak membina kreatifitas, teori belajar, serta latar belakang lingkungan yang kurang mendukung kreatifitas. Didapatkan kesimpulan akhir, bahwa sistem penilaian yang baik dan relevan dalam mengukur kreatifitas, ialah tidak saja menilai kreasi dari hasil, melainkan lebih penting menilai proses yang dilakukan mahsiswa. Juga tidak dengan cara membandingkan kreasi antar mahasiswa di kelas.  Karena setiap manusia, berbeda fisik, kreatif, dan rasionya, yang berarti berbeda pula latarbelakang lingkungan, tingkatan kreatif, serta selera keindahannya. 
An analysis of Obama’s Speech at climate Change Conference COP 21 in Paris in 2015 Using Fairclough’s Three-Dimensional Model rukman rukman
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.10

Abstract

The aim of this paper is to analyze Obama’s speech at climate change conference (COP 21) held in Paris November 18, 2015. The analysis uses Fairclough’s three-dimensional model The three-dimensional model includes such aspects as text (language), discursive practice, and social practice. The results of analyzing these aspects show that under the textual (language) aspect, this speech is dominated by the use of both the imperative mood and material process of transitivity. Under the discursive practice, the speech blends the discourse of long-term commitment in achieving the two degree Celsius global warming target with the discourse of innovation and investment in clean energy technologies. As for its social practice, the speech reflects the shifting from the discourse of climate change into the discourse of innovation and investment in clean energy. Keywords: Fairclough’s three-dimensional model, imperative mood, transitivity, climate change (global warming) discourse, clean energy technology innovation and investment discourse
KAJIAN SISTEM LATIHAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN LAUT TERINTEGRASI Dicky R. Munaf, MS., MSCE. P.hD
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.13

Abstract

Dalam  menjalankan Tupoksi dan kewenangan  sesuai dengan UU No 32 tahun 2014 tentang kelautan, Pasal 61,62, dan 63   Bakamla beserta stake holdernya melakukan kerjasama  berupa  latihan keamanan dan keselamatan  laut yang terintregrasi. Latihan-latihan dan kursus yang dilakukan sebagaimana lazimnya di sektor ini antara lain: Suspaidik (Kursus Perwira Penyidik), Suspeknubika (Kursus Penyelamatan Kapal Nuklir Bio Dan Kimia), ekosistem laut, Marpol (Marine Polution), Persandian, Search and Rescue, Suskomnav (Kursus komunikasi dan Navigasi), Menembak, Basic Safety Training (BST), dan URCL (Unit Reaksi Cepat Laut). Dengan latihan-latihan dan kursus yang dilakukan tersebut, maka akan didapat suatu keterkaitan antara tupoksi, kewenangan dan latihan-latihan yang dilaksanakan. Dalam kajian ini variabelnya adalah  tupoksi serta kewenangan Bakamla yakni patroli keamanan Laut, pendayagunaan teknologi informasi, dan proses hukum. Sedangkan indikatornya  yaitu latihan keamanan dan keselamatan laut. Dari keterkaitan tersebut,  didapat gambaran mengenai latihan yang dilakukan  terintegrasi diperlukan agar di dapat pola pikir dan pola tindak homogen diantara petugas lapangan keamanan dan keselamatan laut. Kata Kunci : Bakamla, Latihan, Terintegrasi
BENTUK PERUNDUNGAN SIBER DI MEDIA SOSIAL DAN PENCEGAHANNYA BAGI KORBAN DAN PELAKU Ranny Rastati
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.1

Abstract

Meningkatnya penetrasi internet di Indonesia membuat kasus perundungan siber di media sosial makin marak terjadi. Di Indonesia, perundungan siber tidak hanya menimpa kalangan selebritas, tetapi juga masyarakat biasa. Beberapa kasus bahkan menyebabkan korbannya bunuh diri. Akan tetapi, pelaku merasa tidak bersalah. Dari fenomena ini perlu dijelaskan bentuk perundungan siber di media sosial dan pencegahannya bagi korban dan pelaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus dan observasi terhadap akun media sosial di Facebook, Path, Twitter, dan Instagram yang teridentifkasi perundungan siber. Sesuai dengan teori Willard, penelitian menunjukkan ada tujuh bentuk perundungan siber yaitu flaming (pertengkaran daring), harassment (pelecehan), denigration (ftnah), impersonating (akun palsu), trickery (tipu daya), exclusion (pengucilan), dan cyberstalking (penguntitan siber). Di Indonesia, ditemukan tiga objek perundungan siber selain pada individu yaitu wilayah, agama, dan institusi atau profesi tertentu. Langkah pencegahan yang perlu dilakukan adalah sosialisasi UU ITE dan etika berinternet yang disebut 'PIKIR'yaitu Penting, Informatif, Kebaikan, Inspiratif, dan Realitas.Kata kunci: perundungan siber, pencegahan, etika berinternet, UU ITEABSTRACTSome cases of cyberbullying in social media have been increasing lately as the result of the internet penetration in Indonesia. The cyberbullying happens not only to celebrities but also to common people. Some cases even lead to suicide but the perpetrators tend to not feel guilty. Based on the phenomenon, it is important to describe forms of cyberbullying in social media in Indonesia and the ways to prevent cyberbullying from happening both for the victims and perpetrators. Using case studies and observations, this qualitative research examines some social media services where cyberbullying happened, such as Facebook, Path, Twitter and Instagram. Relating to Willard theory, the fnding shows that there are seven forms of cyberbullying in Indonesia: flaming, harassment, denigration, impersonating, trickery, exclusion and cyberstalking. The cyberbullying in Indonesia, however, have three other objects besides an individual as her/his own including cyberbullying to region, religion and institution or a particular profession. The preventive acts to avoid cyberbullying are the socialization of Law on Electronic Information and Transactions (UU ITE) and netiquette called 'PIKIR' as is it Prominent, Informative, Kind, Inspiring and Real.Keywords: cyberbullying, prevention, victim and perpetrator, netiquette, Law on Electronic Information and Transactions (UU ITE)
MODERNISASI DAN KOMERSIALISASI UMA MASYARAKAT MENTAWAI krismanto kusbiantoro
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.2

Abstract

Hunian tradisional masyarakat Mentawai yang paling utama adalah uma. Bagi masyarakat Mentawai, uma bukan hanya sebuah rumah tempat tinggal biasa. Uma adalah sebuah pusat kehidupan sekaligus identitas, baik sosial maupun spiritual, dan jati diri masyarakat Mentawai. Uma merupakan bukti keterampilan masyarakat Mentawai dalam pekerjaan pertukangan. Uma dibangun tanpa paku dan hanya menggunakan sistem sambungan silang bertakik dan sistem pasak. Perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat ternyata berdampak pada gubahan uma yang sedianya dibangun dengan kearifan tektonika arsitektur tradisional, sekarang menampilkan gubahan hibrid dengan tektonika modern dan bahkan bernilai komersial. Fenomena ini menarik untuk diteliti dan dipelajari guna kelestarian nilai kearifan lokal pada uma. Tulisan ini berusaha menjelaskan fenomena di atas melalui deskripsi terhadap 2 bangunan uma suatu suku di Mentawai yang satu diantaranya adalah eks-uma yang sudah ditinggalkan dan satu lagi adalah uma yang saat ini mereka gunakan namun menampilkan gubahan hibrid akibat modernisasi.   Deskipsi akan diungkapkan mencakup dimensi gubahan bentuk, sistem konstruksi, pemilihan material dan pemaknaannya. Pada akhirnya uma lebih dominan merupakan gagasan konseptual daripada entitas fisik. Fungsi dan aktivitas di uma jauh lebih penting daripada gubahan fisiknya. Oleh sebab itu modernisasi dan komersialisasi tidak terhindarkan dan justru menjadi pemberi warna baru dalam gubahan uma yang kontemporer.Kata kunci: uma, Mentawai, modern, hibrid
Technoculture Dr. Prima Roza, SE.,M.Ed.Admin.
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 1 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.14

Abstract

Resensi buku untuk edisi bulan April ini adalah tentang pengenalan suatu kajian milenium baru yang disebut 'Teknokultur'. Dampak perkembangan teknologi informasi menghasilkan arus milenium baru kajian interdisipliner antara teknologi informasi dan kaitannya dengan media, seni, politik, budaya, dan kebijakan di banyak perguruan tinggi dunia, terutama di Amerika. Resensi buku kali ini berasal dari publikasi edisi khusus Media Internasional Australia bertahun 2001 yang menggabungkan kajian budaya dan kebijakan. Kata 'technoculture' mengisyaratkan era baru pada abad ke-21 ini, di mana eksistensi manusia mengalami perubahan radikal dengan datangnya globalisasi dan era informasi
ANALISIS MODEL BISNIS PADA BISNIS SEPATU GUTEN.INC MENGGUNAKAN MODEL BISNIS KANVAS David Adhitya; Marheni Eka
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 3 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.3.1

Abstract

Guten.inc merupakan salah merek sepatu kulit handmade berasal dari Bandung yang berdiri sejak tahun 2014 dan menawarkan produk sepatu kulit dengan harga yang relatif murah dibanding dengan para pesaing seperti Brodo dan Amble. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara jelas model bisnis existing Guten.inc dengan menggunakan model bisnis kanvas meliputi sembilan blok yang terdiri dari nilai proposisi, segmen konsumen, saluran, hubungan pelanggan, kemitraan, aktivitas kunci, sumber daya utama, struktur biaya dan arus pendapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menggambarkan bahwa Guten.inc memiliki nilai proposisi yaitu sepatu kulit dengan harga murah, desain western style dan inovasi belanja melalui website dengan segmen konsumen dari level freshman-fresh graduate serta saluran penjualan melalui online(website) dan offline(toko). Guten.inc memberikan garansi perbaikan sepatu dan layanan customer service sebagai bentuk hubungan pelanggan. Untuk menciptakan nilai proposisi Guten.inc memiliki mitra seperti vendor, pemasok bahan baku hingga media partner dimana hal tersebut menjadi sumber daya utama yang dimiliki Guten.inc untuk menjalankan aktivitas kunci Guten.inc yaitu produksi dan distribusi dimana hal tersebut juga memerlukan biaya. Sampai saat ini arus pendapatan Guten.inc hanya melalui penjualan produk. Peneliti melihat perlunya penambahan beberapa kegiatan dalam  kesembilan blok model bisnis Guten.inc saat ini yang akan dijelaskan dalam bentuk saran.
ANALISIS STRATEGI PROMOSI PARIWISATA MELALUI MEDIA SOSIAL OLEH KEMENTRIAN PARIWISATA RI (studi deskriptif pada akun Instagram @indtravel) ANALYSIS TOURISM PROMOTION STRATEGY THROUGH SOCIAL MEDIA BY TOURISM MINISTRY OF REPUBLIC INDONESIA (descriptive stud Gita Atiko; Ratih Hasanah Sudrajat; Kharisma Nasionalita
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 3 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.2016.15.3.6

Abstract

Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang terus meningkat membuat jumlah pengguna Internet yang juga semakin tinggi diseluruh dunia setiap tahunnya, tak terkecuali Negara Indonesia. Selain Facebook, Twitter, Youtube, Path, Line, dan BBM yang menjadi media sosial favorite masyarakat Indonesia salah satu media sosial yang kini pertumbuhannya terjadi dengan cepat adalah Instagram. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, Instagram menjadi peluang yang besar bagi para pelaku bisnis dalam melakukan kegiatan promosi tak terkecuali pemerintah Indonesia yaitu Kementrian Pariwisata yang berupaya mempromosikan Indonesia melalui berbagai jenis media baru tak terkecuali Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan offline dengan pihak divisi pemasaran Kementrian Pariwisata yang berwenang atas akun Instagram @indtravel, admin, dan salah satu followers. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi pariwisata yang dilakukan oleh Kementrian Pariwisata melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bersifat kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kementrian Pariwisata RI telah melakukan kegiatan promosi pariwisata dengan maksimal melalui Instagram untuk meningkatkan wisatawan di Indonesia baik dalam negeri maupun mancanegara. Penyusunan strategi promosi menggunakan media sosial Instagram yang dilakukan oleh Kemenpar memiliki beberapa tahapan yang mampu mempermudah Kemenpar dalam mencapai tujuannya. Tahapan yang dilakukan adalah penciptaan konten, penentuan platform, perencanaan program, implementasi program, monitoring dan evaluasi. Tahapan pembuatan strategi promosi pariwisata melalui Instagram oleh Kemenpar ini sangat membantu dalam menciptakan awareness akan keindahan alam dan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia bagi bagi target marketnya.Kata Kunci: Kementrian Pariwisata, Pariwisata, Strategi Promosi, Instagram
PERNIKAHAN SEMARGA DALAM KOMUNITAS TIONGHOA PERANAKAN DI BANDUNG PADA AWAL ABAD KE 20 - KASUS KELUARGA TAN SIM TJONG (MARRIAGE WITHIN A CLAN IN CHINESE SOCIETY IN BANDUNG DURING THE EARLY 20TH CENTURY– CASE OF TAN SIM TJONG´S FAMILY) Bambang Tjahjadi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.9

Abstract

Abstrak Pernikahan Semarga yang terjadi dalam kalangan masyarakat Tionghoa di Bandung pada awal abad ke 20 telah mengundang konflik budaya dan sekaligus membuka paradigma baru berupa kebebasan individu dalam memilih pasangannya tanpa batasan nama marga. Polarisasi pandangan dan tindakan terjadi dalam kedua keluarga bermarga Tan yang mencerminkan situasi masyarakat Bandung saat itu. Hal ini dibukukan dalam novel „Rasia Bandoeng“ yang diterbitkan 1918. Novel ini merupakan cerita nyata keluarga Tan Sim Tjong yang antara lain membahas konflik yang terjadi akibat pelanggaran adat pernikahan Tionghoa saat itu. Masyarakat Bandung mengenal Tan Sim Tjong sebagai nama Gang Simtjong dikawasan Citepus Bandung. Melalui pendekatan historis deskriptif, sosok dan jejak Tan Sim Tjong serta dukungannya dalam konteks pernikahan semarga dibahas secara terperinci dalam tulisan ini, dengan harapan karya ini bisa menggambarkan kearifan lokal dan mengisi perkembangan sejarah kota Bandung. Kata kunci: Tan Sim Tjong, Pernikahan Semarga, Hermine, Tionghoa Peranakan, Rasia Bandoeng Abstract Marriage within a clan took place in Chinese society in Bandung during the early 20th Century. It caused culture conflict, but at the same time created a new paradigm for individual freedom when people choice theirs partner without consideration to the family name. The polarity of ideas and their translation into action was typified by the intermarriage between two Tan families. The story of this was published in 1918 in a novel entitled “Rasia Bandoeng” (“The Secret of Bandoeng”). This novel tells the real story of Tan Sim Tjong’s family and deals with the conflicts arising from marrying within the same surname group, which was forbidden in the Chinese culture of that period. The people in Bandung know Tan Sim Tjong as Simtjong Alley in the Citepus district of Bandung. The paper takes a historical approach and gives detailed information about Tan Sim Tjong, his heritage and his support for the relationships and marriage within a clan, in order to maintain the local wisdom and the historical development in Bandung. Keywords: Tan Sim Tjong, Marriage within a Clan, Hermine, Chinese “Peranakan”, Rasia Bandoeng

Filter by Year

2006 2025