cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2024)" : 48 Documents clear
Pemodelan 3D Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik di Bukit Nobita Padang M. Arif; Dwi Pujiastuti; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.15-21.2024

Abstract

The surface of rupture investigation has been conducted at Nobita Hill, Kampung Jua, Lubuk Begalung, Padang City using the 3-dimensional resistivity geoelectric method in Wenner configuration. The research was conducted in a hilly area with a slope of up to 40º. Data was collected on three tracks with variations in length lengths of 120 and 240 m. The electrode spacing is 6, 12, 18, and 24 m for current and potential electrodes. Data processing was carried out using Res2dinv software to display a 2-dimensional image of the subsurface layer based on the resistivity values measured in the field. The results of 2-dimensional image processing were then modeled in 3 dimensions using Voxler software. Data interpretation of the results obtained by Track 1 has a resistivity value of 1170-2028 Ωm at a depth of 4.5-19.1m. Track 2 has a resistivity value of 1052-1768 Ωm with a depth of 4.5-19.1 m. Track 3 has a resistivity value of 1492-2937 Ωm at a depth of 1.5-19.1 m. The direction of the sliding plane of Tracks 1 and 2 is to the northwest, while track 3 is to the northeast. The results showed that the sliding plane on each track is granite.
Pemisahan Anomali Regional dan Residual pada Metode Gravitasi Menggunakan Metode Moving Average, Upward Continuation dan Polynomial Iqwal Ramadhan; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.1-7.2024

Abstract

Pemisahan anomali regional dan residual adalah hal yang harus dilakukan dalam pengolahan data yang berhubungan dengan geologi bawah permukaan. Tidak ada ketentuan khusus tentang metode terbaik yang harus digunakan dalam pemisahan anomali, karena pemisahan anomali bersifat subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan pada daerah Kepulauan Mentawai dengan menggunakan persebaran nilai anomali.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode moving average, upward continuation dan polynomial untuk menginterpretasikan kontur anomali regional dan residual Kepulauan Mentawai. Hasil dari ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa upward continuation mencerminkan anomali regional dan residual Kepulauan Mentawai lebih baik dibandingkan metode moving average dan polynomial, karena pada upward continuation memiliki kontur dan nilai anomali mendekati kontur dan nilai anomali Bouguer   lengkap dan kontur struktur geologi. Sebaran nilai anomali yang rendah berada pada sekitar wilayah Padang, Pulau Siberut, Pulau Sipora dan Pulau Pagai, sehingga diidentifikasi wilayah tersebut memiliki struktur bawah permukaan dengan nilai massa jenis yang rendah. Sedangkan anomali sedang berada pada laut dangkal yang diidentifikasi memiliki massa jenis yang sedang, dan anomali tinggi berada pada laut dalam di sekitar wilayah Indian Ocean diidentifikasi memiliki massa jenis yang tinggi.
Ekstraksi dan Karakterisasi Senyawa Besi Oksida dari Batuan Vulkanik Pulau Ambon menggunakan Metode Kopresipitasi Gede Wiratma Jaya; Delpina Nggolaon; Nikmans Hattu
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.159-169.2024

Abstract

Senyawa besi oksida pada batuan vulkanik Pulau Ambon memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai material maju di masa depan. Untuk memanfaatkan potensi tersebut diperlukan sebuah usaha dengan cara mengekstraksi senyawa besi oksida. Pada penelitian ini metode kopresipitasi digunakan untuk mengekstraksi senyawa besi oksida. Hasil ekstraksi kemudian dikarakterisasi menggunakan beberapa instrumen seperti X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil karakterisasi menunjukkan senyawa besi oksida yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian dibawah 50%. Fasa mineral oksida yang terdeteksi dari data XRD adalah magnetit (Fe3O4), maghemit (-Fe2O3), dan hematit (-Fe2O3). Ukuran kristal secara rata-rata dibawah 15 nm dengan ukuran partikel rata-rata diatas 700 nm. Struktur morfologi permukaan terdapat aglomerasi dengan bentuk permukaan yang bulat. Hasil ini menunjukkan metode kopresipitasi telah berhasil mendapatkan senyawa besi oksida dari batuan vulkanik Pulau Ambon.
Estimasi Faktor Transfer Radionuklida Alam Tanah ke Beras dan Dosis Internal Tahunan Pada Penduduk di Sekitar Geotermal Solok Selatan Afifah Nabilah; Sri Oktamuliani; Leli Nirwani
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.96-102.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang nilai faktor transfer radionuklida alam 226Ra, 232Th, dan 40K dari tanah ke beras dan perkiraan dosis efektif tahunan yang diterima penduduk di daerah geotermal Solok Selatan. Tujuan penelitian ini untuk memperkirakan faktor transfer alami dari tanah dan beras dan dosis efektif tahunan penduduk di jalur geotermal Solok Selatan. Penelitian dilakukan pada tiga kecamatan, yaitu pada Kec. Sungai Pagu, Kec. Pauh Duo, dan Kec. Sangir di Kabupaten Solok Selatan dengan total enam sampel tanah dan enam sampel beras. Aktivitas spesifik radionuklida diukur menggunakan spektrometer gamma. Rata-rata konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh pada sampel tanah yaitu 226Ra sebesar (17,09 ± 0,75) Bq/kg, 232Th sebesar (30,01 ± 0,99) Bq/kg, dan 40K sebesar (214,1 ± 0,87) Bq/kg. Konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh dalam beras yaitu 226Ra dengan rata-rata (59,36 ± 0,33) Bq/kg, 232Th dengan rata-rata (0,10 ± 0,11) Bq/kg, dan 40K dengan rata-rata (37,75 ± 1,58) Bq/kg. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampel tanah yang berada pada jalur geotermal memiliki konsentrasi tertinggi yaitu Nagari Koto Baru, Kec. Sungai Pagu. Nilai faktor transfer radionuklida pada beras tertinggi pada unsur 226Ra sebesar 5,59 terletak di daerah Koto Baru. Perkiraan dosis efektif perorangan tertinggi diperoleh yaitu 226Ra sebesar 2,97 mSv/tahun, 232Th sebesar 0,002 mSv/tahun, 40K sebesar 0,022 mSv/tahun. Nilai dosis efektif yang diperoleh tergolong aman untuk penduduk, karena lebih rendah dari batas dosis yang direkomendasikan oleh United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation, kecuali pada unsur 226Ra yang terdapat pada sampel daerah Koto Baru
Uji Mekanik Beton Polimer Berbahan Batu Apung dan Serbuk Cangkang Kelapa Sawit Siagian, Fhamela Jousroh Natama; Masthura, Masthura; Husnah, Miftahul
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.140-145.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji mekanik beton polimer untuk mengetahui campuran terbaik dalam beton polimer menggunakan bahan batu apung dan serbuk cangkang kelapa sawit sebagai variabel bebas dengan variasi komposisi 20%:0%, 16%:4%, dan 14%:6%. Kemudian variabel tetap yaitu komposisi pasir 60% dan epoksi sebagai perekat 20%. Sampel dibentuk dalam cetakan yang terbuat dari baja berbentuk balok (10x2x1 cm) kemudian ditekan dengan hotpress  pada suhu 90°C selama 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi yang optimum adalah batu apung dan serbuk cangkang kelapa sawit dengan perbandingan 20%:0%, pasir 60%, dan epoksi sebagai perekat 20% dengan kuat tekan 14,44 MPa, kuat tarik 0,85 MPa, dan kuat lentur 7,35 MPa.
Pemisahan Anomali Regional dan Residual pada Metode Gravitasi Menggunakan Metode Moving Average, Upward Continuation dan Polynomial Ramadhan, Iqwal; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.1-7.2024

Abstract

Pemisahan anomali regional dan residual adalah hal yang harus dilakukan dalam pengolahan data yang berhubungan dengan geologi bawah permukaan. Tidak ada ketentuan khusus tentang metode terbaik yang harus digunakan dalam pemisahan anomali, karena pemisahan anomali bersifat subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan pada daerah Kepulauan Mentawai dengan menggunakan persebaran nilai anomali.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode moving average, upward continuation dan polynomial untuk menginterpretasikan kontur anomali regional dan residual Kepulauan Mentawai. Hasil dari ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa upward continuation mencerminkan anomali regional dan residual Kepulauan Mentawai lebih baik dibandingkan metode moving average dan polynomial, karena pada upward continuation memiliki kontur dan nilai anomali mendekati kontur dan nilai anomali Bouguer   lengkap dan kontur struktur geologi. Sebaran nilai anomali yang rendah berada pada sekitar wilayah Padang, Pulau Siberut, Pulau Sipora dan Pulau Pagai, sehingga diidentifikasi wilayah tersebut memiliki struktur bawah permukaan dengan nilai massa jenis yang rendah. Sedangkan anomali sedang berada pada laut dangkal yang diidentifikasi memiliki massa jenis yang sedang, dan anomali tinggi berada pada laut dalam di sekitar wilayah Indian Ocean diidentifikasi memiliki massa jenis yang tinggi.
Pemodelan 3D Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik di Bukit Nobita Padang Arif, M.; Pujiastuti, Dwi; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.15-21.2024

Abstract

The surface of rupture investigation has been conducted at Nobita Hill, Kampung Jua, Lubuk Begalung, Padang City using the 3-dimensional resistivity geoelectric method in Wenner configuration. The research was conducted in a hilly area with a slope of up to 40º. Data was collected on three tracks with variations in length lengths of 120 and 240 m. The electrode spacing is 6, 12, 18, and 24 m for current and potential electrodes. Data processing was carried out using Res2dinv software to display a 2-dimensional image of the subsurface layer based on the resistivity values measured in the field. The results of 2-dimensional image processing were then modeled in 3 dimensions using Voxler software. Data interpretation of the results obtained by Track 1 has a resistivity value of 1170-2028 Ωm at a depth of 4.5-19.1m. Track 2 has a resistivity value of 1052-1768 Ωm with a depth of 4.5-19.1 m. Track 3 has a resistivity value of 1492-2937 Ωm at a depth of 1.5-19.1 m. The direction of the sliding plane of Tracks 1 and 2 is to the northwest, while track 3 is to the northeast. The results showed that the sliding plane on each track is granite.
Pengaruh Suhu Terhadap Sifat Listrik Polimer Konduktif Polianilin TiO2 Berpenguat Nano Serat Pinang Afri, Hafiza Rahmi Zul; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.36-41.2024

Abstract

This research serves to see the effect of temperature on conductive polymers, and the temperature variations used are 27 ℃, 37 ℃, 47 ℃, 55 ℃, 67 ℃, and 77 ℃. The polyaniline used is pure polyaniline and a mixture of polyaniline, TiO2, and nano areca fiber with a mixture percentage of 70%: 27%: 3%.  Polyaniline is produced from polymerization of aniline monomer and ammonium peroxydisulfate and nano arecafibers are used from nano arecafibers that have been produced in previous research. Electrical properties testing consisted of electrical conductivity and capacitance tests using an LCR meter. The results showed the lowest conductivity value at 27 ℃ was 0.18 × 10-2 S /cm, and the highest conductivity value at 77 ℃ was 1.22 × 10-2 S/cm for pure polyaniline, while the mixed polyaniline obtained the lowest conductivity value at 27 ℃ was 0,85 × 10-2 S/cm, and the highest value at 77 ℃ was 3.61 × 10-2 S/cm. For the capacitance test, the highest value was obtained at 6.8 μF and 18.9 μF. From the results obtained, the higher the temperature, the higher the conductivity value produced, while the capacitance results show that the higher the temperature used, the lower the capacitance value.
Pengaplikasian Alat Ukur Tinggi, Berat Badan, dan Penentuan Status Gizi pada Balita Berbasis ESP32 WROOM 32 melalui Telegram Adrian, Diana Rahmi; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.82-88.2024

Abstract

Balita merupakan usia yang peka terhadap pertumbuhan dan perkembangan atau disebut juga dengan usia emas. Pertumbuhan dan perkembangan Balita dapat diketahui dengan pemantauan secara berkala status gizi berdasarkan usia, berat badan, dan tinggi badan. Ketidakseimbangan tumbuhkembang pada usia Balita dapat mengakibatkan efek jangka pendek dan jangka panjang mulai dari penurunan sistem kekebalan tubuh, kerusakan otak hingga dapat mengidap penyakit degeneratif saat dewasa. Telah dirancang alat ukur tinggi badan, berat badan, dan penentuan status gizi pada Balita berbasis Mikrokontroller ESP32 WROOM 32 melalui Telegram. Sensor yang digunakan pada penelitian ini adalah Ultrasonik HC-Sr04 dengan ketelitian 97,47% untuk mengukur tinggi badan Balita dan Load cell 40 kg dengan ketelitian 99,61% untuk mengukur berat badannya. Berdasarkan data input identitas (Id), usia, dan jenis kelamin serta data yang diukur oleh sensor menghasilkan keluaran berupa status gizi. Alat ini dapat mengukur tinggi, berat badan, dan menentukan status gizi Balita usia 1-5 tahun. Alat ukur ini sudah dapat menentukan status gizi Balita berdasarkan Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), dan Tinggi Badan menurut Berat Badan (TB/BB) yang tampil pada TFT LCD dan Telegram Bot.  Pengukuran ini dilakukan pada enam orang Balita. Hasil dari pengukuran ini semua Balita memiliki status gizi kategori BB/U dan TB/BB dengan status normal namun pada kategori TB/U lima Balita berstatus gizi normal namun satu diantaranya memiliki status gizi kategori TB/U dengan status pendek berdasarkan Grafik Pertumbuhan Anak (GPA).
Rancang Bangun Detektor Kematangan Buah Kelapa Sawit Menggunakan Sensor Tcs3200 Dan Modul Wifi ESP32-CAM dengan Notifikasi via Telegram Putro, Aldhi Cahyo Millenio; Rasyid, Rahmat
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.68-74.2024

Abstract

This study aims to make a detector of oil palm fruit maturity using the TCS3200 color sensor and the ESP32-CAM Wi-Fi module with notifications via Telegram. Oil palm farmers need a tool to detect the ripeness of the fruit to make it easier for them to monitor the fruit. This tool uses the TCS3200 color sensor to detect the ripeness of palm fruit based on the color of the palm skin; at the same time, the ESP32-CAM module is useful for processing data from the TCS3200 color sensor as the output of Telegram notifications. The TCS3200 color sensor detects the RGB value of the palm object, which is then processed by the ESP32-CAM module. The results obtained in testing the maturity detection tool for palm fruit in ripe and immature conditions can be seen from the Telegram notification. The RGB value of the TCS3200 color sensor will be displayed as information on the condition of the palm fruit, which is detected and used as a notification on the Telegram application. The highest percentage of success in testing the maturity of the fruit was when the fruit was immature at 100%, and the lowest was when the fruit was ripe at 86.6%.