cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,772 Documents
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF PADA RUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR DC BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 Herlina Nainggolan; Meqorry Yusfi
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.047 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Temperatur dan kelembaban relatif merupakan dua hal penting dalam meningkatkan efektifitas kerja dalam ruangan.  Salah satu sensor yang dapat membaca temperatur dan kelembaban relatif adalah modul sensor SHT11. Sensor SHT11 dimanfaatkan pada proses kendali yang dijalankan oleh mikrokontroler ATMega8535 dengan motor dc sebagai pengeksekusi. Sensor SHT11 membaca temperatur dan kelembaban relatif dengan faktor koreksi t = t + 1 dan rh = rh + 25 dengan respon waktu 50 ms dan error untuk temperatur 2,26% dan untuk kelembaban relatif 4,03%. Temperatur dan kelembaban relatif di luar ruangan dimanfaatkan untuk membuka dan menutup ventilasi dengan pengendalian temperatur yang lebih besar 27 oC dan kelembaban relatif yang lebih besar dari 40%. Buka tutup ventilasi menggunakan motor dc dan  driver L293D untuk logika arah gerakan motor dc. Hasilnya didapatkan sebuah rancang bangun buka tutup ventilasi agar temperatur dan kelembaban relatif yang nyaman terpenuhi dalam suatu ruangan.
Analisis Uptake Tiroid Menggunakan Teknik ROI (Region Of Interest) pada Pasien Hipertiroid Arizola Septi Vandra; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.939 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.1.%p.2014

Abstract

Telah dilakukan analisis uptake tiroid dari 12 orang pasien hipertiroid (struma difusa toksik dan non toksik). Diagnosis pasien dilakukan dengan thyroid scan  menggunakan kamera gamma dual head Skylight ADAC merek Philips. Masing-masing pasien disuntikkan radiofarmaka Tc99m pertechnetate sebanyak (3-5) mCi secara intravena ke lengan pasien. Thyroid scan dilakukan pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit pasca injeksi Tc99m pertechnetate. Hasil analisis menunjukkan bahwa uptake tiroid pasien struma difusa toksik berada di atas batas normal uptake tiroid. Rerata uptake tiroid pasien struma difusa toksik pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit secara berturut-turut  adalah 17.5%, 18.17% dan 18.33%. Tingginya nilai uptake menunjukkan bahwa pasien memiliki tiroid yang bersifat hiperaktif dan membutuhkan penanganan lebih lanjut terhadap kelainan fungsi tiroidnya. Uptake tiroid pasien struma difusa non toksik masih berada dalam batas normal, rerata uptake pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit adalah 2.9%, 3.35% dan 3.38%. Tinggi rendahnya uptake tiroid bergantung pada kinerja kelenjar tiroid.
PENGARUH DIAMETER PHANTOM DAN TEBAL SLICE TERHADAP NILAI CTDI PADA PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN CT-SCAN Dinda Dyesti Aprilyanti; Dian Milvita; Heru Prasetio; Helfi Yuliati
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.922 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh diameter phantom dan tebal slice terhadap nilai CTDI pada pemeriksaan menggunakan CT-Scan. CTDI merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah dosis radiasi yang diterima oleh pasien akibat pemeriksaan menggunakan CT-Scan. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data CTDI pada phantom menggunakan detektor Unfors Xi Set dan pengambilan data CTDI pada pasien yang terdiri dari 15 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semakin besar diameter phantom dan tebal slice yang digunakan maka semakin kecil nilai CTDI yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya. (2) Nilai CTDI yang diterima phantom pada posisi detektor arah jam 12, 9 dan 3 lebih besar dari nilai CTDI pada posisi detektor arah jam 6 dan posisi pusat. (3) Nilai CTDI pada phantom lebih kecil dari nilai CTDI berdasarkan SK-BAPETEN No. 01-P/Ka-BAPETEN/I-03. (4) Nilai CTDI pada phantom lebih besar dari nilai CTDI pada pasien, tetapi keduanya masih berada di bawah nilai batas dosis yang direkomendasikan oleh BAPETEN.
Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Air Agregat Halus dalam Pengujian Material Dasar Beton Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 dengan Metode Resistif Festi Utami; Wildian -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.874 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan rancang-bangun sistem alat ukur kadar air agregat halus berbasis mikrokontroler ATmega8535 dalam pengujian material dasar beton menggunakan metode resistif.  Selama ini, penentuan kadar air tersebut dilakukan secara manual yaitu dengan cara menimbang berat awal dan berat akhir agregat.  Selisih kedua berat tersebut dibagi dengan berat akhir, hasilnya dikali 100% untuk mendapatkan kadar air agregat.  Berat awal agregat adalah berat sebelum agregat dikeringkan, dan berat akhir adalah berat pada saat agregat tidak mengandung air.  Agregat kering (kondisi akhir agregat) didapatkan dengan cara memanaskan agregat di dalam oven dengan temperatur 100oC±5oC. Agregat halus ditempatkan di dalam sebuah kotak dengan ukuran 10  x 10  x 5 cm3, dimana kedua sisi bagian dalam kotak adalah material konduktor yang terbuat dari logam (plat PCB). Berdasarkan pengujian awal, resistansi agregat bervariasi terhadap kadar airnya. Berdasarkan hasil ini, perubahan resistansi dikonversi menjadi perubahan tegangan menggunakan rangkaian pembagi tegangan.  Keluaran rangkaian ini kemudian dikondisikan agar bisa diproses oleh mikrokontroler ATmega8535. Berat sampel yang digunakan adalah 500 g, dan variasi waktu pemanasan sampel adalah 15 jam, 18 jam, 21 jam, 24 jam dan 27 jam.  Pengujian akhir menunjukkan bahwa alat yang dirancang ini dapat digunakan untuk mengukur kadar air agregat halus. Alat ini mempunyai sensitivitas 4,6 V/% kadar air, akurasi sebesar 93%, dan kesalahan sebesar 5,1%.
Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Alkohol Pada Cairan Menggunakan Sensor MQ-3 Berbasis Ade Vikri Satria; Wildian -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.471 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.1.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan perancangan alat ukur kadar alkohol dengan menggunakan sensor MQ-3 berbasis mikrokontroler AT89S51 menggunakan bahasa pemograman Bahasa C. Sensor alkohol mendeteksi keberadaan gas alkohol. Kadar alkohol pada cairan diukur dengan sensor gas alkohol MQ-3. Tegangan keluaran dari sensor dikonversi oleh ADC 0804 kemudian diolah mikrokontroler untuk diproses. Kadar alakohol didapatkan hanya dalam bentuk data digital dari ADC 0804 dan belum dalam bentuk tampilan LCD. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kesalahan perakitan komponen LCD. Dari hasil rancang bangun alat ukur kadar alkohol dalam cairan ini didapatkan hasil pengujian yang menunjukkan adanya kenaikan nilai tegangan keluaran sensor saat sensor mendeteksi adanya alkohol. Nilai kesalahan pengukuran yang terjadi pada alat ini adalah sebesar 3,25%.
STRUKTUR DAN SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TiO2 (TITANIUM OKSIDA) YANG DIHASILKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEKTRODEPOSISI Elsa Agustina; Dahyunir Dahlan; Syukri -
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan elektrodeposisi lapisan tipis TiO2 di atas substrat ITO (Indium Tin Oxide) dengan menggunakan larutan elektrolit TiCl4 (Titanium (IV) klorida) dan katalis H3BO3 (Boric Acid).  Didapatkan hasil karakterisasi XRD pada lapisan tipis TiO2  yang dideposisi menggunakan 1.5M TiCl4 tanpa menggunakan katalis H3BO3 berada dalam fase anatese sedangkan lapisan tipis TiO2 yang dideposisi menggunakan 1.5M TiCl4 dengan menggunakan katalis H3BO3 berada dalam fase rutile.  Spektrum UV-Vis menunjukkan lapisan tipis TiO2 dalam fase anatase memiliki energi gap sebesar 3,25 eV sedangkan dalam fase rutile memiliki energi gap sebesar 3,7 eV.  Hasil karaktarisasi SEM menunjukkan bahwa elektrodeposisi lapisan tipis TiO2 menghasilkan morfologi permukaan yang lebih halus pada sampel tanpa menggunakan katalis dibandingkan dengan elektrodeposisi sampel yang menggunakan katalis..  Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka deposisi lapisan tipis TiO2 ini dapat dijadikan acuan untuk pemanfaatan pada aplikasi sel surya DSSC.
Penentuan Bidang Gelincir Gerakan Tanah Dengan Aplikasi Geolistrik Metode Tahanan Jenis Dua Dimensi Konfigurasi Wenner-Schlumberger (Studi Kasus di Sekitar Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Limau Manis, Padang) Helmi Septaria Herlin; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 1 No 1: Oktober 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.315 KB) | DOI: 10.25077/jfu.1.1.%p.2012

Abstract

Telah dilakukan penentuan bidang gelincir gerakan tanah pada area di belakang gedung kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Limau Manis, Padang menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dua dimensi konfigurasi Wenner-Schlumberger.  Penelitian ini dilakukan pada satu lokasi dengan 2 lintasan pengukuran yang masing-masing lintasan saling berpotongan pada titik tengah 25,0 m. Panjang bentangan masing-masing lintasan 50,0 m dan spasi elektroda 2,5 m.  Lokasi penelitian ini merupakan daerah dengan topografi berlereng dan berpotensi untuk terjadinya gerakan tanah. Pengolahan data dari hasil pengukuran dilakukan dengan menggunakan software Res2Dinv.  Berdasarkan penampang bawah permukaan yang diperoleh dari hasil penelitian, pada daerah tersebut diduga memiliki tiga lapisan batuan yang sama secara berturut-turut adalah pasir lempungan, batupasir, dan batu gamping.  Lapisan yang diduga berperan sebagai bidang gelincir adalah lapisan batu gamping dengan nilai tahanan jenis berkisar 22068 – 134811 Ωm pada kedalaman lapisan sekitar ± 5,03 m dengan ketebalan sekitar ± 4,63 m.
Pengaruh Penambahan SrTiO3 pada Struktur dan Sifat Listrik Bahan Piezoelektrik BNT-BT Uchi Delfia; Alimin Mahyudin; Syahfandi Ahda
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.81 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.1.%p.2014

Abstract

Sintesis bahan piezoelektrik BNT-BT dengan menambah SrTiO3 telah dilakukan dengan menggunakan metode solid state reaction. Parameter yang digunakan pada metode ini diantaranya penggerusan selama 4 jam, kompaksi dengan tekanan 5000 psi, kalsinasi selama 1 jam pada suhu 300oC dan sintering pada suhu 1000oC selama 4 jam. Pada penelitian ini dilakukan variasi terhadap persentase SrTiO3 sebesar 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Sampel dikarakterisasi menggunakan LCR meter dan STA. Hasil karakterisasi LCR menunjukkan pada penambahan 7,5% ST terdapat lonjakan tajam pada nilai konstanta dielektrik yaitu sebesar 3625, begitupun untuk nilai temperatur curienya sebesar 400oC. Hasil karakterisasi STA menunjukkan nilai onset tertinggi yang diindikasi sebagai daerah perubahan fasa dari feroelektrik ke paraelektrik berada pada penambahan 7,5% mol ST. Ini memperkuat kemungkinan bahwa daerah MPB (Morphotropic Phase Boundary) berada pada penambahan 7,5% mol ST untuk bahan BNT-BT-ST.
PERBANDINGAN DOSIS RADIASI DI UDARA TERHADAP DOSIS RADIASI DI PERMUKAAN PHANTOM PADA PESAWAT CT-SCAN Suwarni -; Dian Milvita; Heru Prasetio; Helfi Yuliati
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.051 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom pada pesawat CT-Scan.  Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi CTDI dari pengukuran dosis radiasi yang dipancarkan oleh pesawat CT-Scan di udara dan di permukaan phantom. Penelitian ini menggunakan detektor pencil ion chamber untuk pengukuran dosis radiasi di udara dan TLD-100 untuk pengukuran dosis radiasi di permukaan phantom. Dari hasil pengukuran diperoleh dosis radiasi di udara lebih besar dibandingkan dengan dosis radiasi di permukaan phantom. Dari perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom hasil yang diperoleh masih berada dalam nilai batas dosis yang dikeluarkan oleh BAPETEN (SK.BAPETEN No. 08-P/ka-BAPETEN/1-2011).
Karakterisasi Sifat Listrik PANi:Zeolit Faujasit Na-X dari Limbah Bottom Ash Fifi Yunica; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.94 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan uji konduktivitas zeolit:PANi. Zeolit yang digunakan berjenis faujasit Na-X yang didapat dari sintesis limbah bottom ash. PANi disintesis dalam bentuk emeraldine salt ditumbuhkan pada zeolit dengan variasi massa (20%:80%, 30%:70%, 50%:50%, 70%:30%, 80%:20% dan 100%). Data XRD menunjukan telah terjadinya penumbuhan PANi pada zeolit yang terlihat dari hilangnya beberapa puncak zeolit setelah proses penumbuhan. Uji konduktivitas menunjukan bahwa rentang nilai konduktivitas zeolit:PANi dengan variasi massa berkisar antara 0,998 x10-4 S/cm hingga 102,794x10-4S/cm dengan nilai maksimum pada variasi massa zeolit:PANi 30% : 70%.

Page 4 of 178 | Total Record : 1772