cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Pengaruh Variasi Jenis Bahan Terhadap Pengurangan Taraf Intensitas Bunyi Sandi, Dala Novika; Wahyuni, Dwiria; Nurhasanah, Nurhasanah; Muliadi, Muliadi; Hasanuddin, Hasanuddin; Nurhanisa, Mega
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.367-372.2023

Abstract

Acoustic materials such as plastic carpet, gypsum board, styrofoam and plywood can be used to reduce sound intensity. Nevertheless, the existing research has generally focused on single-ingredient studies. In this research, the optimum thickness of each material will be sought based on its efficiency in reducing the sound intensity level. Besides that, the efficiency of various types of materials will also be tested for reducing the level of sound intensity. In this study, a resonator tube was used in making measurements. Acoustic materials used as test materials, both single materials and combined materials, can be placed in the resonator tube. The distance between the sound source and the detector is 30 cm, with the position of the detector right behind the acoustic material. Tests on a single material show that the measured sound intensity level decreases in proportion to the thickness of the acoustic material, with styrofoam has the lowest efficiency. Meanwhile, the combined material that combines plastic carpet material at a frequency of 2000 Hz has an efficiency value that tends to be higher than the combination of materials without carpet with efficiency >30%. However, at a frequency of 1500 Hz, all combined materials have efficiency values that are not significantly different. All models of material combinations are proven to be able to reduce sound intensity levels compared to single materials. Thus, it can be concluded that the combined material has the potential as an efficient acoustic material.
Sistem Penyortir Otomatis Kematangan Tomat Berdasarkan Warna dan Berat dengan Sensor Tcs3200 dan Sensor Load Cell Hx711 Berbasis Arduino UNO Anggreani, Dewi; Nasution, Mulkan Iskandar; Nasution, Nazaruddin
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.373-379.2023

Abstract

Tomat merupakan salah satu tanaman populer yang banyak digunakan dalam produksi makanan dan minuman. Untuk mendapatkan tomat dengan kualitas yang baik maka dilakukan proses penyortiran pasca panen. Pada era tekmologi seperti sekarang masih banyak petani yang melakukan penyortiran secara manual. Untuk mendukung petani dalam memaksimalkan hasil panen maka dirancang sebuah penyortir otomatis tomat berbasis arduino uno. Sistem kerja alat ini berupa mesin sortasi otomatis yang dapat menyortir tomat berdasarkan warna kulit dan berat dengan sensor TCS3200 dan sensor load cell. Sistem ini dirancang untuk menyortir tomat dengan 6 keadaan, yaitu tomat matang berat, tomat matang ringan, tomat setengah matang berat, tomat setengah matang ringan, tomat mentah berat, tomat mentah ringan. Untuk setiap keadaan, salah satu dari 5 motor servo akan aktif untuk mendorong tomat ke wadah penampungan. Hasil pembacaan dari sensor TCS3200 berupa nilai RGB, dan hasil pembacaan dari sensor load cell diperoleh deviasi rata-rata sebesar 0,32%.
Pengaruh Penambahan Serbuk Pati Jagung dan Kitosan Terhadap Mutu Sifat Fisis Bioplastik Noviansyah, Kiki; Jumiati, Ety; Lubis, Ridwan Yusuf
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.465-470.2023

Abstract

Bioplastik polimer dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Pati jagung, kitosan dan plasticizer sorbitol dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap mutu sifat fisis bioplastik. Variasi campuran pati jagung dan kitosan (A) 40% : 60%, (B) 50% : 50% dan (C) 60% : 40% dengan plasticizer sorbitol 2 ml. Dengan uji ketebalan, biodegradasi, dan daya serap air. Hasil data pengujian ketebalan sampel A sebesar 0,24 mm, sampel B sebesar 0,17 mm dan sampel C sebesar 0,16 mm. Nilai biodegradasi sampel A sebesar 33,3%, sampel B sebesar 50% dan Sampel C sebesar 80% dan daya serap air sampel A sebesar 25%, sampel B sebesar 30% dan sampel C sebesar 50%. Nilai biodegradasi sudah memenuhi standar SNI 7188.7:2016 pada sampel C. Sedangkan daya serap air belum memenuhi standar ASTM D570-98 pada semua sampel. 
Analisis Kandungan Radionuklida Alam Pada Fly Ash, Bottom Ash, dan Tanah dari PLTU di Industri Gula dengan Menggunakan Spektrometer Gamma Caredek, Puspa Tirta; Wiyono, Muji; Wahyudi, Wahyudi; Kusdiana, Kusdiana; Oktamuliani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.423-429.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik 226Ra, 232Th dan 40K yang terdapat pada sampel fly ash, bottom ash, dan tanah di sekitar PLTU pada industri gula. Masing – masing tiga sampel fly ash dan bottom ash diambil dari silo, dan Sembilan sampel tanah diambil pada radius (0-4) km dari PLTU. Pencacahan sampel dilakukan menggunakan spektrometer gamma dengan detektor HPGe. Sampel dicacah selama 17 jam, dan diolah menggunakan software Maestro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik 226Ra dan 40K pada fly ash dan bottom ash berada di bawah nilai rata-rata dunia, kecuali 232Th pada fly ash dengan nilai rata-rata 88,45 ± 2,48 Bq/kg di atas nilai yang dilaporkan UNSCEAR. Pengukuran aktivitas spesifik 226Ra, 232Th dan 40K pada tanah di sekitar industri gula menunjukkan konsentrasi tertinggi pada tanah yang berada semakin dekat dengan cerobong PLTU. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktifitas spesifik 226Ra, 232Th dan 40K pada sampel fly ash, bottom ash, dan tanah di sekitar industri gula tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Evaluasi Kondisi Jembatan Kuranji dengan Metode Horizontal To Vertical Spectral Ratio dan Pergerakan Partikel Annisa, Nurul; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.380-386.2023

Abstract

Evaluasi kondisi jembatan diperlukan untuk melihat keadaan jembatan sebagai tindakan pencegahan terjadi kerusakan yang lebih besar pada struktur jembatan. Jembatan Kuranji terbagi menjadi 2 bagian yaitu jembatan lama yang berusia 30 tahun dan jembatan baru yang berusia 9 tahun. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pengukuran mikrotremor. Pengukuran dilakukan di 12 titik dengan durasi perekaman 90 menit. Hasil pengukuran mikrotremor diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan pergerakan partikel (particle motion) menggunakan Software Geopsy. Pada analisis kurva HVSR dihasilkan nilai frekuensi alamiah. Untuk menentukan kondisi jembatan ditentukan nilai rasio frekuensi alamiah yang didapatkan dari pengolahan nilai frekuensi alamiah. Nilai frekuensi alamiah jembatan lama didapatkan sebesar 3,420 Hz dan 2,031 Hz untuk jembatan baru. Nilai rasio frekuensi alamiah jembatan baru sebesar 1,144% dan jembatan lama sebesar 2,611% dan dinyatakan jembatan baru berada dalam keadaan baik secara struktur dan jembatan lama berada dalam keadaan karatan (cacat kecil) yang memerlukan perawatan secara rutin. Pada metode pergerakan partikel didapatkan ketidakselarasan pergerakan struktur atas dan bawah jembatan lama yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur jembatan.
Kandungan Mikroplastik pada Air Berdasarkan Kedalaman di Waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Friadi J, Ade; Purwanto, Eko; Budijono, Budijono
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.437-443.2023

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe dan kelimpahan mikroplastik pada perairan waduk PLTA Koto Panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2021-Januari 2022 di perairan Waduk PLTA Koto Panjang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada 5 stasiun penelitian. Analisis sampel dan identifikasi mikroplastik di Laboratorium Pengolahan Limbah Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe mikroplastik yang teridentifikasi adalah fiber, fragmen dan film. Tipe yang paling dominan ditemukan adalah  tipe  film.  Kelimpahan  mikroplastik paling  banyak ditemukan  di stasiun  5 dengan  kelimpahan  tertinggi  pada  kedalaman  3 meter  dibawah  permukaan  air sebesar 1.267 partikel/ m3.
Analisis Pengaruh Filter Terhadap Kualitas Citra Berbasis Resolusi Spasial Dan Derau Pada Pesawat Fluoroskopi C-Arm Syifa, Dinda Nurul; Oktamuliani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.248-253.2023

Abstract

Mode Cinefluorographic Acquisition adalah mode pencitraan pada pesawat fluoroskopi C-Arm yang menggunakan tegangan tinggi. Penggunaan tegangan yang tinggi pada mode ini memberikan peningkatan dosis pasien sehingga perlu diperhatikan besar tegangan dan filter yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filter Al dan filter Al + Cu pada pesawat fluoroskopi C-Arm terhadap tegangan dan arus waktu keluaran menggunakan phantom PMMA (Polymethyl methacrylate) dengan ketebalan 14 cm dan filter dengan ketebalan 2,5 mm Al, 3 mm Al, 2,5 mm Al + 0,1 mm Cu dan 3 mm Al + 0,1 mm Cu, serta menganalisis kualitas citra berdasarkan Signal to Noise Ratio (SNR) dan Modulation Transfer Function (MTF) dengan menggunakan software MATLAB 2017a. Hasil yang dari penelitian ini yaitu tegangan dan arus keluaran meningkat dengan penambahan ketebalan dan kombinasi filter. Tegangan dan arus waktu keluaran tertinggi terdapat pada filter Al 3 mm + 0,1 mm Cu adalah 62,1 kV dan 203 ± 2 mAs. Histogram citra menunjukkan tingkat kecerahan yang cukup baik pada rentang derajat keabuan 60 - 150, serta nilai SNR dan MTF meningkat pada ketebalan dan kombinasi filter. Uji komparatif MTF, SNR dan variasi filter menghasilkan nilai P-value < 0,05 yang berarti ada pengaruh penambahan filter terhadap kualitas citra.
Estimasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Metode Seismik Refraksi Di Kawasan Pantai Padang Jalnadia, Windi; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.399-405.2024

Abstract

Peristiwa gempa bumi di Sumatera Barat menyebabkan terbentuknya retakan-retakan di atas permukaan tanah.Kondisi tersebut tentu berpengaruh terhadapstruktur bawah permukaan tanahnya. Penelitian mengenai pemodelan strukturbawah permukaan menggunakan metode seismik refraksi telah dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penampang seismik di kawasanPantai Padang. Jumlah lintasan padapenelitian sebanyak dua lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 80 meterdan spasi geophone 1 meter. Data yang diperolehberupa waktu rambat sebagaifungsi jarak dan data diolah menggunakan metodeHagiwara. Hasil penelitianmenunjukkan kecepatan pada Lintasan 1 untuk lapisanpertama (v1) adalah (1111,11-1250) m/s yang diinterpretasikan sebagai batuan alluvial dan lapisan kedua didapatkan nilai kecepatan (v2) berkisar (2000-5000) m/s yang diinterpretasikan kemungkinan sebagai batu gamping, batu pasir dan batu serpih. Kedalaman yang mampu direkam pada Lintasan 1 adalah (2,9-29,53) m. Pada Lintasan 2,besarnya nilai kecepatan lapisan pertama (v1) adalah (263,16-769,23) m/sdiinterpretasikan sebagai batuan aluvial, sedangkan besarnya nilai kecepatan lapisan kedua (v2) adalah (3333,33-5000) m/s diinterpretasikan kemungkinan sebagai batu gamping, batu pasir dan batu serpih. Kedalaman yang mampu direkam pada Lintasan 2 adalah (0,16-29,87) m. Jenis batuan yang didapatkan sesuai dengan peta geologi. Padakedua lintasan terindikasi adanya amblesan atau penurunan struktur bawah permukaankarena struktur lapisan yang tidak sejajar atau horizontal antara lapisan atasdengan lapisan di bawahnya.
Interpretasi Sebaran Anomali Magnetik di Daerah Prospek Panas Bumi Sumani, Sumatera Barat Refiani, Syafira Aulina; Pohan, Ahmad Fauzi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.387-393.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran anomali magnetik di daerah panas bumi Jorong Padang Belimbing dengan menggunakan metode geomagnet.  Pengambilan data dilakukan menggunakan magnetometer dengan titik amat di 186 titik pengamatan dengan 14 lintasan dan jarak antar titik adalah 100 m. Data anomali magnetik yang didapatkan dikoreksi dengan koreksi harian dan koreksi IGRF, selanjutnya dilakukan reduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas. Setelah dilakukan proses pengolahan data, didapatkan nilai anomali total di daerah penelitian antara -1682,8 nT hingga 6739,9 nT yang memiliki beberapa nilai di bawah IGRF.  Hal ini diduga karena adanya demagnetisasi batuan akibat adanya sumber panas di bawah permukaan.  Pemodelan 2D dilakukan dengan menganalisa anomali medan magnet hasil kontinuasi ke atas dengan ketinggian 100 m. Berdasarkan pemodelan menunjukkan terdapat empat lapisan pada daerah penelitian.  Lapisan pertama diindikasikan sebagai aluvium, lapisan kedua diindikasi sebagai aliran piroklastik, lapisan ketiga diindikasikan sebagai satuan lava dan vulkanik tersier yang merupakan batuan penudung (cap rock) dengan kedalaman rata-rata 225 meter hingga 1465 meter di bawah permukaan dan lapisan terakhir diindikasikan sebagai reservoir yang didominasi oleh satuan meta batu gamping.  Sumber panas di daerah Padang Belimbing diduga berasal dari aktivitas vulkanik bukit Tinjau Laut.
Monitoring Perubahan Tutupan Lahan di Kota Blitar Berbasis Algoritma Random Forest Ali, Abdullah
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.409-415.2023

Abstract

Perubahan penggunaan lahan harus dimonitor dan dievaluasi untuk menghindari dampak lingkungan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan monitoring penggunaan/penutup lahan di Kota Blitar menggunakan metode klasifikasi supervised learning Random Forest (RF). Basis data yang digunakan adalah citra satelit LANDSAT dengan multitemporal tahun 2001, 2011, dan 2021 yang diolah menggunakan platform geospasial berbasis cloud Google Earth Engine (GEE). Uji akurasi hasil klasifikasi RF menunjukkan nilai koefisien kappa lebih dari 0,7 sehingga hasil klasifikasi dapat dilanjutkan untuk dianalisis perubahannya. Analisis jarak dari jalan digunakan sebagai faktor pendorong perubahan penggunaan lahan. Pada tiga kecamatan di Kota Blitar, tren luasan jenis tutupan vegetasi selalu menurun dari tahun 2001-2021, terkecuali kecamatan Sukorejo yang mengalami kenaikan 30,84 ha pada tahun 2021. Pada jenis tutupan sawah/perkebunan, hanya Kecamatan Kepanjen Kidul yang mengalami kenaikan pada tahun 2011 sebesar 18,74 ha, namun luasannya berkurang kembali pada tahun 2021 sebesar 5,04 ha. Jenis tutupan lahan terbangun selalu meningkat pada seluruh kecamatan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 104,43 ha dalam kurun waktu 2001-2021. Perubahan menjadi lahan terbangun cenderung terjadi pada jaringan jalan utama Kota Blitar dengan radius 500m.