cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 199 Documents
IDENTIFIKASI DNA DARI SWAB EARPHONE DENGAN TEKNIK STR (SHORT TANDEM REPEAT) UNTUK KEPENTINGAN FORENSIK Anindita Riesti Retno Arimurti Ahmad Yudianto Sri Puji Astuti W.
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.218 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i1.2015.26-32

Abstract

px; "> <AbstrakPemeriksaan DNA dalam dunia forensik dapat menggunakan cairan tubuh antara lainyaitu saliva, darah, sperma, semen, dan urine. Selain cairan tubuh, dapat juga menggunakanjaringan otot, gigi, dan tulang. Analisis DNA selain berasal dari tubuh manusia itu sendiri, dapatjuga berasal dari benda – benda yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yangdigunakan sebagai bahan pembanding. Contoh benda yang dapat digunakan sebagai barangbukti antara lain pakaian bekas dipakai, sprei, bahkan earphone. Dari benda – benda tersebutdapat diisolasi sel dan dianalisis DNA untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut (Andarini,2011). Sejauh ini pemeriksaan swab DNA yang berasal dari earphone dengan menggunakanteknik STR belum banyak dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisDNA yang berasal dari swab earphone dengan metode STR dan perlakuan perbedaan waktuswab earphone. Lokus yang diperiksa pada penelitian ini D18S51 dan D21S11, karena lokus –lokus tersebut memiliki daya deskriminasi besar pada populasi di Indonesia (Untoro, et al.,2009). Adanya perbedaan waktu swab earphone menyebabkan penurunan kadar DNA dankemurniannya. Sedangkan untuk hasil elektroforesis, lokus D18S51 bagus untuk analisis DNAdari swab earphone, sedangkan lokus D21S11 kurang cocok karena hasil yang didapat pitaDNAnya sangat tipis, hal ini disebabkan karena beberapa faktor salah satunya lokus D21S11sudah terdegradasi.Kata kunci : DNA, earphone, STR, lokus, D18S51, D21S11
Pengaruh Rendaman Air Terhadap Kualitas DNA pada Sperma dengan STR-CODIS D13S317 dan D21S1 Abdul Hadi Furqoni; Ahmad Yudianto; Puspa Wardhani
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.572 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i1.2017.41-54

Abstract

AbstrakKriminalitas yang terjadi akibat kejahatan seksual banyak terjadi di mana-mana. Kejahatan ini bisa menimpa beberapa orang dan dari berbagai umur.  Dalam kasus ini pasti akan di temukan barang bukti di tempat kejadian perkara. Salah satu bukti akibat kejahatanseksual adalah bercak sperma. Bercak sperma dapat di temukan seperti pada pakaian yang digunakan korban atau pelaku. Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh polisi tentunyaperlu  cara  untuk  pengidentifikasi  siapa  pelaku  dari  kejahatan  tersebut.  Sampel  bercak sperma akan di isolasi DNA.   Isolasi DNA adalah memisahkan DNA yang ada pada sel sperma dengan komponen yang lainnya. Setelah DNA di dapatkan akan di ketahui kadar dankemurniannya. Hasil tersebut bisa di pengaruhi oleh media bercak sperma berada. Faktor- faktor tersebut salah satunya media air dan kain katun. Sifat kain katun adalah mempunyaikemampuan menyerap yang tinggi walaupun dalam keadaan basah sekalipun.  Setelah isolasi DNA, tahapan selanjutnya adalah amplifikasi. Proses amplifikasi dalam penelitian ini adalah menggunakaan STR dengan lokus D13S317 dan D21S11.Kata kunci : Kriminal, Sperma, DNA, STR-CODIS
Pemberian Susu Pengganti Terhadap Peningkatan Berat Badan Harian Cempe Lepas Sapih Martinus Alexander
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.384 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v21i2.2019.106-112

Abstract

AbstrakPemberian pakan merupakan unsur yang sangat menentukan pertumbuhan, reproduksi dan kesehatan ternak, sehingga penambahan kadar protein dalam ransum akan dapat meningkatkan bobot badan ternak, salah satu usaha untuk meningkatkan kandungan protein pakan  adalah dengan pemberian nutrisi pakan imbuhan berupa susu pengganti atau Calf Milk Replacer (CMR) pada cempe masa pasca sapih disamping pemberian pakan konsentrat dan hijauan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian susu pengganti terhadap peningkatan berat badan harian (PBBH). Pengamatan ini menggunakan 10 ekor cempe Boer lepas sapih yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Perlakuan pertama yaitu dengan pemberian susu pengganti dan perlakuan kedua tanpa pemberian susu pengganti. Kemudian penimbangan berat badan berkala selama satu bulan. Hasil yang didapatkan menunjukkan peningkatan berat badan harian cempe lepas sapih dengan pemberian susu pengganti yaitu sekitar 0,031 kg dan untuk cempe tanpa pemberian susu pengganti yaitu sekitar 0,03 kg. Kesimpulan yang dapat ditarik bahwa Peningkatan berat badan harian cempe lepas sapih yang diberikan susu pengganti tidak berbeda dengan yang tidak diberikan susu pengganti. Disarankan agar lebih memperhatikan komposisi dari susu pengganti.Kata kunci—susu pengganti, peningkatan berat badan harian, cempe Boer
Pengembangan Metode Isolasi dan Identifikasi Mitragynine dalam Daun Kratom (Mitragyna speciosa) Livia Elsa
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.402 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.191-202

Abstract

Abstrak Kratom (Mitragina speciosa) merupakan tanaman herbal asal Indonesia. Daun kratom memiliki banyak manfaat sebagai obat herbal seperti obat demam, diare, dan penghilang nyeri. Efek sedatif dan stimulan pada sistem syaraf pusat merupakan efek samping daun Kratom. Harga yang murah dan kemudahan dalam memperoleh daun Kratom menjadi penyebabkan utama daun Kratom banyak disalahgunakan sebagai penganti narkotika terlarang lainnya. Daun kratom masuk kedalam new psychoactive substances (NPS) atau narkotika jenis baru karena memiliki efek ketergantungan dan bertindak seperti opioid lainnya seperti heroin dan ganja.Daun kratom dapat diperoleh dengan mudah dengan pembelian secara online. Umumnya daun Kratom dijual dalam bentuk olahan yang sulit untuk dikenali bentuknya, seperti sampel dalam penelitian ini berupa bubuk dan serbuk daun kratom. Pengujian yang dilakukan untuk identifikasi daun Kratom dapat dilakukan dengan cara botani dan cara kimia. Metode botani dicari karakteristik spesifik daun kratom dengan uji mikroskopik, dan secara kimia yang menjadi salah satu senyawa penciri daun kratom adalah mitragynine. Pengembangan metode identifikasi mitragynine dilakukan dengan metode GC-MS, KLT, dan KLT-densitometri. Pengembang metode Isolasi mitagynine juga dilakukan karena sulitnya memperoleh standar baku dipasaran. Metode isolasi yang sederhana dan cepat dilakukan dengan metode KLT-Preparatif yang mana hasil isolasinya menunjukkan puncak tunggal pada hasil uji GC-MS. Kata kunci: Identifikasi, Isolasi, Kratom, Mitragyna speciosa, mitagynine
Ekspresi TGFΒ1 Setelah Pemberian Ekstrak Gel Aloe Vera Pada Soket Pencabutan Gigi Tikus Wistar Niswatun Chasanah
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.462 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.47-55

Abstract

ABSTRAK Pencabutan gigi merupakan tindakan bedah minor dan proses penyembuhan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dilakukan perawatan rehabilitatif, yaitu perawatan gigi tiruan. Aloe vera dikenal sebagai healing plant untuk mengobati luka dan luka bakar. Komponen Aloe vera berperan untuk merangsang produksi sitokin. TGFβ1   merupakan sitokin yang multifungsi oleh karena  aktivitasnya  yang  luas  termasuk  terhadap  regulasi  dari  sintesa  dan degradasi   komponen   ECM   yang   merupakan   hal   penting   untuk   proses penyembuhan luka. Membuktikan   peningkatan ekspresi TGFβ1 setelah pemberian  ekstrak gel Aloe vera dengan konsentrasi 45%,60%,90%  pada soket pencabutan gigi tikus wistar. Populasi sampel adalah 28 tikus wistar dengan syarat inklusi dan terbagi menjadi 4 kelompok. Metode pengekstrakan dengan  cara  freeze  drying  (liofilisasi).  Satu  kelompok  kontrol  (P1)  dan  3 kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak gel Aloevera konsentrasi 45% (P2),  konsentrasi  60%  (P3),  konsentrasi  90%  (P4).  Pencabutan  gigi  incisivus lateral kanan kemudian diaplikasikan ekstrak gel Aloevera kedalam soket pencabutan dan dilakukan suturing. Terminasi dilakukan pada hari ke 7 pasca pencabutan gigi. Pembuatan preparat melalui pengecatan Imunohistokimia (IHC). Uji hipotesis dengan Kruskal Wallis. Terdapat peningkatan yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan (p≤0,05). Terdapat peningkatan ekspresi   TGFβ1   setelah   pemberian   ekstrak   gel   Aloe   vera   konsentrasi 45%,60%,90% pada soket pencabutan gigi tikus wistar.  Key word : Ekspresi TGFβ1, Ekstrak Aloevera gel, Freeze drying, Penyembuhan soket alveolar
Analisis Intensi Kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia RSUD dr. Mohammad Soewandhie Surabaya dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi Ariyanto Setyoaji
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.609 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v21i1.2019.1-12

Abstract

Abstrak Gempa bumi menjadi bencana dengan banyak kerugian di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih lanjut perlu adanya kesiapsiagaan bencana. Kesiapsiagaan merupakan elemen penting dan berperan besar dari kegiatan pengendalian resiko bencana. Parameter pertama faktor kritis kesiapsiagaan untuk mengantisipasi bencana alam adalah pengetahuan dan sikap terhadap resiko bencana. Pengetahuan dan sikap ini akan mempengaruhi intensi individu dalam melakukan upaya penanggulangan kesiapsiagaan terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis intensi kesiapsiagaan sumber daya manusia RSUD dr. Mohammad Soewandhie Surabaya dalam menghadapi bencan gempa bumi.Data primer dalam penelitian ini didapat melalui penyebaran kuesioner kepada sumber daya manusia RSUD dr. Mohammad Soewandhie Surabaya. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji univariat, bivariat, serta multivariat. Hasil pengujian secara statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku yang dirasa dengan intensi kesiapsiagaan sumber daya manusia RSUD dr. Mohammad Soewandhie Surabaya dalam menghadapi bencana gempa bumi. Hasil  selanjutnya menunjukkan bahwa variabel dominan yang mempengaruhi intensi kesiapsiagaan adalah kontrol perilaku yang dirasa. Sikap, norma subyektif, serta kontrol perilaku yang kuat dapat mempengaruhi intensi kesiapisagaan sumber daya manusia RSUD dr. Mohammad Soewandhie Surabaya. Tentunya ini merupakan peluang bagi rumah sakit untuk mengembangkan kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam menghadapi bencana menjadi lebih kuat sehingga menumbuhkan perilaku dengan kesiapsiagaan yang kuat dalam menghadapi bencana gempa bumi. intensi kesiapsiagaan yang kuat sangat dibutuhkan agar menumbuhkan sikap dan tindakan seseorang untuk siap dalam menghadapi bencana gempa bumi. Serta menghindari dampak dari bencana yang lebih besar. Kata Kunci : Intensi. Kesiapsiagaan. Gempa Bumi
Perbandingan Profil Kadar IL-5 dan Jumlah Eosinofil pada Petani yang Terinfeksi Soil Transmitted Helminth di Dusun Sumberagung Kecamatan Gurah dan Dusun Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri Siska Kusuma Wardani
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.807 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i1.2016.64-78

Abstract

ABSTRAK Soil Transmitted Helmint (STH) merupakan cacing tanah golongan nematoda yang penularannya melalui tanah. Cacing yang banyak menginfeksi manusia adalah Ascaris lumbricoides, Trichiuris trichiura, cacing tambang. Insiden tinggi ditemukan pada petani yang langsung berhubungan dengan tanah.Respon imun hospes terhadap infeksi cacing dimulai dengan teraktifasinya Th2 dengan peningkatan yang signifikan dari IL-4, IL-5, IL-9, IL-10 dan IL-13. Sitokin IL-5 yang terbentuk merangsang perkembangan dan aktivasi eosinofil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kadar IL-5 dan jumlah eosinofil pada petani yang terinfeksi STH di Dusun Sumberagung Kecamatan Gurah dan Dusun Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Telah dilakukan penelitian secara cross sectional terhadap 20 orang yang terinfeksi STH dan 20 orang yang tidak terinfeksi STH. Spesimen feses, darah dan serum dengan pemeriksaan feses secara mikroskopis, kadar IL-5 metode ELISA dan jumlah eosinofil secara hematology analyzer.Data analisis dengan uji t independent dengan hasil statistik bermakna bila p<0,05. Didapatkan kadar kadar IL-5 pada petani yang terinfeksi STH 5,7 pg/ml dan jumlah eosinofil 4,45%. Pada hasil korelasi kadar IL-5 dan jumlah eosinofil pada petani yang terinfeksi STH  di dapatkan hasil p=0,001<0,05 dan jumlah eosinofil p=0,014<0,05 dapat di simpulkan bahwa kadar IL-5 dan jumlah eosinofil berpengaruh terhadap petani yang terinfeksi STH. Pada hubungan jenis spesies dan jumlah spesies dengan kadar IL-5 dan jumlah eosinofil tidak menunjukkan perbedaan pada infeksi tunggal, baik pada A. lumbrocoides, T.trichiura, Hookworm dan juga pada infeksi ganda A. lumbrocoides dan T.trichiura Kata Kunci. Soil Transmitted Helminth (STH), petani, eosinofil, IL-5
Optimalisasi Parameter Bandwidth dan Time Echo untuk Mengurangi Susceptibility Artifacts dan Chemical Shift pada MRI Suryani Dyah Astuti; Nur Vita Indri Astutik; Akhmad Muzamil
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.071 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i3.2017.237-245

Abstract

AbstrakTelah di lakukan penelitian yang berjudul Optimalisasi Parameter Bandwidth dan Time Echo untuk Mengurangi Susceptibility  Artifacts dan Chemical Shift. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Bandwidth (BW) dan Time Echo (TE) pada MRI Shoulder serta mengetahui nilai variasi Bandwidth dan Time Echo yang optimal untuk mengurangi Susceptibility  Artifacts dan Chemical Shift. Penelitian ini di lakukan di RSU Haji Surabaya  dengan Pesawat MRI 1,5 Tesla,  parameter Bandwidth 170 Hz/Px, 190 Hz/Px dan 210 Hz/Px dengan  variasi TE 16s dan 20s pada pembobotan T2 Medic potongan axial terhadap 4 pasien. Analisa data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode Region of Interest (ROI) pada komputer MRI kemudian dilakukan analisis Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contrast to Noise Ratio (CNR) serta analisis terhadap Susceptibility  Artifacts dan Chemical Shift. Variasi Time Echo dan bandwidth berpengaruh signifikan terhadap nilai SNR dan CNR pada hasil citra T2 Axial Gradient Echo MRI Shoulder. Pengaruh kedua variasi tersebut adalah semakin kecil nilai TE dan BW didapatkan SNR yang meningkat. Jika TE diperbesar maka didapatkan CNR yang meningkat. Kualitas citra optimal yang dapat menghasilkan keadaan patologis ditentukan dengan meningkatnya nilai CNR dan nilai artefak yang menurun. Sehingga Pada penelitian ini kombinasi antara 2 variabel tersebut dapat menentukan citra optimal pada TE 20ms dan BW 210 Hz/Px. Kata Kunci: Bandwidth, TE, Susceptibility Artifacts, Chemical Shift, MRI Shoulder
Efek Latihan Intensitas Rendah dan Sedang Terhadap Lemak pada Overweight Rizky Sota Dyaksa
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.65 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i2.2018.120-132

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Low Intensity Continuous Training (LICT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT) terhadap penurunan kandungan lemak tubuh (FM) dan peningkatan asam lemak bebas (FFA) pada perempuan overweight. Metode, 18 subjek penelitian menyelesaikan 4x/minggu latihan LICT atau MICT selama 5 minggu. LICT dan MICT dilakukan selama 30 menit dengan tambahan waktu 5 menit pemanasan dan 5 menit pendinginan dengan intensitas LICT 60%-70% dan MICT 70%-80% dari HR maksimal dimana kedua jenis latihan tersebut menggunakan ergocycle sedangkan pengukuran FM dan FFA diukur sebelum dan sesudah latihan. Hasil. Pada kelompok LICT terjadi signifakan pada lemak tubuh dan asam lemak bebas dengan tingkat signifikan < 0,05 serta pada kelompok MICT juga mengalami signifikan pada lemak tubuh dan asam lemak bebas dengan tingkat signifikan < 0,05. Pada perbandingan kedua kelompok antara LICT dan MICT secara deskriptif mengalami peningkatan akan tetapi hasil dari analisis tidak ada perbedaan antara kedua kelompok dengan nilai ∆FM (p = 0.120) dan ∆FFA (p = 0.131) yang mana nilai tersebut > 0.05. Kesimpulan. Latihan ini bisa digunakan sebagai penekanan terjadinya overweight di Indonesia dengan pengaturan jadwal latihan lagi..  Kata kunci—Lemak; Asam Lemak bebas; intensitas; Overweight
POTENSI PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus Niruri L) TERHADAP PENINGKATAN RESPONS IMU HUMORAL PADA MENCIT YANG DI INFEKSI Salmonella enterica serovar Typhi Nisa, Arofatin
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.925 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i2.2015.82-89

Abstract

Abstrak  Salah satu tanaman yang memiliki kandungan imunomodulator yaitu meniran (Phyllanthus niruri L). Beberapa golongan zat utama yang terkandung dalam meniran (Phyllanthus niruri L.) adalah lignan, tanin, polifenol, alkaloid, flavonoid, terpenoid dan steroid .Terhadap respon imun spesifik pemberian ekstrak meniran mampu meningkatkan proliferasi sel limfosit T, meningkatkan sekresi TNFα, IFNγ, dan IL-4 serta menurunkan sekresi IL-2 dan IL-10. Terhadap imunitas humoral, ekstrak meniran ini dapat meningkatkan produksi imunoglobulin M (IgM) serta imunoglobulin G (IgG) . Untuk mengetahui potensi ekstrak Phyllanthus niruri L dalam meningkatkan produksi IgM pada mencit yang diinfeksi Salmonella enterica serovar typhi  dilakukan penelitian dengan desain penelitian experimental. Pada penelitian ini  mencit dikelompokkan menjadi tiga kelompok  yaitu kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak Phyllanthus niruri L secara per oral dengan dosis 0,2 ml dan diinfeksi Salmonella enterica serovar Typhi sebanyak 108, Kelompok kontrol positif yang diberikan larutan aquades dan diinfeksi Salmonella enterica serovar Typhi sebanyak 108. Kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan larutan aquades. Peningkatan IgM spesifik dapat diamati dengan pemeriksaan ELISA dan  pemeriksaan WIDAL test. Data hasil ELISA dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah (p<0,005), dengan spps 17.0 for Windows.sedangkan data hasil WIDAL test dianalisis menggunakan Mann-whitney test ( p= 0,044), dengan spss 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak meniran terbukti sebagai imunostimulator terhadap peningkatan  IgM spesifik. Kata-kata kunci: Salmonella enterica serovar Typhi, meniran (Phyllanthus niruri L ), IgM.

Page 8 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue