cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
ANALISIS PERBEDAAN QIRAAT PADA AYAT-AYAT BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Aulia, Fitri
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quran is the center of human attention and progress (man and his betterment).Quran with all its uniqueness universal must continue to be studied by all the Muslims. Especially if you pay attention to its function as a survival guide and legal basis for the life of Muslims. Belong to the realm of scientific development of Islamic counseling. Counseling is a product of Islamic culture and ideals of the UIN LOVE interconnect integration. The purpose of this study is to identify the existence of differences in the number of verses qira’ah Counseling. Method that used is library research, with content analysis. The result of this research is, find three entries based Islamic guidance and counseling is: An-Nahl: 125, Ali-Imran: 104, and Ali-Imran: 110. The entry of dissimilarity is An-Nahl: 125. There are in a word “ وَھُوَ although it’s not principle, and not given big effect for the application servis of guidance and counseling.
TEORI KONSELING (SUATU PENDEKATAN KONSELING GESTALT) Kholifah, Kholifah
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia pasti memiliki permasalahan, apakah masalah tersebut sebagai implikasi dari ketidakmampuan dalam menyikapi lingkungan yang kurang kondusif, atau lingkungan personal yang tidak mampu diorganisasikan sehingga mengakibatkan lahirnya perilaku-perilaku abnormal.  Pendekatan konseling Getstal ingin memperbaiki individu dengan memfokuskan pada perspektif kekinian, yaitu melalui proyeksi fenomena masa lampau dengan kondisi yang ada saat ini.  Efektivitas kolaborasi konselor dengan konseli sangat menentukan keberhasilan dalam proses konseling karena ditekankan pada sikap kemandirian konseli dalam menyelesaikan problemnya. Sedangkan, konselor hanya bertugas mentransformasikan pengetahuan dan membantu konseli dalam menemukan akar dari permasalahan serta membantu konseli menemukan cara untuk menyelesaikan permasalahan.
Konsep Kecerdasan Emosi Daniel Goleman Dan Relevansinya Terhadap Kesehatan Mental Manusia Istiani, Raudatun
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang begitu pesat, bukan hanya dibidang teknologi, informasi, kedokteran, pertanian, akan tetapi juga di bidang psikologi dan konseling seperti konsep tentang kecerdasan manusia dan kesehatan mental manusia. Kesehatan emosi sangat berpengaruh bagi kesehatan mental, seorang yang belum memiliki kecerdasan emosi biasanya akan mudah mengalami gangguan kejiwaan, dan mudah larut dalam kesedihan jika mengalami kegagalan. Apabila muncul perilaku-perilaku negatif yangdisebabkan oleh kurangnya kecerdasan emosi akan merugikan bagi orang lain yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu, kecerdasan emosi sangat diperlukan bagi setiap orang,karena dengan kecerdasan emosi orang akan memiliki rasa introspeksi yang tinggi,sehingga manusia tidak akan mudah marah, egois, tidak mudah putus asa, dan selalu memiliki rasa lapang dada dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dalam kesehatan mental kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri disebut sabar. Sifat ini pula yang menjadikan manusia sehat mentalnya.
MENGENAL GANGGUAN KEPRIBADIAN SERTA PENANGANANNYA Ripli, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepribadian sering disamakan dan digunakan secara bergantian dengan istilah watak atau karakter dan tempramen, padahal masing-masing istilah tersebut berbeda. Watak adalah aspek sosial dari kepribadian manusia, sedangkan tempramen adalah aspek badaniah dari kepribadian. Gangguan yang dimaksuddalam konteks ini adalah gangguan sebagai bagian dari tingkah laku psikopisis seseorang yang dinamis dan dibentuk oleh proses perkembangan jiwa, jasmani, dan kehidupan sosialnya. Tulisan ini menemukan bahwa ada tiga aspek gangguan kepribadian: Pertama, gangguan pola kepribadian. Kedua, gangguan sifat kepribadian. Ketiga, gangguan kepribadian sosiopatik. Adapun terapi atau penanganannya: Pertama, terapi psikofarmaka ditujukan pada kecemasan dengan obat-obat anti cemas (ansiolitik). Kedua, psikoterapi (termasuk terapi keagamaan) ditujukan pada gangguan kecemasan dan kepribadian. Ketiga,terapi sosial ditujukan kepada permasalahan pekerjaan dan pemulihan kemampuan penyesuaian diri re-adaptasi dalam fungsi kehidupannya.
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI SERAYU YOGYAKARTA Maliki, Maliki
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Negeri Serayu Yogyakarta merupakan salah satu sekolah unggulan. Hal itu dapat dilihat dari beberapa prestasi siswa, seperti penghargaan dalam berbagai bidang, baik dalam tingkat kota, provinsi ataupun nasional. Meskipun SD Negeri Serayu merupakan sekolah unggulan, tetapi hasil observasi yang ditemukan oleh peneliti terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pertanyaan penelitian ini adalah: Apa faktorfaktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas V SD Negeri Serayu, dan bagaimanan implementasi layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas V SDNegeri Serayu Yogyakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa; faktor-faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa kelas V SD Negeri Serayu berasal dari diri anak dan luar anak, dengan bentuk kesulitan seperti gangguan dalam belajar, pencapaian rendah dan siswa lambat. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar kelas V SD Negeri Serayu dilakukan dengan memberikan layanan konseling individual, layanan konseling teman sebaya dan kolaborasi orang tua murid.
PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT)DALAM MEREDUKSI KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PENYANDANG TUNADAKSA (Penelitian di Panti Asuhan Nurul Haq, Yayasan Madania, Jalan Janti GemakNomor 88 Gedong Kuning Banguntapan Bantul, Yogyakarta) Nurodin, Nurodin
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan dalam menghadapi dunia kerja merupakan permasalahan cukup normal yang dialami oleh penyandang tunadaksa dengan kondisi fisik yang tidak normal. Gangguan kecemasan pada tunadaksa apabila sudah berlebihan akan mengakibatkan ketidaknyamanan yang mengganggu stabilitas kehidupan. Kecemasan pada tunadaksa ini jika dibiarkan tanpa adanya penanganan, akan memunculkan masalah baru yang lebih besar yang menghambat keberlangsungan hidupnya dimasa yang akan datang. Tesis ini memiliki desain single case pre-testdan post-test eksperimentaldengan menggunakan pendekatan Cognitive Behavior Teraphy (CBT)dalam mereduksi kecemasan menghadapi dunia kerja yang dialami penyandang tunadaksa. Permasalahan yang dialami seperti merasa tidak mampu, takut menghadapi resiko dalam bekerja, kurang siapnya mentalitas untuk bekerja dan belum bisa mengambil keputusan sendiri dalam bekerja. Adapun waktu treatmentyang diberikan sebanyak sepuluh kali sesi pertemuan dengan alokasi waktu kurang lebih 45-60 menit pada setiap sesi. Dari hasil pengukuran menunjukan penerapan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) penyandang tunadaksa dapat mereduksi kecemasan menghadapi dunia kerja yang dialami. Hal ini terlihat adanya penurunan setelah mengikuti treatmentpada komponen penyebab kecemasan yaitu: (a) kognitif yang meliputi: berfikir irasional, pembicaraan negatif dalam diri, (b) emosi; takut, mudah tersinggung, khawatir, menekan perasaan, tidak mampu mengendalikan perasaan, psikologis (fisik); gelisah, berkeringat,lambung tidak nyaman, (d) behavior (perilaku); waspada (berlebihan), detak jantung tidak normal, (e) Pekerjaan; merasa tidak mampu, tidak siap bersaing. Dengan demikian pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) efektif dalam mereduksi kecemasan menghadapi dunia kerja penyandang tunadaksa.
RESOLUSI KONFLIK DALAM ETIKA ISLAM ( Telaah Pemikiran Tasawuf Hamka ) Azwandi, Azwandi
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya radikalisme, terorisme dan konflik-konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal berlatar belakang sosial, keagamaan dan lainnya selama ini, sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh faktor dari diri dalam manusianya itu sendiri. Manusia telah melanggar dan sudah tidak memiliki etika dalam pergaulan dan berkehidupan. Manusia telah kehilangan jati diri sebagai pengemban amanah atau kholifah di bumi, telah kehilangan rasa kasih sayang, keadilan, dan tidak mampu menahan dan mawas diri, sehingga hal inilah yang melahirkan keberingasan, menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang diinginkan. Untuk itu, sebagai upaya meredam persoalan ini, dibutuhkan sebuah etika global, yang bisa dijadikan sebagai pegangan dalam berkehidupan. Dan dalam kaitan ini, etika Islam dari sudut tasawuf perspektif Hamka bisa dijadikan sebagai acuan dalam membangun perdamaian dan sebagai resolusi konflik.
KONSELING TRAUMATIK (Pendekatan Cognitif-Behavior Therapy) Setiawati, Etty
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is one of the countries that are frequently hit by natural disasters, and not a few of the consequences of such natural disasters inflict many victims. Moreover, many of the survivors suffered psychological trauma. Departing from that fact, the government should prepare individuals who are skilled in dealing with the traumatic case that experienced by the victims of natural disasters.  Trauma is an emotional condition expanded after the inconvenience traumatic event, sadden, frightening, worrying, disappointing, such as rape, combat, physical violence, accidents, natural disasters, and the certain events that make the inner counselee depressed. Counseling in traumatic case refers to a therapeutic help are directed to change the attitudes and behavior of the traumatic counselee. Carried out face to face between counselee and counselor; through interview techniques with the counselee so that the problem about what they have experienced will be resolved. One of therapy approaches can be applied by professional counselors is Cognitive Behavior Therapy (CBT). Aaron T. Beck defines CBT is the counseling approach that is designed to resolve the counselee problem at this time by doing cognitive restructuration and behavior deviant. CBT undertaken with cognitive restructuration and exposure.
BIMBINGAN DAN KONSELING DI sEKOLaH DASAR [Suatu Pendekatan Imajinatif] Maliki, Maliki
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknyaberbagai disiplin ilmu yang hadir dalam dunia pendidikan saat ini, maka sebanyak itu pula tantangan yang harus dihadapi oleh para guru. Oleh karenanya, para guru di tuntut untuk selalu kreatif dan imajinatif dalam menghadapi berbagai macam persoalan dalam dunia pendidikan, terlebih dalam konteks pemberian layanan bimbingan konseling. Secara garis besar,pemerintah telah memberikan acuan dasar padaUU Nomor 28 Tahun 1990 untuk pelaksanaan bimbingan dan konseling di SD.Sebagai kelanjutan danpenyempurnaan UU tersebut termanifestasi dalam kurikulum1975 Buku IIIC dan pedoman pelaksanaan bimbingan di SD Tahun 1987. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan bimbingan di SD pada kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan pada sekolah menengah, baik SLTP maupun SMU, terutama yang berkaitan dengan fungsi guru sebagai pembimbing.Dalam tulisan inipenulis akan membahas bagaimana proses pemberian layanan bimbingan dan konseling khususnya di Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan suatu pendekatan yang masih jarang dicoba oleh para guru pada umumnya. Adapun pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan imajinatif.Pendekatan imanjinatif yang penulis maksudkan dalam konteks ini adalah pemberian layananbimbingan dan konseling di SD sebagai cara untuk menggali potensi dan mencoba menggembangakan, membangkitkan kemampuan, minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik.Menurut peneliti pendekatan tersebut dapat memberikan layanan bagi peserta didik untuk mempermudah dalam memenuhi kebutuhannya agar selaras dengan tujuan pendidikan nasional.
PENYESUAIAN SOSIAL ANAK PENYANDANG TUNANETRA (STUDI KASUS MAHASISWI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) Hadi, Syamsul; Hidayati, Yayuk
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan sosial penyandang tuna netra dengan lingkungan dan melihat penerapan dari kategori penyesuaian sosial menurut Hurlock pada anak penyandang tunanetra yang ada di Yogyakarta. Responden penelitian terdiri dari dua orang penyandang tunanetra yang ada di Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Hubungan sosial penyandang tunanetra dengan lingkungan kurang baik, terutama pada aitem kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan sebagai penyandang tunanetra. Teori Hurlock tantang penyesuaian sosial tidak secara keseluruhan aitem yang menjadi kebutuhan bagi anak penyandang tunanetra karena setiap individu memiliki aitem dalam penyesuaian sosial yang lebih diprioritaskan dibandingkan dengan aitem penyesuaian sosial yang lainnya