cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)" : 12 Documents clear
STUDI ZONA MINERALISASI EMAS MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DI LOKASI TAMBANG EMAS POBOYA Junaedy, Mohamad; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.709 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi zona mineralisasi emas menggunakan metode magnetik di Lokasi Tambang Emas Poboya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran zona mineralisasi emas di lokasi tambang tersebut. Tahapan dalam penelitian menggunakan metode magnetik adalah akuisisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF dan variasi harian, pengolahan data yang selanjutnya membuat peta kontur anomali menggunakan surfer 10, melakukan pemodelan 2D menggunakan software Mag2dc. Hasil penelitian menunjukan bahwa zona mineralisasi emas di lokasi penelitian berasosiasi dengan mineral lain seperti Pirit (FeS2), Kalkopirit (CuFeS2), Troilite, Pyrrhotites, Porpiri dan Siderite dengan nilai suseptibilitas masing-masing 0,000035 SI ? 0,005 SI, 0,000023 SI ? 0,0004 SI, 0,00061 SI ? 0,0017 SI, 0,00046 SI ? 1,4 SI, 0,00025 SI ? 0,21 SI, dan 0,0013 SI ? 0,011 SI, yang berasosiasi dengan batuan beku, iron sulfides dan mineral magnetik. Penyebaran batuan-batuan pembawa mineral emas ini terdapat pada sisi bagian timur dan selatan hingga pada bagian utara lokasi penelitian dengan kedalaman rata-rata antara ± 70 meter sampai ± 320 meter bawah muka tanah.
POTENSI PENELITIAN ETNOBOTANI DI SULAWESI TENGAH INDONESIA Pitopang, Ramadhanil; Ramawangsa, Pandji Anom
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.594 KB)

Abstract

Sulawesi Tengah adalah salah satu propinsi di Indonesia yang secara biogeografi terletak  di ?jantung?nya Wallacea, sebuah kawasan yang memiliki potensi sumberdaya alam biologi  yang unik kaya dengan flora-fauna endemik. Namun demikian potensi ini terutama keanekaragaman hayati tumbuhan belum terungkap dari berbagai aspek pengetahuan terutama dari aspek ekologi, taksonomi serta  dan pemanfaatan serta upaya konservasinya. Propinsi ini dihuni oleh + 19 kelompok etnik yang berbeda budaya, bahasa serta sistem pengetahuan tradisional yang mereka miliki dalam memanfaatk sumberdaya tumbuhan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dari beberapa studi yang telah dilakukan terungkap bahwa masing-masing kelompok etnis ini memiliki sistem pengetahuan lokal dalam menggunakan tumbuhan misalnya; untuk bahan bangunan, makanan dan minuman, obat-obatan dan kosmetik, bumbu dan rempah, pewarna alami, hijauan pakan ternak, tanaman hias, tali temali, sebagai pelengkap dalam acara ritual adat,  berburu, pertanian, perkakas rumah tangga serta keperluan lainnya. Tulisan ini mendiskusikan potensi keanekaragaman hayati tumbuhan serta penelitian etnobotani di provinsi Sulawesi Tengah.
PEMODELAN 2D RESERVOAR GEOTERMAL MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET PADA LAPANGAN PANASBUMI MAPANE TAMBU Rafmin, Fatmawati; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.748 KB)

Abstract

Pemodelan 2D reservoar geothermal menggunakan metode geomagnet telah dilakukan pada Lapangan Panasbumi Mapane Tambu. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis pemodelan 2D data magnetik untuk mengetahui informasi kondisi bawah permukaan serta reservoar daerah panasbumi Desa Mapane Tambu. Pada penelitian ini juga menjelaskan hubungan nilai suseptibilitas batuan bawah permukaan terhadap temperatur berdasarkan sifat magnetik batuan yang menjadi prinsip dasar dalam menentukan model 2D reservoar. Pemodelan data Geomagnet dilakukan dengan bantuan program Mag2DC. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa kedalaman reservoar pada lintasan a-a? yang berarah dari utara-selatan sekitar 46,73 m dengan nilai suseptibilitas -0,001 SI, lintasan b-b? yang berarah dari utara-selatan sekitar 76,03 m dengan nilai suseptibilitas -0,003 SI, dan lintasan e-e? yang berarah dari barat baratlaut-timurmenenggara sekitar 304,66 m dengan nilai suseptibilitas -0,001 SI. Nilai suseptibilitas pada setiap lintasan menunjukkan bahwa batuan yang berfungsi sebagai reservoar adalah batuan sedimen .
IDENTIFIKASI SEBARAN AQUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS DI DESA BORA KECAMATAN SIGI BIROMARI KABUPATEN SIGI Irawati, Irawati; Rahman, Abd.; Th. Musa, Dahlan
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.094 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi sebaran aquifer yang terdapat di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan Konfigurasi Wenner-Schlumberger dan metode Vertical Elektrical sounding (VES) menggunakan Konfigurasi Schlumberger. Pengolahan data menggunakan program inversi Res2dinv dan Progress. Lapisan dengan Nilai resistivitas < 85 ?m ditunjukkan dengan warna hijau diduga merupakan batulempung, batupasir, lumpur dan napal, dimana lapisan ini diduga sebagai lapisan Aquifer. Sebaran aquifer memanjang dan meluas dari arah tenggara ke barat laut pada kedalaman ± 12 m hingga  ± 70 m.
POTENSI DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) SEBAGAI BAHAN AKTIF DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Suprianto, Suprianto; Ulum, M. Syahrul; Iqbal, Iqbal
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.942 KB)

Abstract

Penelitian tentang potensi daun biduri (Calotropis gigantea) sebagai bahan aktif Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) telah dilakukan. Daun biduri diekstrak dengan menggunakan metode meserasi dengan pelarut aseton 80%. Absorbansi hasil ektrak (larutan) kemudian diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, dan kadar klorofilnya dihitung dengan metode Arnon. Adapun konduktivitasnya dihitung dengan metode two point probe. Dengan menggunakan Microsoft Excel diperoleh absorbansi maksimum berada pada konsentrasi 0,15 g/ml yaitu sebesar 3,352 a.u. Hasil perhitungan menunjukkan kadar klorofil daun biduri sebesar 1,4621 mg/g. Data hasil perhitungan konduktivitas yang diolah dengan Microsoft Excel menunjukkan kenaikan konduktivitas larutan klorofil sebesar 0,0555 (?m)-1 pada setiap penambahan konsentrasi 1 gr/ml. Berdasarkan data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa daun biduri memiliki potensi untuk dijadikan bahan aktif Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC)
ORGANOGENESIS DUA TIPE MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI IAA (INDOLE ACETID ACID) DAN BAP (BENZIL AMINO PURIN) SECARA IN VITRO Ningsi, Putri Suria; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.681 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan organogenesis mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan tipe buah besar dan tipe buah kecil yang ditumbuhkan secara in vitro, dan mengetahui kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh yang baik untuk mendorong pertumbuhan dua tipe mengkudu. Eksplan yang digunakan adalah kecambah steril dari kedua tipe mengkudu. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Media perlakuan yang digunakan adalah media MS (Murashige dan Skoog) dengan penambahan 0,3 ppm BAP (Benzil Amino Purin) dan penambahan konsentrasi IAA (Indole Acetid Acid) yang berbeda (0 ppm ; 0,05 ppm ; 0,5 ppm ; 0,7 ppm ; dan 0,9 ppm). Parameter pengamatan meliputi saat muncul daun dan akar, jumlah daun dan akar, dan kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media perlakuan terbaik untuk mendorong pertumbuhan daun kedua tipe mengkudu yaitu media P2 (MS0 + 0,05 ppm IAA + 0,3 ppm BAP), sedangkan media yang paling baik dalam mendorong pembentukan akar yaitu media P5 (MS0 + 0,9 ppm IAA + 0,3 ppm BAP).
ANALISA “IN SILICO” GEN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) YANG TERLIBAT DALAM SISTEM KETAHANAN TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT Agung, Muhammad Budi; Budiarsa, I Made; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.821 KB)

Abstract

Biji kakao adalah salah satu komoditas utama di dunia yang hingga saat ini masih memiliki masalah penurunan produksi yang mayoritas disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Mengembangkan kultivar kakao yang secara genetik tahan terhadap serangan hama dan penyakit adalah salah satu solusi yang ideal dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen-gen Theobroma cacao pada database genom kakao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan terhadap hama dan penyakit pada tumbuhan lain melalui analisis in silico. Survei informasi dasar dan identifikasi gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan model Arabidopsis thaliana dan Oryza sativa dilakukan pada GenBank dan The Arabidopsis Information Resource. Analisa in silico yang dilakukan berupa BLAST urutan protein, uji homologi protein kandidat masing-masing gen, dan identifikasi gen homolog pada Cacao Genome Database menggunakan sumber data genom ?Theobroma cacao cv. Matina 1-6 v1.1?. Berdasarkan hasil identifikasi, gen Thecc1EG006332t1 (PR-1), Thecc1EG024509t1 (PR-2), Thecc1EG024514t1 (PR-2), Thecc1EG026942t1 (CTL1), Thecc1EG021326t1 (CTL1), dan Thecc1EG033984t1 (PR-5) pada Cacao Genome Database (CGD) adalah gen Theobroma cacao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan terhadap hama dan penyakit, serta kemungkinan besar memiliki fungsi yang sama dengan gen homolognya masing-masing.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN ANALISIS GELOMBANG GESER DI KECAMATAN PALU BARAT Tayeb, Musrifah Am; Efendi, Rustan; Kasim, Sandra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.749 KB)

Abstract

Penelitian dengan metode refraksi mikrotremor telah dilakukan di Kecamatan Palu Barat dengan merekam penjalaran gelombang yang terjadi di bawah permukaan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi struktur perlapisan bawah permukaan berdasarkan analisis gelombang geser dengan menggunakan metode refraksi mikrotremor. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan 2 program yaitu menggunakan program Surface Wave Analysis Wizard dan program WaveEq (Surface Wave Analysis). Hasil estimasi nilai kecepatan gelombang geser pada lapangan SMA 4 berkisar antara 165 m/s sampai 670 m/s, untuk lapangan masjid agung berkisar antara 235 m/s sampai 735 m/s, untuk lapangan bola lasoso berkisar antara 100 m/s sampai 565 m/s, untuk lapangan bola durian berkisar antara 335 m/s sampai 595 m/s, untuk lapangan bola anggur berkisar antara 215 m/s sampai 670 m/s, untuk lapangan bolagajah mada berkisar antara 305 m/s sampai 640 m/s. Nilai kecepatan gelombang geser tersebut menunjukan bahwa pada Kecamatan Palu Barat didominasi oleh batuan aluvium, pasir tersaturasi dan lempung pasiran.
UDANG AIR TAWAR GENUS ATYOIDA DI SUNGAI PONDO, PALU, SULAWESI TENGAH, INDONESIA Pratiwi, Yayuk; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.256 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir spesies udang air tawar genus Atyoida di sungai Pondo Kecamatan Palu Timur Provinsi Sulawesi Tengah. Koleksi dilakukan menggunakan jaring, dan tangan kosong. Sampel spesimen diawetkan dengan ethanol 96% dan disimpan di Laboratorium Biologi dasar Universitas Tadulako dan Laboratorium Crustacea Museum Zoologi LIPI Cibinong. Hasil identifikasi sampel menunjukan bahwa terdapat satu spesies udang air tawar genus Atyoida di Sungai Pondo yaitu Atyoida pilipes (Newport, 1847). Berdasarkan habitatnya Atyoida pilipes ditemukan di bagian sungai yang alirannya deras dengan substrat berpasir dan berbatu serta terdapat banyak perdu di bagian tepi sungai.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI DARI DAUN, BATANG DAN BUNGA TUMBUHAN SALEMBANGU (MELISSA SP.) Nurhaen, Nurhaen; Winarsii, Dessy; Ridhay, Ahmad
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.274 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen dan komponen kimia minyak atsiri tumbuhan Salembangu (Melissa sp.). Sampel yang digunakan adalah bagian  daun, batang, dan bunga. Minyak atsiri tumbuhan Salembangu diperoleh dengan metode destilasi uap-air, kemudian destilatnya dipisahkan dengan corong pisah, sehingga diperoleh rata-rata rendemen minyak atsiri pada daun, batang, dan bunga berturut-turut sebesar 0,51%, 0,29%, 0,90%. Analisis komponen kimia minyak atsiri tumbuhan Salembangu dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas Spektrometri Massa (GC-MS). Komponen terbesar minyak atsiri tumbuhan Salembangu pada daun adalah kurkumin pada batang adalah 4-Terpineol dan pada bunga adalah Syringol. Senyawa yang mencirikan aroma khaspadatumbuhan Salembangu adalah Zingeron.

Page 1 of 2 | Total Record : 12