cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 191 Documents
Analisis Google Trends mengungkap kesenjangan literasi kesehatan sistemik dalam respons publik terhadap infeksi cacing di Indonesia Rizma Adlia Syakurah; Siti Halimatul Munawarah
Bahasa Indonesia Vol 25 No 2 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i2.7810

Abstract

Pendahuluan: Pada Juli 2025, pemberitaan nasional mengenai kematian Raya, seorang anak kurang gizi asal Sukabumi, Jawa Barat, yang ditemukan mengalami infeksi cacing berat, menimbulkan perhatian luas di Indonesia. Meskipun infeksi soil-transmitted helminth dapat dicegah melalui pemberian obat cacing dan perbaikan sanitasi, penularan masih ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian ini menganalisis respons digital masyarakat Indonesia terhadap peristiwa tersebut menggunakan Google Trends dan menafsirkan perilaku pencarian melalui kerangka literasi kesehatan dan perilaku kesehatan. Metode: Penelitian infodemiologi ini menggunakan data Google Trends di Indonesia. Aktivitas pencarian dianalisis pada 15–22 Agustus 2025, meliputi periode baseline (15–17 Agustus) dan periode peningkatan perhatian publik (18–22 Agustus) setelah pemberitaan media nasional. Kata kunci dianalisis dalam dua klaster perbandingan, yaitu klaster penyakit/pengobatan (‘cacing’, ‘cacingan’, ‘obat cacing’) dan klaster berorientasi sistem kesehatan (‘cacing’, ‘cacingan’, ‘BPJS’, ‘puskesmas’). Relative Search Volume (RSV) dan related queries dianalisis dan dikategorikan secara tematik. Temuan diinterpretasikan menggunakan Model Literasi Kesehatan Nutbeam dan Health Belief Model. Hasil: Minat pencarian meningkat tajam pada istilah yang berkaitan dengan penyakit dan pengobatan. Kata kunci ‘cacing’ mencapai puncak RSV 100 pada 21 Agustus 2025, sedangkan ‘cacingan’ menunjukkan peningkatan relatif terbesar dari baseline (+1250,0%). Peningkatan pada ‘BPJS’ (+50,0%) dan ‘puskesmas’ (+51,9%) jauh lebih kecil. Related queries yang berasal dari kata kunci terkait penyakit terutama berorientasi fungsional dan kuratif, dengan sangat sedikit pencarian sistemik yang mengaitkan kejadian tersebut dengan aktor pelayanan kesehatan. Simpulan: Pola pencarian yang diamati lebih konsisten dengan orientasi literasi kesehatan fungsional dan interaktif dibandingkan orientasi kritis atau sistemik. Temuan ini mencerminkan perilaku pencarian daring yang teragregasi, bukan pengukuran langsung literasi kesehatan individu. Analisis Google Trends dapat memberikan gambaran waktu nyata mengenai pencarian informasi kesehatan masyarakat dan mendukung strategi komunikasi yang secara lebih eksplisit menghubungkan informasi penyakit dengan pencegahan dan layanan kesehatan yang tersedia.