cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Uji Mekanik Beton Polimer Berbahan Batu Apung dan Serbuk Cangkang Kelapa Sawit Fhamela Jousroh Natama Siagian; Masthura Masthura; Miftahul Husnah
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.140-145.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji mekanik beton polimer untuk mengetahui campuran terbaik dalam beton polimer menggunakan bahan batu apung dan serbuk cangkang kelapa sawit sebagai variabel bebas dengan variasi komposisi 20%:0%, 16%:4%, dan 14%:6%. Kemudian variabel tetap yaitu komposisi pasir 60% dan epoksi sebagai perekat 20%. Sampel dibentuk dalam cetakan yang terbuat dari baja berbentuk balok (10x2x1 cm) kemudian ditekan dengan hotpress  pada suhu 90°C selama 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi yang optimum adalah batu apung dan serbuk cangkang kelapa sawit dengan perbandingan 20%:0%, pasir 60%, dan epoksi sebagai perekat 20% dengan kuat tekan 14,44 MPa, kuat tarik 0,85 MPa, dan kuat lentur 7,35 MPa.
Evaluasi Kerentanan Seismik Wilayah Kota Mamuju Pasca Gempa Bumi 15 Agustus 2021 Menggunakan Data Microtremor Ramadhan Priadi; Muhammad Arsyad; Agus Susanto
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.75-81.2024

Abstract

Pada tanggal 15 Januari 2021, pukul 02.28 WITA 2021 terjadi gempa bumi signifikan dengan magnitudo M 6,2 di wilayah pesisir barat pulau Sulawes. Gempa bumi tesebut disebabkan oleh aktivitas sesar lokal Mamuju dengan pola patahan naik (Thrust Fault). Gempa bumi majene-Mamuju memberikan dampak kerusakan yang besar pada konstruksi bangunana yang berada dipermukaan khususnya pada wilayah kota Mamuju yang menjadi ibukota wilayah Sulawesi Barat. Perlu adanya evaluasi untuk menganalisis dan memodelkan ancaman dampak gempa bumi di wilayah kota Mamuju. Salah satu motode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kerentanan seismik suatu wilayah dapat menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Data yang digunakan merupakan data sinyal microtremor dari hasil pengukuran lapangan sebanyak 39 titik menggunakan portable seismometer TDS-303 jenis short period. Terdapat empat parameter output yang dapat digunakan untuk menganalisis dan engevaluasi kerentanan seismik yaitu frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0), indeks kerentanan seismik (Kg), dan periode dominan (T0). Dari hasil pengukuran di lapangan, maka output HVSR tersebut dapat dipetakan untuk mengiterpretasikan sebaran data secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan jika wilayah kota Mamuju memiliki nilai frekuensi dominan (f0) antara 0,608 Hz-0,97 Hz, faktor amplifikasi (A0) antara 1,01-7,69, indeks kerentanan seismik (Kg) antara 0,468-73,886, dan periode dominan (T0) antara 0,09 s-1,64 s. Dari hasil tersebut wilayah kota Mamuju yang berada dekat dengan pesisir pantai memiliki potensi kerentanan terhadap bahaya gempa bumi yang jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan wilayah yang berada di sebelah selatan. Hal ini juga didukung oleh hasil perhitungan ketebalan sedimen yang berkisar antara 7,6 m-130,2 m dengan wilayah utara jauh lebih tebal dari wilayah sebelah selatan. Sehingga wiilayah pesisir kota Mamuju relatif lebih rentan terhadap potensi amplifikasi gelombang seismik dipermukaan.
Suseptibilitas Magnetik Pada Tanah Di Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Regional Payakumbuh Sebagai Indikator Polusi Logam Berat Viesca Fredilla Hanif; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.303-309.2024

Abstract

Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik dan kandungan logam berat pada tanah lapisan atas di sekitar TPAS Regional Payakumbuh yang dibagi menjadi tiga zona penelitian telah dilakukan. Terdapat 91 sampel tanah lapisan atas yang diambil pada kedalaman 25 cm pada zona TPAS, penduduk dan perkebunan. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik menunjukkan nilai dengan rentang 11,27×10-8 m3/kg hingga 1017,10×10-8 m3/kg. Daerah penelitian telah mengalami pencemaran dari kategori tercemar rendah hingga tercemar sangat tinggi dilihat dari nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan. Rata-rata tertinggi dari nilai suseptibilitas magnetik berada pada zona penduduk 758,64×10-8 m3/kg yang diperkirakan paling tercemar oleh kandungan logam berat. Sementara, zona pertanian memiliki nilai rata-rata terendah 373,37×10-8 m3/kg yang diperkirakan pencemaran oleh logam berat tidak begitu tinggi. Menggunakan alat X-Ray Fluorescence diukur kandungan logam berat pada enam sampel tanah. Logam berat pada ketiga zona penelitian terdiri dari Fe, Pb, Zn, Cu dan As sudah melewati ambang batas pada semua uji sampel. Perbandingan kenaikan persentase unsur logam di Zona TPAS menunjukkan logam berat didominasi oleh Fe, Mn, Zn dan Cu. Pada zona penduduk didominasi oleh logam berat Fe, Pb, Cu dan Pb. Sementara zona perkebunan didominasi oleh logam berat Fe, Cu dan As.
Flavonoid Alami Hasil Ekstrak Bajakah Tampalah Merah sebagai Antifungi Jamur Malassezia Globosa Annisa Sri Mulya Agustin; Suparno Suparno
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.241-246.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi flavonoid ekstrak akar bajakah tampala merah terhadap daya hambat jamur Malassezia globosa dan lama waktunya bertahan. Ekstrak akar bajakah tampala merah dipreparasi dengan metode dekoktasi. Kandungan flavonoid yang terkandung di dalam ekstrak bajakah tampala merah ditentukan dengan metode spektroskopi visible, ukuran partikel ditentukan dengan Particle Size Analyzer (PSA), dan kemampuan daya hambat jamur oleh ekstrak akar bajakah dengan metode Kirby bauer. Selain itu, untuk mengidentifikasi ekstrak akar bajakah tampala merah telah dilakukan pengukuran massa jenis, viskositas, dan indeks bias. Hasilnya menunjukkan bahwa daya hambat (zona bening) meningkat dari (6,9 ± 1,6) mm hingga (9,5 ± 1,9) mm dengan peningkatan konsentrasi flavonoid dari 10 ppm hingga 25 ppm. Kemampuan bertahan ekstrak akar bajakah tampala merah dalam menghambat jamur bervariasi dari 30 jam hingga 72 jam.
Pemodelan 3D Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik di Bukit Nobita Padang M. Arif; Dwi Pujiastuti; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.15-21.2024

Abstract

The surface of rupture investigation has been conducted at Nobita Hill, Kampung Jua, Lubuk Begalung, Padang City using the 3-dimensional resistivity geoelectric method in Wenner configuration. The research was conducted in a hilly area with a slope of up to 40º. Data was collected on three tracks with variations in length lengths of 120 and 240 m. The electrode spacing is 6, 12, 18, and 24 m for current and potential electrodes. Data processing was carried out using Res2dinv software to display a 2-dimensional image of the subsurface layer based on the resistivity values measured in the field. The results of 2-dimensional image processing were then modeled in 3 dimensions using Voxler software. Data interpretation of the results obtained by Track 1 has a resistivity value of 1170-2028 Ωm at a depth of 4.5-19.1m. Track 2 has a resistivity value of 1052-1768 Ωm with a depth of 4.5-19.1 m. Track 3 has a resistivity value of 1492-2937 Ωm at a depth of 1.5-19.1 m. The direction of the sliding plane of Tracks 1 and 2 is to the northwest, while track 3 is to the northeast. The results showed that the sliding plane on each track is granite.
Pemodelan Peak Ground Accleration (PGA) dan Intensitas Gempabumi berdasarkan Pengukuran Mikrotremor pada Kawasan Longsor di Desa Kalongan, Ungaran Timur Nugroho Budi Wibowo; Thaqibul Fikri Niyartama; Andi Andi; Rena Septiana; Erlina Widianingrum; Ahdian Azri Bustari; Iktifal Ajie Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.225-233.2024

Abstract

The landslide in Kalongan Village affected an area of 5 hectares and has the potential to experience further landslides. Landslides can occur with triggers of external factors such as earthquakes. The Peak Ground Acceleration (PGA) parameter can represent the impacts that occur on the surface in the form of earthquake intensity (MMI). Kalongan Village is 25.5km from the epicenter of the Ambarawa earthquake on 27 May 2023. This study aims to modeling the PGA microzonation and the intensity of the Ambarawa earthquake in the avalanche zone in Kalongan Village. The PGA model is based on measurements of 72 microtremor data in the avalanche zone using the Kanai method. Parameters of the Ambarawa earthquake with a magnitude of 2.5 and a depth of 5 km. The results of PGA modeling in the avalanche zone varied between 1.0-7.1 gal or I-II MMI values. The results of the PGA modeling show that aftershocks can occur if the strength of the Ambarawa earthquake reaches M=4 or 7.1-50.8 gal. The strength of the earthquake is equivalent to the intensity of II-V MMI.
Pemisahan Anomali Regional dan Residual pada Metode Gravitasi Menggunakan Metode Moving Average, Upward Continuation dan Polynomial Iqwal Ramadhan; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.1-7.2024

Abstract

Pemisahan anomali regional dan residual adalah hal yang harus dilakukan dalam pengolahan data yang berhubungan dengan geologi bawah permukaan. Tidak ada ketentuan khusus tentang metode terbaik yang harus digunakan dalam pemisahan anomali, karena pemisahan anomali bersifat subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan pada daerah Kepulauan Mentawai dengan menggunakan persebaran nilai anomali.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode moving average, upward continuation dan polynomial untuk menginterpretasikan kontur anomali regional dan residual Kepulauan Mentawai. Hasil dari ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa upward continuation mencerminkan anomali regional dan residual Kepulauan Mentawai lebih baik dibandingkan metode moving average dan polynomial, karena pada upward continuation memiliki kontur dan nilai anomali mendekati kontur dan nilai anomali Bouguer   lengkap dan kontur struktur geologi. Sebaran nilai anomali yang rendah berada pada sekitar wilayah Padang, Pulau Siberut, Pulau Sipora dan Pulau Pagai, sehingga diidentifikasi wilayah tersebut memiliki struktur bawah permukaan dengan nilai massa jenis yang rendah. Sedangkan anomali sedang berada pada laut dangkal yang diidentifikasi memiliki massa jenis yang sedang, dan anomali tinggi berada pada laut dalam di sekitar wilayah Indian Ocean diidentifikasi memiliki massa jenis yang tinggi.
Ekstraksi dan Karakterisasi Senyawa Besi Oksida dari Batuan Vulkanik Pulau Ambon menggunakan Metode Kopresipitasi Gede Wiratma Jaya; Delpina Nggolaon; Nikmans Hattu
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.159-169.2024

Abstract

Senyawa besi oksida pada batuan vulkanik Pulau Ambon memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai material maju di masa depan. Untuk memanfaatkan potensi tersebut diperlukan sebuah usaha dengan cara mengekstraksi senyawa besi oksida. Pada penelitian ini metode kopresipitasi digunakan untuk mengekstraksi senyawa besi oksida. Hasil ekstraksi kemudian dikarakterisasi menggunakan beberapa instrumen seperti X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil karakterisasi menunjukkan senyawa besi oksida yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian dibawah 50%. Fasa mineral oksida yang terdeteksi dari data XRD adalah magnetit (Fe3O4), maghemit (-Fe2O3), dan hematit (-Fe2O3). Ukuran kristal secara rata-rata dibawah 15 nm dengan ukuran partikel rata-rata diatas 700 nm. Struktur morfologi permukaan terdapat aglomerasi dengan bentuk permukaan yang bulat. Hasil ini menunjukkan metode kopresipitasi telah berhasil mendapatkan senyawa besi oksida dari batuan vulkanik Pulau Ambon.
Estimasi Faktor Transfer Radionuklida Alam Tanah ke Beras dan Dosis Internal Tahunan Pada Penduduk di Sekitar Geotermal Solok Selatan Afifah Nabilah; Sri Oktamuliani; Leli Nirwani
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.96-102.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang nilai faktor transfer radionuklida alam 226Ra, 232Th, dan 40K dari tanah ke beras dan perkiraan dosis efektif tahunan yang diterima penduduk di daerah geotermal Solok Selatan. Tujuan penelitian ini untuk memperkirakan faktor transfer alami dari tanah dan beras dan dosis efektif tahunan penduduk di jalur geotermal Solok Selatan. Penelitian dilakukan pada tiga kecamatan, yaitu pada Kec. Sungai Pagu, Kec. Pauh Duo, dan Kec. Sangir di Kabupaten Solok Selatan dengan total enam sampel tanah dan enam sampel beras. Aktivitas spesifik radionuklida diukur menggunakan spektrometer gamma. Rata-rata konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh pada sampel tanah yaitu 226Ra sebesar (17,09 ± 0,75) Bq/kg, 232Th sebesar (30,01 ± 0,99) Bq/kg, dan 40K sebesar (214,1 ± 0,87) Bq/kg. Konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh dalam beras yaitu 226Ra dengan rata-rata (59,36 ± 0,33) Bq/kg, 232Th dengan rata-rata (0,10 ± 0,11) Bq/kg, dan 40K dengan rata-rata (37,75 ± 1,58) Bq/kg. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampel tanah yang berada pada jalur geotermal memiliki konsentrasi tertinggi yaitu Nagari Koto Baru, Kec. Sungai Pagu. Nilai faktor transfer radionuklida pada beras tertinggi pada unsur 226Ra sebesar 5,59 terletak di daerah Koto Baru. Perkiraan dosis efektif perorangan tertinggi diperoleh yaitu 226Ra sebesar 2,97 mSv/tahun, 232Th sebesar 0,002 mSv/tahun, 40K sebesar 0,022 mSv/tahun. Nilai dosis efektif yang diperoleh tergolong aman untuk penduduk, karena lebih rendah dari batas dosis yang direkomendasikan oleh United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation, kecuali pada unsur 226Ra yang terdapat pada sampel daerah Koto Baru
Penentuan Potensi Cadangan Batu Andesit Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis di Koto Alam, Kabupaten Lima Puluh Kota Mayola Fariza; Dwi Pujiastuti
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.420-426.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan potensi cadangan batu andesit di Koto Alam, Kabupaten Lima Puluh Kota menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dua dimensi konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan dengan bentangan 100 meter dan jarak antar elektroda 5 meter. Lintasan 1 terletak pada koordinat 0°00’14.10”LS dan 100°44’54.46”BT sampai 0°00’12.90”LS dan 100°44’56.41”BT. Lintasan 2 terletak pada koordinat  0°00’14.16”LS dan 100°44’57.66”BT sampai 0°00’13.02”LS dan 100°44’59.47”BT. Daerah penelitian ini merupakan daerah dengan kondisi geografis berlereng atau perbukitan dengan tinggi lereng adalah 13 m dan sudut kemiringan lereng 85°. Lintasan 1 berada pada ketinggian 293 mdpl dan Lintasan 2 berada pada ketinggian 300 mdpl. Data hasil pengukuran diolah dengan menggunakan software Res2Dinv. Berdasarkan hasil inversi disimpulkan bahwa di bawah permukaan teridentifikasi adanya lapisan  batu andesit. Dari hasil penelitian diestimasikan pada Lintasan 1 terdapat cadangan batu andesit di kedalaman 1,25 sampai 19,8 meter dengan nilai tahanan jenis berkisar dari 890 sampai 2322 Ωm serta ketebalan 18 meter. Lintasan 2 lapisan batu andesit berada pada kedalaman 1,25 sampai 12,4 meter dengan nilai tahanan jenis berkisar dari 170 sampai 9249 Ωm serta ketebalan 11 meter.

Page 77 of 179 | Total Record : 1782