cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Peningkatan Aktivitas Fotokatalis Nanopartikel Seng Oksida Didoping Aluminium Untuk Mereduksi Merkuri Andini Ramadhani; Mulda Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.197-203.2024

Abstract

Merkuri (Hg) merupakan salah satu limbah logam berat yang banyak ditemukan di lingkungan perairan. Upaya penanganan diperlukan untuk menurunkan kadar pencemaran merkuri ini. Pada penelitian ini digunakan fotokatalis nanopartikel ZnO didoping Al untuk mereduksi merkuri. Nanopartikel ZnO didoping dengan variasi % mol Al 0%, 3%, 5% dan 7% menggunakan metode sol-gel. Nanopartikel ZnO/Al dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Particle Size Analyzer (PSA), dan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRD dan PSA, diperoleh ukuran kristal ZnO doping Al 0%, 3%, 5%, dan 7% berturut-turut sebesar 25,15 nm, 36,28 nm, 36,29 nm, 40,85 nm, dengan ukuran partikel 27,6 nm, 36,9 nm, 42,8 nm, 67,5 nm. Hasil uji spektrofotometer UV-Vis didapatkan band gap energy masing-masing sampel sebesar 3,22 eV, 3,13 eV, 3,1 eV, dan 3,02 eV. Aktivitas fotokatalisis nanopartikel diuji untuk mereduksi logam merkuri dengan variasi konsentrasi merkuri 0,5 mg/L, 1 mg/L, 1,5 mg/L dan 2 mg/L. Persen reduksi paling besar untuk setiap variasi larutan merkuri ditunjukkan oleh fotokatalis ZnO/Al 7%, dimana mampu mereduksi merkuri 0,5 mg/L, 1 mg/L, 1,5 mg/L dan 2 mg/L sebesar 94,12%, 93,68%, 93,18%, 92,76%.
Rancang Bangun Detektor Kematangan Buah Kelapa Sawit Menggunakan Sensor Tcs3200 Dan Modul Wifi ESP32-CAM dengan Notifikasi via Telegram Aldhi Cahyo Millenio Putro; Rahmat Rasyid
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.68-74.2024

Abstract

This study aims to make a detector of oil palm fruit maturity using the TCS3200 color sensor and the ESP32-CAM Wi-Fi module with notifications via Telegram. Oil palm farmers need a tool to detect the ripeness of the fruit to make it easier for them to monitor the fruit. This tool uses the TCS3200 color sensor to detect the ripeness of palm fruit based on the color of the palm skin; at the same time, the ESP32-CAM module is useful for processing data from the TCS3200 color sensor as the output of Telegram notifications. The TCS3200 color sensor detects the RGB value of the palm object, which is then processed by the ESP32-CAM module. The results obtained in testing the maturity detection tool for palm fruit in ripe and immature conditions can be seen from the Telegram notification. The RGB value of the TCS3200 color sensor will be displayed as information on the condition of the palm fruit, which is detected and used as a notification on the Telegram application. The highest percentage of success in testing the maturity of the fruit was when the fruit was immature at 100%, and the lowest was when the fruit was ripe at 86.6%.
Desain Sistem Smart Feeder Ayam Berbasis Internet of Things (IoT) Guna Mencegah Keterlambatan Pemberian Pakan Elvinda Bendra Agustina; Dian Arif Rachman; Recha Nofillah; Lia Ikhlasia Fitri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.297-302.2024

Abstract

Pemberian pakan ayam secara manual menjadikan pemberian pakan ayam kurang efektif dan efisien. Pengembangan sistem pemberi pakan ayam cerdas berbasis Internet ofThings (IoT) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain sistem smart feeder ayam berbasis IoT guna mencegah keterlambatan pemberian pakan. Memungkinkan alat bekerja dengan melakukan kontrol feeder berdasarkan pengaturan waktu, monitoring hopper secara otomatis yang diintegrasikan dengan IoT. Setiap device dihubungkan dengan internet sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Metode yang digunakan adalah perancangan dan telah dilakukan uji dan pengambilan data. Hasil uji aplikasi Blynk menunjukkan ketepatan pengaturan yang telah diberikan dengan kondisi real. Fungsi sistem alat sudah sesuai dengan desain sistem yang direncanakan. Rata-rata persentase error yang terjadi 14% secara keseluruhan tetapi mengecil sampai rata-rata 3% pada berat pakan diatas 5 kg dikarenakan semakin besar volume hopper maka jarak antara sensor ke pakan semakin dekat sehingga nilai error semakin rendah. Pengujian NTP menunjukkan nilai akurasi dan kepresisian 100%. Uji kecepatan rotasi menunjukkan rata-rata kecepatan rotasi hopper yaitu 445,4 rpm sehingga hopper berotasi sesuai dengan perkiraan. Uji volume distribusi pakan sudah sesuai karna pakan 1 diletakkan paling dekat dengan hopper sehingga volume pakan akan terisi paling banyak di bandingkan dengan tempat pakan lainnya
Pemanfaatan Computer Vision Sebagai Pemantauan Perkembangan Bibit Tanaman Tomat Berbasis IoT Muhammad Ridho Isdi; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.234-240.2024

Abstract

Perkembangan bibit tanaman tomat memiliki faktor lingkungan yang harus diperhatikan seperti suhu, kelembapan udara dan intensitas cahaya. Faktor tersebut mempengaruhi keadaan bibit dari hari ke hari. Penelitian ini memanfaatkan computer vision untuk memantau perkembangan bibit tanaman tomat berbasis IoT yang diharapkan dapat memantau perkembangan bibit tanaman tomat secara berkala dan mengantisipasi bibit yang belum tumbuh. Pemantauan lingkungan pada bibit menggunakan sensor DHT11 untuk mendeteksi suhu dan kelembapan udara. Sensor LDR untuk mendeteksi intensitas cahaya. Kipas angin DC dan module mist spray fog maker untuk mengontrol keadaan suhu dan kelembapan udara pada tempat pembibitan. Pemantauan dengan computer vision menggunaan algoritma YOLOV8 untuk mendeteksi perkembangan bibit antara tumbuh dan belum tumbuh. Pengambilan data pengukuran dilakukan selama rentang waktu 10 hari. Hasil semua data pengukuran dikirim ke database dengan API, kemudian data tersebut ditampilkan melalui website. Perkembangan bibit tanaman tomat menggunakan sistem lebih cepat 1 hari daripada tidak menggunakan sistem. Pemantauan perkembangan bibit menggunakan YOLOV8 memiliki tingkat akurasi sebesar 96% yang berarti sistem dapat membedakan bibit yang tumbuh dan belum tumbuh. 
Efektivitas Perubahan Fase Material KCl/H2O sebagai Sistem Pendingin Ikan Laut Iqbal Alief; Sri Rahayu Alfitri Usna; Astuti Astuti; Sri Oktamuliani
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.8-14.2024

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of phase change material (PCM) KCl/H2Oas a fish cooling system. KCl/H2Ois a eutectic PCM of hydrate salts with a melting temperature of -10.7 °Cand an enthalpy of 273 kJ/kg. The samples tested were Kuwe marine fish with a mass of 1 kg (4 heads). The variation in fish mass to KCl/H2Ois 1:0.5, 1:1, 1:2, and 1:3. The process of changing the temperature of the fish cooling system every time is measured using the DS18B20 temperature sensor. Based on the study's results, KCl/H2Ois effective in reducing fish temperature by -0.22 °C/minute.The use of 2 kg KCl/H2O is effective in maintaining fish temperature in the temperature range of0 to 5 °C for 20 hours, and the use of 3 kg KCl/H2Ois good in maintaining fish temperature in the lower temperature range of -5 to 0 °C for 16 hours. In terms of economy, the cost of handling the fish cooling process using KCl/H2Ois six times greater than conventional cooling, so this system is less recommended.
Perbandingan Dosimetri Perencanaan Radioterapi IMRT Menggunakan Fasilitas Beam Angle Optimization dan Teknik Manual Pada Kasus Kanker Nasofaring Stadium III Delvira Syafna; Rico Adrial; Fiqi Diyona
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.170-176.2024

Abstract

Telah dilakukan perbandingan dosimetri perencanaan Intensity Modulated Radiotherapy (IMRT) menggunakan fasilitas beam angle optimization dan teknik manual pada kasus kanker nasofaring (KNF) stadium III. Penelitian bertujuan untuk menganalisis nilai Conformity Index (CI), Homogeneity Index (HI), dan dosis pada Organ at Risk (OAR) pada kurva Dose Volume Histogram (DVH), serta jumlah Monitor Unit (MU). Terdapat empat variasi perencanaan yang diuji, yaitu IMRT 5 lapangan manual (M5), IMRT 5 lapangan dengan beam angle optimization (O5), IMRT 7 lapangan manual (M7), dan IMRT 7 lapangan dengan beam angle optimization (O7). Secara statistik, hasil penelitian menunjukkan semua perencanaan pada PTV54, PTV60, dan PTV70 memiliki hasil yang hampir identik pada  keempat variasi perencanaan tersebut. Namun, perencanaan O5 didapatkan lebih unggul karena memiliki rata-rata nilai CI dan HI  yang paling sesuai dengan pedoman International Commision on Radiation Units and Measurements (ICRU) Report 62, yaitu CI pada PTV54 (0,969±0,03), CI pada PTV60 (0,949±0,04), dan CI pada PTV70 (0,954±0,04), serta HI pada PTV54 (0,223±0,13), HI pada PTV60 (0,250±0,10), dan HI pada PTV70 (0,126±0,07). Perencanaan O5 juga memenuhi batas yang ditetapkan oleh Quantitative Analysis of Normal Tissue Effects in the Clinic (QUANTEC) untuk OAR. Oleh karena itu, perencanaan O5 dianggap sebagai metode utama yang paling optimal untuk kasus KNF stadium III, sementara M5 dapat dijadikan sebagai alternatif karena menggunakan Monitor Unit (MU) yang lebih sedikit
Analisis Desain Teras Gas-Cooled Fast Reactor (GFR) Berpendingin S-CO2 Berbahan Bakar Uranium Nitrit dengan Minor Aktinida Wulan Gontina; Fiber Monado; Menik Ariani
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.103-109.2024

Abstract

Telah dilakukan analisis desain teras Gas cooled Fast Reactor (GFR) berpendingin  S-CO2 berbahan bakar Uranium Nitrit dengan Minor Aktinida sehingga dapat beroperasi dalam waktu lama. Sistem suhu tinggi, keandalan spektrum cepat dan siklus bahan bakar tertutup GFR dapat meminimalkan limbah reaktor dengan penggunaan Uranium berkelanjutan dari minor aktinida. Karakteristik S-CO2 yang stabil, tidak mudah terbakar dan suhu puncak realtif rendah (~650oC) mampu mendinginkan teras reaktor.  Metode penyusunan bahan bakar menggunakan strategi burn-up Modified CANDLE. Strategi pembakaran MCANDLE dalam shuffling arah radial dengan dua skema pengisian bahan bakar, skema X (dari luar teras ke arah dalam) dan skema Y (dari pusat teras ke luar), telah diterapkan. Digunakan SRAC dan data JENDL-4.0 dalam perhitungan. Pada penelitian ini diperoleh studi parameter melalui perhitungan nilai faktor multiplikasi infinite, faktor multiplikasi efektif, reaktivitas dan distribusi daya. Hasil perhitungan menunjukkan nilai Keff sebelum penambahan Minor Aktinida untuk skema X dan Y adalah 1,0893 dan 1,0915. Setelah penambahan minor aktinida nilai Keff 1% - 7% pada skema X dan Y berada pada kondisi kritis dan setelah penambahan minor aktinida 4% - 7% reaktor berada pada kondisi superkritis. Reaktivitas reaktor pada skema X dan Y adalah 0,0939 dan 0,1089. Untuk distribusi daya arah aksial skema X dan Y 1,5285 dan 1,5323. Untuk distribusi daya arah radial pada skema X dan Y adalah 1,5862 dan 1,8320. Berdasarkan hasil tersebut penambahan minor aktinida dan skema penyusunan bahan bakar mempengaruhi kekritisan dan distribusi daya  teras GFR. 
Pengaruh Kulit kakao dan Biji kakao Terhadap Uji Fisis Briket Bioarang Menggunakan Perekat Getah Damar Afifah Azmi; Ratni Sirait; Ety Jumiati
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.268-274.2024

Abstract

Telah dilakukan pembuatan briket bioarang yang merupakan arang yang terbuat dari aneka macam bahan hayati atau biomassa seperti kayu, ranting dan limbah pertanian, bertujuan untuk mengetahui karakteristik  dan komposisi yang paling optimal pada pembuatan briket bioarang menggunakan kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar. Variasi komposisi kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar antara lain sampel A (50%:30%), B (40%:40%) dan C (30%:50%). Parameter uji fisika dan kimia meiliputi: kadar air, kadar abu, nilai kalor, kadar zat teirbang dan kadar karbon. Hasil uji fisika dan kimia brikeit bioarang kulit kakao dan biji kakao dipeiroleih brikeit bioarang yang optimal yaitu pada sampeil B yaitu nilai kadar airnya 7,35%, nilai kadar abu 6,40%, nilai kalor 6028 cal/g nilai kadar zat teirbang 16,20% dan nilai kadar karbon 70,05%. Sampeil brikeit bioarang teilah seisuai SNI No. 01-6235-2000 teintang brikeit arang.
Sintesis Dan Karakterisasi Karbon Aktif Doping TiO2 Untuk Menurunkan Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Jelantah Cen Rahman; Mulda Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.42-48.2024

Abstract

Research has been conducted on reducing the levels of free fatty acids in used cooking oil using activated carbon derived from teak sawdust doped with TiO2. The used cooking oil employed in this study underwent five frying cycles. The activated carbon was derived from teak sawdust and activated using a 10% ZnCl2 solution. The activated carbon was tested for moisture and ash content. The activated carbon was doped with TiO2 in various mass ratios, specifically 3:100, 6:100, 9:100, and 12:100, using solid-state synthesis at a temperature of 500 °C. The doped carbon was subjected to XRD analysis. The purified used cooking oil was tested for free fatty acid levels and clarity using UV-vis spectroscopy. The moisture content of the activated carbon was found to be 3.60%, while the ash content was 1.95%. XRD analysis revealed that the crystal size of the activated carbon was 38.9 nm, which decreased to 27.2 nm after TiO2 doping. Free fatty acid levels decreased from 1.18% to 0.29% in the free fatty acid content test. In the UV-vis measurement, the absorbance value for used cooking oil was higher at 4.5734, while purified oil had an absorbance value of 4.1985. The research results indicated that the best mass ratio of activated carbon to TiO2 was 9:100. The use of TiO2 doped activated carbon as an adsorbent effectively reduced the levels of free fatty acids in used cooking oil.
Pengaruh Waktu Sonikasi Terhadap Struktur dan Sifat Magnet Nanokomposit Fe3O4@GO Muhammad Rhohid Abdurrahim; Astuti Astuti; Sri Rahayu Alfitri Usna
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.204-210.2024

Abstract

Penelitian tentang pengaruh waktu sonikasi terhadap struktur dan sifat magnet nanokomposit Fe3O4@GO telah dilakukan. Sintesis nanokomposit dilakukan dalam tiga tahap. Tahapan pertama, preparasi nanopartikel Fe3O4 dengan menggunakan metode kopresipitasi. Kedua, preparasi GO dari daun pisang kering menggunakan metode Liquid Sonication Exfloitation (LSE). Tahap terakhir yaitu pelapisan permukaan Fe3O4 dengan GO membentuk Fe3O4@GO menggunakan proses sonikasi dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Nanokomposit dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), fourier transform infraRed (FTIR), dan vibrating sample magnetometer (VSM). Ukuran kristal sampel Fe3O4, Fe3O4@GO (30 menit), Fe3O4@GO (60 Menit), dan Fe3O4@GO (90 menit) yang diperoleh dari hasil karakterisasi XRD berturut-turut yaitu 18,47 nm; 18,48 nm; 14,79 nm; dan 21,14 nm. Struktur kristal yang didapat dari semua sampel yaitu Fe3O4 berbentuk cubic dan GO berbentuk rhombohedral.. Hasil karakterisasi FTIR semua sampel Fe3O4@GO yang disonikasi menunjukkan adanya ikatan Fe O dan C C yang mengindikasikan terbentuknya Fe3O4 dan GO. Dari pengujian VSM diperoleh semua sampel bersifat superparamagnetik. Waktu sonikasi tidak mempengaruhi bentuk struktur kristal nanokomposit Fe3O4@GO, namun mempengaruhi sifat kemagnetannya. Semakin lama waktu sonikasi maka semakin besar nilai magnet saturasi dan nilai koersitivitas nanokomposit Fe3O4@GO. Berdasarkan nilai saturasinya, Fe3O4@GO dapat dikembangkan dalam aplikasi biomedis seperti diagnostik dan fototermal.

Page 76 of 179 | Total Record : 1782