cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
KONSELING INDIVIDUAL DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA” DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 YOGYAKARTA wijaya, firad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bagaimana bentukbentuk kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 1 Yogyakarta melalui layanan konseling individual dan bagaimana tahapan pelaksanaan layanan konseling individual sebagai bahan pelayanan dalam mengatasi kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Yogyakarta. Data ini bersumber dari konselor sekolah (Guru BK) yang bersangkutan menangani anak kelas IX dan siswa yang pernah di berikan layanan konseling individual dikarenakan bahawa ada beberapa siswa sering melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Objek dalam penelitian ini adalah peroses layanan konseling individual dalam mengatasi kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Yogyakarta, seperti pelanggaran; membolos, merokok, perkelahian antar siswa, dan alpha. Metode pengumpulan data ini menggunakan dengan Observasi, Wawancara. Analisis adata ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara menginterprestasikan data-data yang di peroleh dengan baik guna untuk mendapatkan keabsahaan data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa bentuk-bentuk kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Yogyakarta yang di tangani langsung oleh guru BK dengan layanan konseling individual yaitu jenis atau bentuk kenakalan yang di lakukan oleh sebagian siswa yang bersifat amoral dan asosial yang peneyelesaiannya tidak bisa di atur oleh UU Negara indonesia yakni 1) Bolos sekolah, 2) tauran antar siswa, 3) merokok, 4) sering tidak masuk sekolah (Alpha). Dan upaya pelaksanaan layanan konseling individual di sekolah tersebut yaitu: 1) Tahap perencanaan, melalui indentifikasi masalah siswa, menentukan waktu pelaksanaan, menyiapkan tempat dan perangkat layanan, menetapkan fasilitas layanan, dan menyiapkan kelengkapan administrasi, 2) pelaksnaan layanan, hal yang di lakuakan oleh seorang guru BK pada tahap pelaksanaan yaitu membahas masalah klien, pengentasan masalah, memantapkan dan membantu klien dalam menyelesaikan masalah, 3) Evaluasi, 4) Laporan, dan 5) tindak lanjut.
Penghayatan Nilai-Nilai Islam (Kredo) dan Self Concept Remaja pada Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta) Aulia, Fitri
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent is phase transitions between stages of children with the adult stage. Adolescent is a unique individual learning and prone to learning disorders experienced since the phase transition. Self-concept is a discussion that influence birth of learning disorders. Then the formation of a positive self concept being seriously considered for the part of the private childbirth emotionally mature, intellectually, and socially. Appreciation of the values of Islam are termed Creed values human cherished beliefs, which led him in thought and action, because every human being is required to make smart decisions in the form of planning, implementation, assessment, and riskassessment and acceptance of any decision responsible. Formulation of the problem in this study, (1) How does self concept on adolescent self?, (2) How is appreciation of the values of Islam (creed) teens teens self concept formed?. The research method used was qualitative. The conclusion is, adolecent have a building that is very prone to self concept, considering the number of changesexperienced, both in terms of boilogis (ripening hormone-hormone in his body), emotional and cognitive (as the effect of changes in her hormone). The low self-concept creed on the subject, very easily influenced by factors outside themselves, such as school, family, and social environment, which resulted in high and low self concept owned, and influence the decision making process in itself.
PERAN BIMBINGAN KONSELING GURU BK DALAM PENANGGULANGAN DAMPAK PSIKOLOGIS ANAK PUTUS SEKOLAH (DI SMK NW WANASABA TAHUN PELAJARAN 2014/2015) Suriyanti, Sri
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pendidikan Islam dalam konteks Islam adalah sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusiadari aspek-aspek rohani dan jasmani yang harus berkembang secara bertahap. Adapun masalah-masalah yang diteliti, yaitu faktor-faktor yang menyebabkananak putus sekolah dan bagaimana peran bimbingan konseling terhadap anakyang putus sekolah. Upaya-upaya yangdilakukan guru BK dalam menuntaskankesulitan untuk melanjutkan sekolah siswa, khususnya siswa yang mengalamikesulitan pembiayaan untuk melanjutkan pendidikannya, yaitu memberikan dukungan dan motivasi, memberikan keringanan dalam pembayaran spp sertamembangkitkan perhatian peserta didik agar dia bisa melanjutkan pendidikan dan selalu menghargaipeserta didiknya yang kurang mampu. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui proses wawancara, penerapanbimbingan yang diberikan kepada peserta didiknya. Data tersebut diperolehmenggunakan metode kualitatif. Selanjutnya, hasil penelitian yang diperoleh adalah data guru,data murid, struktur organisasi sekolah, data anak putus sekolah dan saranaprasarana. Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa peran BimbinganKonseling Guru BK dalam Penanggulangan Dampak Psikologis Anak PutusSekolah di SMK NW Wanasaba Kecamatan Wanasaba Kabupaten LombokTimurTahun Pelajaran 2015.
MOTIVASI MAHASISWA MEMILIH JURUSAN BKI Winengan, Winengan
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam merupakan jurusan terbaru yang ada dilingkungan Fakultas dakwah IAIN Mataram. Meskipun berada di lingkungan fakultas yang selama ini langka peminat, namun di luar dugaan, jurusan ini mendapatkan respon yang cukup baik dari masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah peminatnya yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sedangkan menurut hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 mengungkapkan, bahwa para peminat jurusan ini lebih banyak didapatkan informasi dari teman-teman sekolahnya dibandingkan dengan media sosial/pola sosialisasi lainnya. Adapun motivasi mahasiswa memilih jurusan ini cukup idealis, karena datang dari dalam diri mereka sendiri (instrinsik), yaitu ingin mengkaji ilmu bimbingan dan konseling Islam.Kata
ETIKA PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD SEBAGAI LANDASAN KESALEHAN SOSIAL Hariyanto, Ishak
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethics is the important role in human life, just imagine a world without ethics and morals, then the consequences will be a world where no one has a conscience and no one will ever feel guilty or sorry for what they did or did not do.  According to Freud, he said that human is deterministic because is determined by unconscious irrational power, the unconscious motivation, biological encouragement, and instinctive encouragement. Human has always been the pursuit of perfection to get happiness and to avoid unhappiness. The purpose of this research was to describe about the psychoanalysis ethics of Sigmund Freud and to apply it in social life in order to create the social piety.  During Freud psychoanalysis as if its just in medicine, counseling and religion.  But what about the psychoanalysis ethics of Sigmund Freud are manifesting  in the structure of human personality like Id (Das Es), Ego (Das Ich), Super ego (Das Ueber Ich) were compared in the context of social piety, so it would create the dialogue between individual piety and social piety, to establish the whole system of unity and run circularly.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN SOSIAL PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PUSPAKARMA MATARAM Khaldun, Rendra; Fikri, Saiful Imam
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Unit Pelaksanaan Tehnis Dinas (UPTD) di bawah Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Bidang Pembinaan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia berupa pemberiaan penampungan, jaminan hidup seperti makan, pakaian, pelayanan kesehatan, pengisian waktu luang termasuk rekriasi, bimbingan sosial serta mental, sehingga mereka dapat menikmati hari tuanya dengan diliputi ketenteraman lahir dan batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram serta hambatan dalam implementasi bimbingan sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang dimana hasil dari penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif dan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa implementasi bimbingan sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Puspakarma Mataram adalah 1) mengadakan kunjungan ke masing-masing wisma, 2) mengadakan bimbingan melalui shalat berjamaah lima kali dalam sehari semalam. Sedangkan hambatan yang dirasakan oleh panti dan pembina adalah terjadinya penurunan kondisi fisiklansia, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan lansia dalam memahami materi yang disampaikan.
PENDEKATAN ANALISIS TRANSAKSIONAL DALAM KONSELING Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transactional analysis examines the transaction is done by some individuals who have their own special personality. The transaction is an activity between two or more persons that gives influence on each other. Transactional analysis is rooted in the foundation of anti-deterministic philosophy emphasized that human being is able to go beyond conditioning and initial programming. Transactional analysis is transactional psychotherapy can be used in individual therapy, however it is better used in group therapy. The word of transaction always refers to the rocess of exchange in a relationship. In interpersonal communication is also known as transaction exchanged messages, either verbal or non-verbal. Transactional analysis is a type of communication analysis where every single person placed himself/herself according to the position of the different psychology. The purpose of transactional analysis was to assist individuals in order to have freedom to choose, freedom to change desire, freedom to change some responses toward common or new stimulus.
MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK ISLAMI Ripli, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari layanan konselingkelompok islami dengan teknik diskusi kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan siswa Madrasah Tsanawiyah Paok Lombok Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi (quasi-experimental research) dengan bentuk desain eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel penelitian tidak secara random. Subyek penelitian ini adalah 20 anak usia remaja, dimana dari 20 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A sebagai kelompok ekperimen dan kelompok B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing 10 (sepuluh) orang siswa yang memiliki permasalahan sama dalam rendahnya kedisiplinan. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok islami dengan teknik diskusi kelompok mampu dan efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Terlihat dari masing-masing kesimpulan yaitu: Pertama, pada hasil uji beda pada post-test kelompok A (eksperimen) dan kelompok B (kontrol) dengan uji Mann-Whitney pada kelompok A (eksperimen) yaitu 15,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah adanya perlakuan), sedangkan kelompok B (kontrol) adalah 5,50 (artinya kedisiplinannya rendah karena tidak adanya perlakuan). Kedua, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok A (eksperimen) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test-nya adalah 0,00 (artinya kedisiplinannya rendah sebelum perlakuan), sedangkan nilai post-test-nya 50,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah diberikan perlakuan). Ketiga, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok B (kontrol) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test 5,83 dan hasil post-test-nya 5,00 (artinya dari pere-test sampai dengan post-test-nya tidak ada peningkatan yang signifikan, dengan kata lain tidak ada perubahan peningkatan kedisiplinan pada kelompok kontrol tersebut). Hasil ini dibuktikan dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan.
KEBERSYUKURAN PADA PENYANDANG CACAT DI YOGYAKARTA litaputri, dwi widarna; Rosina, Ika
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat kebersyukuran pada penyandang cacat yang ada di Yogyakarta. Responden penelitian terdiri dari tiga orang cacat yang ada di Yogyakarta. Responden penelitian diambil dengan teknik snowball sampling. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika psikologis yang berbeda pada penyandang cacat yang usianya bebrbeda.
TEORI KEPRIBADIAN SOCIAL COGNITIVE: KAJIAN PEMIKIRAN ALBERT BANDURA PERSONALITY THEORY SOCIAL COGNITIVE: ALBERT BANDURA Suwartini, Sri
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The various viewpoints of personality experts apparently caused Albert Bandura to develop his investigation focus in psychology. Through Bandura’s theory developed, the social learning theory or social cognitive more refers to Skinner view about conditioning theory. Bandura looked at the existence of personality theories such as; psychoanalysis, emphasized on the strength of unconsciousness and the influence of childhood. The characteristic theory is too focused on consistency of behavior in various situations.  Evolution theory believed that the biological factor would not change. As well as the basic principle of behaviorism theory which regards organism as a controlled side by the rewards and punishments from the environment, he still lacks detail compared by the approach theory he developed more subtle, even significant. It was not because the basic assumption that is owned by this theory that humans have flexibility to learn about different types of behavior in different situation, and humans also have the capacity to control their life. Because according to Bandura, human was the producer and as product of social system. That basic assumption then he developed with the view that the development of human personality by the social-cognitive theory of learning acquired through observation and the existence of self-efficacy