cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Penilaian Kualitas Air Sungai Lumay sebagai Air Baku Perusahaan Daerah Air Minum di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Ayu, Sri Rahayu; Jubaedah, Dade; Chalimah Juliana, Imroatul
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.129-137.2026

Abstract

The Lumay River is a river that flows into the Komering Sub-watershed and provides raw water to the regional water utility. The purpose of this study is to evaluate whether the Lumay River's water is suitable for use as raw water by the regional water business, as well as to examine the Lumay River's water quality using physical, chemical, and biological characteristics. In September 2025, temperature, pH, TDS, TSS, BOD, COD, Nitrate, Ammonia, Total Phosphate, and Total Coliform were measured using the grab sample method and assessed using the Pollution Index (PI). The study's findings indicate that the Lumay River's water quality is classified as slightly contaminated at all monitoring stations, with pollution index values of 1.8, 2.7, and 1.8 when compared to Class I river water quality requirements. Meanwhile, monitoring point one has good pollution index values when compared to Class II river water quality criteria, however monitoring points two and three have slightly contaminated values of 0.7, 1.6, and 1.7, respectively. Four values exceed Class I quality norms: DO, COD, Ammonia, Total Phosphate, and Total Coliform, with Total Phosphate being the only parameter that exceeds Class II quality standards. The Lumay River can still be used for its primary purpose, particularly as raw water for PDAM (Regional Water Company), although it requires additional treatment before being delivered to the public.
Phytoremediation in Constructed Wetlands Using Genjer to Reduce COD, TDS, and Phosphate Kurnianingtyas, Erlina; Nio Lya Panggabean, Pasu; Fajar, Mutiara; Faizaturrohmah, Nur
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.138-150.2026

Abstract

The increase in laundry service activities in Indonesia has an impact on the high water pollution due to the disposal of laundry waste containing chemicals such as COD, TDS, and Phosphate. Laundry waste, which is discharged directly into the environment without treatment, can lead to eutrophication, deterioration of water quality, and the death of aquatic biota. Phytoremediation with a constructed wetland system using genjer plants (Limnocharis flava) was chosen as an environmentally friendly, and low-cost treatment alternative. This study aims to analyze the effectiveness of reducing COD, TDS, and Phosphate levels of laundry waste with genjer plants in the constructed wetland system, as well as to analyze the relationship between the 0, 4th, 8th and 12th day stay time on the reduction of parameters before and after treatment. Preliminary experiments used a control reactor (without plants) and a treatment reactor (10 plants). The results of this study showed the ability to set aside the largest removal in the treatment reactor at COD levels of 88,147%, TDS of 12,776% and phosphate of 14,911% on day 12.. This shows that the constructed wetland method is relatively effective to be applied as laundry waste treatment.
Analisis Jejak Karbon Individu Karyawan Migas EP Kalimantan Timur Randi Taufiqussyakir, Ahmad; Fadli Assomadi, Abdu
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.57-67.2026

Abstract

Penelitian ini menganalisis jejak karbon individu karyawan Migas EP Kalimantan Timur, dengan fokus pada dua aspek utama: perhitungan jejak karbon dan kajian dampak ekonomi terkait emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas karyawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan Stratified Random Sampling untuk pemilihan sampel dari 796 karyawan yang mencakup berbagai strata jabatan dalam perusahaan. Perhitungan jejak karbon dilakukan menggunakan metodologi IPCC, untuk mengukur emisi karbon individu yang dihasilkan oleh aktivitas transportasi dan konsumsi energi. Sedangkan dampak ekonomi dihitung menggunakan Replacement Cost Method (RCM) dengan menilai biaya mitigasi emisi karbon melalui proyek penanaman pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas transportasi merupakan kontributor terbesar terhadap emisi karbon individu, dengan total emisi tahunan mencapai 288.160,35 kg CO2. Biaya mitigasi yang diperlukan untuk mengimbangi emisi karbon individu diperkirakan sebesar IDR 1.862.889.361 per tahun, dengan pohon Trembesi dan Mangrove sebagai solusi penyerapan karbon yang paling efisien. Berdasarkan harga perdagangan karbon domestik yang berlaku sebesar IDR 96.000 per ton, biaya offset karbon yang diperlukan untuk mengimbangi emisi karbon individu hanya IDR 27.663.360 per tahun, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan estimasi biaya mitigasi dalam penelitian ini.
Analisis Pengelolaan Sampah Desa Sungai Langka Wulandari, Suci; Br Sitepu, Mikha Hanatasya; Mufti, Aulia Annas
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.1-12.2026

Abstract

Pertumbuhan populasi global yang meningkat menyebabkan tantangan serius dalam pengelolaan sampah, termasuk di Indonesia dengan timbulan sampah mencapai 38,2 juta ton per tahun, dan lebih dari sepertiga belum terkelola dengan baik. Penelitian di Desa Sungai Langka di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menganalisis kondisi eksisting pengelolaan sampah melalui lima aspek yakni aspek teknis operasional, peran serta masyarakat, pembiayaan, hukum dan peraturan, serta kelembagaan. Melalui hasil analisis tersebut, selanjutnya dilakukan evaluasi pengelolaan sampahnya dan merumuskan strategi untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Metode pengambilan data yang digunakan meliputi observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sungai Langka masih memiliki beberapa catatan dalam aspek teknis operasional pengelolaan sampah diantaranya pewadahan sampah belum standar, pemilahan masih rendah (24%), pengolahan sumber sangat minim (7,4%), layanan pengangkutan sampah masih rendah (16,8%), dan belum ada sarana dan infrastuktur pengelolaan sampah (TPS). Dari penilaian lima aspek pengelolaan sampah, aspek kelembagaan & teknis operasional termasuk “cukup”, sementara pembiayaan dan hukum “buruk”, serta partisipasi masyarakat “buruk sekali”. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh hasil pada kuadran III. Kuadran III berfokus pada memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Strategi yang dilakukan adalah edukasi yang kontinyu terkait pengelolaan sampah di acara-acara kemasyarakatan, membuat peraturan desatentang pengelolaan sampah berbasis sumber dan retribusi. Aspek teknis operasional dapat ditingkatkan melalui menjalin kemitraan dengan pihak ekternal potensial untuk mendapatkan dukungan sarana dan prasarana persampahan. Aspek kelembagaan dapat dikuatkan dengan optimalisasi bank sampah Mawar Indah atau pembentukan kelembagaan yang resmi dan terstruktur di bidang pengelolaan sampah desa.
Analisis Kelayakan Ekonomi dan Lingkungan Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Briket Biomassa Mia Erpinda; Fuan Dini Artha Manulang; Aulia Annas Mufti
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.103-112.2026

Abstract

The potential of biomass energy in Indonesia has not been optimally utilized as a sustainable renewable energy alternative, while the use of biomass without processing has the potential to cause environmental impacts. One form of biomass processing that has potential is the production of briquettes using agricultural waste, including rice husks, which have generally only been burned. This study aims to analyze rice husk production and the environmental economic feasibility of its use as biomass briquettes. The methods used include field observations, interviews, and environmental economic feasibility analysis. The results of data collection show that Sumber Agung Village, Suoh District, West Lampung Regency produces 2.5 tons of rice husks per week from 10 rice mills that have been operating for 2–35 years. The feasibility analysis shows a net present value (NPV) of IDR 739,672,991.96, an interest rate of return (IRR) of 10.73%, and a benefit–cost ratio (BCR) of 1.09, indicating that the utilization of rice husks into briquettes is feasible. The results of this study are expected to serve as a basis for consideration in determining the form of sustainable utilization of agricultural waste, particularly rice husks.
Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Extended Producer Responsibility Sampah Elektronik di Indonesia Widyarsana, I Made Wahyu; Nurawaliah, Hanifah; Wulandari, Suci; Sevina, Raisa
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.13-24.2026

Abstract

Volume sampah elektronik (e-waste) yang terus meningkat di Indonesia telah memperkuat urgensi penerapan kerangka Extended Producer Responsibility (EPR). Namun, keberhasilan kebijakan tersebut bergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi serta memprioritaskan faktor-faktor kunci yang mempengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen yang mempengaruhi penerapan EPR terhadap sampah elektronik di Indonesia dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP), yaitu suatu metode pengambilan keputusan multikriteria yang mampu menganalisis saling keterkaitan di antara faktor-faktor kompleks. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terstruktur yang melibatkan para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, produsen, akademisi, serta masyarakat sipil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen administratif merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam mendukung penerapan EPR yang efektif (bobot: 0,368), diikuti oleh instrumen ekonomi (bobot: 0,362) dan instrumen informasi (bobot: 0,271). Di dalam masing-masing kategori tersebut, sistem pengumpulan sampah elektronik (bobot: 0,387), subsidi pengembangan produk (0,278), dan kegiatan sosialisasi kepada produsen (bobot: 0,332) muncul sebagai subkriteria utama. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti peran penting Producer Responsibility Organizations /PRO (bobot: 0,343) dalam mengkoordinasikan para pemangku kepentingan serta memastikan kepatuhan terhadap kebijakan. Berdasarkan hasil prioritas tersebut, artikel ini mengusulkan arah kebijakan bagi Indonesia yang mengintegrasikan reformasi regulasi, mekanisme pembiayaan berkelanjutan, dan keterlibatan strategis para pemangku kepentingan. Temuan ini memberikan panduan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem EPR yang tangguh dan inklusif untuk menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh sampah elektronik
Long-Term Passive Sampler Monitoring of NO2 and SO2 for Trend Analysis and Control Strategies in South Sumatra Bachtiar, Vera Surtia; Putri, Ayu Arnita; Yenni, Yenni
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.38-56.2026

Abstract

Air pollution is one of the most pressing environmental issues, with direct impacts on human health and environmental quality. The increasing intensity of transportation activities, industrial operations, forest and land fires, and regional development in South Sumatra Province has increased the risk of air pollution, particularly from nitrogen dioxide (NO2) and sulfur dioxide (SO2). This study aims to analyze the concentrations and multi-year trends of NO2 and SO2 in South Sumatra based on passive sampler measurements conducted at 68 monitoring sites across 17 districts and municipalities during the period 2021–2024. The results show that the average concentrations of NO2 ranged from 6.654 to 9.944 micrograms per cubic meter, while SO2 concentrations ranged from 7.303 to 8.456 micrograms per cubic meter. All measured concentrations were below the National Ambient Air Quality Standards as well as the European Union guideline values. Trend analysis indicates a consistent decrease in NO2 and SO2 concentrations from 2021 to 2024. These findings contribute to the availability of long-term air quality data and enhance understanding of NO2 and SO2 dynamics, providing a scientific basis for the development of evidence-based strategies for air pollution control and prevention in South Sumatra Province. Keywords: nitrogen dioxide, sulfur dioxide, passive sampler, South Sumatra, air pollution trends.
Uji Kinerja Tungku Biomassa Berbahan Bakar Pelet Cangkang Kemiri Anggriawan, Tegar; Goembira, Fadjar; Serlina, Yega
Dampak Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.23.1.113-128.2026

Abstract

Cangkang kemiri merupakan salah satu jenis biomassa yang berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Cangkang ini diolah menjadi biopellet untuk digunakan sebagai bahan bakar kompor biomassa TLUD. Dua variasi biopellet tempurung kemiri yaitu biopelet yang digunakan dengan penambahan tepung tapioka 10% sebagai bahan pengikat (KT10), dan biopellet tanpa bahan pengikat (K0). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kompor biomassa TLUD dengan menghitung nilai emisi PM2,5, CO, dan CO2. Uji kinerja kompor mengikuti prosedur yang tercantum dalam SNI 7926:2013 tentang Kinerja Kompor Biomassa. Hasil pengujian menunjukkan nilai emisi PM2,5 dari KT10 sebesar 130,59 ± 7,13 mg/kg, dan dari K0 sebesar 625,27 ± 16,17 mg/kg. Nilai emisi CO sebesar 4,05 ± 0,08 g/kg untuk KT10 dan 3,01 ± 0,27 g/kg untuk K0. Nilai emisi CO2 sebesar 69,42 ± 1,72 g/kg untuk KT10 dan 67,24 ± 1,74 g/kg untuk K0. Nilai emisi PM2,5, CO, dan CO2 ini memenuhi batasan yang ditetapkan SNI 7926:2013. K0 lebih baik dari KT10 dalam kualitas pelet, CO, dan CO2, sedangkan KT10 lebih baik dari K0 dalam PM2,5 dan tingkat konsumsi bahan bakar. Kompor biomassa TLUD memenuhi persyaratan konsumsi bahan bakar spesifik, namun tidak memenuhi persyaratan efisiensi pembakaran dan efisiensi termal.