cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 199 Documents
Potensi Jatropha Multifida Terhadap Epitelisasi pada Ulkus Traumatikus Oral Mucosa Sahrah Sahrah
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.585 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i3.2015.110-114

Abstract

AbstrakPenggunaan senyawa obat baru dari bahan alam sudah mulai banyak ditemukan untuk mengobati luka/ulkus. Salah satu yang biasa digunakan dimasyarakat adalah tanaman Jatropha multifida, dengan kandungan aktif flavonoid, saponin, tanin, diterpenoid, leucoanthocyanes yang berperan dalam penyembuhan luka/ulkus. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis potensi ekstrak gel Jatropha multifida terhadap epitelisasi pada proses penyembuhan ulkus traumatikus yang seringkali terjadi di masyarakat. Subyek penelitian adalah 24 ekor tikus wistar yang terdiri dari kelompok K0 (CMC-Na), P1 (JM 2,5%); P2 (JM5%), P3(JM10%) selama 5 hari. Subyek dilukai dengan menggunakan burnisher yang dipanaskan kemudian ekstrak J.Multifida diberikan secara topical 2 kali sehari selama 5 hari, kemudian Subyek dikorbankan dan dibiopsi incise pada hari ke-5. Untuk melihat epitelisasinya dilakukan pembuatan preparat dengan pengecatan Hematoxylin Eosin. Hasil: Terdapat perbedaan panjang epitelisasi secara signifikan pada hari ke-5 di K0 (54,32), P1(133,21), P2(116,73), P3(376,87). Kesimpulan: ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol, P1 dan P2 dengan P3. Ektrak etanol gel Jatropha multifida 10% yang paling efektif terhadap epitelisasi ulkus traumatikus oral mucosa tikus wistar.  Kata kunci : Ulkus traumatikus, Jatropha multifida, Epitelisasi
Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Hibrida Cantang (Epinephelus fuscoguttatus × Epinephelus lanceolatus) pada Karamba Jaring Apung Alfian Nur Rochmad
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.352 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v22i1.2020.29-36

Abstract

AbstrakIkan kerapu hibrida cantang merupakan komoditas perikanan yang memiliki peluang baik di pasaran karena nilai gizi dan ekonomisnya yang tinggi. Ikan kerapu hibrida ini banyak dibudidayakan di karamba jaring apung laut (KJAL). Permintaan ikan kerapu di pasaran cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan kegiatan pembesarannya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran, pertumbuhan, serta kendala dalam kegiatan pembesaran ikan kerapu hibrida cantang pada KJAL. Studi ini dilaksanakan di Instalasi Budidaya Laut (IBL) Boncong, Tuban, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah observasi dan mengumpulkan data melalui wawancara serta studi literatur. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pemilihan lokasi KJAL harus bebas dari limbah pencemaran, dasar berlumpur, dan dikelilingi terumbu karang. Benih ikan yang ditebar berukuran 9-12 cm dengan padat tebar 500 ekor/unit. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah. Panjang total, lebar, dan bobot tubuh ikan diukur setiap seminggu sekali. Berdasarkan hasil study menunjukkan bahwa panjang, lebar dan bobot tubuh ikan kerapu hibrida cantang meningkat setiap minggunya selama masa pembesaran. Kendala dalam pembesaran ikan kerapu di KJAL adalah ketersediaan ikan rucah sebagai pakan dan gelombang laut yang tidak menentu.  Kata kunci : ikan kerapu hibrida cantang, masa pembesaran, karamba jaring apung laut
Pengembangan Metode GC-MS untuk Penetapan Kadar Acetaminophen pada Spesimen Rambut Manusia Komang Ari Gunapria Darmapatni
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.703 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.255-266

Abstract

ABSTRAKRambut dapat digunakan sebagai pilihan dalam melakukan analisis senyawa obat di dalam tubuh khususnya pada kasus-kasus penyalahgunaan obat atau keracunan yang bersifat kronik. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengembangan metode untuk penetapan kadar acetaminophen pada spesimen rambut manusia menggunakan instrumen GC-MS. Sampel rambut diambil pada panjang 0-3 cm, 0-6 cm dan 0-10 cm pada 10 orang pasien yang mendapatkan terapi parasetamol. Preparasi sampel terdiri dari tahap dekontaminasi, destruksi, ekstraksi dan derivatisasi pada masing-masing spesimen rambut. Kemudian ekstrak diinjeksikan pada sistem GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acetaminophen dapat terdeteksi pada spesimen rambut dalam bentuk acetaminophen-TMS akibat adanya perlakuan derivatisasi menggunakan BSTFA yang mengandung TMCS 1%. Pada panjang spesimen rambut 0-3 cm diperoleh konsentrasi 0,1761-0,3392 ng/mg spesimen rambut, pada panjang spesimen rambut 0-6 cm diperoleh hasil 0,2081-0.4845 ng/mg spesimen rambut dan pada panjang spesimen rambut 0-10 cm konsentrasi acetaminophen-TMS dalam sampel adalah 0,2473-0,5782 ng/mg spesimen rambut. Kata kunci : acetaminophen, rambut, Gas Chromatography - Mass Spectrometry
Perancangan Sistem Deteksi Vena Pada Punggung Tangan Berbasis Inframerah Untuk Sistem Biometrik Fitriya Fitriya
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.06 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v21i1.2019.48-56

Abstract

AbstractVein detection is one of the imaging techniques required for biometric authentication purposes. The vein is chosen as an object because of its strength in terms of universality and uniqueness especially in adults because the venous pattern will only change slightly with age and each person has a different pattern, besides from the object side, the veins have no influence from temperature and humidity, and physical contactless with the other user. The purpose of this research is to create design that can visualize the veins as well and determine the optimum parameters to produce a better quality of vein image than the original image. The data for this research were obtained from 10 naracoba people who were varied of Boddy Mass Index and skin pigment. From the research, dorsal hand vein visualization tool for biometric system has been successfully designed using 726 nm infrared LED and image processing by convert of image to grayscale, image sharpening, histogram equalisation until segmentation by local thresholding method  and the optimum parameters obtained to obtain a good image based on contrast analysis in this study is with a distance of 6 cm exposure.Keyword        :  Vein Detection, Biometrik, Near Infrared, Segmentation
Efektifitas Nanopartikel Magnetik (MnFe2O4) Berlapis HSA Tertarget Reseptor Folat Terhadap Sel Kanker Fasih Bintang Ilhami
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.948 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i2.2016.140-149

Abstract

Abstrak Kanker merupakan suatu penyakit ditandai dengan adanya pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh dimana dalam perkembanganya, kanker dapat menyebar hingga menyebabkan kematian. Secara biomedis, Nanopartikel Magnetik (MNPs) merupakan thyranostic yang dapat dijadikan sebagai media penghantar obat dengan memanfaatkan perbedaan karakteristik sel kanker dan sel sehat dengan tujuan untuk melihat konsentrasi MnFe2O4terhadap sel kanker pada hewan coba secara in vivo.Untuk mengetahui ukuran partikel, dilakukan analisis Dynamic Light Scattering (DLS) dan diperoleh ukuran partikel sebesar 184.5nm. Analisis voltametri dilakukan untuk menguji efektifitas MnFe2O4sebagai media delivery system terhadap sel kanker menggunakan standar persamaan sumbu Y=A+Bx dengan persamaan Y = -1.5906 + 1,6156X.Berdasarkan voltametri terdapat 54% MnFe2O4 yang terdistribusi di dalam sel kanker kelompok intervensi, dan 34% yang terdistribusi di dalam sel kanker kelompok kontrol positif sehingga disimpulkan bahwa MnFe2O4berlapis HSA tertarget reseptor folat efektif sebagai media delivery system. Berdasarkan uji independent t-test diperoleh nilai p=0,013>0,05 hal ini menunjukkan ada perbedaan antara kelompok kontrol dan intervensi sebagai delivery system terhadap sel kanker. Pengembangan MNPS selanjutnya masih dapat dilakukan dalam beberapa aspek, salah satunya dengan mengukur sejauh mana kemampuan delivery system tersebut mampu menembus lapisan sel kanker dapat menjadi salah satu bahan yang ideal untuk dijadikan media penghantaran obat kanker. Kata kunci— Nanopartikel Magnetik, Penghantaran Obat, Kanker
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Apoptosis Sel Granulosa Pada Mencit (Mus Musculus) Model Endometriosis Yusri Dwi Lestari
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.24 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.1-8

Abstract

ABSTRAKEndometriosis adalah suatu kondisi inflamasi kronis dan terdapat jaringan endometrium yang  tumbuh diluar kavum uteri. Jaringan endometrium ini berkaitan dengan nyeri kronis, radang panggul, dan infertilitas yang sering diderita perempuan usia reproduksi. Apoptosis sel granulosa yang meningkat pada endometriosis menyebabkan folikel tidak dapat berkembang menjadi folikel de graf sehingga menyebabkan infertilitas. Daun kelor mengandung flavonoid yang dapat menghambat NFkβ kemudian menghambat apoptosis melalui jalur TNF-α. Tujuan dari penelitian ini  untuk membuktikan apoptosis sel granulosa pada mencit model endometriosis yang diberi ekstrak etanol daun kelor lebih rendah dari pada yang tidak diberi. Jenis penelitian ini true eksperimental dengan desain randomized post test only kontrol group design. Sampel 24 mencit betina yang dibagi 2 kelompok terdiri kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol dan perlakuan dijadikan endometriosis selama 14 hari, kemudian 14 hari berikutnya  kelompok kontrol diberi plasebo (Na-CMC) dan kelompok perlakuan yang diterapi dengan ekstrak etanol daun kelor selama 14 hari dengan dosis 0,35 mg/gBB. Hari ke 29 mencit di terminasi dengan dislokasio os cervikalis dan diambil organ ovarium untuk dilakukan pemeriksaan imunohistokimia. Hasil penelitian di uji menggunakan U Mann Whitney didapatkan nilai signifikan 0,001, p<0,005. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol daun kelor dapat menekan jumlah apoptosis sel granulosa pada mencit model endometriosis. Kata kunci : endometriosis, sel granulosa, daun kelor
Ekspresi mRNA Interleukin-10 (IL-10) dalam Kaitannya dengan Patogenesis Malaria Berat Pada Mencit Strain BALB/C yang Diinfeksi Plasmodium yoelli 17XL Sri Wijayanti Sulistyawati; Sukmawati Basuki; Yoes Prijatna Dachlan
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.27 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i3.2018.170-179

Abstract

AbstrakPatogenesis malaria berat masih belum diketahui menyeluruh. Episode malaria berat dapat disebabkan oleh dua keadaan, produksi tinggi pada fase awal IL-10 dan atau kurangnya produksi IL-10 pada fase transisi. Peran IL-10 pada malaria masih belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi IL-10 dalam kaitannya dengan patogenesis malaria berat pada mencit strain BALB/c yang diinfeksi P. yoelii 17XL.Penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan “post test only control group design” dilakukan, dan menggunakan 24 mencit strain BALB/c, betina, usia 7-8 minggu, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Mencit BALB/c diinfeksi secara intraperitoneal dengan 1x105 P. yoelii 17XL, dan dikorbankan pada hari ke-3 dan ke-6 pasca infeksi. Parasitemia dan kadar hemoglobin diperiksa setiap hari. Jaringan limpa diambil untuk isolasi RNA. Ekspresi mRNA IL-10, TNFα, dan IFNγ dianalisis dengan RT-PCR. Mencit BALB/c dinfeksi dengan 1x105 P. yoelii 17XL menunjukan infeksi letal, yang ditandai dengan peningkatan parasitemia sejalan dengan penurunan kadar hemoglobin, terjadi setelah hari ke-3 pasca infeksi. Ekspresi mRNA IL-10, begitu pula dengan TNFα dan IFNγ pada hari ke-3 paska infeksi menunjukan peningkatan dibandingkan pada kontrol dan hari ke-6 paska infeksi. Tidak adanya ekspresi IL-10 pada H6, menunjukkan kemungkinan adanya kegagalan regulator mengontrol malaria berat pada infeksi P. yoelii 17XL pada mencit BALB/c.   Kata kunci— mRNA IL-10, RT-PCR, patogenesis malaria berat, mencit BALB/c yang diinfeksi P. yoelii 17XL
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) Secara Oral pada Mencit BALB/c Terhadap Pencegahan Penurunan Diameter Germinal Center pada Kelenjar Getah Bening Serta Kadar IgG Serum Austin Bertilova Carmelita Bertilova Carmelita
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.731 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i1.2016.1-12

Abstract

ABSTRAKSalah satu tanaman yang memiliki kandungan imunostimulator yaitu bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.). Ekstrak etanol umbi bawang dayak (EEUBD) memiliki kandungan fitokimia yang bersifat sebagai antioksidan antara lain triterpenoid, flavonoid, fenolik, alkaloid dan tanin. Flavonol berpotensi sebagai imunostimulan meningkatkan produksi IL-2 yang terlibat dalam aktivasi dan proliferasi sel T. Flavonoid dapat menginduksi Th1 untuk menghasilkan IFN- γ, IFN- γ berperan untuk menginduksi sel limfosit B memproduksi imunoglobulin. Untuk mengetahui potensi pengaruh pemberian ekstrak etanol umbi bawang dayak dalam pencegahan penurunan diameter germinal center pada kelenjar getah bening serta pencegahan penurunan kadar Ig G serum pada mencit yang diinduksi metilprednisolon oral dilakukan penelitian dengan desain eksperimental. Pada penelitian ini mencit dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kelompok I (K1) merupakan perlakuan kontrol hanya diberi CMC Na+ 0,5 %. Kelompok II (K2) merupakan model imunosupresi yaitu kelompok perlakuan yang diinduksi metilprednisolon 0,08 mg/30 grBB mencit/ hari terlarut dalam 0,2 ml aquades. Kelompok III (K3) dengan perlakuan metilprednisolon ditambah EEUBD dengan dosis 50 mg/kgBB. Kelompok IV (K4) dengan perlakuan metilprednisolon ditambah EEUBD dengan dosis 100 mg/kgBB dan kelompok V (K5) dengan perlakuan metilprednisolon ditambah EEUBD dengan dosis 200 mg/kgBB, diberikan sekali sehari selama 14 hari bersamaan pemberian induksi metilprednisolon pada sore hari secara per-oral (sonde intragastrik). Kemudian diamati peningkatan diameter germinal center dan kadar Ig G serum. Data hasil penelitian antar kelompok dianalisis dengan menggunakan uji korelasi bivariat koefisien pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEUBD terbukti sebagai imunostimulator terhadap peningkatan diameter germinal center pada dosis 100 mg/kgBB dan peningkatan kadar Ig G serum pada dosis 200 mg/kgBB.Kata-kata kunci : bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.), germinal center, imunoglobulin G (Ig G)
Artificial Neural Network dalam Menentukan Grading Histopatologi Kanker Payudara Agoes Santika Hyperastuty
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.372 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i2.2017.176-188

Abstract

Abstrak Kanker payudara adalah jenis tumor ganas utama yang diamati pada wanita dan pengobatan yang efektif tergantung pada diagnosis awalnya. Standar emas pemeriksaan kanker payudara adalah pemeriksaan histopatologis sel kanker. Penentuan kadar pada kanker payudara ditentukan oleh tiga faktor: pleomorfik, pembentukan tubular dan mitosis sel. Dalam tulisan ini mengacu pada formasi pleumorfic dan tubular oleh gambar histopatologi sel payudara. Sistem yang diusulkan terdiri dari empat langkah utama: preprocessing, segmentation, ekstrasi fitur dan identifikasi. Pada proses segmentasi  menggunakan metode K-Means Clustering yaitu mengelompokkan data menurut kesamaan warna dan bentuk. Hasil dari K-Means tersebut berupa matrik.  Ekstraksi fitur menggunakan Gray level Cooccurence Matrix (GLCM) yaitu  tingkat keabuan masing-masing citra yang dilihat dari  4 fiturnya adalah kontras, energi, entropi dan homogenitas. Langkah terakhir adalah identifikasi menggunakan Backpropagation. Beberapa parameter penting akan divariasikan dalam proses ini seperti learning rate dan jumlah node pada hidden layer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur ekstraksi dalam 4 fitur adalah akurasi terbaik berdasarkan kelas 81,1% dan khususnya ketepatannya adalah 80%.Kata kunci—Histopatologic breast cancer, kmeans, GLCM, Backpropagation
Deteksi Kelainan pada Cranium dengan Cahaya Alternatif dalam Lingkup Fotografi Forensik Rizky Sugianto Putri
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.446 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i3.2015.156-171

Abstract

AbstrakLatar belakang: Sinar inframerah dan ultraviolet termasuk gelombang elektromagnetik, yang dapat menampilkan objek invisible spectrum. Oleh karena itu kedua sinar tersebut sering dimanfaatkan dalam lingkup fotografi forensik, sebagai sumber cahaya alternatif (Alternate Light Source). Namun penggunaan teknik ALS masih terbatas pada beberapa objek, sebagai seorang Antropolog yang mempelajari fotografi, penulis ingin mengembangkan teknik ALS ke media lain seperti cranium manusia. Penelitian ini penting dilakukan untuk membantu proses identifikasi, dan belum pernah dilakukan di Indonesia. Metode: Penelitian dilakukan dengan memotret 11 cranium dalam lima norma. Setelah itu cranium dipaparkan dengan sinar ultraviolet, dan sinar inframerah. Proses analisis dilakukan menggunakan program Adobe Photoshop, untuk dilakukan pengamatan kelainan. Hasil: Kelainan yang dapat teramati adalah: (1) adanya porotic; (2) penipisan periosteum; (3) adanya trauma; (4) memperjelas struktur permukaan gigi; (5) memperjelas atrisi gigi; (6) memperjelas karies gigi; (7) memperjelas calculus gigi; (8) memperjelas pengamatan sutura; (9) menunjukkan perbedaan warna taponomi; (10) adanya aktifitas hewan; (11) adanya abrasi periosteum; dan (12) kontak dengan lem, kertas perekat, butiran pasir, serat benang, dan rambut. Simpulan: Diaplikasikannya teknik ALS pada 11 cranium, dapat menunjukkan beberapa kelainan seperti abnormalitas pada tulang dan gigi, perbedaan struktur dan warna permukaan cranium, modifikasi tulang, dan kontak cranium dengan benda asing. Kata Kunci: antropologi forensik, fotografi forensik, sinar inframerah, sinar ultraviolet.

Page 7 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue