cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EL-HIKMAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2015): Desember" : 12 Documents clear
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Lembaga Pendidikan Islam: Sebuah Alternatif Solusi Filsafat Sulhan, Ahmad
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini Pendidikan Nasional tengah menghadapi isu krusial. Isu yang paling sensitif terkait dengan mutu pendidikan, relevansi pendidikan, akuntabilitas, professionalisme, efisiensi, debirokrasi dan prilaku pemimpin pendidikan. Untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di lingkungan pendidikan tersebut terletak pada Manajemen Mutu Terpadu yang akan memberi solusi para professional pendidikan untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan. Karena Manajemen Mutu Terpadu dapat digunakan untuk membangun aliansi antara pendidikan, bisnis, dan pemerintah. Manajemen Mutu Terpadu dapat membentuk masyarakat responsive terhadap perubahan tuntutan masyarakat di era globalisasi ini. Manajemen Mutu Terpadu juga dapat membentuk sekolah yang tanggap dan mampu merespon perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan demi memberikan kepuasan pada stakeholders. 
Implementasi Pendidikan Karakter di MTsN 3 Mataram dan SMPN 1 Labuapi Tahun Pelajaran 2014/2015 Fitriatunnisa, Fitriatunnisa
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu konsep yang ditawarkan oleh bangsa Indonesia untuk menanggulangi krisis moral akhir-akhir ini. Dalam penyelenggaraannya disekolah, pendidikan karakter dilakukan secara terpadu melalui tiga jalur, yaitu: pembelajaran, manajemen sekolah, dan ekstrakulikuler. Artikel ini menguraikan implementasi pendidikan karakter dua lembaga pendidikan yang berbeda, yakni di sekolah berbasis keagamaan (MTsN 3 Mataram) dan sekolah umum (SMPN 1 Labuapi) untuk membandingkan sisi implementasinya pada tiga jalur tersebut. Hasil temuan menunjukkan, bahwa dalam menanamkan nilai-nilai karakter yakni disiplin, toleransi dan peduli lingkungan antara MTsN 3 Mataram dan SMPN 1 Labuapi memiliki dasar atau alasan berbeda. MTsN 3 Mataram selaku sekolah agama lebih condong menanamkan nilai karakter kepada peserta didiknya dengan alasan nilai keagamaan itu sendiri. Sedangkan, SMPN 1 Labuapi selaku sekolah umum, dalam menanamkan nilai karakter kepada peserta didiknya dilandaskan pada falsafah kebangsaan itu sendiri. Kata Kunci:
Peran Guru dalam Membina Kerukunan Umat Beragama (Studi Pengembangan Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Pemenang Lombok Utara) Azkar, Muh.
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Guru adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial. Di tengah masyarakat yang plural baik dari segi agama ras, dan suku, maka guru sebagai tokoh harus terlibat dalam membina hubungan antarkelompok tersebut sebagaimana yang dilakukannya di sekolah pada peserta didik. Nilai-nilai pluralisme dan sikap toleransi yang diajarkan pada peserta didik di sekolah harus mampu ditransformasikan ke lingkungan masyarakat. Artikel ini menguraikan tentang pengembangan kompetensi sosial guru PAI SMAN 1 Pemenang Lombok Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI mampu berinteraksi dan menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat. Ini dibuktikan melaui kedudukan dan peran yang diberikan oleh masyarakat baik dalam bidang keagamaan maupun dalam bidang sosial kemasyarakatan. Sebagai tokoh agama, ia membimbing dan mendidik umat sesuai dengan tuntutan ajaran agama. Sedangkan sebagai tokoh masyarakat, ia adalah pengayom dan pelindung masyarakat.
MADRASAH: SEJARAH KELAHIRANNYA HINGGA NIZAMIYYAH Muliadi, Erlan
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam awal yang didirikan oleh Nizam Al Mulk pada masa pemerintahan Dinasti Saljuq. Madrasah sebagai sebuah institusi yang mampu mengantarkan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam dan selanjutnya berkontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Barat. Dalam sejarah berdirinya madrasah, terdapat dua teori yang menjelaskan tentang proses transformasi dari masjid ke madrasah. Teori pertama dari Ahmad Shalaby menyatakan bahwa proses transformasi madrasah terjadi secara langsung yaitu dari masjid ke madrasah, sedangkan George Makdisi menyatakan bahwa transformasi berlangsung melalui perantara masjid-khan kemudian menjadi madrasah. Terlepas dari pertentangan proses transformasi madrasah tersebut, dalam catatan sejarah bahwa madrasah merupakan lembaga par exellenxe. Madrasah berkembang menjadi sebuah lembaga pendididkan Islam yang mampu melahirkan tokoh-tokoh muslim dari zaman dahulu hingga sekarang.
Peran Awiq-awiq Pisuke dalam Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Bidang Pendidikan di Desa Padamara Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Padli, Erwin
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisuke merupakan ritual adat Masyarakat Sasak yang diselenggarakan baik pra maupun pasca pernikahan. Pisuke merupakan pemberian berbentuk barang atau materi dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. artikel ini bertujuan untuk menguraikan konsep pisuke, penerapan, dan dampaknya pada masyarakat Desa Padamara, Sukamulia, Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa, masyarakat Desa Padamara memiliki konsepsi dan penerapan yang berbeda dengan masyarakat Lombok pada umumnya tentang pisuke. Awiq-awiq pisuke yang diterapkan memiliki banyak dampak. Salah satu dampak positif tradisi pisuke adalah memicu peningkatan partisipasi pendidikan perempuan di Desa  Padamara.
Penerapan Metode Inquiry pada Mata Pelajaran Fiqih dan Dampaknya terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII/A MTs Putri NW Narmada Kasih, Widia Nita
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran Fiqih di madrasah masih terpaku pada model pembelajaran konvensional, sehingga kegiatan pembelajaran hanya didominasi oleh aktivitas guru, siswa tidak leluasa bereksplorasi sehingga berpengaruh pada motivasi belajar yang berkurang. Artikel ini membahas penerapan metode inquiry pada mata pelajaran fiqih di madrasah dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian dirancang dengan menggunakan Penelitain Tindakan Kelas (PTK). Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus. Peningkatan motivasi belajar siswa diperoleh pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 24.2286. Metode Inquiry dapat meningkatkan motivasi belajar siswa apabila dalam penerapan kegiatan belajar mengajarnya guru: (1) membimbing siswa untuk memecahkan masalah, bukan menjelaskan materi; (2) memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat kesimpulan; (3) memaksimalkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Peran Guru dalam Membina Kerukunan Umat Beragama (Studi Pengembangan Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Pemenang Lombok Utara) Azkar, Muh.
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Guru adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial. Di tengah masyarakat yang plural baik dari segi agama ras, dan suku, maka guru sebagai tokoh harus terlibat dalam membina hubungan antarkelompok tersebut sebagaimana yang dilakukannya di sekolah pada peserta didik. Nilai-nilai pluralisme dan sikap toleransi yang diajarkan pada peserta didik di sekolah harus mampu ditransformasikan ke lingkungan masyarakat. Artikel ini menguraikan tentang pengembangan kompetensi sosial guru PAI SMAN 1 Pemenang Lombok Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI mampu berinteraksi dan menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat. Ini dibuktikan melaui kedudukan dan peran yang diberikan oleh masyarakat baik dalam bidang keagamaan maupun dalam bidang sosial kemasyarakatan. Sebagai tokoh agama, ia membimbing dan mendidik umat sesuai dengan tuntutan ajaran agama. Sedangkan sebagai tokoh masyarakat, ia adalah pengayom dan pelindung masyarakat.
MADRASAH: SEJARAH KELAHIRANNYA HINGGA NIZAMIYYAH Muliadi, Erlan
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam awal yang didirikan oleh Nizam Al Mulk pada masa pemerintahan Dinasti Saljuq. Madrasah sebagai sebuah institusi yang mampu mengantarkan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam dan selanjutnya berkontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Barat. Dalam sejarah berdirinya madrasah, terdapat dua teori yang menjelaskan tentang proses transformasi dari masjid ke madrasah. Teori pertama dari Ahmad Shalaby menyatakan bahwa proses transformasi madrasah terjadi secara langsung yaitu dari masjid ke madrasah, sedangkan George Makdisi menyatakan bahwa transformasi berlangsung melalui perantara masjid-khan kemudian menjadi madrasah. Terlepas dari pertentangan proses transformasi madrasah tersebut, dalam catatan sejarah bahwa madrasah merupakan lembaga par exellenxe. Madrasah berkembang menjadi sebuah lembaga pendididkan Islam yang mampu melahirkan tokoh-tokoh muslim dari zaman dahulu hingga sekarang.
Peran Awiq-awiq Pisuke dalam Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Bidang Pendidikan di Desa Padamara Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Padli, Erwin
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisuke merupakan ritual adat Masyarakat Sasak yang diselenggarakan baik pra maupun pasca pernikahan. Pisuke merupakan pemberian berbentuk barang atau materi dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. artikel ini bertujuan untuk menguraikan konsep pisuke, penerapan, dan dampaknya pada masyarakat Desa Padamara, Sukamulia, Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa, masyarakat Desa Padamara memiliki konsepsi dan penerapan yang berbeda dengan masyarakat Lombok pada umumnya tentang pisuke. Awiq-awiq pisuke yang diterapkan memiliki banyak dampak. Salah satu dampak positif tradisi pisuke adalah memicu peningkatan partisipasi pendidikan perempuan di Desa  Padamara.
Penerapan Metode Inquiry pada Mata Pelajaran Fiqih dan Dampaknya terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII/A MTs Putri NW Narmada Kasih, Widia Nita
EL-HIKMAH Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran Fiqih di madrasah masih terpaku pada model pembelajaran konvensional, sehingga kegiatan pembelajaran hanya didominasi oleh aktivitas guru, siswa tidak leluasa bereksplorasi sehingga berpengaruh pada motivasi belajar yang berkurang. Artikel ini membahas penerapan metode inquiry pada mata pelajaran fiqih di madrasah dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian dirancang dengan menggunakan Penelitain Tindakan Kelas (PTK). Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus. Peningkatan motivasi belajar siswa diperoleh pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 24.2286. Metode Inquiry dapat meningkatkan motivasi belajar siswa apabila dalam penerapan kegiatan belajar mengajarnya guru: (1) membimbing siswa untuk memecahkan masalah, bukan menjelaskan materi; (2) memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat kesimpulan; (3) memaksimalkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Page 1 of 2 | Total Record : 12