cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Analisis Keluaran Berkas Elektron Pesawat Terapi LINAC Tipe Varian CX 6264 di Rumah Sakit Universitas Andalas Vadila, Mona; Milvita, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.91-96.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis keluaran berkas elektron pesawat terapi linear acceleration (LINAC) pada fantom air. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat terapi LINAC selama digunakan dengan mengacu pada nilai 1 cGy sama dengan 1 MU. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis muatan yang ditangkap oleh detektor ionisasi chamber dengan faktor koreksi suhu, tekanan, efek polaritas dan rekombinasi ion. Penelitian dilakukan dengan variasi energi 4 MeV, 6 MeV, 9 MeV, 12 MeV, 15 MeV dan 18 MeV dengan teknik penyinaran Source to Surface Distance (SSD) 100 cm. Ukuran luas lapangan penyinaran yang digunakan adalah (10 x 10) cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada berkas elektron energi 4 MeV, 6 MeV, 9 MeV, 12 MeV, 15 MeV dan 18 MeV didapatkan nilai keluaran per 1 MU sebesar 0,981 cGy, 1,005 cGy, 1,019 cGy, 1,013 cGy, 1,017 cGy dan 1,007 cGy dengan deviasi pengukuran 1,92 %, 0,54 %, 1,90 %, 1,30 %, 1,73 % dan 0,72 %., nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran yaitu ± 3 %. Dengan demikian, keluaran berkas radiasi elektron pesawat terapi LINAC di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) telah sesuai standar TRS 398 IAEA. Kata kunci: berkas elektron, berkas foton, fantom air, LINAC, RS Unand
Analisis Hasil Pengukuran Tissue Maximum Ratio (TMR) terhadap Variasi Kedalaman Target dan Luas Lapangan Penyinaran Menggunakan Pesawat LINAC Tipe Clinac-CX Alvionita, Vinny; Milvita, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.97-101.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman target dan luas lapangan penyinaran terhadap penerimaan dosis radiasi pada fantom menggunakan pesawat terapi Linear Accelerator (LINAC) tipe Clinac CX. Penelitian dilakukan dengan variasi kedalaman (0-30) cm dengan interval 1 cm dan 18 variasi luas lapangan penyinaran dimulai dari (5x5) cm2 hingga (39x39) cm2 dengan interval 2 cm. Variasi kedalaman dan luas lapangan dilakukan untuk mendapatkan nilai Tissue Maximum Ratio (TMR). TMR merupakan rasio dosis radiasi di kedalaman tertentu terhadap dosis radiasi di kedalaman maksimum. Pada penelitian ini digunakan berkas energi foton sebesar 6 MV dan 10 MV, dengan teknik penyinaran Source Surface Distance (SSD). Penelitian ini dilakukan di dalam fantom air sebagai pengganti pasien menggunakan detektor ionisasi chamber. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin besar kedalaman target maka semakin besar pula nilai TMR yang diterima fantom hingga mencapai kedalaman maksimum (zmaks). Setelah melewati kedalaman maksimum (zmaks) nilai TMR yang didapatkan cenderung menurun. Selanjutnya semakin bertambah luas lapangan penyinaran maka semakin bertambah nilai TMR yang didapatkan. Nilai zmaks yang didapatkan untuk berkas foton berenergi 6 MV berkisar (1,35 – 1,75) cm, dan untuk berkas foton berenergi 10 MV berkisar (2,25-2,55) cm. Nilai zmaks ini berada dalam batas yang ditetapkan oleh Internasional Atomic Energy Agency (IAEA) yaitu 1,5 cm untuk energi 6 MV dan 2,5 cm untuk energi 10 MV. Kata kunci: fantom air, LINAC, Source Surface Distance (SSD), Tissue Maximum Ratio (TMR).
Analisis Konduktivitas Termal Endapan Sinter di Kabupaten Solok dan Solok Selatan Ilham, Rahmat; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.102-109.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konduktivitas termal endapan sinter yang terdapat di sekitar mata air panas Garara dan Cupak, Kabupaten Solok, dan Sapan Maluluang, Kabupaten Solok Selatan. Perbedaan utama dari kedua endapan sinter di masing-masing lokasi adalah daerah Sapan Maluluang memiliki kandungan sinter silika murni, sedangkan daerah Garara dan Cupak memiliki kandungan sinter silika dan karbonat dengan persentase yang berbeda. Penelitian ini dimulai dengan perancangan alat konduktivitas termal. Pengujian konduktivitas termal endapan sinter menggunakan metode Transient Divided Bar (TDB), dan diuji pada suhu rata-rata yaitu 25,7oC. Titik pengambilan sampel terdiri dari dua titik di mata air panas Garara, tiga titik di mata air panas Cupak serta satu titik di mata air panas Sapan Maluluang. Nilai konduktivitas termal rata-rata sumber air panas di Garara dan Cupak adalah 21,75 W/mºC, sedangkan nilai rata-rata konduktivitas termal sumber air panas di Sapan Maluluang adalah 26,49 W/mºC. Tingginya kandungan silika akan menghasilkan nilai konduktivitas termal yang lebih tinggi. Kata Kunci: konduktivitas termal, mata air panas, mineral karbonat, mineral silika, transient divided bar
Analisis Suseptibilitas Magnetik Tanah Lapisan Atas sebagai Indikator Bencana Longsor di Bukit Sula Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Naldi, Febri; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.110-116.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis suseptibilitas magnetik tanah lapisan atas sebagai indikator bencana longsor di Bukit Sula Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Sampel tanah diambil dari dua lokasi di Bukit Sula, yaitu lokasi bervegetasi (lokasi A) dan lokasi tanpa vegetasi (lokasi B). Pengambilan sampel dilakukan secara vertikal ke bawah masing-masing sepanjang 100 m dengan jarak spasi 5 m, sehingga diperoleh 21 titik pengambilan sampel pada masing-masing lokasi tersebut. Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington Magnetic Suseptibility Meter yang diukur pada dua frekuensi, yaitu low frequency 0,465 kHz (χLF) dan high frequency 4,65kHz (χHF). Pada lokasi A nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 804,05×10-8 m3kg-1, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 804,25×10-8 m3kg-1. Pada lokasi B nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 9,85×10-8 m3kg-1, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 9,64×10-8 m3kg-1. Hasil pengujian XRF menunjukkan bahwa mineral magnetik yang terdapat pada sampel di kedua lokasi yaitu hematit (Fe2O3). Berdasarkan perbandingan nilai suseptibilitas dan konsentrasi mineral hematit dan kuarsa antara sampel lokasi A dan lokasi B, dapat dikatakan bahwa lokasi B telah mengalami erosi. Berdasarkan keberadaan bulir superparamagnetik, sampel lokasi B memiliki butiran lebih halus dibandingkan sampel lokasi A. Hal ini disebabkan karena lokasi B merupakan daerah tanpa vegetasi, sehingga menyebabkan air hujan langsung masuk ke dalam tanah dan dapat menurunkan tingkat kelekatan butiran tanah. Oleh karena itu, lokasi B lebih besar kemungkinan terjadinya bencana longsor dibandingkan dengan lokasi A. Kata kunci: bulir superparamagnetik, suseptibilitas magnetik, longsor, Kecamatan Talawi
Analisis Pengaruh Komposisi Partikel Ampas Tebu dan Partikel Tempurung Kelapa terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Papan Partikel Perekat Resin Epoksi Nasution, Widi Mulia; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.117-123.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi partikel ampas tebu dan tempurung kelapa terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Dalam penelitian ini digunakan perbandingan komposisi bahan pengisi dengan jumlah perekat yang tetap. Variasi komposisi bahan yang digunakan partikel ampas tebu dan tempurung kelapa adalah 70:0%, 50:20%, 35:35%, 20:50%, 0:70%. Kadar perekat resin epoksi yang digunakan adalah 30%. Ukuran partikel yang digunakan adalah lolos ayakan 100 mesh. Parameter yang diukur adalah densitas, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR). Hasil uji sifat fisis diperoleh nilai densitas terendah 0,94 g/cm3 pada komposisi 70%:0% dan densitas tertinggi 1,06 g/cm3 pada komposisi 0%:70%. Nilai kadar air papan terendah 0,91% pada komposisi 0%:70% dan nilai kadar air tertinggi 3,74% pada komposisi 70%:0%. Nilai daya serap air terendah 17,11% pada komposisi 50%:20% sedangkan nilai daya serap air tertinggi 31,77% pada komposisi 35%:35%. Hasil uji sifat mekanis diperoleh nilai MOE terendah didapat sebesar 833,17 kg/cm2 pada komposisi 70%:0% dan nilai MOE tertinggi sebesar 1960,75 kg/cm2 pada komposisi 35%:35%. Nilai MOR terendah 487,88 kg/cm2 pada komposisi 70%:0% sedangkan MOR tertinggi 1101,44 kg/cm2 pada komposisi 35%:35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis dan mekanis papan partikel yang didapatkan pada pengujian telah memenuhi standar mutu SNI 03-2105-2006 kecuali untuk pengujian densitas dan MOE. Berdasarkan persentase densitas papan partikel maka papan partikel yang dihasilkan termasuk jenis papan partikel berekerapatan tinggi. Kata kunci: ampas tebu, tempurung kelapa, komposit, MOE, MOR, papan partikel.
Pengaruh Variasi Massa Batang Pisang dan Cangkang Kelapa Sawit terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Papan Partikel Menggunakan Perekat Resin Epoksi Lestari, Aminah; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.124-129.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi massa batang pisang, cangkang kelapa sawit dan resin epoksi terhadap sifat fisis dan sifat mekanis komposit papan partikel. Penelitian ini menggunakan metode penggilingan ball mill untuk mendapakan ukuran partikel yang lolos ayakan 100 mesh. Hasil ayakan dibagi menjadi lima komposisi dengan rasio batang pisang terhadap cangkang kelapa sawit sebesar 80:0, 60:20, 40:40, 20:60, dan 0:80. Sifat fisis yang telah diuji terdiri dari kerapatan, kadar air, dan daya serap air sedangkan sifat mekanis meliputi kuat lentur dan kuat tekan. Sifat mekanis diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil uji sifat fisis menunjukan bahwa kadar air dan daya serap air papan partikel memenuhi standar SNI 03-2105-2006, sedangkan kerapatan melewati batas atas yang diperbolehkan. Kuat tekan dan kuat tekan sejajar memenuhi standar SNI 03-2105-2006, sedangkan pada kuat lentur belum memenuhi. Variasi massa terbaik untuk pembuatan papan partikel adalah dengan menggunakan salah satu filler baik batang pisang ataupun cangkang kelapa sawit. Kata kunci: komposit, papan partikel, cangkang kelapa sawit, batang pisang, ball mill
Penentuan Karakteristik Fluida dan Estimasi Temperatur Reservoir Panas Bumi di Sekitar Gunung Talang Utami, Zulinira Dwi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.130-137.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan karakteristik fluida dan estimasi temperatur reservoir panas bumi di sekitar Gunung Talang sebagai salah satu tahap awal penentuan pengembangan sistem panas bumi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian mengambil sampel 12 titik mata air panas sebanyak 100 ml di sekitar Gunung Talang. Penentuan karakteristik fluida panas bumi dilakukan menggunakan diagram segitiga Na-K-Mg dan Cl-Li-B. Diagram Na-K-Mg digunakan untuk menentukan keseimbangan fluida reservoir panas bumi. Diagram segitiga Cl-Li-B digunakan untuk menentukan asal-usul, pendidihan, dan pengenceran fluida reservoir panas bumi. Estimasi temperatur reservoir dilakukan dengan persamaan geotermometer. Pengukuran unsur Na, K, dan Mg dilakukan dengan alat Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Pengukuran unsur Li, B dan Ca dilakukan dengan alat Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) dan pengukuran senyawa SiO2 dengan alat Visible Spectroscopy. Pengukuran unsur Cl dengan metode titrasi asam basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua mata air panas bumi di sekitar Gunung Talang berada pada immature water yang menandakan fluida reservoir panas bumi telah mengalami pengenceran dengan unsur lain. Fluida reservoir berasal dari sistem hidrotermal baru yang dipengaruhi oleh magma Gunung Talang. Sistem panas bumi di sekitar Gunung Talang didominasi air dan mata air panas keluar pada zona outflow. Pendidihan fluida reservoir panas bumi berada di bawah permukaan bumi hingga kedalaman sekitar 150 meter. Estimasi temperatur reservoir panas bumi dengan geotermometer silika adalah 147,63 oC - 179,77 oC, yang termasuk dalam sistem panas bumi bertemperatur sedang.Kata kunci : diagram segitiga, Gunung Talang, reservoir panas bumi.
Pengaruh Waktu Annealing Fotoanoda TiO2 terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Fiqrian, Khudbatul; Dahlan, Dahyunir
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.138-143.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu annealing fotoanoda TiO2 terhadap efisiensi Dye Sensitized Solar Cells (DSSC). Fotoanoda DSSC dibuat dalam bentuk lapisan TiO2. Pembuatan lapisan TiO2 diawali dengan pencampuran bahan borid acid dan amoniumhexaflourotitanate yang kemudian ditumbuhkan menggunakan metode Liquid Phase Deposition (LPD) selama 15 jam di atas permukaan substrat kaca Indium doped Tin Oxide (ITO). Lapisan TiO2 yang telah tumbuh kemudian di annealing menggunakan furnace. Waktu annealing divariasikan 1 jam, 3 jam, 5 jam, 7 jam, 9 jam dan 11 jam. Temperatur annealing yang digunakan sebesar 450 ⁰C. Lapisan TiO2 yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan I-V dan UV-VIS. Karakterisasi I-V menunjukan bahwa nilai efisiensi tertinggi 3,48% padaVoc 0,65 volt dan Jsc 17,62 mA/cm2 dimiliki oleh sampel dengan waktu annealing 7 jam. Life time tertinggi sebesar 14,92μs dimiliki oleh sampel dengan waktu annealing 5 jam. Celah pita energi yang didapatkan dari karakterisasi UV-VIS sebesar 3,20 eV – 3,23 eV, sesuai dengan celah pita energi lapisan TiO2 pada fase anatase. Kata kunci : DSSC, efisiensi, fotoanoda, lapisan TiO2,waktu annealing
Analisis Suseptibilitas Magnetik dan Kandungan Logam Berat pada Tanah Lapisan Atas di Beberapa Ruas Jalan Kota Bukittinggi Maharani, Intan Suri; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.144-150.2018

Abstract

Telah dilakukan identifikasi pencemaran logam berat pada tanah lapisan atas dengan menggunakan metode suseptibilitas magnetik dan spektroskopi di ruas jalan raya Kota Bukittinggi. Sampel tanah dari 41 titik diambil di Jalan Veteran, Jalan Bypass, dan Jalan Sutan Syahrir pada kedalaman 10 cm dari permukaan tanah dengan jarak 50 cm dari pinggir jalan dan jarak spasi antar sampel 200 m. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sampel memiliki nilai suseptibilitas magnetik antara 297,9×10-8 m3/kg (B02) sampai 1604,2×10-8 m3/kg (V06). Penentuan jenis dan kandungan logam berat dilakukan pada lima sampel yaitu sampel B02, B01, S03, V10, dan V06. Hasil uji XRF menunjukkan bahwa sampel mengandung logam berat Pb, Cu, Zn, Mn, dan Ni. Suseptibilitas magnetik dan konsentrasi total logam berat sampel memiliki korelasi positif yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,932. Begitu juga untuk hubungan antara suseptibilitas magnetik sampel dan konsentrasi masing-masing logam Pb, Cu, Zn, dan Mn dengan nilai koefisien korelasi berturut-turut yaitu 0,929, 0,967, 0,871, dan 0,994. Kandungan logam berat yang sudah melewati ambang batas pada tanah adalah Pb (V10 dan V06), Cu (B01, S03, V10, V06), dan Zn (B02, B01, S03, V10, V06). Kata kunci: logam berat, suseptibilitas magnetik, tanah lapisan atas
Analisis Neutronik pada Gas Cooled Fast Reactor (GCFR) dengan Variasi Umur Teras dan Daya Reaktor Sardi, Widya; Fitriyani, Dian; Irka, Feriska Handayani
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.151-158.2018

Abstract

Telah dilakukan analisis neutronik pada Gas Cooled Fast Reactor (GCFR) dengan variasi umur teras dan daya reaktor. Reaktor ini menggunakan uranium alam sebagai bahan bakar dan helium sebagai pendingin. Parameter neutronik yang diamati meliputi faktor multiplikasi (keff) dan densitas bahan bakar. Pengaturan bahan bakar menggunakan strategi shuffling pada model teras silinder dua dimensi R-Z.Teras dibagi menjadi 10 region. Setiap 10 tahun bahan bakar yang ada pada masing-masing region di shuffling ke region berikutnya. Bahan bakar di region 10 dikeluarkan sedangkan pada region 1 akan diisi dengan bahan bakar baru. Penelitian ini dilakukan dengan 3 variasi umur teras dan 3 variasi daya reaktor. Perhitungan menggunakan kode SRAC dengan JENDL-32 sebagai data library. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa reaktor dapat dioperasikan hingga 100 tahun pada daya 500 MWTh karena neutron yang berada dalam teras reaktor dapat mempertahankan kekritisannya selama reaktor beroperasi. Semakin lama umur teras maka nilai densitas 235U dan 238U semakin berkurang dan nilai densitas 239Pu semakin bertambah. Semakin tinggi daya yang digunakan maka densitas bahan bakar yang tersisa di akhir periode burn up lebih rendah. Kata kunci : Burn up, faktor multiplikasi, GCFR, shuffling, uranium alam