cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Sistem Pendeteksi Keaslian dan Nominal Uang untuk Penyandang Tunanetra Menggunakan Sensor UV GYML 8511 dan TCS3200 Bahri, Anindy; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.316-321.2023

Abstract

Telah dihasilkan alat pendeteksi keaslian dan nominal uang untuk penyandang tunanetra menggunakan sensor ultraviolet GYML 8511 dan TCS3200. Tunanetra memerlukan alat bantu pendeteksi keaslian dan nominal uang dalam mengidentifikasi uang. Alat ini menggunakan sensor ultraviolet GYML 8511 untuk mendeteksi keaslian uang, LED ultraviolet sebagai sumber cahaya, relay 5V untuk pengontrol LED ultraviolet, sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi nominal uang, DFplayer mini dan speaker untuk keluaran suara.  Objek uang diletakkan di dalam kotak akrilik dengan ukuran 18 cm x 10 cm x 13 cm. Sensor ultraviolet GYML 8511 mendeteksi tegangan keluaran dari objek uang yang disinari oleh LED ultraviolet. Sensor warna TCS3200 mendeteksi nilai RGB dari objek uang yang kemudian diproses dalam mikrokontroler Arduino Uno. Hasil yang diperoleh pada pengujian keaslian uang dengan nominal Rp 10.000,00 dan Rp 50.000,00 berupa nilai tegangan keluaran bernilai 0,99 volt uang asli dan 1,01 volt untuk uang palsu. Nilai RGB yang dideteksi oleh sensor warna TCS3200 ditampilkan berupa informasi suara nominal uang oleh speaker. Persentase keberhasilan pengujian nominal uang paling tinggi pada nominal Rp 2.000,00 sebesar 100% dan paling rendah pada nominal Rp 50.000,00 sebesar 85%.
Analisis Sifat Fisika dan Kimia terhadap Pembuatan Briket Arang Limbah Biji Salak dengan Variasi Perekat Tepung Tapioka dan Tepung Sagu Harahap, Nurlaila Sari; Jumiati, Ety
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.1.115-123.2023

Abstract

Telah dilakukan pembuatan briket arang dengan bahan dasar biji salak dengan variasi perekat tepung tapioka dan tepung sagu. Variasi komposisi biji salak dengan perekat tepung tapioka dan tepung sagu antara lain : Sampel A (65% : 30%), B (70% : 30%) dan C (75% : 25%) perbandingan perekat dengan air (1:3) serta waktu pengeringan  selama 7 hari. Parameter uji  meliputi : kadar abu, kadar zat terbang dan kadar karbon. Hasil uji diperoleh briket arang yang optimal yaitu pada  sampel A dengan perekat tepung sagu. Pada Sampel A, briket arang yang diperoleh menghasilkan nilai kadar abu 5,21%, kadar zat terbang 9,62% dan kadar karbon 78,53%. Sampel briket telah sesuai dengan SNI No.01-6235-2000 briket arang. Sehingga briket arang dapat digunakan dalam skala rumah tangga.The manufacture of charcoal briquettes with the essential ingredients of salak seeds has been carried out with variations of tapioca flour and sago flour adhesives. Variations in the composition of salak seeds with tapioca flour and sago flour adhesives include: Sample A (65%: 30%), sample B (70%: 30%), and sample C (75%: 25%) with a ratio of adhesive and water (1 :3) and the drying time is 7 days. Parameters of the tests carried out include: ash content, volatile matter content, and carbon content. The test data obtained showed that the optimal charcoal briquettes were in sample A with sago flour adhesive. In Sample A, the charcoal briquettes obtained produced an ash content of 5.21%, a volatile matter content of 9.62%, and a carbon content of 78.53%. The briquette samples were by SNI No. 01-6235-2000 regarding charcoal briquettes. So that charcoal briquettes can be used on a household scale. 
Identifikasi Potensi Longsor di Kota Sawahlunto dengan Menggunakan Parameter Frekuensi Dominan, Amplifikasi, dan Kecepatan Gelombang Geser Fauziah, Lathifah; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.341-347.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian terkait potensi tanah longsor di Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah mana saja yang berpotensi mengalami tanah longsor di Kota Sawahlunto. Daerah berpotensi longsor diidentifikasi dengan menggunakan parameter frekuensi dominan, amplifikasi, dan kecepatan gelombang geser Vs30 yang dihubungkan dengan topografi dan formasi geologi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan daerah penelitian berkisar antara 0,6074 Hz  11,4838 Hz, amplifikasi antara 0,4723  2,1598, dan Vs30 antara 381,7644 m/s  755,9333 m/s. Dari 27 titik akuisisi data, terdapat satu titik yang berpotensi tinggi mengalami tanah longsor, delapan titik berpotensi sedang, dan 18 titik berpotensi rendah. Daerah yang berpotensi tinggi mengalami tanah longsor adalah Kelurahan Durian I, Kecamatan Barangin dengan nilai frekuensi dominan 0,9182 Hz, amplifiksi 2,1598, Vs30 522,0777 m/s  568,8488 m/s, dan berada dekat dengan struktur geologi sesar.
Inovasi Pulse Oximeter dengan Sumber Cahaya LED Merah dan Inframerah yang Dilengkapi Suhu Tubuh Menggunakan Sensor MLX90614 Berbasis IoT Arifah, Azizah Ghina; Costrada, Aldo Novaznursyah; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.199-205.2023

Abstract

Telah dihasilkan pulse oximeteruntuk mengukur denyut nadi dan saturasi oksigen dengan sumber cahaya LED merah dan inframerah yang dilengkapi suhu tubuh menggunakan sensor MLX90614 berbasis Internet of Things (IoT). Intensitas cahaya dari LED ditangkap oleh fotodioda dan diubah menjadi besaran listrik berupa tegangan. Tegangan yang didapatkan dari sensor diolah sehingga menghasilkan nilai denyut nadi dalam (BPM) dan saturasi oksigen (SpO2). Sensor MLX90614 berfungsi mengukur suhu tubuh secara non contact dengan mengindera radiasi inframerah yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik. Pengolahan hasil pengukuran menggunakan NodeMCU ESP8266 untuk ditampilkan ke LCD dan web browser. NodeMCU ESP8266 berfungsi sebagai mikrokontroler yang dilengkapi modul wifi agar data hasil pengukuran sensor dapat dikirim ke web browser. Hasil pengukuran diperoleh persentase kesalahan untuk denyut nadi (BPM) sebesar 2,06 %, saturasi oksigen (SpO2) 1,47 %, dan suhu tubuh 0,60 %.
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Optik Nanokomposit Fe3O4@CQD (Carbon Quantum Dots) Novita, Deli; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.310-315.2023

Abstract

Sintesis nanopartikel Fe3O4 telah dilakukanmenggunakan metode kopresipitasi yaitu dengan mencampurkan FeCl3.6H2O dan FeSO4.7H2O dengan penambahan larutan basa NH4OH. Modifikasi permukaan nanopartikel magnetik Fe3O4 oleh material luminisens yaitu carbon quantum dots (CQD) bertujuan untuk menghasilkan nanokomposit yang dapat diaplikasikan sebagai material bioimaging. Kombinasi material magnetik dan material luminisens menjadi nanokomposit magnetik luminisens menarik untuk dikembangkan dan diaplikasikan dalam bidang biomedis. CQD disintesis menggunakan metode pemanasan sederhana dengan sumber karbon berasal dari daun pisang kering. Nanokomposit Fe3O4@CQD disintesis menggunakan metode hidrotermal pada suhu 180℃ selama 12 jam. Sifat optik nanokomposit Fe3O4@CQD dianalisis berdasarkan hasil karakterisasi spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkah hasil karakterisasi UV-Vis, nanokomposit Fe3O4@CQD memiliki empat puncak absorbansi yang berada pada panjang gelombang 294 nm, 325 nm, 341 nm, dan 362 nm. Sifat fisis CQD menunjukkan warna transparan di bawah cahaya tampak, sedangkan warna biru kehijauan ketika dikenai sinar UV. Hasil uji XRD menunjukkan adanya puncak CQD pada 24,3⁰ dengan bidang hkl (002). Ukuran kristal nanokomposit Fe3O4@CQD sebesar 27,20 nm.
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Optik Nanokomposit Fe3O4@ZnO:C Pebrina, Devi; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.297-302.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh massa karbon terhadap sifat optik nanokomposit Fe3O4@ZnO:C. Nanokomposit Fe3O4@ZnO:C disintesis menggunakan metode kopresipitasi dengan variasi sampel yaitu Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:2), Fe3O4@ZnO:C (0,2 g), Fe3O4@ZnO:C (0,1 g), dan Fe3O4@ZnO:C (0,05 g). Sampel kemudian dikarakterisasi menggunakan x-ray diffraction (XRD), fourier transform infrared (FTIR), dan photoluminescence (PL). Ukuran kristal diperoleh dari hasil karakterisasi XRD berturut-turut yaitu 20,39 nm; 27,22 nm; 20,39 nm; 16,31 nm; dan 16,31 nm. Adapun struktur kristal yang terbentuk dari semua variasi sampel yaitu cubic (Fe3O4)dan hexsagonal wurzite(ZnO). Pada pengujian FTIR terdapat ikatan Fe-O dan Zn-O yang menunjukkan terbentuknya Fe3O4 danZnO. Ikatan C-O, C-H, dan O-H menandakan terdapatnya lapisan karbon yang bersumber dari glukosa. Hasil karakterisasi PL menunjukkan bahwa penambahan karbon akan meningkatkan intensitas fotoluminisensi dari nanokomposit Fe3O4@ZnO:C, dimana puncak emisi yang dihasilkan berada pada panjang gelombang 383,33 nm dan 664,21 nm.
Klasifikasi Kesuburan Tanah Menggunakan Parameter Resistivitas, Kadar Air, dan pH Tanah Studi Kasus: Tanaman Jagung Kahfi, Mhd.; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.192-198.2023

Abstract

Penelitian untuk mengklasifikasikan kesuburan tanah menggunakan parameter resistivitas, kadar air, dan pH tanah pada tanaman jagung di Nagari Aia Gadang telah dilakukan menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Pengambilan data dilakukan pada 3 lintasan yang masing-masingnya memiliki panjang lintasan 24 meter, jarak elektroda 1,2 meter untuk elektroda arus dan elektroda potensial dan jumlah titik data yaitu 66. Data tambahan yaitu kadar air tanah dan pH tanah untuk masing-masing lintasan. Pengolahan data resistivitas dilakukan menggunakan software RES2DINV, yang selanjutnya akan dibandingkan dengan nilai kadar air dan pH tanah untuk setiap fase perkembangan jagung. Hasil pengolahan data tanah yang subur untuk ditanami jagung pada fase perkecambahan didapatkan nilai resistivitas 4,49-9,23 Ωm dan nilai resistivitas tidak subur yaitu 11,2-31,5 Ωm. Pada fase vegetatif, tanah yang subur memiliki nilai resistivitas 4,49-9,23 Ωm dan nilai resistivitas tidak subur yaitu 11,2-31,5 Ωm. Sedangkan pada fase reproduktif, tanah yang subur memiliki nilai resistivitas 9,24-166 Ωm dan nilai resistivitas tidak subur yaitu 179,1-328 Ωm.
Analisis Risiko Gempa Bumi di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat Baihaqi, Rahmad; Pujiastuti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.206-212.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian Analisis Risiko Gempa Bumi di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat menggunakan metode PSHA (Probabilictic Seismic Hazard Analysis) untuk memetakan risiko gempa bumi. Metode ini dilakukan dengan memperhitungkan ketidakpastian lokasi, ukuran, dan frekuensi terjadinya gempa bumi.  Data yang digunakan berupa data gempa bumi dari katalog gempa bumi BMKG, IRIS, dan USGS dalam periode waktu tahun 1918-2021. Nilai percepatan gerakan tanah maksimum (PGA) akan dicari menggunakan rumus fungsi atenuasi yang didasarkan pada sumber gempa dengan menggunakan bobot ketidakpastian logic tree. Hasil yang diperoleh untuk nilai b-value sebesar 0,851 menunjukkan kerapuhan batuan pada sumber gempa. Nilai a-value sebesar 6,76 menunjukkan aktivitas seismik yang tinggi. Nilai PGA diperoleh sebesar 0,24-0,53gal di Kota Pariaman. Hasil PGA yang diperoleh menunjukkan bahwa Kota Pariaman memiliki nilai risiko gempa bumi sedang. Nilai Intensitas gempa bumi diperoleh sebesar 5,388-5,907 MMI di Kota Pariaman.
Suseptibilitas Magnetik Pada Tanah Di Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Regional Payakumbuh Sebagai Indikator Polusi Logam Berat Hanif, Viesca Fredilla; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.303-309.2024

Abstract

Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik dan kandungan logam berat pada tanah lapisan atas di sekitar TPAS Regional Payakumbuh yang dibagi menjadi tiga zona penelitian telah dilakukan. Terdapat 91 sampel tanah lapisan atas yang diambil pada kedalaman 25 cm pada zona TPAS, penduduk dan perkebunan. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik menunjukkan nilai dengan rentang 11,27×10-8 m3/kg hingga 1017,10×10-8 m3/kg. Daerah penelitian telah mengalami pencemaran dari kategori tercemar rendah hingga tercemar sangat tinggi dilihat dari nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan. Rata-rata tertinggi dari nilai suseptibilitas magnetik berada pada zona penduduk 758,64×10-8 m3/kg yang diperkirakan paling tercemar oleh kandungan logam berat. Sementara, zona pertanian memiliki nilai rata-rata terendah 373,37×10-8 m3/kg yang diperkirakan pencemaran oleh logam berat tidak begitu tinggi. Menggunakan alat X-Ray Fluorescence diukur kandungan logam berat pada enam sampel tanah. Logam berat pada ketiga zona penelitian terdiri dari Fe, Pb, Zn, Cu dan As sudah melewati ambang batas pada semua uji sampel. Perbandingan kenaikan persentase unsur logam di Zona TPAS menunjukkan logam berat didominasi oleh Fe, Mn, Zn dan Cu. Pada zona penduduk didominasi oleh logam berat Fe, Pb, Cu dan Pb. Sementara zona perkebunan didominasi oleh logam berat Fe, Cu dan As.
Implementasi Thermoelectric Cooler (TEC) pada Cooler Pad dengan Mikrokontroller Arduino Uno R3 sebagai Sistem Kontrol Petma, Kattria Nanda; Rasyid, Rahmad
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.234-240.2023

Abstract

Laptop saat ini telah menjadi alat bantu utama masyarakat, mulai dari pekerjaan ringan seperti pengolahan data menggunakan Microsoft Excel dan Microsoft Word ataupun dalam pekerjaan berat seperti desain grafis, analisis, dan simulasi baik itu dalam pendidikan, pekerjaan ataupun hanya sekedar bermain game . Penelitian ini telah menghasilkan cooler pad dengan sistem pendingin menggunakan thermoelectric cooler (TEC) dan kipas angin DC yang dapat hidup secara otomatis sehingga dapat menurunkan suhu laptop lebih cepat. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan tegangan keluaran sensor suhu LM35 sebagai inputyang diolah oleh mikrokontroler arduino uno R3. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu sebuah alat yang dapat mengontrol suhu laptop dengan sensitivitas sensor yaitu 10,2mV/°C dengan rata-rata kesalahan relatif sensor LM35 sebesar 1,94%. Suhu yang terdeteksi oleh sensor LM35 akan ditampilkan pada LCD. Saat suhu yang terbaca antara 30°C sampai 42°C maka kipas angin DC pada alat akan hidup dengan kecepatan 128 rpm, saat nilai suhu yang terdeteksi besar dari 42°C maka kipas angin DC akan hidup dengan kecepatan 255 rpm, dan saat suhu yang kecil yang terdeteksi dari 30°C maka kipas angin DC pada alat akan mati secara otomatis. Pengujian laptop dengan prosesor AMD Reyzen 5 3500u dan AMD A9-9425 R5 dapat diartikan bahwa cooler pad dengan TEC menghasilkan suhu laptop yang lebih rendah 6,6 °C dibandingkan dengan cooler pad tanpa TEC.