cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 199 Documents
Analisis Propoxur pada Sampel Darah Postmortem Tikus Galur Wistar Azmi Wijayati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.232 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i1.2017.27-40

Abstract

AbstrakBunuh diri menggunakan pestisida merupakan masalah utama di sebagian besar negara di dunia. Kasus fatal bunuh diri akibat keracunan pestisida di negara berkembang umumnya berkisar antara 10-20%. Propoxur (2-isopropoxyphenyl N-methylcarbamat) adalah insektisida dari golongan karbamat yang dikembangkan oleh Bayer AG, Jerman. Pada kasus toksikologi, pemilihan spesimen postmortem yang cocok untuk dilakukan uji sangatlah penting, jika dibandingkan dengan cabang-cabang lain dalam toksikologi forensik toksikologi Darah merupakan spesimen yang dipilih untuk menghitung dan menenetukan kadar obat dan metabolitnya.Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus galur wistar yang diberi perlakuan peroral propoxur dosis letal. Sampel diambil dari darah jantung tikus dengan tiga variasi waktu yang berbeda yaitu 4, 16 dan 32 jam setelah perlakuan peroral Analisis propoxur dalam sampel darah menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Ekstrak diinjeksikan pada GC-MS. Hasil GC-MS menunjukkan puncak propoxur dengan waktu retensi 4,6 hingga 4,7. Pola kadar propoxur dalam setiap variabel waktu jam ke 4, 16 dan 32 terdapat kecenderungan penurunan kadar.Kata kunci: propoxur, darah, postmortem, gas chromatography-mass spectrometry
Kombinasi Terapi Akupunktur dan Herbal Akar Manis (Glycyrrhiza glabra) Untuk Penanganan Kelebihan Berat Badan Erma L. Prabawati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.075 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v21i2.2019.95-105

Abstract

AbstrakPenelitian untuk mengetahui efek terapi akupunktur dan herbal pada pengobatan tradisional komplementer dalam menurunkan kelebihan berat badan (overweight) telah dilakukan. Pada studi ini, pasien mengalami sindrom stagnasi Qi dan stasis darah. Pasien mendapatkan terapi akupunktur pada titik tianshu (ST 25), zusanli (ST 36), dan zhong (CV 17), dan taichong (LV 3) dengan menggunakan elektrostimulator yang berfungsi untuk mengaktivasi sirkulasi Qi dan darah serta menghilangkan stasis darah. Terapi herbal akar manis (Glycyrrhiza glabra) mengandung flavonoid yaitu glabridin berfungsi menurunkan berat badan. Terapi akupunktur diberikan sebanyak 12 kali terapi dengan jangka waktu 1 minggu 3 kali setiap terapi serta terapi herbal diberikan setiap hari selama 28 hari, diminum 2 kali sehari. Hasil studi kasus pasien mengalami penurunan berat badan sebesar 8,5% dari 68,4 kg menjadi 62,6 kg yang disertai dengan penurunan indeks IMT dan lingkar pinggang. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan memperkuat konsep pengobatan tradisional tentang akupunktur pada titik tianshu (ST 25), zusanli (ST 36), dan zhong (CV 17), dan taichong (LV 3) serta terapi herbal akar manis (Glyzhirriza glabra), pada kasus overweight. Juga bermanfaat untuk pengembangan lebih lanjut khususnya mengenai efektifitas terapi akupunktur dan herbal dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan ini. Kata kunci—Overweight, Akupunktur, terapi herbal, akar manis, Glyzhirriza glabra
Pemberian Ekstrak Air Panas Spirulina platensis melalui Perendaman Terhadap Total leukosit, Indeks fagositosis dan konsentrasi TNF-α Osphronemous gouramy Myrna Budi Resmawati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.902 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.183-190

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imunostimulan ekstrak air panas Spirulina (Spirulina platensis)  pada ikan gurame Osphronemous gouramy. Pada penelitian ini ekstrak air panas Spirulina diuji apakah dapat meningkatkan mekanisme non- spesifik melalui parameter total leukosit, indeks fagositosis dan konsentrasi TNF-α pada hari ke 3, 5, 7dan 14 setelah perendaman ekstrak air panas Spirulina  dengan dosis 15 ppm, 30 ppm, 60 ppm dan tanpa imunostimulan (kontrol) selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air panas Spirulina  dapat meningkatkan total leukosit dan indeks fagositosis pada darah dan konsentrasi TNF-α pada serum darah. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian dilanjutkan dengan Duncan. Pada hasil menunjukkan ekstrak air panas Spirulina  dapat meningkatkan total leukosit, indeks dan konsentrasi TNF-α (P<0.05). Ekstrak air panas Spirulina dengan dosis 30 ppm dapat meningkatkan total leukosit dan indeks fagositosis pada hari keempat belas dan konsentrasi TNF-α pada hari ke tujuh dbandingkan kontrol. Ekstrak air panas Spirulina dapat memberikan pengaruh pada imun non-spesifik ikan gurame.  Kata kunci: Osphronemus gouramy, ekstrak air panas, Spirulina platensis
Pengaruh Ekstrak Aloe Vera Terhadap Kesembuhan Mukosa Lambung Tikus Wistar Yang Diinduksi Aspirin Lili Soetjipto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.423 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.42-46

Abstract

ABSTRAKGangguan lambung akibat penggunaan obat aspirin mulai dari erosi sampai luka bahkan terjadi perdarahan insidennya semakin meningkat setiap tahun di seluruh dunia.Kesembuhan  luka  lambung  dimulai  dari  proliferasi  epithel  permukaan diikuti epithel kelenjar yang dipicu oleh faktor pertumbuhan yaitu  TGF  a. Aloe vera telah terbukti sejak jaman dahulu digunakan anti inflamasi / anti ulcer juga sebagai bahan memperlancar buang air besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ekstrak daun lidah buaya (aloe vera  ) dapat meningkatkan ekspresi TGFa pada luka lambung tikus yang diinduksi aspirin. Penelitian inin merupakan  penelitian  eksperimental  laboratoris  menggunakan  rancang  bangun acak lengkap dengan post tes only control group design pada tiga puluh tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi lima kelompok , empat kelompok mendapat induksi aspirin kemudian diberi PZ ; aloe vera dosis 200mg/kbBB; 300 mg/kg BB; 400mg/kgBB di laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pemeriksaan kesembuhan mukosa lambung dilakukan dengan pengecatan HE   di laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Data analisis secara statistik dengan   uji Mann Whitney untuk menilai perbedaan jumlah sel fibroblas dan jumlah pembuluh darah baru pada masing- masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna jumlah fibroblas antara   kelompok yang mendapat terapi   aloe vera dibanding kelompok tanpa terapi aloe vera , terdapat berbedaan bermakna jumlah fibroblas tiap- tiap kelompok dengan peningkatan dosis aloe vera. Terdapat perbedaan pembuluh darah baru pada kelompok mendapat terapi aloe vera dengan kelompok tanpa terapi aloe vera namun peningkatan dosis aloe vera tidak ada perbedaan bermakna. Kata kunci : Aloe vera ; luka lambung  ; fibroblas ; pembuluh darah baru
Hambatan Mesenchymal Stem Cell Terhadap Proliferasi Limfosit T Sofia Fajarwati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.022 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i3.2018.212-218

Abstract

AbstractMesenchymal stem cells (MSCs) are a kind of stem cells that can differentiate into several kinds of mesodermal cell decent. MSCs can be cultured in vitro therefore it can serve many purposes. However, MSCs also have immunosuppresion effects, one of the way is by suppresing T cell proliferation. MSCs need cell-to-cell contact with activated T cells in certain rasio to release it’s surppresion properties. Primery help from inflamatory cytokines is also needed. MSCs’s suppresion effect can be mediated by several molecules such as indoleamine 2,3-dioxygenase (IDO), inducible nitric-oxide synthase (iNOS), prostaglandin E2 (PGE2), transform growth factor-β (TGF-β), hepatocyte growth factor (HGF), and HLA-G5 soluble. MSCs’s characteristic and culture conditions can affect clinical applications.Keywords: Mesenchymal stem cells, T cell proliferation, immunosuppresion AbstrakMesenchymal stem cells (MSC) adalah salah satu jenis stem cell yang dapat berdiferensiasi menjadi beberapa macam turunan sel mesodermal. MSC dapat dikembangkan secara in-vitro sehingga memiliki banyak kegunaan. Namun, MSC juga dapat memberikan beberapa efek imunosupresi, salah satunya dengan cara menekan proliferasi sel T. Untuk melakukan supresi, MSC memerlukan kontak cell-to-cell dengan sel T teraktivasi dengan rasio tertentu. MSC juga membutuhkan bantuan awal dari sitokin inflamasi. Efek supresi MSC dapat diperantarai oleh beberapa molekul seperti indoleamine 2,3-dioxygenase (IDO), inducible nitric- oxide synthase (iNOS), prostaglandin E2 (PGE2), transform growth factor-β (TGF-β), hepatocyte growth factor (HGF), dan HLA-G5 terlarut. Sifat dan kondisi biakan MSC dapat mempengaruhi aplikasi klinis.Kata kunci: Mesenchymal stem cells, proliferasi sel T, imunosupresi
Analisis Kadar IFN-γ dan IL-10 pada PBMC Penderita Tuberkulosis Aktif, Laten dan Orang Sehat, Setelah di Stimulasi dengan Antigen ESAT-6 Heru Setiawan; Jusak Nugraha
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.066 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i1.2016.50-63

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Tuberkulosis paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yakni baksil tahan asam yang hidup secara intraseluler dan merupakan penyebab utama kematian penyakit menular. Oleh karenanya, perlu diagnosis dini untuk pencegahan. Sel Th1 sangat berperan pada sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi infeksi bakteri intraseluler. Pada tuberkulosis paru, terjadi ketidakseimbangan sistem imun host. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar IFN-γ dan IL-10 pada PBMC (peripheral blood mononuclear cell) penderita tuberkulosis aktif, laten dan orang sehat, setelah stimulasi dengan antigen ESAT-6. Metode Penelitian : Subjek penelitian adalah 10 TB aktif, 10 LTBI dan 10 orang sehat, yang diambil dari RS Paru Karang Tembok Surabaya. Dilakukan pengambilan darah vena kemudian diisolasi PBMCnya dan dikultur dengan ESAT-6. Kemudian supernatan diambil untuk dilakukan pemeriksaan kadar IFN-γ dan IL-10 dengan metode pemeriksaan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA).Hasil : Kadar IFN-γ setelah di stimulasi antigen ESAT-6, pada orang sehat berkisar antara 95,84 – 135,47 pg/mL, pada TB laten 74,6 – 142,2 pg/mL dan TB aktif 72,67 – 154,21 pg/mL. Kadar  IL-10 setelah di stimulasi antigen ESAT-6, pada orang sehat berkisar antara 161,89 – 282,57 pg/mL, pada TB laten 145,28 – 218,64 pg/mL dan TB akti 232,05 – 294,07 pg/mL. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p=0,000) kadar IL-10 pada ketiga kelompok.Simpulan : Terdapat perbedaan pola sekresi/ kadar IFN-γ dan IL-10 pada PBMC penderita TB aktif, TB laten dan orang sehat. Kata kunci : IFN-γ, IL-10 , TB aktif.
Kadar Malondialdehid tikus model Sindroma Ovarium Polikistik dengan daun kelor (Moringa oleifera) Lisa Purbawaning Wulandari; Budi Santoso; Bambang Purwanto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.6 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i3.2017.224-236

Abstract

AbstrakSindroma Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan endokrinopati paling umum pada perempuan yang sering dikaitkan dengan resistensi insulin, hyperandrogenemia, peradangan kronis, dan oxydative stress. Tingkat oxydative stress pada SOPK diamati secara signifikan berkorelasi dengan obesitas, bahkan ditemukan memainkan peran penting dalam patogenesis kanker. Antioksidan adalah substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas, penggunaan kelor (Moringa Oleifera) sebagai antioksidan perlu diteliti sebagai alternatif pengobatan terhadap oxydative stress pada SOPK dengan resistensi insulin. Penelitian eksperimen ini menggunakan tikus Rattus norvegicus strain wistar betina berusia 3 bulan dengan berat 100-130 gram dibagi menjadi 4 kelompok (n=8). Tikus model SOPK diberikan injeksi testosteron propionat sebesar 1 mg/100grBB secara intramuskular selama 28 hari, selanjutnya diberikan ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dengan dosis 250 dan 500 mg/KgBB selama 14 hari. Kemudian dilakukan pengukuran berat badan dan pemeriksaan kadar Malondialdehid (MDA) dalam darah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar MDA pada kelompok kontrol SOPK naik secara signifikan (p<0.05) dibandingkan dengan kontrol normal. Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) 500 mg/KgBB menunjukan penurunan yang signifikan (p<0.05) terhadap kadar MDA dibanding kelompok kontrol SOPK. Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai antioksidan terbukti dapat menurunkan kadar MDA tikus betina model SOPK dengan resistensi insulin. Kata kunci: Kadar Malondialdehid, ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera), Sindroma Ovarium Polikistik
Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Ukuran Kepala pada Ras Mongoloid di Pandean, Surabaya Azizatul Haq Larasati; Toetik Koesbardiati; Ahmad Yudianto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.296 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i2.2018.107-119

Abstract

AbstrakTinggi badan adalah salah satu parameter yang sangat penting dalam identifikasi individu. Tidak setiap kasus forensik ditemukan tulang panjang, sehingga perlu merumuskan bagian tulang kepala untuk mengestimasi tinggi badan. Saat ini belum ada penelitian tentang estimasi tinggi badan berdasarkan ukuran kepala pada ras Mongoloid di Surabaya. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional analitic. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan paling dominan di antara ukuran kepala, termasuk panjang kepala maksimum (g-op), lebar kepala maksimum (eu-eu), lingkar kepala (on-op), lebar mandibula (go-go), dan tinggi morfologi wajah (n-gn) dengan tinggi badan pada laki-laki dan perempuan ras Mongoloid di Pandean, Surabaya.Besar sampel penelitian ini adalah sebesar total populasi yang memenuhi kriteria, yakni laki-laki usia 25-40 tahun sebanyak 42 orang, dan perempuan 25- 40 tahun sebanyak 45 orang. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria: Ras Mongoloid, berdiri tegak, bersedia menandatangani informed consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok laki-laki variabel tinggi morfologi wajah mempunyai hubungan paling dominan dengan tinggi badan dengan R2 sebesar 0,206 dan kelompok perempuan variabel lingkar kepala mempunyai hubungan paling dominan dengan tinggi badan dengan R2 sebesar 0,218. Dihasilkan formula regresi estimasi tinggi badan berdasarkan setiap variabel ukuran kepala pada kelompok laki-laki dan kelompok perempuan usia 25-40 tahun ras Mongoloid di Pandean, Surabaya..  Kata kunci—estimasi, kepala, tinggi badan
PERBANDINGAN PEMERIKSAAN IgM ANTI SALMONELLA TYPHI DENGAN METODE ICT DAN ELISA PADA PASIEN WIDAL POSITIF Alpian Jayadi
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.391 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i2.2015.73-81

Abstract

Abstrak  Salmonella typhi merupakan bakteri batang Gram negatif yang menjadi penyebab enteric fever atau demam tifoid. Deteksi dini terhadap adanya IgM anti S.typhi merupakan tantangan dalam penegakan diagnosis di laboratorium. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan hasil dari pemeriksaan IgM anti Salmonella typhi dengan menggunakan metode ICT (Immunochromatogrhafi)  dan ELISA pada pasien Widal positif. Sampel dari penelitian ini sebanyak 45 yang diambil dari sisa serum pasien yang terdiagnosis Widal positif. Hasil dari penelitian ini adanya tingkat kesesuaian antara uji ICT (Immunochromatogrhafi) dengan menggunakan Rapid Thypidot IgM Salmonella typhi dan ELISA menggunakan teknik indirect ELISA dengan nilai Kappa 0,509 sehingga menunjukkan tingkat kesesuaian yang sedang.  Kata kunci : Salmonella typhi, ICT, ELISA, Widal positif.
Resistensi Ikan Gurami (Osphorenemus gouramy) Terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila Setelah Perendaman Ekstrak Air Panas Spirulina plantesis Lina Wafia Asmi
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.148 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i2.2017.98-110

Abstract

AbstrakGurami telah umum dibudidayakan dan menjadi andalan sebagai salah satu sumber protein hewani, namun masih menghadapi kendala dalam hal budidaya yaitu pertumbuhan yang lambat dan ketahanan hidup yang rendah. Salah satu penyebabnya adalah serangan penyakit oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Spirulina platensis merupakan mikroalga yang dapat digunakan sebagai immunostimulan. Lipopolisacarida (LPS) yang terkandung pada Spirulina platensis dapat memperbaiki system imunitas pada ikan gurami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi ikan gurami (Osphorenemus gouramy) terhadap infeksi Aeromonas hydrophila setelah perendaman ekstrak air panas Spirulina platensis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Analisis Varian dilanjutkan dengan Duncan, dengan menggunakan 5 perlakuan yaitu K- (tanpa perendaman ekstrak S.platensis dan tanpa diinfeksi A.hydrophila), K+ (tanpa perendaman ekstrak S.platensis dan diinfeksi dengan A.hydrophila), A (perendaman ekstrak S.platensis 15 ppm dan diinfeksi dengan A.hydrophila), B (perendaman ekstrak S.platensis 30 ppm dan diinfeksi dengan A.hydrophila), dan C (perendaman ekstrak S.platensis 60 ppm dan diinfeksi dengan A.hydrophila). Kepadatan A.hydrophila yang diinfeksi terhadap ikan gurami adalah 105 cfu/mL yang disuntikkan secara intra peritoneal 0.1 mL/ekor. Perendaman ekstrak S.platensis dilakukan pada hari ke-1 dan ke-7, sedangkan infeksi A.hydrophila dilakukan pada hari ke-15. Parameter yang diamati adalah kelulus hidupan, total leukosit, aktivitas lisozim, dan histopatologi hati. Pengamatan dilakukan pada hari ke -7, -14, -25, sedangkan untuk histopatologi hati hanya dilakukan pada hari ke-25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak air panas Spirulina platensis dapat meningkatkan resistensi ikan gurami terhadap A.hydrophila dibanding dengan control (p<0.05). Resistensi terbaik ikan gurami terhadap A.hydrophila diperoleh dari ikan gurami dengan perendaman 30 ppm dengan kelulus hidupan 77%, total leukosit 60,32 x 104 sel/mm3, aktivitas lisozim 1,33 .  Pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu air berkisar antara 28-28,5°C, pH  berkisar antara 7,3-7,5, Amonia berkisar antara 0,5 – 0,52 mg/l, sedangkan oksigen terlarut berkisar antara 5,04 – 5,41 mg/L. Kata kunci : Osphorenemus gouramy, Spirulina platensis, Aeromonas hydrophila

Page 6 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue