cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM PSIKOANALISIS BERBASIS ISLAM UNTUK MENGURANGI KECEMASAN MORAL PADA REMAJA Nisa’, Auliyatun
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Bimbingan dan Konseling Psikoanalisis Berbasis Islam untuk mengurangi kecemasan moral pada remaja. Bimbingan dan Konseling Psikoanalisis Berbasis Islam ini lahir sebagai wujud modifikasi dari pendekatan Psikoanalisis Sigmund Frued. Konsep yang dimaksud adalah konsep tentang struktur kepribadian manusia, yang mencangkup pada Id, Ego dan Superego dan konsep Unconscious.Praktek terapi psikoanalisis yang dilakukan adalah teknik untuk membuka alam ketidaksadaran, meliputi Asosiasi Bebas (Free Association), Analisis Kepribadian (Analysis of Histories), Analisis Resistensi (Analysis of Resistance), Analisis Tranferensi (Analysis of Tranference) dan Interpretasi (Interpretation).Konsep Islam yang ditambahkan dalam bimbingan dan konseling psikoanalisis ini adalah konsep tentang Fitrah manusia. Yakni kesadaran bahwa potensi dasar manusia adalah makhluk beragama. Sebagai makhluk yang beragama dan mengakui tentang Allah SWT, individu dituntut untuk menjadi makhluk yang selalu mengingat bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT. Selain itu, konsep fitrah juga akan menggiring individu untuk lebih optomis dalam mengembangkan kemampuan dasarnya dengan rasa tanggung jawab dan niat ibadah kepada Allah SWT.Praktik bimbingan dan konseling psikoanalisis berbasis islam menggunakan metode small grup dengan bimbingan kelompok dan konseling individu. Bimbingan kelompok diberikan di awal proses dengan metode Mirror, yaitu metode yang menggali pemahaman diri dengan beberapa perspektif. Metode tersebut dihadirkan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan yaitu 1) dari mana aku berasal ? 2) mengapa aku dilahirkan dan 3) siapa aku. Pertanyaan ketiga adalah kesimpulan bahwa individu tersebut adalah makhluk Allah denga fitrah Tauhidnya. Tujuan dari bimbingan dan konseling psikoanalisis berbasis islam ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran tentang fitrah dirinya. Dan akan mengembalikan beberapa kenangan atau pengetahuan yang selama ini terpendam dalam alam bawah sadar. Manusia yang sehat menurut bimbingan dan konseling ini adalah manusia yang mampu untuk menyelesaikan masalahnya dan mampu mengembangkan potensinya dengan kreatif sesuai dengan ajaran dan norma-norma agama.
ETIKA KONSELING DALAM KONTEKS LINTAS BUDAYA DAN AGAMA Masruri, Masruri
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religion and culture are two entities have always been inherent in human life as social beings. The synergy between religion and culture in affecting the life order of human becomes a uniqueness part in the plural society, the diversity of religion and culture in a society with each having belief, thought, paradigm, values, and norms. It becomes a challenge for counselors to have competence in the field of cultural skills, in understanding the diversity of cultural values and religion. The urgency of that understanding is to avoid cultural bias and religion between counselor and counselee. Thus, the counselors are required to have a cultural sensitive and to develop tolerant attitude in the diverse of population, especially for counselors who work in educational settings. The diverse problem of religions and cultures become problems, which often appear on the surface, such as the harassment of religious teachings, traditions, gender issues.
KENDALA DAN SOLUSI PENERAPAN KONSELING KELUARGA DALAM MENANGANI SISWA TERLAMBAT Mindrewati, Mindrewati
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa terlambat merupakan masalah utama yang dihadapi oleh MTs Negeri 1Mataram, terkait dengan kedisiplinan. Banyak upaya penanganan telah dilakukan, namun belum cukup efektif untuk mengatasinya. Pelibatan orangtua melalui konseling keluarga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui kendala-kendala dalam menerapkan konseling keluarga, 2) untuk mengetahui faktor penyebab munculnya kendala-kendala tersebut, dan 3) untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala dalam penerapan konseling keluarga dalam menangani siswa terlambat di MTs. Negeri 1 Mataram tahun pelaaran 2013/2014. Subjek penelitian terdiri atas 7 orang siswa yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria terlambat ≥ 6 kali.Konseling keluarga diberikan selama 2 minggu, namun sebelum dan sesudahnya, dilakukan pengamatan kehadiran siswa di sekolah, masing-masing selama 3 minggu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif, menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kendala-kendala yang dihadapi tidak saja berasal dari diri siswa dan orang tuanya, tetapi juga berasal dari pihak sekolah. 2) faktor penyebab munculnya kendala tersebut adalah: (a) kurang lengkapnya data tentang orang tua siswa/wali murid, (b) perbedaan domisili antara siswa dan orang tuanya, (c) kurang kooperatifnya siswa dan orang tua siswa/wali murid selama kegiatan konseling, (d) belum terjalinnya koordinasi internal, antaratenaga kependidikan dan guru (guru mapel dan wali kelas) dengan guru konselor. 3) upaya penanganan siswa terlambat melalui penerapan konseling keluarga difokuskan pada upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang berasal dari diri siswa, orang tua dan internal sekolah, dengan cara: (a) melengkapi biodata siswa terutama yang berkaitan dengan data kedua orang tuanya/wali murid, (b) meningkatkan pemahaman dan kerjasama antara pihak sekolah dengan siswa dan orang tuanya/wali murid, dan (c) meningkatkan koordinasi internal, yakni antara tenaga kependidikan dan guru, serta konselor sekolah
INSTRUMEN DAN MEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Nurviyanti, Vivi
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrument and media in guidance and counseling services are tools used in helping a counselor or psychiatrist in resolving the problems faced by the students or individuals, until the students’ problem or individuals can be resolved soon. Nowadays, the implementation of guidance and counseling services can be said that it has run in various level of education, such as: kindergarten, elementary school, junior high school, and senior high school. Although we can say that it has run, however the implementation has not been maximal yet. Because the implementation of guidance and counseling services have not been maximal yet, the researcher was interested in discussing about the use of instrument and media in guidance and counseling services, including the instruments used are based on analysis of data and the needs of the students.
MOTIVASI BELAJAR SISWA VERSUS KEBUTUHAN BERTINGKAT ORANG TUA “STUDI KASUS DI SDN 1 JEMBATAN KEMBAR TIMUR” Fathuryadi, Fathuryadi
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya globalisasi dalam segala aspek kehidupan berdampak pada rapuhnya garis pembatas antara desa dan kota. Hal demikian terlihat dari aspek pendidikan yang hadir di desa-desa menyebabkan akses pendidikan mudah diraih semua kalangan. Di samping itu juga, hadirnya pendidikan di tengah masyarakat pedesaan menjadi pekerjaan rumah yang masih belum dapat terselesaikan hingga hari ini. Hal demikian tentu karena dukungan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka masih setengah hati. Ketidak fahaman orang tua terhadap pendidikan bagi anak-anak akhirnya para orang tua melepas anak-anak mereka di sekolah hanya sekedarnya saja. Aktivitas mereka tersita dengan hanya bergelut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mencari uang untuk makan satu hari disebabkan oleh kebutuhan yang semakin tinggi, belum lagi orang tua yang tidak punya pekerjaan menjadi soal tersendiri. Oleh karenanya, dalam kajian psikologi, kita akan menemukan motivasi manusia untuk bertindak yang disasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan akan pemenuhannya, inilah yang disebut dengan kebutuhan bertingkat. Abraham Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi lima kebutuhan secara hirarkis. Pertama, kebutuhan dasar fisiologis. Kedua, kebutuhan rasa aman. Ketiga kebutuhan rasa cinta dan rasa memiliki. Keempat, kebutuhan rasa harga diri. Kelima, kebutuhan akan aktualisasi diri.
PERKEMBANGAN MEDIA TULIS-MENULIS DAN PENYEBARAN TULISAN DI DUNIA ISLAM Rohana, Rohana
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media tulis-menulis yang diciptakan manusia merupakan sebuahcerminan dari kemajuan peradaban yang diraih manusia dalam kehidupannya. Pada generasi awal, media tulis-menulis untuk menyampaikan pesan menggunakan pohon atau kayu, batu, dan lempengan. Selanjutnya menggunakan semacam papyrus dan kain Perca. Kemudian generasi selanjutnya menggunakan semacam kertas. Perkembangan yang sangat canggih yaitu melalui komputer. Kehadiran internet dan media onlinepun mewarnai perkembangan media tulis menulis terkait konteksnya dalam penyebaraninformasi tersebut. Dalam dunia Islam, beberapa media tulis-menulis yang berhasil diciptakan manusia tersebut juga dimanfaatkan untuk mempermudah penyebaran informasi Islam, seperti untuk penulisan mushhaf-mushhap al-Qur’an. Sejarah perkembangan peradaban Islam diakui atau tidak merupakan buah hasil dari kegiatan tulis menulis yang dilakukan secara intens dan mendalam oleh umat Islam.