cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
PERKEMBANGAN MEDIA TULIS-MENULIS DAN PENYEBARAN TULISAN DI DUNIA ISLAM Rohana, Rohana
AL-TAZKIAH Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media tulis-menulis yang diciptakan manusia merupakan sebuahcerminan dari kemajuan peradaban yang diraih manusia dalam kehidupannya. Pada generasi awal, media tulis-menulis untuk menyampaikan pesan menggunakan pohon atau kayu, batu, dan lempengan. Selanjutnya menggunakan semacam papyrus dan kain Perca. Kemudian generasi selanjutnya menggunakan semacam kertas. Perkembangan yang sangat canggih yaitu melalui komputer. Kehadiran internet dan media onlinepun mewarnai perkembangan media tulis menulis terkait konteksnya dalam penyebaraninformasi tersebut. Dalam dunia Islam, beberapa media tulis-menulis yang berhasil diciptakan manusia tersebut juga dimanfaatkan untuk mempermudah penyebaran informasi Islam, seperti untuk penulisan mushhaf-mushhap al-Qur’an. Sejarah perkembangan peradaban Islam diakui atau tidak merupakan buah hasil dari kegiatan tulis menulis yang dilakukan secara intens dan mendalam oleh umat Islam.
KONSELING MULTIKULTURAL SEBUAH PARADIGMA BARU UNTUK ABAD BARU Yusuf, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya tulisan ini merupakan terjemahan dari buku yang berjudul Multikultural Issues in Counseling: New Approaches to Diversity pada bagian pertama yang disajikan oleh Courtland C. Lee and Cara J. Ramsey. Akan tetapi, penulis coba kembangkan dengan refrensi-refrensi lainnya yang sama-sama mengkaji tentang konseling dalam  konteks budaya. Mengingat, masyarakat Indonesia yang sangat kaya akan budaya, baik dari segi etis, suku, dan ras sehingga penulis menganggap kajian-kajian budaya dalam proses pelaksanaan konseling adalah suatu hal yang signifikan guna membantu konselor dalam memahami  lebih luas dari permasalahan konseli.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
KONTEKS TUGAS DAN EKSPEKTASI KINERJA KONSELOR PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF HISTORIS-YURIDIS-NORMATIF Awwad, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja konselor di seting pendidikan sebagai bagian integral dalam sistem pendidikan, sesuai dengan apa yang diamanatkan UU Nomor 20 tahun 2003 Pasal 1 ayat 6 tentang sistem pendidikan nasional. Diskursus bimbingan dan konseling di Indonesia mulai berkembang pada tahun 1960-an. Perkembangan tersebut berawal dari seting pendidikan, kemudian meluas pada lembaga-lembaga sosial dan organisasi swasta. Hal ini menjadi perbedaaan mendasar jika dibandingkan dengan sejarah kemunculan bimbingan dan konseling di Amerika. Pertumbuhan bimbingan dan konseling diAmerika berawal dari usaha Frank Parson dalam memfasilitasi pemuda Amerika untuk menggali potensi dan menyediakan layanan informasi vokasional (karir) yang berkembang akibat dari revolusi industri. Keberhasilan kinerja Frank Parson kemudian mengilhami pemerintah Amerika untuk memasukkan layananbimbingan dan konseling ke dalam seting pendidikan. Jesse B. Davis adalah pelopor yang mengembangkan layanan bimbingan dan konseling ke ranah pendidikan. Dalam konteks Indonesia peran penting konselor dalam mensuport perkembangan, prestasi peserta didik, dan mempersiapkan kesuksesan dibidang karir, hal ini terbukti dengan semakin meluasnya peran konselor dalam dunia pendidikan. Misalnya, kurikulum 2013 yang mengamanatkan program peminatan yang harus diampu oleh konselor. Selain itu, lembaga-lembaga dinas sosial, dan organisasi swasta juga memberikan kepercayaan kepada konseloruntuk dapat memberikan pelayanan. Terbukti secara mendadak kebutuhan konselor semakin meningkat tidak hanya pada seting pendidikan, akan tetapi di tempat-tempat rehabilitasi dan lembaga-lembaga lainnya. Kebutuhan-kebutuhan yang dimaksud seperti konselor pendidikan, konselor anak usia dini, konselor krisis, dan konselor lansia.
KORELASI SIKAP PERCAYA DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR Sukarman, Sukarman
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya diri menimbulkan rasa optimisme terhadap berbagai macam keadaanyang akan dihadapi. Ketika individu memiliki sikap percaya diri yang rendah akan rentan mengalami rasa pesimisme terhadap sesuatu yang dialami dan cenderung akan menyalahkan orang lain. Hal yang demikian juga dapat terjadi pada peserta didik yang akan menyebabkan motivasi belajarnya menjadi terhambat dan cenderung untuk menempuh segala cara untuk menghindari kegagalan yang akan dialaminya. Tulisan ini mengkaji topik bahasan tentang apakah ada korelasi antara sikap percaya diri dengan motivasi belajar pada siswa SMP Mataram? Metode penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dan subyek penelitian terdiri dari 35 siswa SMP di Mataram. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai hitung dalam penelitian ini adalah 0,9 sedangkan nilai tabel dengan taraf signifikan 5% dan N = 35 adalah 0,334. Berarti hitung tabel (0,911 0,334). Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai korelasi product moment yang diperoleh dalam penelitian ini adalah lebih besar daripada nilai tabel, maka dapat dikatakan bahwa hipotesis nilai (Ho) ditolak yaitu tidak ada korelasi antara kepercayaan diri dengan motivasi belajarpada siswa SMPN di Mataram dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berarti adakorelasi antara kepercayaan diri dengan motivasi belajar pada siswa SMPN diMataram.
BIMBINGAN KONSELING BERBASIS QUR’ANI DALAM MENGENTASKAN PROBLEMATIKA STRESS maliki, maliki; m.luthfi, m.luthfi
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress merupakan salah satu penyakit internal seseorang yang menyebabkan terganggunya psikis dan fisik individu dan seringkali tidak disadari menjalar di sela-sela kehidupan manusia. Faktorfaktor yang mempengaruhi stress seperti: masalah perkawinan, problematika orang tua, hubungan interpersonal, pekerjaan, lingkungan hidup, keuangan, hukum, perkembangan, penyakit fisik dan keluarga. Adapun cara untuk menanggulangi stress yaitu mendirikan shalat, membaca al-Qur’an dan diluar shalat seperti berdo’a dan meminta pertolongan
PSIKOLOGI DAN KONSELING ISLAM Zulkarnain, Zulkarnain
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secaraterus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam tulisan ini ingin diangkat permasalahan tentang apakah urgensi dari disiplin ilmu Psikologi dan Bimbingan Konseling Islam dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh klien (dalam hal ini siswa-siswa di sekolah yang bermasalah?) Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau analisis dokumenter berkenaan dengan apa yang sudah dikemukakan oleh para ahli psikologi, lebih utama lagi oleh para ahli konseling Islam. Yang mana dari uraian data yang dikemukakan terkuak urgensitas, bahwa dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah/madrasah, bukan terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).
PENYELENGGARAAN KARTU PRIBADI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH Halid, Wildan
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this research, the researcher will explain the practical parts, how is the initial process until the next process about conducting personal card especially at school. The personal card is very important so it is very in need to promptly carried out, from a personal card a guider can be identified in all majors, either the guidance or counseling. The counseling process in the school will go well if all of the data about the counselee is complete. The relation of implementation of the personal card is an Islamic Guidance Counseling teacher can easily find out a child or her/his life outside school, what activities outside school, with whom she/he gets along and the important thing is about her/his spiritual level. The conclusion of this reseach was first, the personal card is a list that contains all the aspects from of the circumstances of the child. Second, from this personal card the guider can shove off into all the majors, both for guidance as well as counseling. Third, the data to be quickly retrived, Fourth, the material in the personal card, fifth, facilitate the counseling process.
URGENSI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Awwad, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhuk ciptaan Allah yang sempurna dan dianugerahi potensi sebagai khalifah di muka bumi. Kesempurnaan yang dimiliki manusia tidak hanya dari segi fisik, akan tetapi manusia dianugerahi akal yang potensinya dapat melampui batas kemampuan yang dimiliki oleh semua makhluk ciptaan Tuhan. Terlepas dari cacat fisik, seperti anak berkebutuhan khusus. Faktaempiris membuktikan bahwa begitu banyak anak berkebutuhan khusus yang sudah menunjukkan kemampuannya seperti layaknya orang-orang normal, bahkan melebihi orang-orang yang normal. Di sisi lain, anak berkebutuhan khusus juga dapat mengalami masalah-masalah psikologis seperti masalah psikologis yang dialami oleh manusia normal, yang dipandang dapat menghambat perkembangan potensinya. Berangkat dari kesadaran tersebut,tulisan ini akan mendeskripsikan karakter dan jenis anak berkebutuhan khusus disertai problem-probem psikologis yang dapat dialaminya. Selain itu, penulis juga mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya catat fisik dan psikis pada anak berkebutuhan khusus dan bentuk-bentuk layanan bimbingan dankonseling yang dapat diberikan bagi anak berkebutuhan khsusus. Sifat bimbingan dan konseling yang tidak hanya berorientasi pada pemecahan masalah (kuratif-korektif ), akan tetapi sifat bimbingan dan konseling seperti preservatif, preventif dan developmental juga dapat diterapkan bagi anak berkebutuhan khsusus.
JADAL DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN DAN KONSELING Himsonadi, Himsonadi; Darmawan, Rudi
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-qur’an merupakan kitab Suci yang berisi kebenaran yang jelas dan terperinci yang menjangkau segala aspek kahidupan. Eksistensinya tidak akan pernah mengalami perubahan. AlQur’an merupakan pedoman normatif-teoritis bagi pelaksanaan pendidikan Islam yang memerlukan penafsiran lebih lanjut bagi operasional pendidikan Islam lebih lanjut. Isi Al-Qur’an mencakup seluruh dimensi manusia dan mampu menyentuh seluruh potensi manusia, baik itu dalam bidang bimbingan dan konseling yang diberikan kepada manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapi di dalam kehidupan ini. Dalam membuktikan kebenarannya serta mematahkan argumen orang yang menantangnya, Al-Qur’an menggunakan apa yang disebut jadal. Dalam pemakaian bahasa Indonesia diartikan dengan debat. Debat merupaka sebuah dialog, diskusi, dan tanya jawab dalam memecahkan permasalahan, metode debat dapat digunakan dalam dunia pendidikan khusunya pendidikkan Islam dan bimbingan konseling khususnya dalam penerapan konseling. Jadal adalah saling bertukar pikiran atau pendapat dengan jalan masing-masing berusaha berargumen dalam rangka untuk memenangkan pikiran atau pendapatnya dalam suatu perdebatan. Berbagai batasan pengertian tentang Jadal dirumuskan para ulama’ namun pada dasarnya mengacu pada perdebatan serta usaha menunjukkan kebenaran atau membela kebenaran yang ditujunya dengan berbagai macam argumentasi.