cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 4 (2023)" : 50 Documents clear
Prototipe Alat Pengujian Gelombang dengan Buzzer Generator Frekuensi Sebagai Alternatif Pengusir Tikus Pratiwi, Umi; Irayani, Zaroh
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.526-533.2023

Abstract

Tikus merupakan hewan pengerat yang banyak mendatangkan kerugian baik di rumah tangga, industri, maupun pertanian. Selain mengganggu kesehatan, tikus juga pernah menjadi salah satu penyebab menurunnyya produksi beras secara nasional pada tahun 2015-2017. Perkembangan teknologi menawarkan solusi permasalahan ini dengan pemanfaatan gelombang suara untuk membuat pendengaran tikus terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype alat pengujian gelombang suara menggunakan kontrol potensiometer guna mendapatkan besar frekuensi yang cukup efektif mengganggu pendengaran tikus. Penelitian ini merupakan penelitian perancangan yang menggunakan adopsi model 4D Thiagarajan. Adapun Istrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar uji laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh: (1) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji coba laboratorium dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil sebesar 0.05% pada output sistem, 0.06% pada uji komparasi tegangan, dan kesalahan sebesar 0.07% pada uji komparasi arus. (2) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji validasi dengan persentase sebesar 78% dengan pengujian lapangan . Penelitian perancangan ini tentunya memiliki keterbatasan penelitian sehingga untuk pengembangan lebih lanjut bisa ditambahkan sampel pengujian untuk jenis hama ataupun serangga untuk menguji efektifitasnya senagai alat pengusir hama.
Pengaruh Penambahan Bulu Ayam dan Serbuk Kayu Terhadap Uji Fisis Papan Partikel Aruan, Ririn sagita; Jumiati, Ety; Husnah, Miftahul
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.646-650.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisis papan partikel yang terbuat dari bahan serbuk kayu dan limbah bulu ayam. Variasi komposisi bulu ayam, serbuk kayu dan perekat resin epoxy berturut-turut yaitu : sampel A(5%:50%:45%), B(10%:45%:45%), dan C(15%:40%:45%). Parameter uji fisis meliputi kerapatan, kadar air dan pengembangan tebal. Hasil uji fisis papan partikel berbahan bulu ayam, serbuk kayu dan perekat resin epoxy yang optimal terdapat pada sampel C dengan nilai kerapatan 0,60 g/cm3, kadar air 7,85%, dan pengembangan tebal 10,4%. Pada penelitian ini sampel telah sesuai SNI 03-2105-2006 dan papan partikel ini masuk pada penggunaan umum (struktural).
Perbandingan Dosis Serap Bolus Berbahan Playdough, Plastisin, dan Silicone Rubber pada Radioterapi Berkas Elektron 6 MeV dan 9 MeV Pramita, Niken; Adrial, Rico; Ilyas, Muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.577-583.2023

Abstract

Comparison of absorbed dose bolus made from playdough, plasticine, and silicone rubber in electron beam radiotherapy has been assessed. This study aims to compare the absorbed dose, calculate the Relative Electron Density (RED) value, and physical density of playdough, plasticine, and silicone rubber bolus. The boluses were made with dimension of 15 cm×15 cm and thickness of (0,5; 1,0; 1,5; and 2,0) cm. RED value was obtained from tomographic image using CT-Simulator by determining 5 Region of Interest (ROI) regions. The physical density was calculated based on the mass and volume ratio. The absorbed dose was measured using a plan parallel chamber detector with a Linear Accelerator (LINAC) energy variation of 6 MeV and 9 MeV. The results are playdough, plasticine, and silicone rubber bolus have a homogeneous material composition with RED values is above the RED of water. The physical density of playdough and plasticine bolus is above the density of skin tissue but lower than bone tissue, while the physical density of silicone rubber bolus is close to the density of water, muscle, liver, kidney, and lung tissue. The absorbed dose value of silicone rubber bolus with a thickness of 0.5 cm is closer to the absorbed dose without bolus, so bolus of silicone rubber that are better used at energy of 6 MeV and 9 MeV are silicone rubber bolus.
Profil Pencemaran Air Sungai Cikijing di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang Putri, Dhiyah Aqila; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.541-547.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pencemaran air Sungai Cikijing di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Parameter yang diuji yaitu pH, konduktivitas listrik, temperatur, kekeruhan, TDS, TSS dan konsentrasi logam berat (Cu, Cr dan Pb). Pengukuran pH, temperatur dan konduktivitas listrik dilakukan di lapangan. Pengukuran TDS dan TSS dilakukan menggunakan metode gravimetri, pengukuran kekeruhan dilakukan menggunakan turbidimeter dan pengukuran konsentrasi logam berat dilakukan menggunakan alat Inductively Coupled Plasma – Optical Emmision Spectrometry (ICP-AES). Tingkat pencemaran air sungai dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Dari hasil semua pengukuran parameter disimpulkan bahwa tingkat pencemaran air Sungai Cikijing di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang tergolong dalam tercemar ringan dengan nilai IP yaitu 2,8146 yang termasuk ke dalam golongan B yang tidak dapat dikonsumsi untuk air minum dan keperluan rumah tangga. Nilai pH mengalami penurunan dari penelitian sebelumnya yaitu bernilai <6 yang bersifat asam. Deviasi temperatur didapatkan berkisar antara 1,37°C - 5,2°C yang tergolong buruk bagi kehidupan organisme dalam air. Konsentrasi logam berat Cu, Cr, Pb masih di bawah batas baku mutu menurut PP No.22 Tahun 2021. Nilai konduktivitas listrik, TDS dan TSS yang didapatkan mengalami kenaikan dari penelitian sebelumnya.
Identifikasi Sesar Segmen Ketahun Berdasarkan Metode First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) Data Anomali Gaya Berat GGMplus Syaputra, Edo Win; Refrizon, Refrizon; Zakariya, Hilmi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.598-607.2023

Abstract

Daerah Bengkulu merupakan daerah yang dilalui oleh jalur subduksi Indo-Australia dan Eurasia. Jalur subduksi dapat teridentifikasi dengan metode gravitasi yang dapat menggambarkan bentuk bawah permukaan berdasarkan variasi medan gravitasi yang dapat dilihat oleh perbedaan rapat masa anatar batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Sesar Segmen Ketahun dengan menggunakan data anomali gayaberat GGMplus. Wilayah penelitian adalah daratan Lebong-Rejang Lebong. Metode First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) digunakan untuk melihat posisi dan karakteristik sesar. Dari analisis FHD dan SVD, daerah Sungai Lisai dan Ketenong merupakan sesar turun, sedangkan Pinang Berlapis, sekitar Pungguk Pedaro dan Rimbo Pengadang merupakan sesar naik. Talang Ulu dan sekitar Lubuk Pedaro merupakan sesar naik, Daerah Mangkorajo merupakan sesar geser, serta Danau Tapak Kaki merupakan sesar turun. Berdasarkan pemodelan data anomali diperoleh wilayah Kabupaten Lebong–Rejang Lebong memiliki sebaran densitas antara 1,97 gram/cm3-2,00 gram/cm3 yang merupakan batuan sedimen (debu bersisipan pasir,bongkahan lepas, kerakal, gambut dan kaolinit).
Pengaruh Penambahan Serat Pinang Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan dengan Fly ash Sebagai Filler Renaldi, Muhammad Blestynsky; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.584-590.2023

Abstract

Research has been carried out on the effect of adding betel nut to the physical and mechanical properties of lightweight concrete boards with fly ash as filler. Variation of areca fiber 0.2%; 0.4%; 0.6%; 0.8%;1% by using a random arrangement of fibers. Physical and mechanical properties tested include density, water absorption, porosity, compressive strength, and flexural strength measured by Universal Testing Machine (UTM). Based on the test results, adding areca fiber mass is inversely proportional to density and proportional to porosity and water absorption. The lowest density value in the 1% fiber variation sample is 2 gr/cm3, the lowest porosity value is 19.56% with the composition without fiber and fly ash, and the lowest water absorption value is 9.47% in the composition without fiber and fly ash. Fly ash with betel nut ableto increase the value of the compressive strength and flexural strength of the lightweight concrete board sample. The highest compressive strength value in the addition of fiber is 78.5 kg/cm3 with a fiber composition of 1%, while the highest flexural strength value is 66 kg/cm3 with a fiber composition of 1%. The porosity and water absorption values of the sample had SNI 03-2105-2006 standard. In addition, the compressive strength value obtained from the sample test meets the SNI 03-3449-2002 standard.
Efektivitas Kacamata Pb pada Pemeriksaan Gigi Menggunakan Pesawat Dental Panoramic Berdasarkan Laju Dosis Radiasi Rasyada, Latifah Aulia; Milvita, Dian; Nuraeni, Nunung
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.608-614.2023

Abstract

The eyes is one of the sensitive organs that can be damaged if exposed to radiation. Pb glasses are one of the radiation protection tools. The use of Pb glasses in minimal dental X-ray examinations will cause cataracts in the patient's eyes, so research has been conducted on the effectiveness of Pb glasses in dental examinations using dental panoramic plane based on radiation dose rates.  The study aims to determine the radiation dose received after and before passing through Pb glasses, determine the effectiveness of Pb glasses during dental X-ray examinations, and evaluate the effect of using Pb glasses on patient image results. Data were collected using three Pb glasses on a dental panoramic plane irradiation. Pb glasses are fitted to patients with thin, normal and overweight categories, this is because patients have different facial shapes and sizes. Determination of radiation dose value and effectiveness was done by attaching TLD-100 to the outside and inside of the Pb glasses lens. The effect of using Pb glasses was evaluated with a radiology specialist through interviews. The results obtained were that there was no radiation dose received by the eyes after passing through Pb glasses, the effectiveness of all Pb glasses was 100%, and the use of Pb glasses did not affect the results of dental X-ray images during examinations using dental panoramic plane.
Karakteristik Sistem Awan Konvektif Cumulonimbus Berbasis Radar Cuaca C-Band di Sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Akhirta, Nabilla; Sujiono, Eko Hadi; Palloan, Pariabti
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.568-576.2023

Abstract

Sistem konvektif Cumulonimbus merupakan kumpulan awan yang terdiri dari awan Cumulonimbus dan awan awan lain yang membentuk sebuah sistem, yang dapat menimbulkan cuaca signifikan. Karakteristik fisis dan dinamis Cumulonimbus diperoleh menggunakan radar cuaca C-Band pada musim peralihan dan musim hujan September hingga Februari 2016 – 2022, berpusat pada radius 150 km di sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Sembilan tipe morfologi sistem konvektif meso-β ditemukan dengan panjang awan 20-220 km dan panjang rata-rata awan 65 km. Sistem konvektif dominan membentuk sistem linier. Morfologi yang paling banyak terbentuk adalah sistem linier Trailing Stratiform, dan sistem seluler Cluster of Cells. Pada musim peralihan, inisiasi Cumulonimbus dominan di dataran tinggi dan pada musim hujan inisiasi dominan di laut pesisir. Secara umum Cumulonimbus matang di laut pesisir pada siang hari. Cluster of Cells dan Bow Echo adalah sistem yang paling aktif di darat, dengan windshear yang relatif lebih kuat dari semua sistem konvektif. Sistem sebagian besar berpropagasi dengan lambat. Vertical wind shear paling besar terjadi pada lapisan 0,3 – 2 km. Verifikasi dari media massa dan laporan pilot menunjukkan bahwa Cumulonimbus dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi dan mengganggu penerbangan.
Rancang Bangun Tripod Kamera Otomatis Pengikut Objek Menggunakan Sensor Ultrasonik Irvan, Ali; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.690-696.2023

Abstract

A design of an object follower automatic tripod camera based on an ultrasonic sensor has been done. The object follower automatic tripod camera design consists of 3 units of ultrasonic sensor, a servo motor, and an Arduino Uno microcontroller. An ultrasonic sensor was used to detect an object in the left front, in front, and in the right front of the device. Object detection was performed by using distance intervals from sensors. The sensors were designed to make 30° angle intervals each other and make 90° total angle detection in front of the device. Characterization of ultrasonic sensors showed that sensors could detect an object with an angle of 15°.  The servo test shows that it can rotate until 160°. Servo could rotate until the angle position at 60°, 90°, and 120°. Device testing shows that it was able to detect an object at a distance of 2 m and a total angle of 90° in front of the device, and the servo was able to rotate the camera to the detection field.
Sistem Booster dan Pendeteksi Kadar Alkohol Pada Fermentasi Tapai Ketan Menggunakan Sensor MQ-3 Berbasis IoT Cahyandari, Joanica Intan; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.561-567.2023

Abstract

Proses fermentasi tapai ketan sebagai salah satu makanan tradisional yang disukai oleh masyarakat Sumatra Barat membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu selama +-72 jam. Fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan tapai yang memiliki kandungan alkohol yang tinggi dan rasa asam yang kurang disukai masyarakat. Penelitian bertujuan untuk membuat sistem booster dan pendeteksi kadar alkohol pada fermentasi tapai ketan menggunakan sensor MQ-3 berbasis IoT. Sistem booster menggunakan elemen Peltier untuk mengontrol suhu ruang fermentasi tapai pada rentang 35°C sampai 40°C yang dideteksi oleh sensor DHT11. Peningkatan kadar gas alkohol selama proses fermentasi dideteksi oleh sensor MQ-3. Kadar gas alkohol 0,58% menjadi acuan bahwa tapai sudah matang. Hasil pengukuran suhu, kelembapan, dan kadar gas alkohol selama proses fermentasi ditampilkan pada LCD dan aplikasi Blynk berbasis IoT. Buzzer berbunyi pada saat tapai matang. Waktu fermentasi tapai ketan hitam lebih lama yaitu selama 39 jam, sedangkan tapai ketan putih selama 36 jam. Tapai ketan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lunak, berair, dan memiliki rasa yang manis dengan kadar gas alkohol yang sama sebesar 0,58%.